Skip to main content

Terijabah 2

Episode sebelumnya ....

Karin dan Mandis meminta saran hal apa saja yang harus dilakukan saat bertemu lelaki yang akan dikenalkan Olil, teman calon suaminya.

Dengan rasa percaya diri yang tinggi aku mengarahkan Karin dan Mandis, mereka berdua sampai-sampai tak terasa jika hari hampir Maghrib.

***
Hari ini pertemuan antara Mandis dan Karin dengan lelaki yang akan dikenalkan Olil, aku menjadi deg-degan dengan kelanjutan cerita mereka. 'Semoga berhasil!' batinku.

Jam lima sore, handphone berdering. Sebuah panggilan dan pesan SMS masuk bersamaan, 'Mbak Elva, aku dan Mandis mau ke rumah. Sekarang!'

Aku girang, tiada kepalang. Rupanya mereka berhasil menakhlukkan lelaki angkatan itu. Tapi, baru sebatas bayanganku saja. Semoga benar-benar berhasil.

Tepat jam lima lewat dua puluh satu menit, mereka berdua menghampiriku dengan tergesa-gesa. Tiba-tiba firasatku tak enak, seperti ada sesuatu, dan benar saja mereka berdua membanjiriku dengan omelan bertubi-tubi, tak terkendali.

"Mbak Elva, katanya kami akan berhasil jika menjalankan semuanya. Mulai dari pakaian, penampilan, dandanan yang sedikit mencolok. Tapi, buktinya mereka tak satu pun yang tertarik dengan kami." Karin protes.

"Iya nih, Mbak Elva. Mandis juga sudah luluran hampir tiga jam. Bayangkan mbak, ti ... ga ... jam!" Mandis sewot.

"Sudah berdoa nggak sebelumnya?" Aku mengalihkan.

Dan keduanya serentak berujar, "Enggak!"

"Ya sudah, itu berarti di tahun depan harus bersabar menyandang gelar Jomblo. Hihi." Aku menutup mulut.

Mandis dan Karin main keroyok, aku hampir terjatuh dari kursi panjang di bawah pohon jambu bol yang mulai berputik. Dan ...

Kriiing! Kriiiiing!
Aku tersentak, suara weker membangunkanku. Rupanya yang kualami semua hanya mimpi. Dan untung hanya sebatas mimpi. Jika di dalam mimpiku mereka benar-benar jadian dengan lelaki angkatan itu dan menikah, aku khawatir terhadap Mandis dan Karin. Karena kata orang zaman dulu, jika kita mimpi seseorang menikah maka orang tersebut akan jatuh sakit, dan anggap semua itu sebatas mitos.
Lalu aku pun mengangkat tangan dan berdoa, 'Semoga Mandis dan Karin mendapatkan imam yang terbaik.'

Aku pun pergi menuju kamar hendak bersiap-siap menemui mereka, namun karena waktu yang telah ditentukan telah lewat ternyata Mandis dan Karin yang datang menemui lebih dulu.

"Mbak Elvaaaa ...!" Karin memanggil.

"Hallo Mbak Elvaaaa ...!" Mandis tak mau kalah.

Haduh! Jangan-jangan mereka mau menyerangku dengan omelan bertubi-tubi, persis seperti mimpiku. Namun, omelan ini bisa jadi karena keterlambatanku menemui mereka.

"Maaf ya, telat bangun!" ucapku seakan tak bersalah.

"It's Ok, Mbak. Slowly aja." Mandis menimpali dengan wajah berseri.

"Tumben nggak marah?" selidikku.

"Itu karena hari ini kami berdua lagi bahagia," ucap Karin.

Karin menceritakan apa yang mereka alami, bertemu teman lama saat mengikuti acara Maulid Nabi di Masjid An-Nur kemarin. Dan mereka diperkenalkan dengan para ikhwan penghapal Quran. Lalu dua di antaranya tertarik melanjutkan hubungan ke jenjang lebih serius.

Itulah jodoh, siapa pun takkan bisa menolak, tak bisa meraih, tak bisa mencegah bahkan menghindari. Namun, akan datang di saat yang tepat pada waktu yang tepat. Dan mereka, telah menemukan jodohnya, lelaki yang tidak tampan namun selalu meneduhkan ketika dipandang, sopan, pekerja keras dan hal yang paling membuatku takjub, lelaki yang telah memantapkan hati itu seorang penghapal Quran.
#Harapanku, semoga sahabat SWC dan semua sahabat lainnya diberikan jodoh terbaik tahun ini.

Comments

  1. Ka Elva, ni kisah nyatakah? MasyaAllah, penghafal Al-qur'an, pula...

    Selamat kaka duo krik krik. :D

    ReplyDelete
  2. Ini cerita fiksi mbak. Lomba nulis di grup dan alhamdulillah jadi juara pertama :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar yang dapat membangun tulisan saya.

Popular posts from this blog

Berpenghasilan dari Tulisan Bermakna

http://www.indosiar.com/shows/sayembara-sinema-indonesia-kispembacaaku
     Suka menulis dan ingin punya penghasilan? Inilah saatnya unjuk taring. Setelah FTV pada  beberapa stasiun televisi di Indonesia membuka kesempatan untuk penulis di seluruh Indonesia seperti Trans7, SCTV dan lainnya, maka Indosiar pun membuka kesempatan yang sama.
     Di sepanjang perjalanan hidup, kadang yang kita temui bukan hanya sukanya saja, akan tetapi duka pun hadir menjadi pelengkap. Dan dari sanalah kita belajar untuk menyikapi hidup dengan penuh kesabaran. Dan, Indosiar memberi kesempatan itu kepada penulis agar orang lain dapat memetik hikmah dari apa yang terjadi, dibuat dalam bentuk sinopsis.
     Berbicara soal sinopsis, menurut KBBI Offline Sinopsis merupakan ikhtisar dari sebuah karangan yang biasanya diterbitkan bersama-sama dengan karangan asli yang menjadi dasar sinopsis itu atau kata lain abstraksi atau rringkasan. Jadi, intinya sinopsis itu sebuah karangan sebab akibat yang ditulis ke dal…

Anyang-anyangan Menyerang, Basmi dengan Prive Uri-Cran

Assalamu'alaikum wr. wb.

     Halo pembaca setia, kali ini saya akan membahas mengenai Anyang-anyangan. Sebelum membahas lebih lanjut apa itu anyang-anyangan, penyebab hingga cara mengatasinya, saya punya pertanyaan. Pernahkah Anda mengalami hal ini? Rasa ingin buang air terus menerus, akan tetapi urine yang keluar hanya sedikit. Nah, hal semacam itulah yang disebut dengan Anyang-anyangan.

       Menurut dokter ahli urologi dr. I.B. Tatwa Yatindra, Sp.U., anyang-anyangan merupakan suatu gejala akibat berbagai masalah karena terjadi frekuensi berkemih menjadi lebih sering dari biasanya, namun volumenya sedikit-sedikit. "Gejala ini merupakan tanda telah terjadi sesuatu pada saluran kencing bagian bawah khususnya masalah dalam penyimpanan air seni di kandung kencing," jelasnya.

       Anyang-anyangan atau bahasa ilmiahnya Cylisis merupakan salah satu gangguan kesehatan yang menyerang pada saluran kemih, dan dapat juga dikatakan sebagai gejala Infeksi Saluran Kemih, dimana a…

Pentingnya Berhati-hati Saat Pergi

Assalamu'alaikum wr. wb

      Hallo pembaca setia, semoga selalu sehat dan lancar rezkinya. Apalagi di bulan yang penuh berkah ini, apalagi kalau bukan bulan Ramadhan. Oh iya, saya mau berbagi informasi dan tips nih buat kalian yang hobi jalan atau mungkin berbelanja. Tapi sebelumnya saya mau sedikit bercerita tentang pengalaman suami saya.
      Sabtu, 27 Mei 2017. Suami saya pergi mengambil barang pesanan ke gudang. Sekitar  jam tujuh berangkat dari rumah dan jam sembilan lebih lima belas tiba di gudang pakaian.  Cukup lama berkeliling mencari pesanan lainnya hingga kemudian dirasa cukup barulah suami saya memutuskan untuk pulang. Saat itu kondisi di sana tidak terlalu ramai, namun menurut penuturan suami saya entah mengapa pengunjung yang tadinya tidak ramai tiba-tiba membuat jalan yang ditempuh terasa sempit.

     Setibanya suami di rumah, saya merasa ada yang aneh dengan tas kecil yang disandangnya. Tampak seperti ada benda yang hendak keluar dari dalam tas itu. Dan benar saj…