Skip to main content

Kisah Ramadhan yang Tersimpan di Bengkulu.

Assalamualaikum wr. wb

Alhamdulillah, kita masih diberi kesempatan untuk bertemu Ramadhan di tahun ini. Senangnya! Akan tetapi, ada juga yang sudah tidak bisa bertemu Ramadhan. :(

Berbicara soal Ramadhan di Bengkulu, saya sangat senang sekali melewatinya saat masih kanak-kanak dulu. Tarawih di surau yang letaknya cukup jauh dari kompleks perumahan kami, namun kami beramai-ramai ke sana. Ya, saat itu jalan ke surau masih sepi. Bahkan ketika saya masih punya orangtua yang lengkap. Setiap menjelang pukul lima sore jika Mak nggak sempat masak takjil, bapak mengajak saya  dan adik saya membeli takjil ke simpang kandis. Menu yang sangat saya suka yakni cendol dan kue. 
Pasar Simpang Kandis.
Kini, semua sudah berbeda setelah bapak meninggal. Ramadhan tanpa bapak terasa ada sesuatu yang kurang. Meskipun kini saya bukan kanak-kanak lagi, tapi rasa sepi itu tetap terasa. Pulang Bengkulu saat Ramadhan rasanya ada kehampaan yang saya rasa. Ngiri rasanya melihat mereka yang masih bisa merasakan moment Ramadhan bersama keluarga yang lengkap, ada orangtuq, saudara dan suami tercinta. Harapan saya, yang masih lengkap orangtuanya, sempakanlah untuk bisa membahagiakan mereka, sempatkan melewati Ramadhan bersama keluarga meskipun sesibuk apapun di luar sana. Sebab, kita tidak akan pernah tahu kapan masa seperti itu akan berakhir.

Tulisan ini menjawab tantangan #NulisSerempak #RamadhandiBengkulu.


Comments

  1. Siap mbak, sebagai anak yang baik harus berbakti kepada orang tua dan berusaha membahagiakannya dan merawatnya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu harus, sebab orangtua sdh sangat banyak pengorbanannya.

      Delete
  2. Alhamdulillah, semoga kita juga di pertemukan ramadhan tahun depan 1439 H.. Aamin

    ReplyDelete
  3. makanya mba, kalo orang lain pada seru2an bukber bareng temen aku gak terlalu kepengen. yaaa sewajarnya aja.. lebih baik menghabiskan waktu dengan keluarga. kalo mereka udah ga ada dan kitanya lebih banyak waktu sama temen.. rasanya pasti nyesel banget :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak. Karena kebersamaan dgn keluarga dan orangtua sangat berharga.

      Delete
  4. Al Fatehah mbak untuk ayahnya..

    ReplyDelete
  5. Replies
    1. Makasih ya mbak. Selamat menjalankan ibadah puasa

      Delete
  6. Bapaknya pasti senyum bahagia anak Sholehah nya ingat dan selalu kirim doa..
    Allahumma fir lahu

    ReplyDelete
  7. semoga bapak diberi tempat terindah disana..
    btw mbak elva pulang ke bengkulu ga lebaran?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Lihat sikon dulu mbak, karena mertua dari Kerinci mau ke sini rencananya. Paling seperti tahun2 kemarin, pas dua mingguan mertua ke sini kami pulang Bengkulu. Soalnya kata mertua saya mumpung mereka ada di sini kami pulang Bengkulu, krn Jakarta-Jambi-Kerinci-Bengkulu ke Jakarta lagi lumayan panjang mbak perjalanannya :).

      Delete
  8. Beruntunglah org2 yg masih memiliki org tua, karena masih punya kesempatan utk berbakti di dunia. Makanya selagi mrk hidup berbaktilah dengan ikhlas

    ReplyDelete
  9. Orang tuaku masih lengkap tp memang kita terpisah pulau. Jd ga bisa stiap tahun ksana :( .. Lebaran thn inipun trpaksa ga bisa balik.. Ga ada yg bisa nandingin nikmatnya lebaran bersama orang tua ya mba :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga di lebaran berikutnya bisa kumpul2 mbak

      Delete
  10. Semoga kita dan keluarga masih dipertemukan dengan ramadhan selanjutnya ya mbak...aamiin

    ReplyDelete
  11. i feei u mba aku uda ga ada ibu emang rasanya sepi y mba waktu yg tersisa smg sll dimanfaatkan bwt berbuat baik sama ortu 😊

    ReplyDelete
  12. Iya betul. Apalagi kalau anak2 masih kecil ya. Sering2 buka puasa bersama anak2 biar mereka termotivasi.

    ReplyDelete
  13. lebih seru lagi kalo dulu mb, itu ke surau atau langgarnya biasanya kami pake obor dari bambu, dengan sumbu dari sabut kelapa dan minyak tanah di bagian bawahnya, hemmm indahnya masa kanak kanak hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kanak-kanak dulu lebih terasa indahnya dan seru. Kalau sekarang sih yang saya lihat sudah mulai jarang soalnya masing2 sibuk dengan gadgetnya.

      Delete
  14. Meski Ayahanda telah cukup lama berpulang kepada sang penciptanya, tapi saat Ramdhan dan hari raya selagi masih ada beliau tetap saja menjadi kenangan, kebiasaan ayahanda saat buka dan sahur mengimani bacaan niat puasa, membaca Al-Qur'an sambil menemani Ibunda menyiapkan makanan untuk sahur dan berbuka, bahkan saat tarawih pun beliau selalu mengajak kami bersama-sama ke Masjid
    oh ya Ayahanda Maya sering jadi imam shalat
    apalagi bulan Ramadhan ini adalah saat ayahanda berpulang ke penciptanya

    ah semoga Ayahanda mendptkan tempat ya bahagia di sisi Allah aamiin

    ReplyDelete

  15. Menjalani ramadhan tanpa org yg dicinta berat bgt memang. suasana akan sangat terasa berbeda sekali

    ReplyDelete
  16. Turut berduka cita untuk ayah mbak, al-fatihah
    tetap semangat terus ya mbak

    ReplyDelete
  17. Saya sudah 2 ramadhan ini tanpa bapak. Ya, hanya doa kita (anak-anaknya) yang bisa membantu bapak kita di sana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Turut berduka. Semoga doa-doa buat orangtua terutama yang telah tiada diterima oleh-Nya

      Delete
  18. Benar sekali mba, sempatkan ramadan bersama keluarga. Saya sudah tidak ada bapak, kini berjauhan dengan ibu. Pengennya ramadan dekat terus.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak, cuma kadang jarak yang menjadi kendala untuk dapat berkumpul.

      Delete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar yang dapat membangun tulisan saya.

Popular posts from this blog

Berpenghasilan dari Tulisan Bermakna

http://www.indosiar.com/shows/sayembara-sinema-indonesia-kispembacaaku
     Suka menulis dan ingin punya penghasilan? Inilah saatnya unjuk taring. Setelah FTV pada  beberapa stasiun televisi di Indonesia membuka kesempatan untuk penulis di seluruh Indonesia seperti Trans7, SCTV dan lainnya, maka Indosiar pun membuka kesempatan yang sama.
     Di sepanjang perjalanan hidup, kadang yang kita temui bukan hanya sukanya saja, akan tetapi duka pun hadir menjadi pelengkap. Dan dari sanalah kita belajar untuk menyikapi hidup dengan penuh kesabaran. Dan, Indosiar memberi kesempatan itu kepada penulis agar orang lain dapat memetik hikmah dari apa yang terjadi, dibuat dalam bentuk sinopsis.
     Berbicara soal sinopsis, menurut KBBI Offline Sinopsis merupakan ikhtisar dari sebuah karangan yang biasanya diterbitkan bersama-sama dengan karangan asli yang menjadi dasar sinopsis itu atau kata lain abstraksi atau rringkasan. Jadi, intinya sinopsis itu sebuah karangan sebab akibat yang ditulis ke dal…

Anyang-anyangan Menyerang, Basmi dengan Prive Uri-Cran

Assalamu'alaikum wr. wb.

     Halo pembaca setia, kali ini saya akan membahas mengenai Anyang-anyangan. Sebelum membahas lebih lanjut apa itu anyang-anyangan, penyebab hingga cara mengatasinya, saya punya pertanyaan. Pernahkah Anda mengalami hal ini? Rasa ingin buang air terus menerus, akan tetapi urine yang keluar hanya sedikit. Nah, hal semacam itulah yang disebut dengan Anyang-anyangan.

       Menurut dokter ahli urologi dr. I.B. Tatwa Yatindra, Sp.U., anyang-anyangan merupakan suatu gejala akibat berbagai masalah karena terjadi frekuensi berkemih menjadi lebih sering dari biasanya, namun volumenya sedikit-sedikit. "Gejala ini merupakan tanda telah terjadi sesuatu pada saluran kencing bagian bawah khususnya masalah dalam penyimpanan air seni di kandung kencing," jelasnya.

       Anyang-anyangan atau bahasa ilmiahnya Cylisis merupakan salah satu gangguan kesehatan yang menyerang pada saluran kemih, dan dapat juga dikatakan sebagai gejala Infeksi Saluran Kemih, dimana a…

Pentingnya Berhati-hati Saat Pergi

Assalamu'alaikum wr. wb

      Hallo pembaca setia, semoga selalu sehat dan lancar rezkinya. Apalagi di bulan yang penuh berkah ini, apalagi kalau bukan bulan Ramadhan. Oh iya, saya mau berbagi informasi dan tips nih buat kalian yang hobi jalan atau mungkin berbelanja. Tapi sebelumnya saya mau sedikit bercerita tentang pengalaman suami saya.
      Sabtu, 27 Mei 2017. Suami saya pergi mengambil barang pesanan ke gudang. Sekitar  jam tujuh berangkat dari rumah dan jam sembilan lebih lima belas tiba di gudang pakaian.  Cukup lama berkeliling mencari pesanan lainnya hingga kemudian dirasa cukup barulah suami saya memutuskan untuk pulang. Saat itu kondisi di sana tidak terlalu ramai, namun menurut penuturan suami saya entah mengapa pengunjung yang tadinya tidak ramai tiba-tiba membuat jalan yang ditempuh terasa sempit.

     Setibanya suami di rumah, saya merasa ada yang aneh dengan tas kecil yang disandangnya. Tampak seperti ada benda yang hendak keluar dari dalam tas itu. Dan benar saj…