Faktor Belum Menemukan Jodoh

Saturday, January 6, 2018
Sumber: Google Image

Menikah merupakan syariat agama, sunnah (keharusan) masyarakat dan keharusan alam semesta. Kebutuhan manusia akan terhadap pernikahan merupakan kebutuhan kodrati (fitrah). Namun, pada kenyataannya, ada sebagian yang merasa resah dan gelisah dikarenakan belum kunjung bertemu jodoh, padahal usia semakin bertambah. Bisa jadi itu karena kita termasuk dalam beberapa kriteria berikut yang membuat pasangan belum kunjung datang. 

a)    Terlalu selektif memilih jodoh.
Tak bisa disalahkan jika seseorang membuat kriteria untuk calon suami/ istrinya. Hanya saja, seringkali kriteria yang ditetapkan terlalu tinggi dan sangat ideal. Semisalnya, jika wanita/ pria tersebut memiliki kedudukan yang tinggi dalam status sosial, pendidikan atau pekerjaan, ia pun mensyaratkan calon suami/ istrinya harus memiliki kedudukan yang sama atau mungkin si wanita mensyaratkan calonnya memiliki kedudukan yang lebih tinggi darinya. Untuk itu hendaklah jangan terlalu selektif, apalagi bila tolak ukurnya duniawi, sebab inilah yang menjadi salah satu factor yang membuat terlambat menikah.

b)    Campur tangan orangtua.
Terkadang yang menjadi faktor terlambat menikah dikarenakan adanya campur tangan orangtua, sebagaimana kisah berikut yang nyata terjadi. Bimo telah memantapkan dirinya untuk menikahi wanita pilihannya yakni Sefti. Bimo kemudian datang melamar, namun ternyata ayah Sefti menetapkan mahar yang teramat tinggi kepada Bimo. Demi sang wanita pilihan, Bimo rela menjual motor, kemudian meminjam uang, namun ternyata belum cukup dengan apa yang ditetapkan sang ayah Sefti. Bimo kemudian meminta tenggat waktu agar dapat memenuhinya. Tahun berikutnya, Bimo telah cukup mengumpulkan uang, namun tak disangka ayah Sefti menaikkan jumlah mahar.
Sefti tetap menunggu Bimo selama bertahun-tahun, hingga kabar terakhir yang didapat, Bimo telah menikahi wanita lain yang tentunya tidak menetapkan mahar sebesar ayah Sefti.
Seringkali keinginan orang tua terhadap calon menantunya teramatlah tinggi, akhirnya anak perempuan merekalah yang menjadi korban ambisi orang tua. Kriteria calon menantu sebenarnya bisa saja dibuat, asalkan tidak melanggar kaidah agama. Jika campur tangan terlalu besar akan menjadi salah satu halangan untuk mendapatkan pasangan.

c)    Idealis
Seringkali seseorang terlalu menginginkan calon pasangan yang sempurna. Padahal, manusia tidak ada yang sempurna. Dalam memilih pasangan haruslah berdasarkan dengan empat syarat, yakni karena derajatnya, hartanya, ketampanan/ kecantikannya dan agamanya. Jika keempatnya kita dapatkan maka syukuri, namun prioritaskan dahulu dien (agama) nya.

d)    Terlalu sibuk meniti karir.
Kasus yang banyak terjadi pada wanita di era sekarang ini yaitu sibuknya meniti karir sehingga telat menikah. Kesibukan bekerja membuat pola pikir wanita menjadi sangat mandiri sehingga timbulah sikap tidak ingin menikah atau menunda untuk menikah. Terlalu asyik pada kesibukan, obsesi ingin menggapai posisi tinggi, ataupun mengumpulkan banyak uang. Hingga kemudian barulah mereka sadar, waktunya sudah terlambat.
Bekerja mencapai prestasi, memiliki karir yang bagus tentu saja tidak dilarang selama tidak menyalahi kodrat, seperti mengurus pekerjaan rumah, mengurus anak dan suami. Sebab, mengurus anak dan suami merupakan pekerjaan yang tak ternilai harganya.



e)    Ujian Allah.
Apabila semua kriteria yang telah disebutkan sebelumnya tidak satupun ada pada diri kita, ataupun bukan menjadi alasan untuk menyegerakan menikah, bisa jadi Allah SWT sedang menguji hamba-Nya. Cepat ataupun lambatnya seseorang menikah, itu merupakan ujian. Cepat mendapatkan jodoh bukan jaminan kebahagiaan hidup, begitupun sebaliknya. Sebagaimana ada sebuah kisah yang pernah saya baca dari sebuah buku, yakni kisah Tsa’labah yang meminta Rasulullah mendoakannya agar ia cepat kaya, namun setelah keinginannya terwujud justru lepas keimanannya. Naudzubillah.




Terbaik, tentu saja semua manusia menginginkan pasangan yang terbaik. Namun pada hakikatnya manusia di dunia tak ada yang sempurna. Maka, perbaiki diri menjadi lebih baik maka insyaa Allah akan dipertemukan dengan jodoh yang baik pula. Lambat ataupun cepat dalam menemukan jodoh, itu hanya masalah waktu. Yang terpenting yakin bahwa Tuhan akan memberikan yang terbaik. Aamiin.
8 comments on "Faktor Belum Menemukan Jodoh"
  1. harus sabar mendapatkan jodoh susah2 gampang ya, doa agar mendapat yg terbaik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, yang terpenting selalu berdoa agar mendapat yang terbaik.

      Delete
  2. Alloh punya cara dan waktu yang terbaik ,terima kasih untuk tulisan yang mencerahkan

    ReplyDelete
  3. Setelah membaca ini saya ingin lebih memperbaiki diri lagi
    supaya pantas untuk jodoh yg masih di tangan Allah nanti
    Setiap manusia di lahirkan berpasang pasangan

    ReplyDelete
  4. poin d itu lagi jadi fokus
    jadi waktu habis untuk itu
    hiks jadi baper

    ReplyDelete
  5. Setuju mba, emang banyak teman umumnya wanita sekarang terlalu obsesi sama karir, dan sering ngeluh soal jodoh.

    Padahal ulah mereka sendiri selalu pilah pilih mereka yang mendekat.

    ReplyDelete
  6. Belakangan ini ko jadi seru ya baca segala hal tentang jodoh. Mungkin sudah saatnya bagiku mencari sang pujaan hati. Tentunya sambil memperbaiki diri ..

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar yang dapat membangun tulisan saya.

Auto Post Signature