Plot dan Contohnya

Saturday, April 7, 2018

Alhamdulillah, akhirnya sempat juga saya memposting contoh plot, setelah sebelumnya saya telah menyelesaikan tulisanu "Sinopsis Penjual Roti Berjamur". Plot ini merupakan kelanjutan tahapan setelah sinopsis.

Sebelum masuk ke sesi contoh, ada baiknya kita ketahui terlebih dulu apa itu plot. Plot merupakan susunan unsur-unsur yang membangun suatu cerita agar satu peristiwa ke peristiwa berikutnya pada cerita tersebut saling berkaitan. Ibaratnya kita baru belajar masak donat, tentu saja ada urutan adonan bahan yang apabila salah satu bahan tidak sesuai ataupun berkurang, akan membuat hasilnya tidak maksimal. 😁. Langsung aja ke contoh deh, namun contoh saya share secukupnya saja, sebab kalau mau dishare semua akan kepanjangan (bisa2 pembaca nggak betah bacanya,😅).

Kuasa Ilahi
Penjual Roti Berjamur (Plot)

  • 1). MALAM. Zaki, BASIR dan MARKUM baru selesai pemakaman. Mereka lega, yang dimakamin orang baik, gak ada kejadian aneh, jadi penguburannya cepat. Zaki sambil makan roti berucap cepet laper juga. Makanya ane habis 3 bungkus roti nih... BASIR itu sih bukan laper, tapi maruk... Zaki bilang, mumpung rotinya gratis, dikasih bu Indis. Apa yang dikasih indis terasa manis. Tiba-tiba Zaki gak lanjutkan ucapannhya karena mendadak mual dan muntah-muntah. BASIR dan MARKUM jadi panik karena Zaki mendadak oleng dan jatuh kejang kayak keracunan. Tak lama zaki pingsan. Kebetulan mereka melihat mobil jenazah belum pulang, Mereka segera menggotong zaki ke mobil jenazah.

  • 2). Sopir mobil jenazah lagi bingung karena mesinnya mogok. Dua warga berusaha bantu dorong. BASIR dan MARKUM minta tolong anterin Zaki ke RS. Gimana mau ngantar, lagi mogok, kata sopir. BASIR dan MARKUM yang panik gak peduli, masukin mobil yang ada kerandanya. BASIR dan MARKUM bantu dorong mobil tapi gak mau hidup mesinnya. MARKUM inisiatif, Zaki dimasukkan keranda dan minta tolong dua warga bantu gotong ke puskesmas yang ada di kampung kober. Sopir melongo.

  • 3). Orang di puskesmas pada bingung, melihat BASIR, Zaki dan 2 warga datang gotong keranda. Satpam sempat bilang jenazah kenapa dibawa ke puskesmas, sana bawa ke TPU... MARKUM belum jadi jenazah, masih idup... tapi kudu segera ditolong... Saat itu Zaki siuman, antara setengah sadar, panik, dirinya ada dalam keranda, bingung mau keluar karena terkurung tutup keranda. Keranda segera diturunkan dan dibuka. Zaki melompat tapi kembali jatuh pingsan. Suster dan dokter segera datang menolong. Zaki digotong ke ruang UGD.  

  • 4). Di UGD Puskesmas. MARKUM dan BASIR tegang melihat dokter memeriksa kondisi Zaki. Dokter memberitahu kalau Zakin keracunan makanan. BASIR dan MARKUM langsung nebak, pasti makan kue itu. MARKUM dan BASIR merinding lihat pasien di sebelah Zaki, terlihat sekarat dengan tubuh dipenuhi jamur. BASIR agak kaget melihat remaja bernama Bimo yang dikenalnya mendampingi pasien yang ternyata adalah Hera kakaknya. BASIR tanya Hera sakit apa, kok sakitnya keliatan aneh. Bimo cerita kalau dia belum tau kakaknya sakit apa. Bimo khawatir penyakitnya berkaitan dengan pekerjaan kakaknya. Markum dan Basir memandang penasaran ke Bimo yang cerita masa lalu Hera.

  • 5). (Flash Back). SIANG. Hera jualan kue, sudah lima bulan jualan kue tapi tidak mencukupi kebutuhannya. Bimo, adiknya, datang minta belikan sepatu sekolah karena sepatunya sudah jebol, keliatan ujung jempol kakinya. Tapi Hera malah marah-marah ke Bimo. Bimo suruh cuciin bajunya Hera, jangan cuman asal minta uang. Bimo merengut kecut ditinggal pergi oleh Hera. 

  • 6). Di depan pertokoan saat berjualan keliling, Hera bertemu teman semasa sekolah bernama Karisa. Hera melihat Karisa sedang menelpon supirnya yang di parkiran kalau dia sudah selesai belanja. Melihat tampilan Karisa yang tampak sebagai orang sudah sukses, Hera penasaran bertanya apa kerja Karisa sekarang. Karisa cerita kalau dia punya usaha kue, dan sudah punya toko kue yang besar. Hera minta bagi tip, tapi mobil jemputan keburu datang. Karisa bilang dia buru-buru dan kasih kartu nama. Hera iri melihat Karisa pergi dijemput sopirnya dengan mobil mewah.

  • 7). Hera keliling jualan kue. Anak kecil pengemis kelaparan, minta sedekah ke hera, lapar belum makan. Hera bilang gak ada uang. Kalau mau uang kerja, jangan ngemis. Anak kecil terus mengiba minta bagi kue karena beneran lapar. Tapi hera gak mau kasih Ini kue buat dijual, bukan buat dibagi-bagi. Anak kecil itu lemas dan jatuh pingsan karena memang kelaparan. Tapi Hera gak peduli, malah pergi takut dia yang kerepotan. Orang yang melihat menegur Hera kenapa ada anak pingsan malah ditinggal pergi, gak ditolongin. Hera malah marah ke orang itu Kamu aja yang tolongin. Saya sibuk... Orang itu geleng kepala dan bergegas menolong anak kecil yang pingsan.

  • 8). MALAM. Hera menghitung pendapatannya, sedikit. Bimo meminta uang untuk beli makan karena beras habis, gak ada yang dimasak. Bimo udah lapar. Hera dengan kesal suruh Bimo makan sisa kue yang tidak laku dijual. Bimo bilang pengen makan nasi, karena seharian belum kena nasi. Pagi cuman sarapan mie rebus instan. Hera malah marah-marah Makan aja yang ada. Kalau gak mau ya udah, kelaparan aja...! Hera masuk ke kamarnya. Bimo terpaksa makan kue.

  • 9). Hera melihat kartu nama pemberian Karisa. Hera jadi ingin sukses kayak Karisa yang punya toko kue yang besar seperti yang diceritakan Karisa. Enak jadi orang sukses, kemana-mana pake mobil dengan sopir pribadi, jadi gak capek kayak jualan kue keliling.

  • 10). SIANG. Bimo mau berangkat sekolah, tapi Hera malah menyuruh Bimo  pinjam motor ke pak rt untuk mengantarnya ke rumah Karisa, buat pinjam uang ke Karisa untuk modal buka usaha toko kue. Bimo bilang nanti aja pulang sekolah ya kak, karena hari ini Bimo ada ujian”. Hera marahin bimo, Ngapain mikirin ujian. Mikirin tuh bagaimana cari uang supaya bisa makan. Emang kalau ujian dapat makan...? kakak cari uang untuk makan kamu, juga untuk hiaya sekolah kamu. Kalau kamu gak mau anterin, kakak gak akan biaya sekolahmu lagi. Bimo dilema, akhirnya mengikuti kemauan Hera.  

  • 11). Hera datang ke Toko Kue Karisa diantar Bimo pake motor pinjaman. Hera tercengang melihat toko kue Karisa yang besar dan sudah ramai pembeli. Hera sadar, kalau tampilan dan cara menyusun kue salah satu daya tarik memikat pembeli untuk datang. 

  • 12). Di dalam toko kue... Karisa sedang sibuk di meja kasir sementara karyawannya melayani pembeli. Hera dan Bimo masuk disambut Karisa dengan ceria. Hera langsung ngomong kalau mau meminjam uang 10 juta ke Karisa untuk modal usaha. Karisa menebak agak canda Buat modal jualan kue lebih besar ya...? Mau nyaingin usaha kue aku dong...? Hera bilang dengan dusta kalau dia gak akan buka usaha kue, karena gak mungkin bersaing dengan Karisa. Hera bilang akan putar haluan buka warung nasi uduk. Karisa ragu, karena zaman sekolah dulu, Hera terkenal suka hutang tapi gak bayar-bayar. Hera mendesak dan memohon, kalau perlu dia kasih motornya buat jaminan hutang. Bimo kaget dalam hatinya, kakaknya nekat mau gadaikan motor pinjaman dari Pak RT. Karena ada jaminan motor, Karisa akhirnya kasih. Bimo hendak mencegah tapi dipelototin oleh Hera.

  • 13). Hera menyewa kios di pinggir jalan besar yang strategis, mau sewa bulanan. Pemilik kios maunya tahunan. Setahun 15 juta. Hera rayu-rayu kalau setelah sebulan akan dibayar lunas setahun. Pemilik kios akhirnya minta 5 juta buat DP, kalau gak akan dikasih orang lain. Banyak peminat kiosnya. Akhirnya Hera kasih uang sewa 5 juta utk DP.

  • 14). Pak RT heran melihat Bimo dan Hera pulang naik taksi nenteng belanjaan banyak. Motor saya mana...? Bimo bingung, Hera akting nangis, bilang kalau habis dibegal di tengah jalan. Motornya dirampas. Pak RT panik. Bimo makin bingung. Pak RT ngajak mereka lapor polisi karena kasus pembegalan. Hera gak mau dengan alasan takut. Hera janji akan ganti motornya dalam sebulan. Pak RT akhirnya ngalah.

  • 15). MALAM. Hera menyuruh Bimo bantu ngadonin kue. Dengan galak, Hera kasih tau cara-cara bikin kue. Bimo manut saja. 

  • 16). SIANG. Kios yang disewa Hera sudah jadi toko kue mungil. Bimo sibuk bantu menyusun kue-kue dietalase, ditata sedemikian menarik kayak di toko kue Karisa. Bimo mau pergi sekolah, tapi disuruh Hera sekalian jajakan kue di warung dan kantin sekolah, biar kuenya cepat terjual dan bisa dapat uang banyak. Bimo nurut karena dijanjikan akan dibelikan sepatu baru. Lokasi yang strategis, membuat orang yang lewat tertarik untuk datang dan membeli. Begitu dicoba rasanya enak, ada yang beli dalam jumlah banyak.

  • 17). Di rumahnya, Hera bilang kalau dalam sebulan toko kuenya sudah maju. Dia sudah balik modal 10 juta. Bimo bilang agar Hera segera nebus motor Pak RT. Hera bilang nanti aja, karena pemilik kios sidah nagih. Hera utamakan bayar kontrakan kios karena kios itu adalah tempatnya usaha nyari uang.

  • 18). Karisa sibuk melayani pembeli yang ramai. Pak RT datang menagih janji. Hera bilang nanti, uangnya belum cukup. Pak RT bilang tokonya sudah maju, masa gak bisa tepati janji. Hera menyuap Pak RT pake kue, janji minggu depan dibayar. Pak RT mengingatkan Hera agar jangan ingkar janji lagi.

  • 19). Hera mau ke toko bahan makanan membeli bahan kue, dia lewat toko Roti dan melihat banyak kue dibuang oleh pemiliknya. Hera tanya mengapa dibuang, ternyata kue-kue itu sudah expired. Hera yang terobsesi ingin membesarkan usaha toko kuenya tanpa mengeluarkan biaya yang banyak, tiba-tiba ia berpikir licik. Hera mengambil kue yang expired dari pemilik warung dengan alasan untuk makanan ayam padahal Hera tidak pelihara ayam.

  • 20). MALAM. Hera mengumpulkan kue yang sudah expired ke dalam wadah besar. Bimo lihat dan tanya untuk apa kue yang sudah berjamur itu, tapi Hera malah marah-marah dan mengatakan anak kecil tidak usah ikut campur. Bimo melongo melihat kue berjamur itu diolah dengan tambahan bahan lain untuk dijadikan kue...

  • 21). SIANG. Toko kue Hera sudah rame pembeli di pagi hari. Bimo mendesah prihatin, kakaknya tega jualan kue dari bahan kue kadaluaras. Bimo disuruh segera pergi sekolah sambil bawa kue untuk diantar ke warung dan kantin sekolah. Bimo ragu, Hera membentaknya sehingga Bimo buru-buru pergi.

  • 22). Hera mencari dan mengumpulkan kue yang expired di toko-toko kue yang sudah mau tutup...

  • 23). Bimo lihat Hera bawa tumpukan kue berjamur ke rumah lalu mengatakan kalau Hera jangan curang dalam berdagang. Hera malah marah ke Bimo begitu melihat kue yang dibawa bimo masih utuh di kantongnya. Bimo bilang takut memasarkan, takut yang makan keracunan. Hera makin marah ke Bimo, mengancam gak akan biayai sekolahnya kalau gak nurut. Bimo terdiam dilema.

  • 24). (Flash Cut). MALAM. Setelah mendengar cerita Bimo... BASIR dan MARKUM jadi tahu bahwa Hera adalah pengolah kue yang sudah berjamur. BASIR menjelaskan bahwa makan kue yang expired itu berbahaya dan tidak baik bagi kesehatan, karena Zaki temannya sudah menjadi korban efek makan kue yang expired sehingga dirawat di rumah sakit. Bimo katakan kalau dia sudah sering peringatkan Hera, tapi omongannya tak pernah didengar. Dokter Puskesmas bilang ke Bimo, agar Hera segera di bawa ke rumah sakit pusat karena peralatan puskesmas tidak memadai. Bimo cemas, sementara MARKUM dan BASIR malah lega, melihat Zaki sudah siuman dan tampak agak membaik. Zaki tanya, kenapa ane ada di sini...? MARKUM bilang Elo keracunan kue, pingsan... zaki kaget setengah gak percaya Yasalam... masa iya kue dari Bu Indis beracun...? Tiba-tiba mereka dikagetkan oleh kepanikan Bimo yang menangis. Hera kakaknya, meninggal. Zaki Cs saling pandang. BASIR langsung berbisik ke Zaki Kamu harus segera sehat, Zak... tugas gali kubur sudah menanti...

  • 25). SIANG. Indis nyariin Zaki Cs di Sawung tempat tinggal Zaki. Saat itu Zaki Cs datang. Zaki bilang habis nginap di Puskesmas gara-gara makan kue pemberian Indis yang ternyata kadaluarsa. Indis kaget dan minta maaf. Zaki bilang kalau memang Indis niat meracuninya, dia rela mati... Markum dan Basir mencibir ke  Zaki yang lebay. Saat itu terdengar HP Indis berbunyi. Indis terima telpon lalu memberitahu kalau zakin Cs harus segera gali kubur. Zaki yang habis sakit langsung semangat. Zaki minta dianter Indis ke are yang akan di gali.

Sebenarnya ada 57 yang dibuat, namun disini saya buat sampai 25 saja dan semoga pembaca paham dan jelas step by stepnya ya 😊. 
4 comments on "Plot dan Contohnya"
  1. Secara teoritis saya tidak banyak tahu tentang bagaimana menulis yang baik. Makanya di setiap artikel saya menulis mengalir begitu saja apa yang nyangkut di kepala, tanpa didasari sebuah teori, maklum saya kan hanya tamat SD...

    ReplyDelete
  2. Wah detail bgt mba. Jd saya bis lbh mudah mencerna ceritanya.

    ReplyDelete
  3. Aaaaa. Kerennnn bisa belajar banyak 😍

    ReplyDelete
  4. bagian pembukanya lucu yaa. makasih sharingnya, mbak. jadi lebih tahu nih cara menulis plot buat sinetron

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar yang dapat membangun tulisan saya.

Auto Post Signature