Skip to main content

Terijabah

Season 1.


Pukul dua siang long weekend, waktu yang tepat untuk merenggangkan urat yang telah penat karena seharian bekerja selama enam hari kerja. Di bawah pohon jambu bol pekarangan belakang rumah, terdapat kursi papan berukuran 2,5 x 1,5 meter aku merebah dan mengamati kumbang bertamu pada sang bunga jambu. Beberapa diantaranya jatuh ke tanah diterpa angin. Duuuh! Rebahan dengan ditiup semilir angin, membuat mataku berat hingga lima watt. Oh iya, aku harus membuat alarm untuk bertemu Karin dan Mandis sore ini. Faktor umur mengharuskanku melakukan itu.
***

Di tahun lalu aku berharap agar sahabat-sahabatku yang masih jomblo segera dipertemukan dengan jodohnya. Namun, pada kenyataannya mereka belum kunjung dipertemukan. Padahal, Mandis dan Karin sudah pasang aksi agar terlihat semenarik mungkin di depan kaum Adam.

"Mbak Elva, kira-kira apa lagi yang harus Mandis lakukan agar tahun depan bisa naik pelaminan?" ucap Mandis manyun.

"Iya, Mbak Elva. Karin juga nih, bete sendirian terus di kos-kosan. Kalau ada temennya pasti seru, hihi." Karin cengengesan, pikiran menerawang hingga ke angkasa.

Di grup SWC, Mandis dan Karin diberi gelar duo krik-krik, entah dari kisah dongeng mana yang membuat keduanya mendapat gelar bagai suara jangkrik.

Tiba-tiba Olil datang membawa kabar buruk menurut duo krik-krik jangkrik itu, sehingga kegalauan keduanya semakin menjadi.

"Du ... du ...! La ... la ... la ...!" Olil tersenyum-senyum menenteng kertas undangan. Berwarna merah muda.

"Seneng amat, Lil! Undangan dari siapa tuh?" godaku pada Olil, membuat Karin yang tadinya cengengesan menjadi bungkam.

"Undangan punyaku dong, Mbak Elva. Nih, lihat nih! Olil Lia binti Paijo menikah dengan Briptu Aska bin Ir. Purnawirawan Satya Abdi Negara." Olil mengencangkan suaranya hingga satu oktaf.

Undangan pun diberikan padaku, juga pada duo krik-krik. Dengan nada sedikit berbisik, Karin berkomentar yang akhirnya membuat kami berempat tertawa. "Jika Olil bisa dapetin Briptu, maka kami duo krik-krik jangkrik harus bisa dapetin Bripta."

"Lah, apa tuh Bripta, Rin?" tanyaku penasaran.

"Briptu kan Brigadir satu, kalau Bripta artinya Brigadir tangguh." Karin mesem-mesem.

"Ya sudah, aku doain semoga Mandis dan Karin segera menyusul naik pelaminan," ucapku.

Semuanya mengaminkan tanpa terkecuali Mandis yang sudah ngebet banget dilamar.
***

Sejak mendapat undangan dari Olil, duo krik-krik itu tak henti-hentinya meneleponku. Bertanya tentang penampilan apa yang pantas saat bertemu seorang laki-laki yang akan dikenalkan Olil pada mereka. Olil mendapat rekomendasi dari calon suaminya agar mencomblangkan Mandis dan Karin pada teman seangkatannya.

"Mbak Elva, siang ini datang ya ke rumah. Ada Mandis juga loh. Kami mau bersosialisasi tentang jodoh," ucap Karin.

"Yaelah, Mbak. Emangnya tim kesehatan pakai acara sosialisasi segala?"

"Pokoknya datang aja, Mbak. GPL dan GPA. Jika tak datang, maka mulai saat ini hubungan kita putus ...! Karin diam sesaat lalu melanjutkan kalimatnya, "dengan nyamuk. Hehehe ...!"

Duh! Kirain putus apaan, ternyata dengan nyamuk. "Oke, oke!"

Tiba di depan pekarangan rumah Karin, ternyata Mandis telah duduk manis menikmati es teh, dan kue cokelat.

"Mbak Elva, auoooooo ...! Your welcome." Karin berteriak cukup histeris.

"Ssttt ...! Lelaki takut loh jika melihat cewek berteriak."

Karin pun diam, dan menggandeng tanganku. Dengan sigap mengajak ke kursi taman yang berbentuk bundar. Dan tanpa panjang lebar, Mandis mengutarakan maksud mereka menyuruhku datang.

"Begini, Mbak. Besok, kami duo krik-krik akan dikenalkan Olil sama temen calon suaminya yang angkatan itu. Kami bingung, mau pakai baju apa, berbicara seperti apa dan harus ngapain! Minta ilmunya dong, Mbak!" Karin mengedip-ngedipkan matanya yang kemasukan debu.

Dengan rasa percaya diri yang tinggi aku mengarahkan Karin dan Mandis, mereka berdua memerhatikan dengan cermat sampai-sampai tak terasa jika hari hampir maghrib.
***

Bersambung di Terijabah 2

Comments

Popular posts from this blog

Berpenghasilan dari Tulisan Bermakna

http://www.indosiar.com/shows/sayembara-sinema-indonesia-kispembacaaku
     Suka menulis dan ingin punya penghasilan? Inilah saatnya unjuk taring. Setelah FTV pada  beberapa stasiun televisi di Indonesia membuka kesempatan untuk penulis di seluruh Indonesia seperti Trans7, SCTV dan lainnya, maka Indosiar pun membuka kesempatan yang sama.
     Di sepanjang perjalanan hidup, kadang yang kita temui bukan hanya sukanya saja, akan tetapi duka pun hadir menjadi pelengkap. Dan dari sanalah kita belajar untuk menyikapi hidup dengan penuh kesabaran. Dan, Indosiar memberi kesempatan itu kepada penulis agar orang lain dapat memetik hikmah dari apa yang terjadi, dibuat dalam bentuk sinopsis.
     Berbicara soal sinopsis, menurut KBBI Offline Sinopsis merupakan ikhtisar dari sebuah karangan yang biasanya diterbitkan bersama-sama dengan karangan asli yang menjadi dasar sinopsis itu atau kata lain abstraksi atau rringkasan. Jadi, intinya sinopsis itu sebuah karangan sebab akibat yang ditulis ke dal…

Anyang-anyangan Menyerang, Basmi dengan Prive Uri-Cran

Assalamu'alaikum wr. wb.

     Halo pembaca setia, kali ini saya akan membahas mengenai Anyang-anyangan. Sebelum membahas lebih lanjut apa itu anyang-anyangan, penyebab hingga cara mengatasinya, saya punya pertanyaan. Pernahkah Anda mengalami hal ini? Rasa ingin buang air terus menerus, akan tetapi urine yang keluar hanya sedikit. Nah, hal semacam itulah yang disebut dengan Anyang-anyangan.

       Menurut dokter ahli urologi dr. I.B. Tatwa Yatindra, Sp.U., anyang-anyangan merupakan suatu gejala akibat berbagai masalah karena terjadi frekuensi berkemih menjadi lebih sering dari biasanya, namun volumenya sedikit-sedikit. "Gejala ini merupakan tanda telah terjadi sesuatu pada saluran kencing bagian bawah khususnya masalah dalam penyimpanan air seni di kandung kencing," jelasnya.

       Anyang-anyangan atau bahasa ilmiahnya Cylisis merupakan salah satu gangguan kesehatan yang menyerang pada saluran kemih, dan dapat juga dikatakan sebagai gejala Infeksi Saluran Kemih, dimana a…

Pentingnya Berhati-hati Saat Pergi

Assalamu'alaikum wr. wb

      Hallo pembaca setia, semoga selalu sehat dan lancar rezkinya. Apalagi di bulan yang penuh berkah ini, apalagi kalau bukan bulan Ramadhan. Oh iya, saya mau berbagi informasi dan tips nih buat kalian yang hobi jalan atau mungkin berbelanja. Tapi sebelumnya saya mau sedikit bercerita tentang pengalaman suami saya.
      Sabtu, 27 Mei 2017. Suami saya pergi mengambil barang pesanan ke gudang. Sekitar  jam tujuh berangkat dari rumah dan jam sembilan lebih lima belas tiba di gudang pakaian.  Cukup lama berkeliling mencari pesanan lainnya hingga kemudian dirasa cukup barulah suami saya memutuskan untuk pulang. Saat itu kondisi di sana tidak terlalu ramai, namun menurut penuturan suami saya entah mengapa pengunjung yang tadinya tidak ramai tiba-tiba membuat jalan yang ditempuh terasa sempit.

     Setibanya suami di rumah, saya merasa ada yang aneh dengan tas kecil yang disandangnya. Tampak seperti ada benda yang hendak keluar dari dalam tas itu. Dan benar saj…