Membangun Sukses Masa Tua di Masa Muda

Thursday, January 31, 2019

Hidup seseorang bagaikan roda yang berputar, tidak selamanya berada di atas, pasti ada kalanya berada di bawah. 

Alkisah ada seorang yang kaya raya, belum menginjak usia 30 tahun ia sudah menyandang gelar sukses dengan ketenarannya. Ia dikenal karena kekayaannya, sehingga banyak yang mengagumi. Ya, hingga ia menjadi seorang yang terkenal se kampung. Hidupnya penuh gelimang harta, mobil, rumah bagus, semuanya dia punya. Apa yang teman-teman bayangkan dengan hidup orang tersebut? Pasti enak ya, dan bikin ngiri

Namun, apa ia menikmati kekayaannya hingga di usianya yang telah lanjut? Apa ada sesuatu yang bisa diwariskan untuk anak dan cucunya? Tentu saja tidak! Loh, tahu cerita itu dari siapa? Bukankah menceritakan kisah seseorang itu sama saja membuka aibnya? Itulah kenapa di awal saya hanya memberi gambaran sebuah alkisah, karena yang saya harapkan semoga kisahnya dapat menginspirasi kita semua agar menanam selagi muda sehingga ketika tua tinggal memetik hasilnya. 


Next ke cerita si orang kaya tadi. Nahas, di saat tua hidupnya jauh dari kata sederhana, bahkan menumpang hidup pada anak anaknya. Naudzubillah. Mengapa demikian? Sebab, dikala senang ia lupa berinvestasi. Menganggap kekayaannya akan abadi, takkan habis hingga tujuh sampai sepuluh keturunan. Ia menghabiskan harta hanya untuk foya-foya. 


Belajar Investasi Bersama GeTI 

Secara tidak sadar, ketika seseorang telah memasuki usia senja tentu saja ia akan terpaksa untuk berhenti dari pekerjaannya, yang lebih sering dikenal dengan sebutan pensiun, yang mungkin saja bisa terjadi karena kondisi tertentu seperti sakit, tubuh menua sehingga sudah tidak sanggup lagi bekerja, dan masih banyak faktor-faktor lainnya. 

Ngomong soal masa tua, jadi ingat penggalan lagu "Muda sebelum tua". Jadi, gunakanlah masa muda untuk berinvestasi. Ada beberapa investasi yang bisa dilakukan, diantaranya: investasi properti, rumah kontrakan, emas, tanah dan masih banyak lainnya. 


"Lalu, apa hubungannya dengan GeTI?" 

For Your Information! GeTI merupakan Pengusaha Inkubator & Akselerator yang menjadi lembaga pendidikan informal - inkubator untuk percepatan kemampuan wirausaha melalui sarana, prasarana serta jaringan bertaraf Internasional, yang juga bertujuan untuk membangun ekosistem pengembangan usaha mulai dari peningkatan kemampuan Pemasaran Digital, menyediakan infrastruktur pendukung usaha seperti produk/ produk, pengetahuan ekspor, hingga membuka jalur-jalur cepat pertemuan dengan pembeli Internasional. 

Nah, hal inilah yang kemudian ditawarkan oleh GeTI kepada para wirausaha untuk mengembangkan kewirausahaannya agar dapat lebih berkembang, hingga akhirnya dirasakan manfaatnya bagi mereka yang ingin memulai usaha. 

Mengapa berwirausaha itu penting? Sebab, disadari ataupun tidak, apabila seseorang memiliki tekad untuk berwirausaha, kemudian dapat mengembangkan usahanya tersebut maka setidaknya kehidupannya di hari tua dapat terjamin. Sebab, jika dapat mengembangkan usaha, disaat ia tidak bekerja, ia akan tetap bisa mendapatkan penghasilan. Hal inilah yang disebut dengan kebebasan finansial. 

Agar dapat terwujud, tentu saja ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yakni: 

  • Harus kuat dalam mengendalikan pengeluaran. Jangan besar pasak daripada tiang. 
  • Buat anggaran pengeluaran dari bisnis/ usaha yang dikelola. 
  • Rajin menabung. Menabung hendaklah dilakukan secara rutin minimal 2 kali sehari, meskipun uang yang ditabung tersebut tidak seberapa. 
  • Sebaiknya hindari berhutang, namun apabila mendesak sebaiknya berhutang tidak banyak dan segeralah kembalikan hutang tersebut agar tidak menumpuk. 
  • Buatlah tujuan keuangan, tentu saja ini bermaksud agar kita tahu kemana larinya uang tersebut. 

"Banyak ya manfaat memulai investasi. Pengen sih, tapi investasi rumah, emas, tanah, kan butuh modal besar!" 

Tenang! Buat kamu yang ingin memulai bisnis namun belum memiliki modal, tentu saja ada caranya, yakni dengan bergabung bersama Detalase


Mengapa harus Detalase? 

Ada beberapa hal mengapa kamu harus bergabung bersama Detalase, diantaranya: 
✔ Meskipun Detalase baru mulai beroperasi pada tanggal 01 November 2018 lalu, namun Detalase telah menyediakan produk, jasa logistik, metode pembayaran yang aman serta customer service yang responsif.
✔ Di Detalase siapapun dapat berjualan (termasuk generasi Millenial) secara online dengan mudah, gratis dan tanpa stok.



Bagaimana? Mudah bukan untuk memulai sukses? Tentu saja, asal punya niat!


Tips Menjadi #MillennialsPreneur

Monday, January 28, 2019

Menjadi Entrepreneur? Hmmm ..., dari sebagian orang mungkin akan mengatakan: "Tunggu dulu deh, belum punya modal", atau mungkin "Saya punya modal, tapi bingung mau memulai dari mana!". 

Ngomong-ngomong soal entrepreneur, saya termasuk kategori yang bingung mau memulai usaha dari mana. Meskipun soal per-modalan orangtua mau saja meminjamkan. Jauh berbeda dengan teman saya, meskipun modalnya sedikit, namun ia berani untuk memulai usaha, hingga akhirnya ia sukses merintis usahanya tersebut, usaha membuat bros jilbab. 

"Dimana ada kemauan, di sana ada jalan!" 

Sebagai seorang millenials, tentu saja saya sangat ingin menjadi entrepreneur dini, agar di hari tua saya tinggal memetik hasil. Namun, kekhawatiran saya akan kata "Takut Gagal" selalu saja singgah. 

Semangat itu kemudian timbul kembali setelah saya membaca sebuah undangan yang tertera di grup WAG komunitas ISB (Indonesian Social Blogpreneur), yakni Talkshow #MillennialsPreneurClub yang bertempat di Rumah Kembang Kencur Jakarta Selatan. 


Tanpa pikir panjang, saya langsung mendaftar. Berharap dengan mendapat ilmu dari para pebisnis muda ini saya bisa bersiap untuk memulai bisnis, ya meskipun nantinya masih kecil-kecilan. 

A Story To Be Successful at A Young Age 

Menjadi sukses di usia muda? Why not! Pemikiran tentang betapa sulitnya untuk menjadi pebisnis di usia muda mendadak lenyap saat saya mengikuti Talkshow #MillennialsPreneurClub pada tanggal 24 Januari 2019 lalu. 

Pada acara tersebut, menghadirkan tiga Entrepreneur (Pengusaha) muda yang berkompenten dengan masing-masing brandnya, yakni: 
  • ✔ Yasa Singgih, selaku Founder Men’s Republic. 
  • ✔ Haykal Kamil, seorang Aktor & Founder of Kal’s Corpora. 
  • ✔ Michael Chrisyanto, Founder Eatlah. 


Ketiga pemateri ini dihadirkan untuk memotivasi para millenial lainnya agar mau dan berani untuk memulai usaha selagi muda, agar ketika masa tua tinggal memetik hasilnya. 

Yassa Singgih. 

Siapa nih yang sudah kenal? Pastinya kita semua kenal ya dengan pengusaha muda dan sukses dengan brand Men's Republic-nya ini. Berdiri dan suksesnya brand Men's Republic selama lima tahun ini tentu saja melalui sebuah proses. 

Menurut Yasa Singgih, sebelum seseorang memutuskan untuk menjadi pebisnis, ada beberapa hal yang mesti ia miliki, yakni: Keberanian, Pengetahuan dan Modal Usaha. 

Menurut Yasa Singgih, jika seseorang terbentur oleh modal, tentunya itu bisa diatasi dengan baik jika orang tersebut memiliki networking yang luas.

"Kebanyakan orang berpikir ingin membuka usaha tapi mereka tidak memiliki rencana yang matang" - Haykal Kamil. 

Haykal Kamil

Haykal Kamil telah mengenali dunia bisnis sejak duduk di bangku SMA, sehingga berbekal dari pengalamannya sewaktu SMA tersebutlah ia kemudian semakin bersemangat untuk meniti bisnisnya hingga sukses seperti sekarang ini. 

“Zaman sekarang ini susah buat cari kerja. Maka solusi dari permasalahan tersebut ialaha dengan berwirausaha," 

Berbisnis kerap dianggap sulit, padahal jika ingin sukses dalam bisnis tentunya hal paling utama adalah kita harus bisa menemukan kelebihan diri sendiri, menemukan orang yang tepat sebagai mitra kerja, serta kita harus mampu mengatasi soal keuangan.

Michael Chrisyanto

Next, seri session oleh Michael Chrisyanto, selaku Founder Eatlah. For Your Information! Eatlah merupakan suatu makanan yang inspirasinya didapat ketika dulu sekolah di Singapura. Awal berdiri Brand Eatlah tentunya melalui sebuah proses yang cukup panjang, yakni selama 8 bulan. 

Sebelum Eatlah dipasarkan, tentu saja dilakukan tes terlebih dulu ke keluarga, teman-teman baru dari sanalah kemudian keberanian untuk menjual dan menyewa tempat kecil di pasar PIK terlaksana. Strategi kami selama ini ialah 

"Cobain deh makanan kita, kalau kamu coba dan suka, kamu pasti balik.” 

Itulah beberapa poin penting yang ketiga #MillennialsPreneur ini lakukan sebelum akhirnya sukses dengan bisnis mereka masing-masing. Jadi, kamu Millennials, kapan mau memulai bisnis?

Menyiasati ke Bandara Agar Lebih Fleksibel

Saturday, January 26, 2019

Jakarta, pukul 22.00 WIB dua tahun yang lalu. Saya mendapat kabar dari saudara di Bengkulu jika Bapak sudah 'Tak ada'. Sedih bercampur aduk, karena saat itu di lokasi tempat tinggal kami sudah cukup sepi jika di jam-jam malam. Ingin segera menuju bandara, dan segera berangkat agar bisa melihat pemakaman bapak. 

Saya kemudian meminta suami agar memesan mobil untuk mengantarkan kami ke bandara, namun tidak dapat satupun, sebab di jam malam sudah tidak ada mobil yang beroperasi tujuan bandara. Galau dan bingung. Hingga akhirnya suami mencoba menghubungi saudaranya untuk meminta tolong mencarikan mobil yang masih beroperasi di malam hari, alhamdulillah kami dapatkan, namun tentunya dengan harga yang lumayan mahal.😣 

Saya dan suami yang saat itu kalang kabut akhirnya mau tak mau tetap menerima tawaran mobil dari saudara kami tersebut, meskipun dengan harga yang cukup mahal, sebab tidak ada mobil lain selain mobil itu, terlebih jarak rumah kami yang cukup jauh menuju bandara, Depok ke Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. 


Pict by Traveloka

Ngomong-ngomong soal berangkat ke bandara, tentu terasa betapa ribetnya, terlebih jika anggota keluarga berjumlah lebih dari dua orang, belum lagi bawa koper dan barang lainnya, hal itulah yang pernah kami alami saat mertua dari Kerinci datang ke rumah, Depok, ingin pulang ke Kerinci lagi. 

Baca juga: Tips Agar Mudik Menyenangkan dan Selamat ke Tujuan

Harga sewa mobil dari Depok tujuan bandara terbilang mahal, namun mau tidak mau kami harus memesan mobil tersebut, sebab jika naik kendaraan lain, seperti bis, tentu saja kasihan mertua saya yang mesti naik turun mobil. Sebab, kalau bukan pesan mobil dari rumah ke bandara langsung, tentu saja kami akan melewati rute yang cukup panjang, yakni Ojol (ojek online) - Terminal Kampung Rambutan - Bandara. 

Ke Bandara Saat Ini Bisa Lebih Fleskibel 

Ke bandara bisa lebih fleksibel? Emang ada? Mungkin diantara teman-teman ada yang bertanya seperti itu? Jika dulu ke bandara terasa ribet, alhamdulillah saat sekarang ini keberangkatan menuju bandara bisa lebih fleskibel, sebab telah hadir Golden Bird dari Traveloka. Yang mana proses pemesanan lebih dipermudah, yakni saya tinggal cek tiket Golden Bird di situs Traveloka dan pesan lalu bayar pesanan tersebut. 

"Tapi, bisa pesan mendadak nggak nih? Semisal mendadak pesan di jam 11.00 malam?" 

Nah, untuk soal jam pemesanan, teman-teman bisa kok pesan kapan saja dan di jam berapa aja, sebab Golden Bird memberikan penawaran yang sangat fleksibel yakni layanan selama 24 jam. Selain itu, Golden Bird juga menyediakan berbagai jenis mobil untuk memenuhi kebutuhan setiap pelanggannya, yang bisa dipilih sesuai keinginan pelanggan. Asik kaaaan!! 

"Asik sih, tapi pengemudinya ugal-ugalan nggak nih? Soalnya sekarang banyak pengemudi banyak yang asal-asalan mengendarai kendaraan"

Untuk soal pengemudi, kita nggak perlu khawatir, sebab Golden Bird telah menyediakan pengemudi pribadi yang profesional sehingga pelanggan akan dilayani dengan moto mereka, yakni ANDAL (Aman, Nyaman, muDah, dan Dipersonalisasi). 


Sekilas Tentang Golden Bird 

For Your Information! Golden Bird ini merupakan bagian dari Blue Bird Group yang bergerak pada layanan penyewaan mobil dan limosin. Yang tentunya dengan menyediakan layanan terbaik buat para pelanggannya agar senantiasa merasa aman dan nyaman sepanjang perjalanan. 


Pict by Traveloka

Tepatnya pada tahun 2014, Golden Bird meluncurkan layanan airport transfer, atau transportasi bandara bagi penggunanya, yang dapat digunakan ketika tiba di Bandara Soekarno-Hatta dan ingin melanjutkan perjalanan ke wilayah Jabodetabek atau sebaliknya. Selanjutnya, pada Mei tahun 2017 lalu, Golden Bird kemudian bergabung dalam program JAC (Jakarta Airport Connexion) yang bertujuan untuk menyediakan layanan yang memudahkan pengguna dalam mendapatkan transportasi bandara dengan aman serta nyaman.  

Baca Juga: Keindahan Wisata di Pasar Singgah Bung Karno

Untuk saat ini, hanya ada beberapa area saja yang masuk ke dalam layanan Golden Bird, diantaranya: Medan, Jabodetabek, Bandung, Semarang, Solo, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Lombok, dan Manado.


Alasan Menggunakan Golden Bird. 

Sebagai seorang pengguna layanan transportasi, terutama transportasi untuk menuju bandara, tentunya Golden Bird sangat membantu sehingga perjalanan menuju bandara lebih fleksibel, dan menyenangkan. 



Berikut beberapa alasan yang membuat saya tertarik menggunakan layananan Golden Bird, yakni:

  • Layanan yang diberikan selama 24 jam dengan waktu penjemputan fleksibel.
  • Penjemputan pasti dan tepat waktu.
  • Pengemudi akan menunggu apabila penerbangan tertunda.
  • Lokasi penjemputan jelas dan nyaman.
  • Bebas antrean di bandara. 
  • Layanan penjemputan tepat dari depan pintu rumah hingga ke bandara, atau sebaliknya, yakni dari bandara ke tujuan akhir.
  • Harga final—sudah termasuk pengemudi, biaya bensin, tol, parkir, serta pajak. 

"Mupeng 😍! Tapi, bagaimana cara menggunakan layanan Golden Bird ini?" 

Nah, soal menggunakan layanan Golden Bird ini terbilang mudah, yakni:

  • Kita cukup melakukan pemesanan melalui aplikasi traveloka, setelah pemesanan dan pembayaran selesai kita akan mendapatkan e-voucher Golden Bird dari Traveloka. 
  • Selanjutnya kita lihat data pengemudi melalui e-voucher pada Traveloka App atau melalui SMS yang dikirim oleh Traveloka, yang mana data tersebut tersedia 30 menit sebelum waktu penjemputan. Sehingga kita dapat mempersiapkan diri selama masa penjemputan tersebut untuk mengecek maupun memastikan barang yang akan dibawa. 
  • Mobil akan menjemput pada waktu dan lokasi yang telah disetujui, jadi pastikan waktu dan lokasi yang kita klik pada saat pemesanan sudah benar ya! 
  • Setelah mobil menjemput, tunjukkan e-voucher yang telah kita dapatkan saat pemesanan tadi pada pengemudi sebagai tanda konfirmasi pesanan.

Bagaimana? Masih mikir dua kali buat menggunakan layanan dari Golden Bird by Traveloka ini? Kalau saya sih enggak! 

Ingin Menjadi Entrepreneur Narablog? Berikut Poin Pentingnya

Friday, January 25, 2019

Narablog, yang mana menurut wikipedia merupakan sebuah istilah yang digunakan untuk menyebut seseorang yang memiliki sebuah blog serta menyunting isi blog tersebut secara berkala maupun tidak berkala. 

Istilah Narablog yang dicetuskan pertama kalinya oleh Enda Nasution ini akhirnya dikenal hingga saat ini.

Disadari ataupun tidak, era digital seperti sekarang ini makin menuntut kita untuk "lebih melek" internet. Penetrasi internet di Indonesia telah mencapai 51 persen. Jumlah gawai yang beredar mencapai 415 juta unit. Itu menunjukkan jika era digital seperti sekarang ini akan semakin berkembang kedepannya. 

Sebagai narablog, alhamdulillah sudah beberapa hal yang telah saya 'cicipi' sejak pertama memutuskan ingin berkecimpung lebih dalam, selain saya mendapatkan ilmu baru, teman baru, saya juga bisa mendapatkan penghasilan. Menjadi narablog bukan materi yang dipikirkan, namun tentang seberapa kreatifnya kita dalam mengelola blog yang kita miliki, jika content blog menarik maka hasilpun takkan mengecewakan. 

Membangun blog sama ibaratnya seseorang dalam membangun sebuah bisnis, butuh kreativitas dan ide yang berbeda dari kebanyakan orang agar selalu dipakai. 


Mengapa Saya Harus nge-Blog? 


Beberapa bulan lalu saya nge-WhatsApp seorang teman untuk mengajaknya ikutan nge-blog, akan tetapi ia menolak dengan alasan belum mahir dunia tulis menulis. Padahal, menulis tidak sesulit apa yang dipikirkan. Bukankah sejak duduk di bangku sekolah kita sudah diajak untuk menulis oleh guru? Seperti misalnya, membuat karangan singkat mengenai moment libur panjang sekolah. Atau mungkin membuat kisah menarik tentang suasana di desa. 

Hal mendasar yang membuat saya mulai tertarik untuk terjun ke dunia narablog adalah, Indahnya berbagi. Dengan nge-blog, saya bisa berbagi kepada siapapun berbagai informasi yang saya peroleh, semisalnya tentang pencegahan stunting pada anak, tips dan trik membuat tulisan FTV, hingga menu masakan yang biasa saya masak sehari-hari pun bisa saya bagi pada blog tersebut. Terlebih jika yang membaca tulisan kita terbilang banyak, tentunya menjadi hal yang paling menyenangkan bukan? Tidak hanya indahnya berbagi yang akan kita peroleh, teman yang banyak akan kita jumpai, namun juga penghasilan turut mengiringi. 


Menulis adalah suatu cara untuk bicara, suatu cara untuk berkata, suatu cara untuk menyapa—suatu cara untuk menyentuh seseorang yang lain entah di mana. Cara itulah yang bermacam-macam dan di sanalah harga kreativitas ditimbang-timbang.” ― Seno Gumira Ajidarma, Ketika Jurnalisme Dibungkam Sastra Harus Bicara 

Menulis tidak sekedar sebuah tulisan saja yang hanya dibaca untuk mengisi waktu luang, namun ada hal yang lebih di dalamnya yang ingin penulis sampaikan lewat karyanya. 

Nge-blog = Menulis, dari kegiatan ini ada beragam manfaat yang akan kita rasa dan dapatkan, diantaranya: 

  • Dengan menulis dapat memulihkan emosi. 
  • Membuat pikiran dan tubuh lebih baik. 
  • Mengasah otak untuk lebih kreatif dan inovatif. 
  • Dan masih banyak manfaat manfaat lainnya yang disadari ataupun tidak ternyata telah membawa dampak perubahan pada diri pribadi seseorang. 



Entrepreneur Narablog 

Entrepreneur Narablog? Emang bisa? Tentu saja bisa asal mau belajar dan berusaha. Seorang entrepreneur apapun itu, entah bidang kuliner, souvenir hingga properti pastinya melakukan terobosan terbaru dan terbaik agar apa yang ia tawarkan banyak diminati oleh masyarakat luas, begitupun dengan narablog, siapapun yang berkecimpung di dunia nge-blog tentu saja dituntut agar kreatif dan inovatif dalam menyampaikan informasi pada masyarakat luas melalui tulisan yang dituang ke dalam blog agar lebih dipahami, dimengerti masyarakat luas namun tentunya diiringi dengan pengolahan kata yang lebih modern. 

Sebelum memutuskan menjadi narablog, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan diperhitungkan, diantaranya: 

  • 1. Niat. 

Niat yang baik tentu saja akan berbuah yang baik pula. Mulailah dengan niat ingin berbagi ilmu bermanfaat untuk semua orang. 

  • 2. Hindari kata kiasan yang bersifat SARA. 

Meskipun kata yang digunakan dalam menulis merupakan sebuah kata kiasan, namun akan lebih baik jika apa yang ditulis tidak menyinggung Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan. 

  • 3. Siap menyelesaikan tugas dengan penuh tanggungjawab. 

Tanggungjawab penuh atas apa yang diamanatkan seorang brand kepada penulis merupakan sebuah prioritas agar kerjasama tersebut tetap terjalin baik dan berkelanjutan. 

  • 4. Menjaga Attitude.

Ini penting dilakukan, agar memiliki citra baik di mata brand/pelanggan. Citra baik yang melekat pada seseorang tentunya itu dapat dikatakan sebagai prestasi. Dimana prestasi ini akan dikenal oleh masyarakat umum serta calon pelanggan lainnya sebagai pertimbangan yang menguntungkan. 


Resolusiku Sebagai Narablog 

Setiap orang pastinya memiliki resolusi, tentu saja dalam mewujudkan resolusi tersebut dibutuhkan kerja keras yang cerdas, cerdas dalam mengatur waktu, cerdas dalam membuat konten menarik, hingga cerdas dalam kelola keuangan. 

Nah, salah satu resolusi yang ingin saya wujudkan di tahun 2019 ini adalah cerdas dalam mengelola keuangan. Mengapa? Alhamdulillah semenjak menceburkan diri menjadi narablog, sedikit banyaknya saya sudah bisa mencicipi hasil jerih payah tersebut, yakni berupa penghasilan. Sehingga saya tidak mau jika hasil jerih payah tersebut tercecer sia sia tanpa bekas.

5 Keuntungan Memakai BPJS yang Perlu Diketahui

Wednesday, January 23, 2019
Pict: pixabay
Pagi, saat mentari menyapa tempat tinggalku. Suami nggak bergeming dari tempat tidurnya, semakin menarik selimut, padahal hari itu ia harus berangkat kerja. 

 "Nggak enak badan, izin kerja aja!" 

Badan suami saya panas, meskipun sudah diberi obat penurun panas namun panasnya hilang sementara, nggak lama panas lagi badannya. Saat cek ke dokter, ternyata suami saya terserang Typus dan harus dirawat di Rumah Sakit. 

Sebagai seorang istri, tentunya kekhawatiran ada, sebab biaya berobat tidak murah, terlebih suami diharuskan dirawat inap. Tapi syukurlah, suami sudah urus BPJS lebih dulu, sehingga kekhawatiran itu reda. 

Pict: pixabay
Ngomong-ngomong soal BPJS, Pemerintah telah membentuk badan usaha yang memberikan jaminan kesehatan kepada masyarakat yang diberi nama BPJS Kesehatan. BPJS Kesehatan merupakan bentuk transformasi dari layanan yang sebelumnya diberi nama Askes. 

Namun, ternyata masih ada yang belum mengetahui manfaat dari BPJS itu sendiri, sehingga tidak mendaftarkan diri maupun keluarganya untuk menggunakan BPJS, padahal mengurus BPJS tidak sulit dan bayar BPJS pun terbilang murah. Bagi teman-teman yang telah memiliki BPJS bahkan telah membayar perbulannya, tentu saja wajib mengetahui apa saja benefit dari BPJS Kesehatan tersebut. 

Lima keuntungan memakai BPJS: 

  • 1. Hampir Semua Penyakit ditanggung BPJS Kesehatan. 
Semua pelayanan kesehatan yang sifatnya pengobatan terhadap Peserta BPJS maka dapat ditanggung BPJS Kesehatan. Intinya jika itu masuk dalam indikasi medis yang sesuai dengan prosedur JKN. 

Sesuai dengan pedoman pelaksanaan JKN (Permenkes nomor 28 tahun 2014) semua ditanggung kecuali yang disebutkan secara eksplisit tidak masuk pertanggungan seperti estetika, infertilitas, alternatif, komplementer dll. 

  • 2. BPJS Kesehatan menjamin Penyakit yang dikecualikan. 
BPJS Kesehatan masih tergolong baru jika dibandingkan dengan jaminan kesehatan (asuransi) umumnya, sehingga mungkin masih banyak peraturan yang masih membuat para peserta bingung. 

Walaupun begitu, BPJS kesehatan merupakan premi termurah yang justru siap menanggung penyakit yang dikecualikan banyak asuransi pada umumnya seperti kanker, Penyakit Hormonal, Pengakit Kongenital, Hemodialisis dan Penyakit Jiwa, dan lainnya. 

  • 3. BPJS Kesehatan akan menanggung tanpa melihat kondisi sebelumnya. 
BPJS Kesehatan merupakan asuransi yang menerapkan sistem gotong royong, yang sehat membantu yang lemah. Maka dari itu BPJS Kesehatan akan membantu peserta BPJS yang sakit tanpa melihat kondisi sebelumnya dan tanpa batasan penyakit. 

Selain itu, BPJS juga membantu peserta yang mengalami sakit seumur hidup seperti thalassemia, gagal ginjal kronis, kanker, penyakit jantung dan penyakit lainnya yang tidak ada di asuransi lainnya. 

  • 4. Preminya Sangat Murah. 
Premi BPJS Kesehatan sangatlah murah jika dibandingkan dengan yang lainnya. Meskipun terbilang murah bukan berarti murahan, dan tentunya dilengkapi dengan keuntungan yang dapat diberikan BPJS Kesehatan kepada semua peserta. 
Adapun Iuran BPJS Kesehatan untuk masing-masing kelas diantaranya:
✔ Kelas 1 Rp 80.000.
✔ Kelas 2. Rp51.000, dan
✔ Kelas 3 Rp 25.500 

Dengan masing-masing iuran yang bisa dipilih tersebut, tentu saja sudah bisa dicover banyak penyakit, rawat inap, pembedahan, obat, melahirkan dan lainnya, bahkan cuci darah pun dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

  • 5. BPJS Kesehatan berani jamin seumur hidup. 
Hanya dengan iuran peserta atau premi yang tidak terlalu besar, masih dibilang ringan. Seluruh peserta BPJS kesehatan memiliki proteksi hingga seumur hidup. 

Kita nggak pernah tahu kapan penyakit akan datang, apalagi ketika sudah memasuki usia lanjut. Sehingga, sangat diperlukan memiliki BPJS Kesehatan buat jaga-jaga. Terlebih, semua keuntungan tersebut menjadi Hak bagi setiap peserta BPJS Kesehatan, tentunya semua dapat diberikan jika peserta memenuhi kewajibannya. 


Kewajiban perserta adalah Membayar Iuran Premi tepat Waktu serta Mengikuti aturan berobat yang telah ditetapkan oleh BPJS Kesehatan, yaitu berobat ke Faskes 1 terlebih dahulu ketika sakit. BPJS Kesehatan akan terus berusaha memberikan yang terbaik kepada peserta BPJS, memperbaiki dan membuat trobosan baru kedepannya untuk memberikan kelancaran pada program gotong royong. 


Biaya berobat itu mahal, maka persiapan biaya sebelum sakit lebih baik!

Resolution RUN Bersama Sun Life Financial Indonesia

Saturday, January 19, 2019

Resolution. Bicara soal resolusi, siapa nih yang salah satu resolusinya adalah hidup sehat? Sudahkah menjalani hidup sehat tersebut? Atau hanya sebatas wacana? 😅. Semoga resolusi hidup sehatnya terwujud ya! 

"Sehat itu mahal!" 
Pernah mendengar pesan tersebut? Saya rasa, kita semua pernah mendengar, atau bahkan menyatakan langsung saat mengingatkan orang orang yang kita kasihi agar lebih aware terhadap kesehatan. 

Menyinggung soal kesehatan, tentunya tidak lepas dari aktivitas fisik. Sayang, masih ada yang belum paham akan hal itu, sebagaimana yang pernah saya alami sendiri. Saya menganggap jika melakukan pekerjaan rumah seperti memasak, mencuci, menyapu, hingga menyetrika pakaian adalah ajang olahraga, padahal olahraga tentu saja membutuhkan aktivitas fisik yang sedikit berat dari mengerjakan pekerjaan rumah. Aktifitas fisik tersebut salah satunya adalah Lari (bukan lari dari kenyataan ya 😂). 
"Lari merupakan salah satu cabang olahraga tertua di dunia. Sebelum menjadi sebuah cabang olahraga, lari sudah dikenal oleh peradaban-peradaban manusia kuno." -Wikipedia 


Wujudkan Resolusi Hidup Sehat Generasi Muda Indonesia Bersama Sun Life Resolution Run 2019 

Pada tanggal 17 Januari 2018, saya bersama teman blogger dan media menghadiri acara Press Conference Sun Life Resolution Run 2019 di FX Sudirman Jakarta. Mengawali tahun 2019, untuk pertama kalinya PT Sun Life Financial Indonesia (“Sun Life”) menggelar sebuah kompetisi lari, yang mana kompetisi tersebut sekaligus untuk menggalang donasi bertajuk Sun Life Resolution Run 2019. Kompetisi lari tersebut digelar pada hari Minggu, 20 Januari 2019 di ICE BSD, Tangerang Selatan. 

Pada kompetisi lari yang akan digelar secara rutin setiap tahunnya ini akan ada lebih dari 1.500 peserta yang turut serta, dan tentunya dari berbagai usia. 

For Your Information! Kegiatan yang menjadi bagian dari kampanye regional perusahaan ‘Live Healthier Lives’ ini, tentunya ingin mengajak masyarakat, khususnya generasi muda agar mulai menjalani gaya hidup yang lebih sehat. Sebab, generasi muda merupakan generasi penerus, harapan bangsa. 

Ngomong-ngomong soal generasi muda, berdasarkan data Riskesdas 2018, menyatakan jika angka prevalensi kelebihan berat badan (overweight) pada generasi produktif Indonesia (yakni usia di atas 18 tahun) mengalami peningkatan, yang mana pada tahun 2013 hanya 11,3% saja, di tahun 2018 menjadi 13,6%. Miris! 

Tidak hanya itu saja, yang mengejutkan ialah dimana peningkatan juga terjadi pada prevalensi obesitas, dari 14,8% di tahun 2013 menjadi 21,8% di tahun 2018. Tentu saja fakta ini sejalan dengan hasil riset yang dilakukan oleh Sun Life Financial Asia Health Index yang menemukan bahwa profesional muda di Asia saat ini terancam masuk dalam kategori ‘Generasi O’ – yang terlalu banyak bekerja (overworked), banyak makan tidak sehat (overeating) serta hidup makin kewalahan (overwhelmed). 

Melihat hal tersebut, Sun Life kemudian menggelar ‘Sun Life Resolution Run 2019’ yang bertujuan mengajak masyarakat untuk berani mengambil langkah pertama dalam menerapkan gaya hidup sehat, sebagai resolusi penting dalam hidup. 
 "Kegiatan ini sekaligus mempertegas komitmen perusahaan dalam mendukung terciptanya generasi Indonesia yang lebih sehat, baik secara fisik, maupun finansial.” 
Tingginya prevalensi overweight dan obesitas yang terjadi di masyarakat Indonesia, berbanding lurus dengan kurangnya aktivitas fisik dan ditunjukkan dengan peningkatan jumlah masyarakat yang dinilai kurang gerak - dari 26,1% pada 2013, menjadi 33,5% di 2018. 
 “Aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur tentunya dapat membantu mengurangi risiko terhadap beberapa penyakit, meningkatkan kondisi kesehatan, serta kualitas hidup secara menyeluruh. Sebagai langkah awal, olahraga mendasar seperti lari dapat dijadikan pilihan yang tepat. Karena jika dilakukan secara rutin, dengan intensitas sedang hingga tinggi (3-5 kali per minggu), olahraga lari dapat membantu mencegah obesitas, meningkatkan kebugaran tubuh, hingga akhirnya berdampak pada peningkatan produktivitas.” terang Dr. Grace Joselini, selaku Dokter Timnas Sepakbola Wanita Indonesia ASIAN GAMES 2018. 

Berdasarkan hasil riset Sun Life Financial Asia Health Index di 2016/17, sebanyak 60% responden memilih melakukan olahraga lari, dibanding jenis olahraga lainnya, hal ini dibuktikan dengan catatan jumlah kompetisi lari yang digelar di Indonesia sepanjang 2018 mencapai lebih dari 340 kompetisi. 

Persiapan Menjelang RUN Sebagaimana ujian sekolah, sebelum melakukan kompetisi lari tentu saja kita mesti melakukan latihan secara rutin serta menjaga pola makan jauh hari sebelum kompetisi lari berlangsung. Hal ini dilakukan untuk menghindari cidera dan agar tubuh tetap berstamina. 

Untuk peserta lari, ada tiga hal penting yang harus diperhatikan untuk meraih hasil yang maksimal pada saat mengikuti kompetisi, diantaranya: 

  • Menjaga asupan yang sesuai.
  • Mengenali kondisi diri.
  • Lakukan latihan secara rutin. 


Siapapun wajib untuk menjalani pola hidup sehat, akan tetapi berkomitmen menjaga pola hidup sehat tentunya tidak semudah membalikkan telapak tangan, sebab pola hidup sehat dibutuhkan komitmen yang berkelanjutan serta membutuhkan kesinambungan antara aktivitas fisik rutin, dengan aspek kesehatan lain seperti istirahat yang cukup serta pola makan yang sehat. 

Digelar di awal tahun, ‘Sun Life Resolution Run 2019’ menjadi momentum yang pas untuk memulai resolusi hidup yang lebih sehat. 
 "Melalui kegiatan ini, Sun Life juga ingin mengajak dan memotivasi berbagai generasi untuk mencapai resolusi yang mereka tetapkan, karena resolusi lebih dari sekedar komitmen, ini tentang melakukan aksi nyata" jelas Shierly Ge, selaku Chief Marketing Officer Sun Life Financial Indonesia. 

‘Sun Life Resolution Run’ merupakan agenda tahunan yang diadakan oleh Sun Life di Lima negara Asia yaitu Filipina, Hong Kong, Malaysia, Indonesia dan Vietnam. Namun, di Indonesia merupakan kali pertama ‘Sun Life Resolution Run’ digelar, dan pada tanggal 20 Januari 2019 ini akan hadir dalam 3 kategori lomba, yakni 5K, 10K dan Family Run 1.5K. 

Tidak hanya masyarakat umum saja, namun dua orang public figure (Ibnu Jamil dan Kelly Tandiono) juga turut berpartisipasi pada kegiatan ini, yang kemudian juga ikut mengkampanyekan semangat ‘Live Healthier Lives’ serta pentingnya rutin melakukan aktivitas olahraga lari. 



Dalam ajang kompetisi lari ini, Sun Life Resolution Run 2019 turut mengajak peserta kompetisi untuk ambil bagian dalam gerakan kolektif untuk melawan diabetes, yakni berdonasi, dimana seluruh biaya pendaftaran yang dibayarkan peserta akan didonasikan untuk mendukung edukasi serta peningkatan kualitas hidup para penderita diabetes di Indonesia. 

Bagaimana? Sudah siapkah untuk memulai gaya hidup yang lebih sehat? Say to YES. Sebab, kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi!

Kembalinya Preman Pensiun Versi Layar Lebar

Sunday, January 13, 2019

Apa, preman pensiun kembali? Siapa saja mereka? Mungkin diantara teman-teman ada yang heran dan bingung dengan preman ini, siapa mereka, dan mengapa preman yang sudah pensiun ini kembali! 

Preman! Tentunya yang ada di kepala kita adalah orang yang bertubuh kekar, menakutkan, suka ugal-ugalan dan hal buruk lainnya. Sehingga si Preman ini selalu dicap buruk oleh masyarakat, meskipun pada suatu ketika mereka (si preman) ingin berubah menjadi lebih baik, namun tetap saja kehadiran Preman menjadi momok tersendiri. 

Kalau bicara soal preman pensiun, siapa nih yang suka nonton tayangan Preman Pensiun di televisi? Alhamdulillah, beberapa hari lalu saya bisa menghadiri Gala Premiere Film Preman Pensiun bersama komunitas ISB (Indonesian Social Blogpreneur) di Epicentrum XXI. 


Pict. Ani Berta

Tidak hanya kekocakan filmnya saja, bahkan para pemain film preman pensiun pun turut dihadirkan pada saat itu. Film Preman Pensiun menjadi serial televisi favorit pada masanya, karena hal inilah yang pada akhirnya Pak Aris Nugraha sang sutradara dan penulis naskah Preman Pensiun menjadi tertantang untuk dapat menghadirkan film tersebut menjadi versi layar lebar. 

"Sudah tiga tahun serial Preman Pensiun tidak ditayangkan lagi. Tentunya banyak penggemar yang rindu dengan kehidupan Muslihat (Epy Kusnandar) bersama mantan anak buahnya" 




Kisah di Balik Preman Pensiun 

Film Preman Pensiun ini diawali dengan kembali Gobang (yang diperankan oleh Dedi Moch Jamasari) ke pasar setelah hampir tiga tahun lamanya ia pulang kampung untuk membuka usaha peternakan lele. 

Tentu saja kehadiran Gobang disambut dengan pertanyaan rekan-rekannya, yakni Ujang (M Fajar Hidyatullah), Dikdik (Andra Manihot), dan Bohim (Kris Tato), yang ternyata kembalinya Gobang karena ia ingin menyelidiki kasus pengeroyokan yang telah menewaskan adik iparnya. Sebagai seorang kakak, tentunya Gobang sangat iba melihat adiknya menjadi janda, dan keponakannya tanpa ayah. 



Tidak hanya keseruan saja yang disajikan oleh film yang diproduksi MNC Pictures ini, akan tetapi juga terdapat adegan yang menegangkan, yakni saat penyelidikan kematian adik ipar yang dilakukan oleh Gobang. 

Gala Premiere film Preman Pensiun yang akan dirilis di dua kota, Jakarta dan Bandung ini menceritakan kisah tentang keluarga Muslihat dan Esih (Vina Ferina) pun menarik diikuti, termasuk pertemuannya kembali dengan Kinanti (Tya Arifin) anak Kang Bahar (almarhum Didi Petet). Kelucuan hubungan Dikdik dan Imas (Soraya Rasyid) serta kekompakan Pipit (Ica Naga) dan Murad (Deny Firdaus) tentunya ikut melengkapi kisah di film Preman Pensiun tersebut. 

Bandung dipilih sebagai kota kedua gala premier film Preman Pensiun karena memiliki nilai historis tersendiri. Sama seperti versi serial televisinya, Bandung dijadikan kota utama berlangsungnya syuting film Preman Pensiun dikarenakan latar belakang budaya Sunda juga yang menjadi pertimbangan pihak rumah produksi untuk melakukan gala premier di Bandung, Jawa Barat.

Kisah di film Preman Pensiun dibuat lebih kompleks namun  tentu saja tidak meninggalkan ciri khas versi serial televisinya. Komedi satir yang dikemas dalam dialog-dialog yang ringan serta pas, masih kental disajikan di film Preman Pensiun yang bisa disaksikan keluarga Indonesia. 
“Setiap Pertanyaan Harus Terjawab Di Kamu, Setiap Persoalan Harus Selesai Di Kamu" -KANG BAHAR- 

Aris Nugraha selaku penulis skenario sinetron Preman Pensiun mengatakan jikalau sebenarnya cerita serial Preman Pensiun tersebut sebenarnya sudah habis di session ketiga, jadi adanya film ini adalah melanjutkan cerita dari serial televisi ke versi layar lebar. Keren deh pokoknya! 

Film Preman Pensiun ini memberikan beberapa pelajaran bermakna, diantaranya:

  • Jangan biarkan dendam merajai.
  • Diskusi merupakan jalan terbaik dalam menyelesaikan masalah. 

Dan masih banyak pelajaran berharga lainnya yang dapat dipetik. 

Lalu, bagaimana dengan kisah akhir Gobang? Apakah ia berhasil menemukan siapa pembunuh adik iparnya tersebut? Apakah ia akan kembali ke kampung halamannya lagi? 

Buat teman-teman yang penasaran dengan Film Preman Pensiun bisa saksikan di bioskop pada tanggal 17 Januari 2019. Daaan, bisa saksikan link trailernya di Channel Youtube MNCP Movie Film Preman Pensiun



Tiga Langkah Perawatan Pakaian Agar Wangi dan Rapinya Awet

Saturday, January 5, 2019
Tiga Produk Perawatan Pakaian Agar Wangi dan Rapinya Awet

Halo Mamah kece! Adakah yang punya pengalaman serupa? Dimana pakaian kurang wangi, kurang rapi! Jika iya, berarti kita senasib soal pakaian, hehe .... 

Menjaga kesegaran dan kebersihan, mulai dari badan, muka, hingga pakaian yang akan dikenakan merupakan keharusan setiap wanita, agar ia selalu tampil memesona. Jika tubuh dapat dirawat dengan penggunakan produk skin care, tentunya pakaian juga butuh diberi perawatan, seperti detergen yang tepat untuk setiap jenis kain, pewangi serta pelicin pakaian agar lebih lama rapi dan wanginya. 

Berbicara tentang hal perawatan pakaian, YURI dari PT Joenoes Ikamulya Indonesia pada bulan Februari tahun 2018 lalu, telah meluncurkan paket perawatan pakaian yang komplit. Mulai dari detergen, softener hingga pelicin/spray (untuk menyetrika pakaian), yakni Biosoft Hijab. 
"Wow, berarti cuma buat hijab aja donk!" 
Tentu saja tidak, Biosoft Hijab ini selain untuk hijab juga bisa digunakan untuk kain halus lainnya loh! 

Aman dan Nyaman Menggunakan Biosoft Hijab.

Keistimewaan dari Biosoft Hijab ini sudah nggak diragukan lagi, sebab sudah terverifikasi halal dari Lembaga MUI. Jadi saya nggak perlu cemas bila ingin dipakai setiap hari. Ada beberapa kombinasi Biosoft Hijab yang dapat membuat pakaian lebih awet dan tahan lama wanginya, sebagai berikut:  
1. Biosoft Hijab Detergent + Softener. 

Tiga Produk Perawatan Pakaian Agar Wangi dan Rapinya Awet

Detergen ditambah dengan Softener ini hadir dengan kemasan 900 ml. Yang dibuat khusus untuk hijab, kerudung rambut, scarf, syal dan pakaian lainnya yang terbuat dari kain halus seperti sutra, wool, katun halus, polyester, dan lainnya. 

Di toko biasanya dibandrol sekitar harga Rp. 30.000-an (Harga setiap wilayah masing-masing berbeda). Warnanya transparant, bentuknya liquid, wanginya enak banget. Aman digunakan di tangan sebab nggak bikin panas. Tentunya sangat membantu dalam urusan mencuci pakaian. 

2. Biosoft Hijab Pewangi + Softener. 

Tiga Produk Perawatan Pakaian Agar Wangi dan Rapinya Awet

Kemasannya juga 900 ml. Soal harga, tentunya sedikit lebih murah dari detergen yang terkesan berat di tangan. Cairannya berwarna putih kental seperti susu. Sangat bermanfaat untuk menghindari bau apek pada pakaian, terlebih saat mendung dan pakaian kurang mendapat sinar matahari. Dan, ada kemasan refillnya juga loh! 

3. Biosoft Hijab Pelicin Kain Halus. 

Tiga Produk Perawatan Pakaian Agar Wangi dan Rapinya Awet

Pelicin ini dengan kemasan 500 ml. Bentuknya cair namun segar. Baik digunakan untuk melicinkan kain saat disetrika. Sehingga pakaian pada saat dipakai tampak fresh nggak berbau dan juga pakaian menjadi lebih rapi. 

Tips Merawat Pakaian. 
1. Periksa seluruh isi kantong. Sebelum pakaian dimasukkan ke mesin cuci, ada baiknya periksa terlebih dulu seluruh isi kantong, apakah terdapat sisa debu atau kotoran, atau mungkin benda lainnya yang apabila dibiarkan dapat merusak serat pakaian. 

2. Pisahkan Setiap Kategori Jenis Kain. 
Agar saat pencucian hasilnya maksimal, ada baiknya pisahkan pakaian berdasarkan kategorinya, seperti pakaian putih, polos, berwarna, mudah luntur dan tidak mudah luntur, tentu saja semua harus diatur. Jangan sampai pakaian yang berbeda kategorinya tercampur, sebab dapat mempengaruhi warna pakaian lainnya.

3. Perhatikan Trik Menjemur. Idealnya menjemur pakaian di tempat teduh atau tidak terpapar sinar matahari secara langsung dapat membuat warna pakaian lebih tahan lama, dan jangan lupa membalik pakaian, yang mana bagian dalam menjadi bagian luar, kemudiam gantung dengan rapi. 

Tips mencuci hijab 

1. Pisahkan antara hijab dengan jenis pakaian kotor lainnya, serta jenis pakaian yang mudah luntur lainnya.

2. Rendam hijab dalam ember berisi air yang sebelumnya telah dicampur dengan Biosoft Hijab Detergent + Softener selama 15 -20 menit, lalu kucek dengan tangan. Jangan mencuci hijab dengan menggunakan mesin cuci. 

3. Selanjutnya tambahkan Biosoft Hijab Pewangi + Softener pada pembilasan yang terakhir, jika dianggap perlu. 4. Jangan menjemur pakaian/ hijab langsung di bawah panas matahari dan hindari dari pemakaian penjepit, sebab dapat meninggalkan bekas kerutan saat sudah kering. 

5. Pilihlah hijab yang akan disetrika, sebab tidak semua model dan jenis hijab bisa disetrika. Pakailah Biosoft Hijab Pelicin kain halus agar tampilan. 

Produk YURI sangat memudahkan aktifitas mencuci saya di rumah. Jadi untuk urusan bau apek dan membersihkan pakaian kotor, saya sudah percayakan pada deterjen, softener dan pelicin dari Biosoft Hijab. Dijamin nyaman, terhindar bau tak sedap, daaan pakaian menjadi wangi sepanjang hari. 

Masih nggak percaya? Bisa dibuktikan sendiri loh! Selamat mencoba! Untuk info produk Biosoft Hijab lebih lengkapnya, bisa cek di web www.yuri-dee.com dan www.yurishop.co

Auto Post Signature