Elva Nasira
- gaya hidup, kesehatan, tips, review produk dan jasa

Blog berisi tentang serba serbi gaya hidup, kesehatan, tips, serta review produk dan jasa

Dukung Tumbuh Kembang Si Kecil Memasuki Masa Transisi Pasca Pandemi

Senin, 25 Juli 2022
Bebelac rayakan Hari Anak Hebat Nasional


Halo, Moms, bagaimana tumbuh kembang si kecil hingga saat ini? Tidak dapat dipungkiri jika situasi pandemi selama dua tahun terakhir ini berpotensi mengganggu atau menghambat tumbuh kembang si kecil dalam berbagai aspek, baik itu aspek motorik, bahasa, hingga sosial emosionalnya. Ada kasus dimana sebagian ibu menganggap sepele soal tumbuh kembang anaknya, padahal bila tidak dicermati hal tersebut bisa berdampak pada tumbuh kembang anak kedepannya.


Untuk mencegah dampak buruk pada tumbuh kembang anak, sangat penting bagi seorang ibu untuk selalu memastikan pertumbuhan si kecil apakah sudah sesuai dengan grafik kesehatan dan tetap optimal sesuai dengan tahapan usianya, sehingga ia harus dibekali dengan nutrisi yang lengkap serta stimulasi kreatif yang memadai untuk si kecil.


Untuk mengetahui isu dan disrupsi yang dirasakan oleh orangtua atas tumbuh kembang si kecil selama pandemi, serta adaptasi apa saja yang telah dilakukan orangtua dan si kecil di masa transisi kebiasaan baru inilah yang kemudian membuat Bebelac yang merupakan salah satu merek dari Danone Specialized Nutrition Indonesia melakukan survei secara online terhadap 1200 responden orang tua.


Dan, berdasarkan dari hasil survei, menyatakan bahwa sebanyak 31,7% orang tua menjawab jika Si Kecil menangis setiap bertemu orang baru, sebanyak 14,8% orang tua menjawab bahwa Si Kecil terlambat berbicara dan sebanyak 13% orang tua menjawab jika si Kecil belum bisa merespon orang lain, hingga berbagai kendala lainnya yang mungkin dialami si Kecil saat memasuki masa transisi dari pandemi ke pascapandemi, bahkan diantaranya sebanyak 388 dari 1232 responden orang tua (31,5%) merasa si Kecil belum terbiasa berinteraksi dengan orang lain yang merupakan sebagai dampak dari situasi pandemi.


Bebelac Mengajak Para Orang tua Rayakan Hari Anak Hebat Nasional

Dalam rangka menyambut perayaan Hari Anak Nasional yang diperingati setiap tanggal 23 Juli, Bebelac yang merupakan susu pertumbuhan untuk anak usia 1 tahun keatas dari Danone Specialized Nutrition Indonesia, mengajak seluruh orang tua untuk ikut merayakan Hari Anak Hebat Nasional dalam hal mendukung si Kecil agar tumbuh menjadi Anak Hebat yakni anak yang pandai, berani dan baik hati, sekaligus memperkenalkan formula baru GroGreat+ yang diperkaya dengan kombinasi FOS:GOS 1:9 dan Triple A (DHA, LA, ALA), serta memiliki kandungan Zat Besi dan Minyak Ikan serta sekaligus memperkenalkan program GroGreat+ Time sebagai wadah bagi orang tua untuk selalu mencari inspirasi yang dapat merangsang stimulasi maupun cara kreatif baru untuk mendukung tumbuh kembang anak agar optimal.

GroGreat+ Bebelac

Sebagai orangtua, tentunya akan bahagia jika melihat tumbuh kembang anak sesuai usianya. Dan untuk menambah ilmu pengetahuan soal tumbuh kembang anak beruntungnya Saya bisa mengikuti virtual press conference beberapa hari lalu dengan menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya.


Nadya Pramesrani, M.Psi, selaku Psikolog Keluarga di Rumah Dandelion mengatakan jika sangat penting bagi orang tua dan anak untuk senyaman mungkin bisa bertransisi dan beradaptasi dalam situasi pasca pandemi sehingga dapat mengurangi rasa stres pada orang tua dan meningkatkan rasa percaya diri pada anak."


Nah, ada beragam kiat yang dapat dilakukan orangtua dalam memulai kebiasaan baru memasuki pasca pandemi, diantaranya dengan membangun struktur pada anak dengan cara menerapkan rutinitas yang teratur. Dengan menerapkan struktur, anak akan lebih memahami batasan dalam berperilaku, mampu mengendalikan diri, memiliki sikap disiplin dan mandiri.”


Dukung tumbuh kembang anak dengan Bebelac

Pada kesempatannya pula, Putri Titian selaku Mom Influencer yang juga seorang Ibu Hebat Bebelac menceritakan pengalamannya, jika sebagai seorang ibu ia harus memastikan bekal tumbuh kembang kedua buah hati apakah telah terpenuhi sehingga Ia siap menghadapi masa transisi kebiasaan baru. 


"Agar nutrisi kedua buah hatiku terpenuhi, aku memilih Bebelac formula baru GroGreat+ untuk mendukung kesehatan pencernaan-nya. Tidak hanya nutrisi, aku juga berupaya untuk memberikan stimulasi yang sesuai untuk mereka, salah satunya dengan mengajak mereka mengikuti kelas online interaktif bersama Bebelac GroGreat+ Time sehingga Ia tetap mendapatkan stimulasi melalui berbagai kegiatan menyenangkan yang dapat dilakukan secara online dari rumah." Jelas Putri Titian


Pada kesempatannya, Dr. Frieda Handayani Kawanto, Sp.A(K) selaku Dokter Spesialis Anak-Konsultan Gastrohepatologi menjelaskan, “Agar si Kecil dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, orang tua perlu memastikan kesehatan pencernaan si Kecil terjaga, karena pencernaan yang sehat dan kemampuan berpikir yang baik dapat berpengaruh pada suasana hati anak sehingga ia siap untuk beraktivitas dan kembali bersosialisasi dengan lingkungannya.”


Nah, itulah beberapa info menarik buat kalian, yang sayang jika sampai dilewatkan dan semoga bermanfaat.

Pengalaman Pertama Naik Pesawat Terbang

Sabtu, 23 Juli 2022

Pengalaman pertama naik pesawat terbang
Image: by pixabay

Dulu, saat masih duduk di bangku sekolah dasar, setiap ada pesawat yang melintas di atas rumah - karena rumah orangtuaku waktu itu dekat bandara Fatmawati Kota Bengkulu - Saya selalu berkata lirih di samping ibu, "Kapan ya, Mak, aku bisa naik pesawat?", dan ibu hanya mengaminkan. 


Waktu terus berlalu, dan usiaku pun terus bertambah, keinginan untuk naik pesawat terbang pun ku kubur dalam-dalam, karena ku tahu jika orangtuaku bukanlah orang kaya yang bisa membeli tiket pesawat yang saat itu adalah kendaraan paling mewah untuk dinaiki.


Meski tak pernah lagi kulontarkan keinginan untuk bisa naik pesawat terbang, namun saat badan pesawat melintas jauh di atas atap rumah kami, Saya masih sering berdoa dalam hati, semoga suatu saat nanti bisa terwujud. Aamiin.


Tamat Kuliah Langsung ke Jakarta

Maret 2011, beberapa hari usai wisuda Sarjana Pendidikan tak disangka jika Saya mendapat tawaran dari adik ibu yang paling bungsu buat berangkat ke Jakarta dan beliau yang akan mengongkosinya pulang pergi, Alhamdulillah.


Naik pesawat terbang pertama kali

Mulai dari pembelian tiket pesawat hingga persiapan pakaian, semua sudah kucatat rapi di secarik kertas agar saat pemberangkatan tidak ada yang tertinggal. Termasuk KTP yang tidak boleh tertinggal.


Di hari pemberangkatan, setengah jam sebelum jadwal penerbangan, Saya sudah tiba di bandara Fatmawati Soekarno - Bengkulu. Tiket pesawat dan KTP sudah Saya genggam di tangan, yang kemudian diperiksa oleh petugas lalu setelahnya diizinkan masuk ke dalam bandara. Nah, di dalam bandara ini akan ada petugas-petugas tertentu yang akan menawarkan untuk mem-packing barang bawaan kita semacam dibungkus, jika mau silakan, namun jika tidak perlu, ada baiknya ditolak saja meski terlihat sedikit memaksa.


Cepat menghindar, Saya pun langsung ke arah eskalator dan menuju ruang tunggu. Cukup banyak yang duduk di ruang tunggu, tentunya dengan kota tujuan yang berbeda-beda.


Masyaa Allah, walhamdulillah. Impian untuk bisa naik pesawat terbang yang selalu Saya lontarkan pada ibu sejak kecil akhirnya terwujud, bagai mimpi tapi itu nyata adanya. Itulah kenapa, Saya menjadi sangat miris sekali saat mendengar seorang ibu yang marah ketika anaknya berkata di luar nalar ibunya, seperti "Entar kalau udah gede, aku mau beli mobil." Kenapa harus marah? Harusnya diaminkan saja. Karena kita tidak pernah tau doa yang keberapa akan diijabah. 


10.30 WIB, pengeras suara menyerukan jika pemberangkatan menuju Jakarta sesaat lagi, dan kami diminta untuk bersiap-siap menuju pintu yang ditentukan petugas bandara. 


Semua penumpang diminta mengeluarkan kertas boarding pass untuk dilakukan pengecekan, setelahnya berangsur-angsur penumpang naik ke pesawat. Di dalam pesawat Saya selalu merapalkan doa, berharap keselamatan hingga tempat tujuan, tau sendiri kala itu cukup riskan untuk naik pesawat, karena berita pesawat jatuh kerap muncul di layar televisi rumah.


Tidak menunggu lama, perlahan pesawat pun mulai berjalan dan kemudian naik hingga perlahan telinga mulai terasa seperti tertutup. Paman pernah berkata, jika naik pesawat sebaiknya kunyah permen atau semacamnya untuk mengatasi gangguan telinga. Namun, ada baiknya jangan mengunyah permen karet, karena sebagaimana yang dilansir dari Republika(dot)co(dot)id seorang dokter menjelaskan jika mengunyah permen karet hanya akan membuat kita menelan banyak udara yang berakibat dapat meningkatkan jumlah gas di perut sehingga membuat perut jadi kembung dan perasaan tidak nyaman selama di dalam pesawat.


Ada Apa di Pesawat Terbang?

Mengingat ini, Saya jadi nyengir-nyengir sendiri saat ingat ketika pertama kali naik pesawat terbang. Bagaimana tidak, Saya yang notabene-nya masuk kategori penasaran, tentu saja akan mencari cara untuk memecahkan rasa penasaran itu, terutama keingintahuan ada apa di dalam pesawat terbang, hahaha ....


Saat pesawat sudah lepas landas dan berada jauh di udara, penumpang pun sudah dipersilakan melepas seat belt, terutama jika ingin ke toilet. Nah, karena saking penasaran sama toilet pesawat, Saya pun akhirnya memberanikan diri ke toilet, seorang diri. 🤣🤭


Saat membuka pintu toilet, Saya pun masuk dan menguncinya dari dalam. Mata melihat ke sana kemari, memerhatikan tombol apa saja yang ada di ruangan tersebut. Lalu, apakah akhirnya Saya jadi buang air kecil (BAK)? Jawabannya tentu saja tidak. Mengapa? Teman-teman tahu apa yang ada dipikiran Saya saat itu? Saya khawatir saat setelah buang air, lalu memencet tombol siram toilet eh malah salah pencet tombol yang membuat lantai yang Saya injak itu terbuka 🤣🤣, alhasil Saya pun terjatuh dari pesawat seperti di film-film (korban film, wkwkw). Beruntungnya, sebiasaan Saya jika hendak bepergian, sebelumnya Saya sudah ke toilet lebih dulu untuk berjaga-jaga agar tidak mendadak kebelet di tengah jalan.


Saya pun buru-buru ke luar dari toilet pesawat, dan tentunya dengan keadaan santai, agar tidak terlihat seperti orang kebingungan (bingung gimana cara menggunakan toilet pesawat, hahaha).


Pengalaman naik pesawat


Nah, itulah cerita pengalaman pertama naik pesawat yang Saya alami. Dan, hingga saat ini Saya masih ada rasa penasaran dengan toilet pesawat😂. Apakah mau mencobanya lagi? Ya bisa jadi suatu saat nanti. Buat teman-teman yang akan melakukan perjalanan menggunakan pesawat, ada bacaan menarik nih yang diulas sama mbak Citra, yakni soal cara mengatasi rasa bosan di bandara, soalnya Saya juga pernah merasakan bosan di bandara akibat delay. Semoga setelah membaca ini bisa mengatasi rasa bosan tersebut. Selamat membaca😊


Mimpi Seorang Ibu Rumah Tangga Terwujud Bersama IndiHome Internetnya Indonesia

Minggu, 17 Juli 2022
IndiHome Internetnya Indonesia


Dua Bulan Sebelum Proses Melahirkan

Jari halus sedikit berisi itu sedang sibuk memencet tuts layar laptopnya, sesekali tangan kiri mengelus perut yang kian membesar. Sembari mendengus, manyun karena artikel pesanan belum kunjung selesai namun mata kian mengantuk. 


Dua bulan lagi HPL (Hari Perkiraan Lahir) yang pernah digaungkan dokter menjadi pengingatnya untuk semangat mengumpulkan pundi-pundi rupiah, membantu sang suami yang juga bekerja sebagai freelancer, supaya uang itu kelak dapat digunakan untuk menyambut kelahiran sang buah hati yang sudah dinanti-nanti selama 6 tahun pernikahan. Tak ingin calon bayi kekurangan gizi, dengan semangat jari lentiknya terus menekan tuts layar laptop yang hampir setiap hari menyala. 


"Semangat! Lumayan fee-nya buat beli beraneka buah, ikan segar, dan nabung buat lahiran." Katanya dalam hati.


Namun, untuk menghindari hal-hal fatal, ia tetap pasang alarm pada dirinya, jika bekerja meski dari rumah tidak boleh berlebihan, gunakan catatan waktu, istirahat cukup, makan dan ibadah tepat waktu, dan lakukan rutinitas lainnya yang dirasa perlu.


Perut wanita itu kian Minggu kian terasa berat, hari-hari HPL pun kian mendekat. Mendadak timbul sesekali kepanikan di dirinya, akankah uang yang ia dan suaminya kumpulkan cukup untuk proses persalinan? Allah. Sang Penolong tentu tak akan menyia-nyiakan perjuangan hamba-Nya, ia pun menarik napas dalam, berserah pada Sang Pencipta dan meyakinkan sepenuhnya, jika di dunia ini tak ada yang tidak mungkin.


Ketika Kegundahan Terjawab

Hari itu tanda-tanda akan melahirkan tampak, segera suaminya beserta anggota keluarga lainnya memesan transportasi online, ke rumah sakit tujuan. Di sepanjang jalan wanita berbadan dua itu menepis pikiran-pikiran yang dapat membuatnya menjadi bad mood, meski sesekali terlintas "berapa biaya yang akan kami keluarkan?" Bismillah. 


Saat memasuki ruangan tindakan, ia pun disarankan untuk operasi Caesar, karena tekanan darah yang naik turun. Di dalam pikirannya, bakalan lebih besar ini biaya yang akan dikeluarkan untuk operasi. Tapi, apapun itu, demi bertemu buah hati tercinta ia pasrahkan sepenuhnya, in syaa Allah ada jalan rezekinya.


Wanita yang Saya ceritakan itu adalah diriku sendiri. Sejak pandemi melanda, Saya dan suami banyak berada di rumah dan tentu saja membuat pemasukan ikut berkurang, bersyukurnya masih ada jalan rezeki melalui nge-blog, nge-buzzer dan menginfluencer di beberapa akun media sosial yang Saya miliki, pun dengan suami. Sehingga dari sanalah kami bisa bertahan hidup dan juga menabung.


Namun, ketika mendapat rezeki anak, tentunya Saya dan suami sepakat untuk makin meningkatkan kinerja dalam mengelola media sosial yang kami miliki, tidak hanya Facebook, Instagram, Twitter, blog, bahkan akun tiktok dan akun-akun lainnya juga kami kelola bersama. Kecuali suami, yang juga fokus ke YouTube sebagai gamers. Untuk nama akunnya saat ini masih dirahasiakan, sebab suami akan terang-terangan memperkenalkan dirinya jika follower Tiktoknya sudah mencapai 10K. Doain ya😁


Cerita Baru dengan Tambahan Anggota Keluarga Baru

IndiHome

Alhamdulillah, yang dulunya kemana-mana berdua sekarang sudah bertiga (anak). Kehadirannya tentu membuat Saya dan suami semakin semangat untuk bekerja, meskipun akhirnya Saya memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga yang tetap bekerja dari rumah mengelola akun media sosial yang sudah dibangun di awal-awal.


"Masa, susah-susah dapat ijazah S1, larinya jadi ibu rumah tangga?" Pertanyaan ketus beberapa orang yang bertemu dan menanyai apa pekerjaanku.


Mereka yang tidak tahu dengan kehidupanku, tentu saja hanya akan melihat dan menilai dengan sebelah mata. Mereka tak pernah tahu, jam berapa Saya tidur untuk menyelesaikan beberapa artikel job menulis, jam berapa kemudian bangun kembali untuk menyelesaikan pekerjaan rumah lalu melanjutkan aktivitas menulis dan mengecek jadwal yang harus kuselesaikan setiap harinya. Yang mereka tahu, Saya hanya duduk manis di rumah, mengerjakan pekerjaan rumah tangga, nyambi momong anak, dan menerima transferan dari suami.


Saat Dicemooh, Bukan Berarti Menangis dan Meratapinya

Dulu, saat pernah gagal dalam nilai mata pelajaran di sekolah, ibu pernah menasihati bahwa air mata yang terbuang belum tentu akan mengubah nilai ku jadi lebih baik. Aku harus berusaha lebih giat agar kegagalan tersebut tidak terulang lagi. Pun begitu saat menerima tatapan tajam orang yang mempertanyakan pekerjaan dan guna ijazahku, tiada guna meratapinya, toh semuanya in syaa Allah tidak ada yang sia-sia. Bukankah menjadi seorang ibu juga harus punya pendidikan, harus cerdas agar anak-anak yang didik menjadi cerdas dan berilmu? 

Internetnya Indonesia

Setelah mulai membaik pasca melahirkan, Saya pun kembali menerima tawaran demi tawaran job yang datang, baik via email, DM Instagram, maupun japri via WhatsApp. Alhamdulillah, bisa terlewati, terlebih atas dukungan suami yang juga ikut andil dalam hal mengasuh anak dan membantu pekerjaan rumah tangga.


Mimpinya Ibu Rumah Tangga, Tetap Bisa Berpenghasilan Meski Dari Rumah

Allah Maha Baik. Rezeki demi rezeki diberi dari sumber yang tidak diduga-duga. Kebutuhan sandang, pangan, papan hingga persiapan dana pendidikan anak bisa kami tabung sedikit demi sedikit. Kata orangtua zaman dulu (bahkan mungkin hingga sekarang) sesuatu yang sedikit demi sedikit, jika diikhtiarkan buat ditabung maka lama-lama akan menjadi bukit. Aamiin.


Untuk menunjang pekerjaanku dari rumah yang notabene-nya butuh internet yang lancar, tentu saja IndiHome jadi kunci suksesnya.


Untuk menunjang pekerjaanku dari rumah yang notabene-nya sangat butuh internet, tentu saja internet yang lancar jadi pilihan utama. Apalagi seperti saat akan mengikuti IndiHome Blog Competition yang hadiahnya sungguh menggiurkan. Tentu saja tidak mau melewatkannya begitu saja. Meskipun lomba menulis blog IndiHome dari Telkom Indonesia ini banyak para raja dan ratu juara dalam lomba, tapi tidak kecil kemungkinan juga ibu rumah tangga seperti Saya bisa jadi salah satu pemenangnya. Aamiin.


Nah, buat teman-teman yang lain, termasuk ibu rumah tangga, jangan berkecil hati untuk mencoba, sebab kita tidak pernah tahu percobaan yang keberapa akan berhasil. Seperti halnya penulis buku Harry Potter, yang pada akhirnya bukunya laris manis setelah ditolak kesekian kali karyanya tersebut. Dan, jangan lupa buat memasukkan keyword wajibnya, yakni "IndiHome”, “Telkom Indonesia”, “Manfaat Internet”, dan “Internetnya Indonesia" ke dalam artikel teman-teman. Dan jangan lupa pula untuk share ke Twitter dengan sertakan hesteg dan mestion dari syarat yang telah ditentukan oleh penyelenggara. 


Bagi ibu rumah tangga seperti Saya, IndiHome produk Telkom Indonesia ini adalah Internetnya Indonesia yang punya Manfaat Internet sangat tak terbatas. Yuk, bangun rumah tangga dengan generasi cerdas bersama IndiHome Internetnya Indonesia.

Tips Berwisata Membawa Anak 1 Tahun

Tips Berwisata bersama keluarga


Halo Moms, libur panjang ini digunakan buat apa? Apakah hanya di rumah saja dengan melakukan beragam aktivitas bersama keluarga, ataukah pergi berwisata? Namun apapun itu, tentunya melakukan beragam kegiatan positif yang menyenangkan dan dapat membangun bonding antara orangtua dan anak itu sangat penting.


Nah, baru-baru ini Saya bersama anggota keluarga pergi berwisata ke Pantai Panjang yang berlokasi di Kota Bengkulu, dan tentunya jauh-jauh hari sebelum pergi ke tempat wisata, Saya sudah menyiapkan beberapa hal berikut agar berwisata jadi menyenangkan, apalagi saat itu Saya membawa bayi usia 1 tahun, perlu dicatat apa saja yang sekiranya mesti dibawa. 


Manfaat Berwisata Bersama Anak

Tidak hanya sebagai jalan membangun bonding antara anak dengan orang tua sebagaimana yang Saya sebutkan sebelumnya, namun mengajak anak berwisata tentu saja akan memberikan manfaat, diantaranya:

  • Menjadi sarana belajar yang seru

Saat akan traveling ke tempat wisata, ajaklah anak ke tempat wisata yang tidak hanya membuat si anak merasa senang semata, akan tetapi juga bisa menjadi media belajar, seperti misalnya ke museum, ke objek wisata budaya, dan tempat-tempat lainnya.


Berwisata bersama anak usia 1 dan dewasa


  • Dapat Melatih anak berinteraksi dengan lingkungan sekitar dan lingkungan sosial

Dengan mengunjungi ke tempat-tempat wisata tentunya akan menjumpai banyak orang  dan biarkan anak membaur dengan anak-anak lainnya, sebab tidak hanya menambah teman akan tetapi dapat melatih anak cakap berinteraksi dengan orang lain serta dapat menumbuhkan rasa percaya diri pada anak.


  • Dapat menumbuhkan rasa cinta dengan keluarga

Berlibur adalah waktu yang tepat untuk saling menumbuhkan rasa cinta antara anak dengan orang tua pun sebaliknya, terutama orang tua yang sangat jarang bisa menghabiskan waktu dengan anak. Selagi menikmati waktu liburan, ada baiknya jauhkan ponsel lalu berikan perhatian ekstra pada anak agar mereka merasa diperhatikan.


Perlengkapan Berwisata yang Perlu Dibawa

Tips berwisata menyenangkan bersama anak dan keluarga

Apabila anggota keluarga yang ikut berwisata dalam jumlah yang cukup banyak, ada baiknya menyiapkan beberapa perlengkapan berikut, meski sedikit ribet tapi setidaknya bisa menghemat pengeluaran, kecuali kalau kalian termasuk keluarga Sultan ya tidak perlu repot-repot bawa perlengkapan namun cukup bawa badan dan anggota keluarga saja, hehe

  • Tikar yang Cukup Lebar

Di tempat wisata biasanya ada yang sudah menyediakan tikar yang dapat disewa, namun jika merasa tidak kerepotan ada baiknya membawa tikar sendiri, dan bawalah tikar anti air agar mudah menjemur dan melipatnya kembali.


  • Bekal Makanan dan Minuman.

Ada beberapa tempat wisata yang terkadang melarang pengunjung untuk membawa makanan dan minuman, maka ada baiknya cari tempat yang sekiranya boleh membawa makanan dan minuman, dan itu biasanya di luar dari wilayah tempat berwisata. 


  • Handuk Kecil dan Sabun Cuci Tangan

Di beberapa tempat wisata terkadang tidak menyediakan sabun cuci tangan, maka ada baiknya bawa sendiri sabun cuci tangan yang dimasukkan ke dalam wadah botol kecil agar mudah dibawa.


  • Pakaian Ganti dan Pempers Cadangan

Barang ini wajib dibawa jika membawa si kecil ke tempat wisata, karena di tempat wisata biasanya sangat jarang yang menjual pempers, sedangkan pakaian ganti diperlukan jika pakaian anak kotor saat bermain, seperti misalnya ketika berwisata ke pantai, tentunya pakaian anak akan kotor saat bermain pasir pantai. 


  • Kantong Plastik.

Bawalah kantong plastik, karena pasti akan sangat berguna untuk menyimpan pakaian kotor dan kantong plastik lainnya untuk menjadi tempat sampah sisa makanan. 


  • Bantal dan Kain Panjang atau Selimut Kecil.

Hal ini terjadi pada anak Saya, dimana saat lelah bermain dan pakaian pun diganti, ia mengantuk dan akhirnya tertidur, untungnya Saya membawa kain panjang untuk selimut dan jadi bantalnya, sehingga ia pun tertidur dengan nyenyak.

Itulah beberapa tips agar berwisata menyenangkan dan beberapa manfaat mengajak anak berwisata. Bagaimana dengan, Moms? Perlengkapan apa saja nih yang biasa dibawa saat berwisata? Btw, kalau teman-teman juga mau jelajah ke tempat wisata lainnya bisa loh baca tulisannya Kak Ina dengan judul 5 tempat wisata antimainstream di Bogor yang cocok untuk healing akan tetapi ada baiknya persiapkan budget jauh-jauh hari agar tidak merogoh tabungan lainnya. Dan happy berwisata bersama keluarga🥰

Auto Post Signature