Tahap Menulis Skripsi

Wednesday, July 20, 2016


SKRIPSI. Kata tersebut terkadang menjadi momok tersendiri bagi mahasiswa/i yang akan menyelesaikan study-nya dalam proses meraih gelar sarjana. Tak jarang membuat ‘sebagian’ mahasiswa/i depresi memikirkan, apa kira-kira yang akan mereka angkat menjadi judul. Mengapa saya katakan sebagian? Itu karena selama saya mengenyam pendidikan di perguruan tinggi, ada sebagian teman saya yang benar-benar depresi karena merasa dikejar-kejar deadline. Akan tetapi pada kenyataannya, ada juga sebagian teman yang biasa saja namun tetap berusaha berjuang.

Di kampus, ada beberapa grup belajar yang dibentuk oleh lima orang anggota bahkan ada yang lebih memilih menyendiri. Mungkin karena faktor kurang PeDe atau apalah. Dan waktu itu, kebetulan saya ada di grup yang beranggotakan lima orang tersebut. Sebenarnya, membentuk grup belajar itu bagus untuk sharing antar anggota. Selain menambah pengetahuan dari apa yang tidak diketahui, juga dapat mempererat silaturahmi bahkan saling men-support  ketika kita sedang buntu dan butuh bantuan.

Dulu, saat semester enam saya sempat dibayangi betapa sulitnya membuat skripsi. Dari menemukan judul, me-riset, dan mengumpulkan sumber buku untuk dipertahankan saat sidang nanti. Namun, itulah gunanya tim belajar, selain saling menguatkan juga memberi motivasi tersendiri agar terus berusaha tanpa kenal lelah. “Yang penting berusaha. Orang wisuda, kita wisuda juga!” Ucapan salah seorang teman waktu itu, sehingga membuat anggota lainnya ikut bersemangat termasuk saya pribadi.

Awalnya saya buntu, benar-benar buntu. Tentu karena skripsi bukanlah perkara mudah. Apalagi saat itu kami diharuskan mengumpulkan tiga judul sekaligus yang dibuat dalam bentuk outline. Ketiga judul itu akan dipilih salah satu oleh dosen pembimbing, dan judul yang terpilih itulah nantinya akan diolah ke tahap berikutnya. Namun, kembali ke niat lagi, untuk dapat menyelesaikan skripsi tepat waktu sehingga semangat kembali mencuat.

 Setelah salah satu judul yang saya ajukan mendapatkan acc dari dosen pembimbing, saya pun memutuskan untuk mengerjakan bagian tersulit terlebih dahulu, yaitu dari bab satu, karena untuk kata pengantar, nota dinas, daftar isi, daftar pustaka, bahkan lampiran-lampiran bisa dikerjakan belakangan. Jarak spasi yang digunakan dalam skripsi yaitu dua spasi, dengan cara memblok tulisan (klik ctrl+A), kemudian lanjutkan dengan meng-klik ctrl+2 (Itu jika tulisan telah ada, namun jika belum, maka langsung klik ctrl+2 dan tulisan berikutnya akan otomatis berspasi dua). Saya pun memulai.
***

BAB I
PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang Masalah
Pada latar belakang masalah, yang perlu dilakukan adalah memberikan pemaparan mengenai hal-hal apa saja yang melatarbelakangi kita mengangkat judul tersebut. Bisa juga dimasukkan sebuah kutipan, namun sertakan foot note pada kutipan agar tidak dicap sebagai plagiat. Seperti contoh berikut:
Berdasarkan Pasal 40 ayat 2 huruf (a) undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas bahwa pendidik dan tenaga kependidikan berkewajiban menciptakan suasana pendidikan yang bermakna, menyenangkan, kreatif, dinamis, dan diologis.[1]
 
Pada contoh tersebut, perhatikan ujung tanda titik (.), ada angka satu kecil bagian atas. Menunjukkan bahwa kalimat itu merupakan kutipan yang diambil dari sebuah buku, dan keterangan mengenai nama penulis dan sumber buku dilampirkan di bawah sebagaimana akan muncul secara otomatis saat kita menekan tombol ctrl+alt+F pada keyboard komputer/ laptop di ujung tanda titik.
Lalu setelahnya, lanjutkan kembali pemaparan mengenai latar belakang yang sempat dipotong oleh kutipan. Dapat pula menjelaskan beberapa faktor yang membuat kita begitu ‘bersemangat’ mengangkat judul tersebut. Dan, jika pada beberapa paragraph berikutnya ingin memasukkan kembali kutipan, tetap harus menyertakan foot note.
Selain memasukkan kutipan, data juga dapat diperoleh berdasarkan observasi yang telah dilakukan. Hasil observasi bisa didapat saat kita melakukan PKL (Praktek Kerja Lapangan), yang kemudian disertakan dari mana sumber data tersebut. Seperti contoh berikut:
Melalui observasi pada pembelajaran di kelas VIII MTsN …, masalah yang dihadapi adalah masih rendahnya prestasi belajar siswa dalam pembelajaran mata pelajaran matematika. Berdasarkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) di MTsN …, batas ketuntasan untuk bidang studi matematika adalah 6,00 namun belum seluruhnya siswa secara individu mencapai nilai yang memuaskan, yang berarti ketuntasan secara klasikal belum tercapai.
Rendahnya prestasi belajar matematika, khususnya siswa MTsN …, dapat dilihat dari nilai rata-rata Ujian Mid Semester Ganjil Kelas VIII yang baru dilaksanakan dari tanggal 4 s/d 11 Oktober 2010. Sebagaimana dapat dilihat dalam tabel berikut:

Tabel I: Nilai Rata-rata Ujian Mid Semester Matematika Siswa Kelas VIII MTsN … Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2010/2011.
Kelas
VIII A
VIII B
VIII C
Rata-rata
5,25
5,13
5,20

Sumber: Dokumen Guru Bidang Studi Matematika, 16 Oktober 2010

Berikutnya, setelah penjabaran dirasa cukup. Barulah kita ungkapkan kembali ketertarikan kita pada judul yang telah diangkat sebelumnya. Sebagaimana contoh berikut:

Berdasarkan uraian di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul: “……………. di Kelas VIII Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) …….. Tahun Pelajaran 2010/2011”.

B.          Batasan Masalah
 Agar penelitian ini lebih terfokus dan terarah, maka masalah yang diteliti dibatasi pada hal-hal sebagai berikut:
a.       Penelitian ini dilakukan terhadap Siswa Kelas VIII MTsN ……. dengan pokok bahasan “……………………..” pada bidang studi matematika.
b.       …………………..
c.       …………………..

C.          Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
a.       Apakah ……………………………………….?
b.       Bagaimanakah …………………………..?
c.       Seberapakah ………………………………?

Untuk rumusan masalah, dibuat dalam bentuk pertanyaan yang bersangkut-paut dengan tujuan dari penelitian itu sendiri.

D.      Tujuan dan Kegunaan Penelitian
a.       Tujuan Penelitian
a.       Untuk mengetahui …………..…………………………….
b.       ……………………………………………………………………….
c.       ……………………………………………………………………….
b.       Kegunaan Penelitian
a.       Sebagai masukan bagi pendidik/guru agar …………………...
b.       Bagi siswa, agar …………………………………………………………….
c.       Sebagai bahan kajian bagi peneliti sebagai calon pendidik di masa yang akan datang.

E.   Hipotesis
Hipotesis ialah proposisi yang masih bersifat sementara dan masih harus di uji kebenarannya.[2] Adapun hipotesis dalam penelitian ini adalah: ………………………………………………………………………………..



Demikian pemaparan yang tidak banyak ini. Untuk bab selanjutnya insyaa Allah akan menyusul berikutnya. Intinya, selesaikanlah satu persatu. Setelah bab satu telah rampung, mintalah koreksi pada dosen pembimbing, sampai tuntas. Dimaksud sampai tuntas yaitu, jika bab satu telah dikoreksi dosen pembimbing, buatlah salinan baru yang telah diperbaiki. Saat hendak menyerahkan perbaikan, jangan lupa bawa hasil coretan yang telah dikoreksi sebelumnya sebagai acuan jika dosennya khilaf (Dosen kan juga manusia J). Setelah dosen pembimbing menyatakan tak ada lagi kesalahan pada bab satu, maka lanjut ke bab dua. Dan begitulah seterusnya, agar apa yang dikerjakan tidak hanya itu-itu dan balik ke itu-itu lagi. Ngerti kan maksud saya? Semoga bisa dimengerti.
Semoga bermanfaat!


[1]Departemen Agama RI, Undang-undang dan Peraturan Pemerintah RI Tentang Pendidikan, (Jakarta: Dirjen Pendidikan Islam, 2006), h. 28
[2]Igbal Hasan, Analisis Data Penelitian dengan Statistik, (Jakarta: Bumi Aksara, 2004), h. 13


Image: Dokumen Pribadi

Fakta Berburu

Tuesday, July 19, 2016

Setelah ada bukti seperti ini, apa masih mau bermain games pokemon?

Telah kita ketahui, saat ini games pokemon menjadi buah bibir. Kecanggihan teknologi membuat pemain games dapat merasakan sendiri rasanya berpetualang mencari monster-monster di dalam games tersebut. Namun, apakah para pemain games pokemon itu menyadari bahwa GPS yang aktif ketika bermain games berarti  secara otomatis data kita akan masuk semua alias terlacak? Terlacak oleh siapa pun. Sebagaimana yang saya scan dari facebook seorang teman berikut:



Miris, melihat aktivitas games yang ternyata dapat mengakibatkan celaka pada si pengguna. Permainan game memang sangat menyenangkan terlebih lagi jika games tersebut penuh dengan tantangan sehingga membuat si pemain games merasa tertantang ingin menemukan pemecahan masalah tersebut. Akan tetapi, sebagai pengguna hendaknya kita bijak dan selaku sebagai orangtua hendaknya tetap awasi anak-anak agar tidak menjadi korban.

Daripada berburu pokemon, mending berburu yang ini:


 Berburu Surga-Nya!
Semoga kita dapat menyeleksi, baik dari segi manfaat maupun mudharatnya.

Image: Dokumen pribadi dan Syaamil Quran.

Daftar Nama Rumah Sakit yang Telah Terbukti

Thursday, July 14, 2016

Miris sekali dengan kondisi dunia kesehatan saat ini, perlahan telah terbongkar satu per satu. Tak habis pikir bahkan tak pernah habis-habis, dunia kesehatan yang seharusnya menjadi tombak sebagai tempat penyembuhan malah menjadi ladang kejahatan. Na’uzubillah.

Vaksin palsu ternyata mulai merebak sejak tahun 2003, itu artinya saya masih duduk di kelas Sembilan (IX) dan menunjukkan di masa saya kanak-kanak vaksin tersebut belum ada (alhamdulillah anak di bawah tahun 2003 terbebas dari kepalsuan vaksin). Namun, kasihan anak di era 2003 hingga sekarang telah merasakan vaksin palsu tersebut. Yang menjadi pertanyaan saya, ke mana oknum dinas kesehatan  selama ini? Kenapa baru diketahui sekarang? Dan inilah daftar Rumah Sakit yang terbukti menggunakan vaksin palsu, semoga kita lebih waspada:




        Sebuah pertanyaan yang ingin saya lontarkan jika bertemu dengan si pelaku. Bagaimana perasaan dia jika hal tersebut menimpa anak, adik bahkan seluruh anggota keluarganya? 

Semoga semuanya terungkap, karena ini bukan masalah uang, tapi lebih ke pembentukan generasi ke depannya agar dapat menciptakan generasi yang cerdas dan sehat. Bukankah apa yang mereka terima merupakan salah satu pemicunya? 

Saran: Semoga presiden kita, Bapak Jokowi, mana anggota dinas kesehatan yang tidak memberi laporan agar segera ditindaklanjuti.

Image: Googleimage dan dokumen pribadi.

Yang Mesti Dilakukan Saat Menghadapi Detik-detik Sidang

Wednesday, July 13, 2016
Berita ini saya dapatkan dari salah seorang teman di dunia maya, kemarin siang. Kasihan si korban, tak disangka jika kejadian naas itu menimpanya. Dan, bagai mimpi terburuk di siang bolong.



Ceritanya, korban menyimpan data-data penting, tugas skripsi pada laptop, hilang dicuri. Kebayang nggak sih, karya tulis yang hampir rampung itu hilang? Dan apa jadinya, jika file tersebut belum ditemukan juga, padahal dalam waktu dekat dia akan ujian skripsi, sedangkan file hanya tersimpan disatu tempat itu saja? Tentunya membuat si penulis skripsi harus mengulang dari awal. Huft …, tak bisa saya bayangkan betapa lelahnya.

Jadi, dari peristiwa di atas dapat saya tarik kesimpulan, bahwa apapun pekerjaan kita yang berhubungan dengan data-data penting, hendaknya membuat salinan di flashdisk khusus, meskipun memiliki laptop pribadi. Nggak perlu flashdisk yang kapasitasnya hingga 36 GB, flashdisk 8 GB saja itu sudah lumayan untuk menampung berbagai data, dan tentunya cari flashdisk yang berkualitas, jangan sampai tergiur dengan harga murah tapi tak menjamin keselamatan data kita.

Beranjak dari kisah di atas, saya pun juga pernah mengalami betapa berdebarnya ketika ujian skripsi sudah di depan mata. Tapi untungnya, file skripsi saya simpan baik-baik pada flashdisk dan (bukan berniat pelit tapi jaga-jaga) flashdisk tersebut tidak saya pinjamkan pada siapapun sebelum saya selesai ujian skripsi. Dan, selain itu, berikut ada beberapa tips (diambil dari pengalaman saya semasa kuliah) dari agar dapat menghadapi ujian skripsi dengan tenang tanpa harus berdebar begitu hebat, diantaranya:

  • Jika ada teman yang lebih dulu sidang skripsi, dan memungkinkan para peserta lainnya memasuki wilayah sidang, maka yang harus kita lakukan: siapkan buku khusus dan pena. Catat poin-poin penting yang sering ditanyakan oleh dosen penguji.
  • Setelah kita mengetahui hal penting yang diujikan, maka baca lagi skripsi kita. Buatlah pertanyaan demi pertanyaan yang hampir serupa pada poin-poin penting tersebut, lalu buatlah jawaban sendiri namun berdasar hasil logis skripsi kita.
  • Ketika tibalah waktunya kita yang menghadapi ujian skripsi tersebut, malam sebelum sidang keesokan harinya hendaklah tidur lebih awal, dan sebelum tidur jangan lupa minum susu beruang (Bukan Promo). Karena lebih murni tanpa pemanis, membuat tubuh lebih fit.
  • Pukul empat pagi, sebelum melakukan shalat Subuh, baca kembali isi skripsi dan tulisan yang telah kita pelajari sebelumnya. Membaca atau belajar di pagi hari sangat bagus, karena pada saat itu otak kita masih fresh dalam mencerna apa yang akan kita pelajari.
  • Usai shalat Subuh, catat di secarik kertas apa saja yang harus dipersiapkan, lalu kemasi ke dalam tas. Mengapa harus dicatat? Karena kapasitas daya ingat setiap orang itu berbeda-beda. Setidaknya dengan mencatat akan mengurangi resiko tertinggalnya barang yang seharusnya dibawa.
  • Sebelum berangkat, mintalah restu orangtua. Karena doa orangtua sebagai pintu gerbang menuju kesuksesan sang anak.
  • Tiba di ruang sidang ujian, jangan gugup, rileks dan tentunya memulai dengan berdoa. Jika kita awali kegiatan dengan berdoa, in syaa Allah semuanya akan lancar hingga titik terakhir. Asal yakin, tak ada yang tak mungkin!
  • Terakhir, setelah usai mengikuti sidang skripsi, ucapkanlah terima kasih kepada dosen penguji, dan dosen pembimbing. Karena bagaimanapun juga mereka telah meluangkan waktu untuk membimbing dan menguji kita.
          Demikianlah beberapa tips yang dapat diaplikasikan ketika menghadapi detik-detik sidang skripsi. Bagaimana pengalaman Anda ketika akan menghadapi ujian sklripsi? Apakah pernah mengalami hal serupa yang telah diceritakan di atas?

          

Ide Pesawat yang Dapat meminimalisir Berjatuhnya Korban

Sunday, July 3, 2016

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Hallo sobat pembaca setia! Kali ini saya akan mengupas tentang sebuah ide yang tiba-tiba aja nyantol di kepala. Ide ini berawal dari seringnya melihat kecelakaan udara, memakan korban yang tak tanggung-tanggung dalam hitungan.

                Hari itu, tepat tanggal 4 Juni 2016. Suami saya mengikuti kegiatan Kujang Run & Tough Warrior HUT Ke-50 Brigif Para Raider, Depok. Semua pelari telah berbaris di garis start, sedang sang istri bahkan keluarga dari para pelari menunggu di garis finish (garis awal start). Satu jam lebih berlalu, semua pelari telah sampai pada garis kemenangan. Acara demi acara berlangsung khidmat. Bapak Susilo Bambang Yudhoyono beserta istri telah hadir di lapangan, dan para rombongan pelari beserta keluarga yang turut memberi support, berkumpul menyaksikan sebuah atraksi.


     Di saat menyaksikan atraksi terjun payung inilah ide itu tiba-tiba muncul di benak penulis. 


‘Mengapa hal serupa (terjun payung) tidak kita coba pada pesawat terbang?’


                Hal ini selalu membayang-bayangi penulis, berharap ide ini dapat diterapkan di Negara kita Indonesia demi meminimalisir atau mengurangi korban berjatuhan yang sering terjadi di udara.




          Saya berpendapat bahwa suatu saat akan ada yang membuat penemuan baru, yang dapat meminimalisir kecelakaan pesawat. Bagaimana menurut sobat?

Auto Post Signature