Launching Buku Sagu Papua Untuk Dunia, Menduniakan Kembali Olahan Sagu

Thursday, November 28, 2019
Dok.  pixabay

Sejak kecil orangtua sudah mengenalkan Saya dengan makanan pokok yang bernama Nasi, yang mana nasi ini merupakan hasil pengolahan dari beras yang ditanak. Bagaimana dengan Sagu? Sejak kecil pun Saya sudah dikenalkan dengan Sagu, namun bukan sebagai makanan pokok, akan tetapi sebagai tepung yang dapat dijadikan campuran olahan empek-empek, bahkan sering dipakai Ibu untuk membuat kue ketika hari Raya Idul Fitri maupun Idul Adha. 

FYI! Sagu pernah menjadi sumber pangan utama bagi masyarakat sebelum beras masuk ke Indonesia, akan tetapi kini di mata masyarakat, Sagu diingat hanya sebagai makanan khas Papua dan digunakan hanya sebagai pembuat olahan kue dan lain-lain, bukan sebagai makanan utama lagi. Melihat hal inilah, kemudian Ahmad Arif yang merupakan wartawan senior, menulis buku berjudul "Sagu Papua untuk Dunia" dengan tujuan agar masyarakat Indonesia kembali mengingat dan mengenal Sagu yang menjadi makanan utama nenek moyang kita. 

Perlu juga diketahui jika kandungan nutrisi terbanyak di dalam sagu adalah karbohidrat murni, yang mana karbohidrat ini masuk dalam kategori makronutrien yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah banyak, tentunya untuk bahan energi serta fungsi otak. Selain itu, kandungan sagu mengandung lemak jenuh yang sangat sedikit sehingga bagus untuk kesehatan. 

Ada beberapa Manfaat mengkonsumsi sagu, diantaranya: 
  • Sebagai sumber Energi.
  • Dapat memperlancar sistem pencernaan.
  • Meningkatkan kesehatan Tulang dan Sendi.
  • Dapat mencegah darah tinggi.
  • Bahkan dapat digunakan sebagai masker wajah alami. 

Diskusi dan Launching Buku Sagu Papua untuk Dunia


Penerbit KPG (Kepustakaan Populer Gramedia) bekerja sama dengan perusahaan pangan berbasis agribisnis PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJ) meluncurkan buku berjudul "Sagu Papua untuk Dunia". Pada acara tersebut, menghadirkan beberapa orang narasumber, yakni: 

  • Ahmad Arif, Penulis Buku "Sagu Papua untuk Dunia".
  • Naga Waskita, selaku Direktur PT Austindo Nusantara Jaya Tbk
  • Dr. Ir. Agung Hendriadi MEng, selaku Kepala Badan Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian. 

"Peluncuran buku berjudul Sagu Papua untuk Dunia ini, bertujuan untuk mengingatkan kembali masyarakat kepada sejarah. Selain itu, menjelaskan bahwa Papua memiliki cadangan Sagu alam terbesar di Indonesia bahkan dunia" jelas Ahmad Arif. 


Menurut Ahmad Arif, sebenarnya kerentanan pangan Indonesia dikarenakan kurangnya pengetahuan dibandingkan dengan kurangnya sumber pangan. Nah, sudah saatnya pemerintah menempuh kebijakan pangan yang berperspektif Nusantara, dengan demikian tentunya tanaman lokal yang telah terbukti mampu beradaptasi dengan iklim setempat mendapat prioritas, salah satunya yakni Sagu.

Dalam upaya untuk mengangkat kembali derajat sagu, PT ANJ (Austindo Nusantara Jaya) Tbk kemudian mengembangkan pemanenan sagu serta proses pengolahannya menjadi tepung sagu, yang kemudian hasil olahan berupa mie, kue dan makanan lainnya berbahan sagu tersebut dapat dinikmati di Resto Bueno Nasio yang berlokasi di menara BTPN Mega Kuningan Jakarta. Resto yang dikelola ANJ dihadirkan untuk merepresentatifkan hidangan dari olahan sagu kepada penikmat kuliner, jadi di acara diskusi dan launching buku beberapa hari lalu Saya pun dapat ikut mencicipi semua hasil olahan berbahan sagu yang enak-enak tersebut. Tuh kan, ngiler







Pada kesempatannya, Pak Naga Waskita menjabarkan jika ia berharap dengan tersedianya berbagai makanan olahan sagu di Bueno Nasio, masyarakat makin banyak yang sadar akan kebaikan mengkonsumsi pangan lokal, sebab Sagu bebas gluten.

Oiya, buku "Sagu Papua untuk Dunia" ini sudah bisa didapatkan di Gramedia dan toko buku di kota kalian ya. Semoga informasi yang Saya sampaikan bermanfaat! 😊

Kenali Potensi Diri dengan Melakukan Tes STIFIn

Tuesday, November 26, 2019

Adakah diantara teman-teman bingung saat akan menentukan pilihan pekerjaan? Atau pengen jadi penulis, tapi kok ya masih bingung cocoknya nulis pada niche apa? Sama, Saya pernah mengalaminya. 

Potensi diri pada seseorang tentunya jarang terlihat dan disadari oleh orang tersebut. Padahal, potensi diri merupakan komponen utama yang mestinya dikembangkan sedini mungkin. Nah, ngomong-ngomong soal potensi, Saya terkadang masih bingung dengan potensi apa yang saya miliki dan perlu dikembangkan dalam menulis sebuah karya. Padahal, mengembangkan potensi yang dimiliki menjadi hal yang baling baik. Alhamdulillah, beberapa waktu lalu saya berkesempatan menghadiri acara Blogger Gathering yang diselenggarakan oleh STIFIn dan STIFIn Studio, Inc, yang berlokasi di Ragoon -SMKN 57 Jakarta Selatan

Acara tersebut juga dihadiri oleh Mbak Mira Sahid yang merupakan Founder Komunitas Emak Blogger (KEB) dan juga Mbak Dhey Siregar yang merupakan Owner Stifin Studio, Inc, yang tidak hanya aktif menerbitkan buku dan komik, namun juga membuat video dan jingle, film youtube dan masih banyak kegiatan lainnya.

Pentingnya Melakukan Tes STIFIn 

Saat memasuki ruangan Ragoon, Saya melihat beberapa teman yang sedang mengantri di depan meja, dan saat saya mendekat ternyata disana menjadi tempat untuk melakukan tes STIFIn. Tentunya Saya ikut mengantri donk! Mau tau, kira-kira hasil tes Saya seperti apa? Dan hasilnya, Saya Intuiting Introvert


FYI! Diantara teman-teman pastinya masih ada yang belum mengenali dan melakukan tes STIFIn. Nah, sebelum melakukan tesnya, ada baiknya teman-teman mengetahui dulu apa itu STIFIn, dan lainnya. Tes STIFIn merupakan suatu tes untuk mengukur jenis kecerdasan seseorang yang dapat dilihat melalui sidik jari dengan menggunakan alat tes yang telah didesain khusus. Alat tes tersebut menggunakan seperangkat komputer yang meliputi elemen hardware dan software, dimana elemen hardware ditugaskan untuk merekam sidik jari dari sepuluh jari tangan seseorang untuk dikaitkan dengan unsur neurologi pada bagian otak peserta tes.


Hasil rekaman sidik jari ini kemudian diterjemahkan oleh software yang menganalisa dan menyimpulkan jenis kecerdasan beserta kepribadian dari peserta tes. Tes STIFIn tentunya cukup dilakukan sekali seumur hidup. Tes STIFIn ini tentunya berbeda dengan tes IQ yang megukur kecerdasan secara umum. Tes STIFIn yang ditemukan oleh Pak Farid Poniman ini merupakan sebuah metode baru yang hasilnya dapat diketahui secara cepat, tepat, dan akurat hanya dalam waktu 10 menit setelah di tes dilakukan. Sehingga kita mengetahui dimanakah belahan otak Kita yang paling dominan. Jadi, dengan dilakukannya tes STIFIn, kita dapat mengetahui apakah Kita seseorang dengan jenis Kecerdasan: Sensing, Thinking, Intuiting, Feeling, atau Insting dengan Personaliti Genetik introvert atau extrovert.  
Penjelasan Mengenai Lima jenis mesin kecerdasan, diantaranya:
  • Sensing

Merupakan kecerdasan Inderawi. Praktis, konkret, memori kuat, sesuai jangkauan panca indera. Kekuatan utamanya yakni: mempraktikkan, meniru, merinci, merekam dan mengulang-ulang. Sensing terdiri dari: Si = Sensing introvert dan Se = Sensing extrovert.

  • Thinking 

Menggunakan kecerdasan Logika Mengandalkan pikiran logis, cenderung adil, pandai, objektif dan efektif. Kekuatan utamanya adalah menghitung, menganalisa, mengelola, menetapkan dan menyusun. Thinking terdiri dari: Ti = Thinking introvert dan Te = Thinking extrovert.

  • Intuiting.

Kecerdasan Ide dan Konsep. Cara berfikirnya jangka panjang, kreatif, Inovatif dan terkonsep. Kekuatan utamanya yakni: mengonsep, menciptakan, mendesain, mempolakan serta memprediksi. Intuiting terdiri dari: Ii = Intuiting introvert dan Ie = Intuiting extrovert 

  • Feeling.

Merupakan suatu Kecerdasan Perasaan Yang mengandalkan perasaan dan mengutamakan rasa. Kekuatan utamanya yakni: memimpin, menjiwai, mempengaruhi, mendengarkan serta memotivasi. Feeling terdiri dari 2, yakni: Fi = Feeling introvert dan Fe = Feeling extrovert.

  • Insting.

Nah, kalau insting ini bersifat normal, dapat seimbang, kompromi, damai, banyak akal, sederhana, pemaaf, perantara.

Hubungan Tes STIFIn dengan Blogger

Next sesi, Mbak Mira Sahid selaku founder Komunitas Kumpulan Emak Blogger (KEB) menjelaskan jika berdasarkan data statistik jika jumlah blogger di Indonesia pada tahun 2015 hanya 3,5% dari 88,1 juta pengguna internet di Tanah Air, kemudian pada tahun 2017 meningkat menjadi 3,8 % dari 143,26 Juta pengguna internet. Dari data tersebut dapat ditarik kesimpulan jika jumlah blogger makin setiap tahunnya makin meningkat.


Lalu, apa hubungannya tes STIFIn dengan blogger? Tentunya memiliki hubungan. Dengan seorang blogger mengetahui potensi genetiknya, maka akan mengetahui juga potensi untuk membuat sebuah karya yang sesuai dengan genetik tersebut. Sehingga, nantinya tidak akan ada lagi masalah dalam menentukan topik apa yang akan dibahas dalam membuat sebuah blog. Seperti berikut: 
  • Orang Sensing cocoknya membahas mengenai traveling, olahraga, makanan dan berjualan. 
  • Orang Thinking, cocok membuat blog yang topiknya membahas tentang perkembangan data, politik dan sejarah. 
  • Orang Intuiting, cocok membahas mengenai karya seni, kumpulan ide-ide kreatif, cerita fiksi, kerajinan tangan dan mereview film. 
  • Orang Feeling, cocoknya membahas mengenai sebuah cerita romance, tips dan trik, daily blog serta curhatan.
  • Orang Insting, cocoknya membahas mengenai perdamaian, aksi sosial, serta sharing tentang ilmu keagamaan.




Nah, usai sharing, kami diajak mencari tahu mengenai STIFIn melalui sebuah permaian, yakni Pancarona STIFIn Board Games, yang mana masing-masing anggota berjumlah 4-5 orang dengan permainan melempar dua dadu, dan pemenangnya adalah yang mengumpulkan kartu paling banyak. Seru deeh!!


Itulah beberapa info yang bisa saya share. Semoga bermanfaat.

Bedah Buku Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat

Monday, November 25, 2019

Apa kesan pertama teman-teman saat membaca judul buku "Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat"? Atau mungkin kita punya pemikiran yang sama? Yakni tentang seorang penulis yang mengajak pembacanya untuk dapat bersikap "Bodo Amat" terhadap hal-hal tertentu yang tidak penting, sebuah teknik pendekatan yang waras demi menjalani hidup yang lebih baik. 

Terkadang, kita terlalu memikirkan apa yang dikatakan oleh orang ke kita, seperti misalnya: "Kapan menikah?, Kapan punya anak?, Kapan punya rumah dan kapan lainnya. Yang apabila terlalu kita pikirkan, tentunya dapat berdampak negatif pada diri sendiri, badan kurus, pekerjaan tidak terurus dan dampak negatif lainnya. Nah, buku "Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat" ini mengajarkan untuk bersikap "Bodo Amat" pada hal-hal tersebut. Sebab yang tahu usaha kita dalam mewujudkannya adalah diri kita sendiri.

Akan tetapi, terkadang ada waktunya kita butuh saran dan nasihat orang lain dalam hal memperbaiki diri. Dalam hidup ini kita hanya punya kepedulian dalam jumlah yang terbatas, makanya kita harus bijaksana dalam menentukan kepedulian tersebut.

Tentang Buku Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat

Beberapa hari lalu Saya berkesempatan mengikuti acara bedah buku yang diselenggarakan di Gramedia Matraman. Buku yang berjudul "Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat" ini sebenarnya judul aslinya adalah The Subtle Art of Not Giving A F*ck yang dikarang oleh Mark Manson dan telah dicetak lebih dari 32 kali. 



Bedah buku tersebut juga menghadirkan narasumber, yakni Pak Indra Gunawan yang pernah menjabat sebagai editor di Kompas Daily selama 11 tahun dan juga Mas Adinto F. Susanto yang merupakan editor dari buku terjemahan sebuah seni untuk bersikap bodo amat tersebut. Ada banyak hal yang bisa dipelajari dari buku ini, tentu saja dengan membacanya langsung. 

Dari buku ini, beberapa hal yang Saya petik mengenai Sebuah Seni untuk Bersikap Masa Bodoh, yakni:

  • Masa bodoh bukan berarti menjadi acuh tak acuh, akan tetapi nyaman saat menjadi berbeda 
  • Untuk bisa mengatakan "bodo amat" pada kesulitan, yang mana pertama-tama kita harus peduli terhadap sesuatu yang jauh lebih penting dari kesulitan.
  • Entah disadari ataupun tidak, Kita selalu memilih suatu hal untuk diperhatikan.

Buku ini memandu kita berpikir sedikit lebih jelas untuk memilih mana yang penting dalam kehidupan dan mana yang sebaiknya.

Nah, buat teman-teman yang penasaran seperti apa isi bukunya, seperti apa menyikapi sikap bodo amat terdebut, teman-teman bisa mendapatkannya di Gramedia ya. πŸ€— 



Happy reading!

Cashlez dan Gramedia Berkolaborasi Dalam Meningkatkan Efisiensi dan Efektivitas Pembayaran

Wednesday, November 20, 2019

Halo sobat pembaca setia www.elvanasira.com, apa kabar nih? By the way, siapa sih yang suka belanja buku tapi kadang jadi males karena antriannya panjang? Saya pernah mengalami kejadian seperti itu, soalnya bertepatan dengan momen dimana Saya lagi berkunjung ke salah satu Toko Buku dan karena tertarik dengan beberapa buku akhirnya saya berniat buat beli. Tapiii, akhirnya batal deh, soalnya antrian saat itu panjang banget. Karena lokasi toko bukunya cukup jauh dari rumah, jadilah Saya berniat untuk kembali lagi keesokan harinya, akan tetapi lagi-lagi gagal, soalnya mendadak magerπŸ˜‘, #Janganditiru

Namun, setelah menghadiri acara yang berlangsung di Gramedia Matraman kemarin, kayanya nggak bakalan gagal belanja buku lagi deh. Soalnya tragedi antrian panjang nggak bakal Saya alami lagi. Nah, pasti penasaran kan? Kok bisa, Saya yang tadinya bakalan kapok beli buku jika lihat antrian panjang, mendadak jadi happy buat beli buku meskipun antrian panjang, sepanjang jalan kenangan πŸ˜‚. Pastinya! Sebab Saya telah melihat langsung betapa canggihnya proses pembayaran yang ditawarkan oleh Cashlez di Gramedia Matraman.


Cashlez Solusi Pembayaran Masa Kini 

Diantara kalian pasti penasaran kan, seperti apa sih Cashlez ini? Sebagaimana yang kita ketahui, jika hadirnya kecanggihan teknologi tentunnya tidak dapat dipungkiri dan ternyata dapat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia termasuk dalam hal pembayaran. Melihat hal inilah kemudian Cashlez yang merupakan perusahaan fintech aggregator pembayaran terpercaya di Indonesia kemudian berkolaborasi dengan retail toko buku terbesar di Indonesia, yakni Gramedia, yang mana hal tersebut diresmikan pada tanggal 19 November 2019 lalu, dengan menghadirkan dua narasumber yakni Pak Teddy Tee selaku CEO Cashlez dan Pak Herman Kristanto Masman selaku Finance Directors PT Gramedia Asri Media



Perusahaan yang telah berdiri sejak tahun 2015 ini menggabungkan sistem aplikasi kasir dan penerimaan pembayaran dalam satu aplikasi, dan tentu saja telah mendapat izin resmi dari Bank Indonesia. Sistem yang dapat memonitor semua transaksi penjualan bisnis merchant secara real time tentunya akan sangat membantu, sehingga pelanggan tidak perlu lagi mengantri terlalu lama, sebab petugas yang akan menghampiri kita.



Pada kesempatannya, Pak Teddy Tee menjelaskan "Menjadi suatu kebanggaan karena dapat dipercaya untuk menjadi mitra strategis oleh Gramedia!" 

Tentu saja hal tersebut karena sesuai dengan misi Chaslez yang ingin menjadi mitra terbaik bagi bank bahkan non-bank, serta menjadi solusi bisnis pembayaran dan nontunai yang terintegrasi dengan baik untuk pelaku usaha di semua segmen. 



"Hadirnya Chaslez di store Gramedia bertujuan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam melakukan pembayaran. Sehingga, antara pihak Gramedia dengan pelanggan akan sama-sama merasakan kenyamanan dan kemudahan dalam bertransaksi." Lanjut Pak Teddy Tee

Berkat inovasi tersebut, sehingga kemudian Chaslez mendapatkan penghargaan Rekor Dunia dari MURI pada tahun 2019 baru-baru ini. Keren yaa! Hingga saat ini Cashlez telah merangkul lebih dari 6.000 pelaku usaha yang telah terdaftar dari berbagai segmen, yakni mulai dari industri ritel, F&B, fashion hingga pariwisata. 

 "Semoga kerjasama ini dapat terus berlanjut dan kami berharap Cashlez dapat terus mengembangkan fitur-fitur yang ada sehingga lebih cepat dalam proses koneksi payment channel ke setiap cabang-cabang Gramedia, seperti reward point dan installment!" Jelas Pak Herman Kristanto Masman.


Cashlez #JualanJadiGampang 

Setelah melihat langsung penggunaan Cashlez oleh kasir, recommended banget buat teman-teman yang mau membuka usaha retail, karena beberapa hal berikut: 

  • Simple and Secure. 
Cashlez menjadi solusi berbasis aplikasi Android dan iOS yang dilengkapi dengan sistem onboarding online sehingga mudah digunakan. Selain itu juga telah tersertifikasi oleh standar pembayaran internasional PCIDSS.

  • Manage Your Business Better.
Kita dapat memaksimalkan bisnis yang kita bangun melalui monitor penjualan dengan data yang diberikan Cashlez dimana pun dana kapan pun.

  • All Payment Accepted. 
Untuk soal pembayaran kita nggak perlu khawatir, sebab Cashlez menerima semua jenis pembayaran apapun seperti kartu kredit, QR Payment, kartu debit, hingga pembayaran digital lainnya.

  • Reliable. 
Cashlez memiliki standar layanan setara dengan institusi perbankan. 

  • Transparent. 
Yakni Cashlez hanya membebankan biaya MDR dan admin Bank (di luar akun Mandiri) namun tidak membebankan maintenance bulanan.  



Nah, itulah beberapa info yang dapat saya share dan semoga bermanfaat!

Pentingnya Menanamkan Jiwa Sumpah Pemuda

Saturday, November 9, 2019

Kami Putra dan Putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
Kami Putra dan Putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Kami Putra dan Putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Ada yang masih ingat dengan ketiga ikrar di atas? Yups, bener banget jika itu adalah isi dari ikrar Sumpah Pemuda. Sejak duduk di bangku Sekolah Dasar, Saya sering mendengar bahkan mengikuti petugas upacara membacakan ikrar sumpah pemuda tersebut. Lalu, apa yang telah kita lakukan sekarang? Apakah sudah mengikrarkan di dalam hati, atau hanya sebagai kiasan semata? Semoga saja tidak ya!!

Perlu diketahui, jika Sumpah Pemuda merupakan satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia. Dan, ikrar yang terkandung di dalamnya dianggap sebagai kristalisasi semangat, yang mana bertujuan untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara kita, Indonesia. Peringatan hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada tanggal 28 Oktober tentunya mengingatkan kembali pada kita, akan semangat kaum muda pada masa lampau dalam upaya meraih kemerdekaan.

Meskipun telah 91 tahun setelah Sumpah Pemuda, akan tetapi semangat pemuda pada masa itu masih sangat dibutuhkan Indonesia hingga sekarang bahkan nanti. Pentingnya menanamkan semangat tersebut di hati pemuda Indonesia, tentunya agar tidak terjadi perpecahan antar pemuda. Apalagi, saat ini era digitalisasi yang mana penyebaran hoax pun dapat membuat terjadinya perpecahan.



Pentingnya Memperkenalkan Sejarah Indonesia


Jadi ingat, sewaktu duduk di bangku sekolah, ada pelajaran mengenai sejarah. Mulai dari sejarah Indonesia yang dijajah, hingga akhirnya Indonesia menggapai kemerdekaan. Tentu saja dengan proses yang tidak mudah, bukan? Beragam tantangan yang harus dihadapi. Nah, untuk itulah pentingnya kembali membangkitkan semangat pemuda Indonesia melalui kegiatan positif, seperti misalnya mengunjungi Gedung Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) yang baru-baru ini diadakan.

Tidak hanya berkesempatan mengikuti touring di gedung ANRI, akan tetapi juga berkesempatan untuk mengikuti seminar Sumpah Pemuda yang bertema, “Pancasila dan Pemuda Indonesia: Sumpah Pemuda bagi Generasi Milenial Jaman Now” yang bertempat di Auditorium NURHADI MAGETSARI - Jl. Ampera Raya No.7 RT3/RW4 Cilandak Timur, Jakarta Selatan. Seminar tersebut memiliki visi untuk menggali dan menyebarkan Spirit Sumpah Pemuda 1928 dengan meneruskan dan mencapai tujuan utama Sumpah Pemuda, yakni satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa Indonesia kepada seluruh pemuda Indonesia.



Ada beberapa poin penting dari mengenalkan kembali sejarah Indonesia kepada pemuda Indonesia, yakni dapat menimbulkan rasa cinta tanah air, persatuan dan kesatuan, tanggungjawab, kerjasama, kekeluargaan, nilai patriotisme, kerukunan bahkan cinta damai. Sehingga, Sumpah Pemuda dapat dijadikan sebagai inspirasi untuk generasi muda Indonesia di zaman now, dengan tujuan agar pemuda Indonesia dapat membawa negara Indonesia menuju perubahan yang lebih baik lagi. Selain itu, Sumpah Pemuda juga membuat banyak nilai positif yang tentunya dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Seperti yang kita ketahui, jika Sumpah Pemuda menjadi salah satu tonggak sejarah bangsa Indonesia dalam mengawali kesadaran kebangsaan. Bahkan, adanya Sumpah Pemuda membuktikan jika perbedaan yang dimiliki bangsa selama ini ternyata dapat disatukan, yang mana hal tersebut sebagai perwujudan dari Bhineka Tunggal Ika.


Sumpah Pemuda dan Pemuda Zaman Now

Nah, jika dulu kita dijajah dan dapat meraih kemerdekaan karena semangat juang pemuda Indonesia dengan menggunakan tombak ataupun senjata tajam lainnya, tentunya di era digitalilasi seperti sekarang ini yang menjadi sebuah senjata adalah media sosial, yang mana apabila kita tidak bijak menggunakannya, maka bisa saja terjadi perpecahan, kita tetaplah harus mempertahankannya, tentunya dengan melakukan tindakan-tindakan positif dan tidak mudah terpancing oleh berita yang belum diketahui kebenarannya, hoax.

Untuk menumbuhkan kembali makna Sumpah Pemuda kepada pemuda Indonesia, beberapa waktu lalu diadakan seminar bertema "Pancasila dan Pemuda Indonesia: Sumpah Pemuda Bagi Generasi Milenial Jaman Now". Diadakannya seminar ini tentunya dengan visi untuk menggali dan menyebarkan kembali spirit Sumpah Pemuda 1928, tentunya dengan meneruskan dan mencapai tujuan utama Sumpah Pemuda yakni satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa Indonesia. Dan dengan misi memberikan tongkat estafet sejarah dan semangat Sumpah Pemuda dari generasi ke generasi, khususnya generasi Milenials zaman now untuk mempelajari, menerapkan dan mempertahankan demi NKRI tercinta.


Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) merupakan lembaga yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Presiden yang memiliki tugas membantu Presiden dalam merumuskan arah kebijakan pembinaan Ideologi Pancasila, melaksanakan koordinasi, sinkronisasi dan pengendalian pembinaan Ideologi Pancasila secara menyeluruh dan menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan serta memberikan rekomendasi berdasarkan hasil kajian terhadap kebijakan atau regulasi yang bertentangan dengan Pancasila kepada Lembaga tinggi Negara, kementrian/ lembaga, organisasi sosial-politik, pemerintah daerah, dan komponen masyarakat.



Jika kita lihat sekarang dikalangan mahasiswa dan pelajar peringatan Sumpah Pemuda ada yang menganggap biasa saja, sehingga menimbulkan kekhawatiran jika makna Sumpah Pemuda mulai luntur dan berkurang dikalangan mereka. Nah, dengan perayaan Sumpah Pemuda ini diharapkan bisa mengokohkan rasa nasionalisme seluruh mahasiswa dan pelajar. Guna menumbuhkan semangat nasionalisme, cinta tanah air, dan memaknai momen hari Sumpah Pemuda. 


Media Sosial!
BPIP.GO.ID
ANRI.GO.ID
COVIDS.COM
Instagram: @CERITA.PANCASILA

Salam Pancasila!

Mengelola Keuangan dengan Smart Money Game bersama Kelas Belajar Namora

Thursday, November 7, 2019

"Ya ampun, baru dua minggu gajian, uangku udah menipis!"

"Kemana ya larinya uangku? Udah tinggal 50 ribu, padahal tiga hari lalu dapat bonus dari atasan. Tabungan juga nggak ada!" 

Hayooo ngaku, siapa yang begitu? Gaji nggak tau larinya kemana aja, tabungan nggak punya! Nah, itu tandanya perlu belajar me-manage keuangan. Mengapa? Sebab, tanpa disadari waktu terus berjalan dan tidak mungkin berbalik ke belakang, yang artinya apabila kita tidak memulai dari sekarang untuk mengelola keuangan dari hasil jerih payah yang kita dapatkan, maka bisa dipastikan kedepannya tidak punya tabungan, dan hari tua merana bahkan menjadi beban bagi diri sendiri.

Belajar mengelola keuangan tentu saja sangat penting, dengan tujuan agar masa depan lebih terjamin. Sebab, tentunya kita akan mengalami yang namanya masa tua, bukan? Bahkan masa dimana kita akan menghadapi yang namanya sakit. Namun, saya berharap kita sehat selalu. Aamiin. Tentu saja uang yang telah kita kelola sebelumnya akan sangat membantu. Saya punya pengalaman, dimana sebelum belajar mengelola keuangan Saya masih kecolongan, tidak punya tabungan. Sehingga, disaat-saat darurat dengan terpaksa Saya harus meminjam pada saudara. Menyedihkan :(. Padahal, kalau saja Saya dapat mengelola keuangan dengan baik dan tepat sasaran, setidaknya Saya memiliki tabungan dan uang tidak kekurangan. Buktinya, teman seprofesi bisa memiliki tabungan (saat berbincang tentang rencana masa depan), bahkan dari tabungan tersebut dia bisa membuka usaha kecil-kecilan, warung kelontong. 

Nah, dari sanalah saya belajar dan termotivasi untuk bisa memulai hal yang sama, mengelola keuangan. Tentunya dimulai dari belajar dengan teman, mencari informasi tentang belajar kelola keuangan baik melalui online maupun offline. Dan, alhamdulillah perlahan Saya mulai mengerti arti pentingnya mengelila keuangan dan bagaimana agar keuangan Saya selalu sehat. Karena kebutuhan dan keinginan yang begitu tinggi, sehingga akhirnya uang yang didapat terkesan tidak cukup, padahal kalau uang dikelola dengan sangat baik, tentunya hal itu tidak terjadi.


Ada beberapa manfaat jika seseorang mengelola keuangan dengan baik, diantaranya: 
  • Masa depan lebih terencana.

Apabila seseorang dapat mengelola keuangannya lebih baik, tentu saja masa depannya akan lebihbaik. Sebab, segala sesuatu yang terencana tentunya akan dirasakan manfaatnya baik sekarang maupun nantinya.

  • Dapat terhindar dari hutang.

Siapa sih yang ingin terlilit hutang? Tentu saja tidak mau donk. Nah, untuk itulah pentingnya kita bisa mengelola keuangan, agar kita tau mana kebutuhan yang mesti didahulukan daripada keinginan yang bisa dipenuhi belakangan.

  • Memiliki perlindungan dari kejadian tak terduga.

Kita tahu, jika hidup terkadang penuh dengan ketidakpastian dan bisa saja sewaktu-waktu mengalami kejadian yang tidak terduga. Apapun itu, tentunya akan ada risiko terburuk yang bisa saja terjadi dan mesti dihadapi, sehingga membutuhkan perlindungan untuk diri kita maupun keluarga. Nah, dengan kita mengatur keuangan secara maksimal, tentunya kita juga akan memikirkan tentang hal tersebut, yakni bagaimana memilih perlindungan yang sesuai untuk kita ataupun keluarga, seperti misalnya dalam bentuk asuransi. Dengan belajar kelola keuangan, pastinya kita akan memikirkan hal tersebut sehingga merencanakan untuk memiliki pos-pos khusus.

Itulah beberapa manfaat dari mengelola keuangan dengan baik yang bisa teman-teman terapkan dan rasakan manfaatnya.

"Waah, kalau begitu saya mau banget belajar kelola keuangan. Tapi, belajar dimana dan berapa budget yang harus dikeluarkan?"

Soal dimana belajar kelola keuangan, baru-baru ini alhamdulillah Saya berkesempatan belajar langsung dengan ahlinya loh 😍, bertema "Financial Planning dengan Smart Money Games".

Belajar Kelola Keuangan dengan Permainan Game


Diantara teman-teman pasti bertanya-tanya, mau belajar kelola keuangan apa bermain? Nah, disinilah Saya merasakan asiknya belajar mengelola keuangan dengan sebuah permainan, karena sebelum-sebelumnya yang pernah Saya ikuti rata-rata hanya penyampaian materi tanpa praktek secara langsung, sehingga untuk pengaplikasian yang sebenarnya terkadang Saya masih tetap saja merasakan bingung. Dengan bermain, secara tidak langsung kita telah belajar sehingga mengerti pos-pos keuangan apa saja yang mesti kita persiapkan. Ibaratnya dalam bentuk nyata, kita bekerja sehingga menerima gaji, lalu apa yang mesti kita lakukan dengan gaji-gaji yang kita peroleh tersebut? Lalu, persiapan apa yang mesti dilakukan (saat masih bekerja) jika tiba-tiba perusahaan mem-PHK? Dan masih banyak hal lainnya yang Saya dapatkan melalui permainan games tersebut.

Acara yang Saya ikuti pada 3 November 2019 lalu, di-inisiasi oleh Namora Business Organizer (EO yang menyelenggarakan khusus kelas-kelas keuangan, baik untuk umum maupun Start Up) yang bekerjasama dengan Ibu Mike Rini CFP selaku Founder Mitra Rencana Edukasi sekaligus yang menjadi fasilitator pada acara tersebut. Tujuan dari kolaborasi ini adalah untuk menjangkau masyarakat luas melalui edukasi mengenai pentingnya mengelola keuangan dengan baik sehingga masyarakat luas turut merasakan manfaatnya.

Sekilas Mengenai Ibu Mike Rini


Diantara teman-teman mungkin ada yang belum kenal dengan beliau. For Your Information! Ibu Mike Rini ini merupakan Perencana Keuangan Independen sekaligus pendiri dari Mitra Rencana Edukasi, yang telah berpengalaman selama lebih dari 10 tahun dalam layanan perencanaan keuangan pribadi serta pengelolaan kekayaan. Kliennya pun kebanyakan berasal dari kalangan professional, pengusaha hingga eksekutif, bahkan keahlian dan profesionalismenya pun telah diakui oleh Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Instansi pemerintah maupun perusahaan swasta. Waah, keren yaaa!

Berkat keahlian Bu Mika Rini (IG: @mikerini_mre dan @mitrarencanaedukasi), ia pun kerap diundang menjadi pembicara di berbagai seminar maupun lokakarya, pernah menjadi narasumber di berbagai stasiun televisi seperti Berita Satu TV, Metro TV, dan Kompas TV. Beliau juga telah banyak membantu kliennya dalam melakukan perencanaan keuangan dengan tujuan untuk memproteksi kekayaan, investasi jangka panjang, pewarisan kepada generasi penerus dan kegiatan Philantrophy.

Oiya, dalam satu tahun ini Namora ternyata sudah menyelenggarakan 3 kelas belajar kelola keuangan loh! Nah, untuk kelas keempat akan diselenggarakan dalam waktu dekat ini, yakni tanggal 21 November 2019 dengan tema mengenai "Budget".


Waah, pasti banyak hal yang akan kita dapatkan setelah ikutan kelasnya. Untuk pendaftaran, kalian bisa hubungi langsung Kak Anggia ya😍. Nomernya tertera pada Flyer atau mau kepoin Instagramnya boleh banget.
IG Namora: @namora.boz

Domus Kembali Hadir di Pameran Konstruksi Indonesia

Wednesday, November 6, 2019

Halo pembaca setia www.elvanasira.com, bagaimana nih resolusi punya hunian sendiri di tahun ini? Sudah terealisasi kah? Atau belum rampung karena dana yang dikumpulkan belum cukup? Nah, ngomongin soal hunian, kalian pastinya sudah kenal donk dengan Domus? Kali ini Domus kembali hadir pada pameran Konstruksi Indonesia yang berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Sebagaimana yang telah kita ketahui bersama, jika teknologi Domus tidak hanya bisa diaplikasikan untuk bangunan rumah tinggal saja, akan tetapi juga bisa buat ruko, pabrik, pasar bahkan gudang sekalipun. Tentu saja dengan komponen struktur dinding memakai kanal U dan rangka atap baja ringan, sehingga menjadikan Domus sebagai bangunan permanen yang kuat, kokoh, indah, dan juga tahan terhadap gempa. Namun, teknologi Domus tidak hanya bisa diaplikasikan untuk bangunan permanen saja loh, tetapi juga sangat tepat untuk diterapkan bagi hunian sementara (Huntara) bagi korban bencana alam. Waah, solusi terbaik nih.


Tatalogam Group Hadir di Pameran Konstruksi Indonesia 2019.


For your Information! Kali ini, Tatalogam Group kembali ikut berpartisipasi dalam Pameran Konstruksi Indonesia 2019, yang mana poin penting keikutsertaan Tatalogam Group dalam pameran ini ialah sebagai perusahaan yang fokus dalam industri baja, sehingga ingin lebih berpartisipasi aktif dalam pembangunan bersama pemerintah dan BUMN lainnya untuk Indonesia yang lebih baik, yang tentunya dapat dilaksanakan secara cepat tanpa mengabaikan kekuatan serta keindahan strukturnya. Peran serta Tatalogam Group dimulai dan ditunjukkan dengan keterlibatannya dalam pembangunan rekonstruksi pasca bencana di wilayah Lombok, Palu dan Konawe, dimana Tatalogam bekerja sama dengan Kementerian PUPR dan BNPB, dalam melakukan percepatan pembangunan hunian tetap bagi warga korban bencana di wilayah-wilayah tersebut, tentunya dengan menerapkan teknologi DOMUS. Oiya, pembukaan pameran ini dihadiri juga oleh Presiden RI Joko Widodo.


Belajar dari pembangunan rumah pasca gempa di Lombok, dimana masyarakat memerlukan waktu untuk memulihkan rasa trauma akibat gempa. Sehingga dibutuhkan huntara yang siap dialih fungsikan menjadi huntap dalam waktu singkat dan memiliki konsep berkelanjutan, sehingga tidak ada huntara yang mubazir dalam pembangunannya. Selain itu, Tatalogam Group juga berkomitmen untuk menggunakan baja dalam negeri guna mendukung pembangunan infrastruktur yang berkesinambungan di Indonesia, serta mendukung adanya informasi ketersediaan material dan peralatan konstruksi, sebagai informasi rantai pasok yang akurat serta komprehensif.

Hadirnya Domus Menjadi Solusi Masa Kini 

Saya sangat mengapresiasi akan kehadiran Domus, yang terbukti menjadi solusi masa kini. Terlebih saat bencana gempa melanda, tentunya tempat tinggal menjadi prioritas utama. Nah, ternyata makin kesini ia semakin memperkenalkan teknologi barunya, dimana Tatalogam menghadirkan Domus Revo dalam pameran Indobuildtech yang telah berlangsung pada 20 Maret-24 Maret 2019 lalu di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang.

Perlu diketahui jika Domus Revo merupakan pengembangan dari rumah Domus yang telah dikembangkan sebelumnya. Bedanya, membangun rumah dengan teknologi ini jauh lebih cepat, sebab kerangka rumah bisa dikerjakan hanya dalam satu hari. Mantul ya! Selain itu, Domus Revo juga menjadi bangunan yang komponen-komponen penyusunnya telah dipersiapkan sebelumnya ataupun telah diproduksi di pabrik, sehingga setiap komponennya dikemas terpisah dan diberi label penjelasan secara detil tentang cara merakitnya. Tujuannya adalah agar masyarakat yang ingin mencoba merakit dapat melakukannya dengan mudah tanpa harus kursus terlebih dulu.


"Domus Revo memberikan kemudahan bagi konsumen dalam membangun rumahnya, semudah kita membeli furniture knockdown lalu kemudian merakit sendiri di rumah. Sehingga, konsumen bisa membangun sendiri, karena komponen-komponennya jelas dan begitupun dengan detil proses perakitan,” jelas Stephanus Koeswandi, selaku Vice President PT Tatalogam Lestari.

Yang perlu digaris bawahi adalah kelebihan teknologi Domus Revo ini, yakni membangun rumah dengan proses yang sangat cepat, tidak membutuhkan banyak pekerja serta tidak ada bahan-bahan yang terbuang ketika membangun rumah. Nah, dengan kelebihan-kelebihan inilah tentunya biaya untuk membangun rumah bisa terpangkas sehingga kita pun bisa menghemat pengeluaran. Mupeng yaaa!! 




"Waah, jadi pengen beli dan bangun rumah dengan Domus! Tapi, pasti mahal kan?" 

Tentu saja harga yang ditawarkan oleh Domus terjangkau. Domus Revo dibanderol mulai Rp. 2,2 juta per meter persegi (m²) dan itu tergantung finishing rumah. Selain itu, harganya juga sudah termasuk biaya pemasangan. Nah, makin mupeng kaaaan? Untuk tipenya, Domus Revo menawarkan beberapa tipe rumah diantaranya 21, 30, 36 dan 45 m2, tinggal kita pilih mau tipe yang berapa.
“Itu sudah termasuk lantai, dinding, penutup plafon, kloset plus keran serta pintu terpasang, juga instalasi listrik dan air. Kalau rumah konvensional harga borongan material minim Rp3,5 juta per meter persegi. Tipe 21 m2 sekitar Rp70-75 jutaan. Kadang biaya itu belum termasuk jasa tukang Rp100-150 ribu per hari. Jelas produk kami jauh lebih irit,” papar Stephanus Koeswandi.
Material Domus terbuat dari galvanis dengan taburan Zinc 180 gram/m2, sehingga diklaim awet dalam jangka panjang, baik untuk area luar (outdoor) maupun dalam (indoor). 


Dua Produk Terbaru

Ada dua produk terbaru yang disebutkan oleh Pak Stephanus, yakni:
  • 1. BKC (Bangunan Kuat Cepat) 
BKC ini merupakan bangunan konstruksi baja modern dengan konsep light pre-engineered building (Light PEB), yakni hasil dari perpaduan struktur cold-form galvanised steel dengan penggunaan material berkualitas tinggi dan dengan sistem pemasangan yang efektif serta efisien, sehingga menghasilkan bangunan yang kuat dan cepat dalam proses pembangunannya. 

Beberapa keunggulan dari BKC, diantaranya:
*Hemat biaya total konstruksi
*Bangunan rapi dan bersih
*Pelaksanaan lebih cepat dan lebih aman
*Bangunan dapat difungsikan segera
*Bebas Maintenance

Selain itu, desain bangunan BKC ini didukung dengan program software yang telah teruji dan mampu mengakomodasi berbagai kebutuhan konsumen. Penggunaan baja lapis galvanis tegangan tarik tinggi (hi-ten) untuk seluruh struktur bajanya serta pilihan yang luas untuk penutup atap dan dinding dari baja lapis Zincalume memungkinkan umur pakai bangunan yang panjang serta ekonomis. Dengan konstruksi yang ringan namun juga kuat, sehingga total biaya proyek yang dikeluarkan dapat ditekan karena tidak membutuhkan ukuran pondasi yang besar seperti konstruksi baja konvensional pada umumnya serta dapat menghemat biaya lainnya.

Range Bangunan BKC
  • Jarak bentangan : ~35 Meter (Tanpa kolom tengah) 
  • Sistem: Single atau Multigables, Single beam atau sistem truss. 
  • Tinggi: ~ 7 Meter. 
  • Jarak Portal: 7 Meter
  • Kemiringan atap: 5°, 10°, 15°, 20°, dan 25°

  • 2. TATABUILDER
Bangunan baja pra-rekayasa merupakan solusi optimal untuk yang ingin membangun bangunan yang memiliki bentangan besar, seperti airport, pelabuhan, gudang, pabrik, bengkel, workshop dan lainnya. Selain itu, rangka bangunan dan komponen lainnya telah dirancang sejak awal dan diproduksi di pabrik sesuai dengan kebutuhan untuk kemudian dirakit atau dipasang di lokasi yang diinginkan.

Beberapa keuntungan Tata Builder, diantaranya:
  • Material sudah diperhitungkan pemasangannya sehingga siap pakai dan sangat mengurangi kebutuhan pemakaian bekisting, penutup maupun perancah.
  • Waktu konstruksi berkurang dan bangunan dapat diselesaikan lebih cepat sehingga emungkinkan lebih cepat pengembalian modal yang diinvestasikan sebelumnya.
  • Lebih sedikit limbah
  • Bahan canggih seperti komposit berstruktur sandwich dapat dengan mudah digunakan, meningkatkan isolasi termal, suara, dan sesak udara.

Nah, bagi yang ingin melihat pamerannya langsung, tentu saja bisa datang ke JIExpo Kemayoran karena pameran ini akan berlangsung dari tanggal 6-8 November 2019


Jadi, jangan sampai ketinggalan. Sebab, pada pameran ini juga diadakan kompetisi Keterampilan Konstruksi Indonesia loh! Waah, kira-kira siapa ya yang menang? Saya ikut kepo nih!

Auto Post Signature