Kekacauan Pernikahan Karena Mantan di Film Temen Kondangan

Sunday, January 26, 2020

Pernah melihat kekacauan di sebuah pernikahan? Saya pernah, di televisi. Namun, melihat secara langsung belum pernah. Pasti nggak kebayang rasanya seperti apa kalau pesta pernikahan jadi kacau gara-gara mantan. Nah loh😅. 

Itulah yang terjadi di pesta pernikahannya Deni (Yang diperankan oleh Samuel Rizal) dengan Fitri (Diperankan oleh Olivia Jensen), akibat Deni mengundang sang mantan pacar, Putri (Diperankan oleh Prisia Nasution) yang saya saksikan saat Prescreening Film Temen Kondangan pada 24 Januari 2020 lalu, bersama teman-teman ISB (Indonesian Social Blogpreneur) di CGF Grand Indonesia Keseruan film "Temen Kondangan" ini juga karena kekokacan pemain-pemain lainnya, yakni Galih (Diperankan oleh Gading Marten), Yusuf (Diperankan oleh Reza Nangin), Juna (Diperankan oleh Kevin Julio), Bpk. Suhandono (Oleh Izur Mukhtar), Pipit (Oleh Ica "Pipit") dan Murad (oleh Deny Firdaus "Murad") dan juga oleh aktor-aktor senior seperti Diah Permata Sari (Sebagai Mama dari Fitri), Febi Febiola (Sebagai Mama Deni) dan lainnya. 

Tentang Film Temen Kondangan 


Sebenarnya Film Temen Kondangan ini terinspirasi dari kejadian-kejadian yang begitu dekat dengan kehidupan saat ini, dimana kerap kita saksikan pernikahan-pernikahan yang menyisakan kesedihan karena ditinggal merid oleh sang mantan, padahal mungkin lagi sayang-sayangnya. Bahkan beberapa waktu lalu pernah heboh soal kata "Jagain Jodoh Orang". Ya namanya jodoh, kita nggak pernah tau akan berakhir seperti apa. Bisa berakhir ke pelaminan, bisa juga berakhir menjadi kesedihan berkepanjangan. Tapi coba deh move on dan temukan cinta yang baru. 

Film yang digarap oleh sutradara Iip Sariful Hanan ini lokasi syutingnya di kawasan Danau Lido, Sukabumi - Jawa Barat yang isi ceritanya sangat kocak, bergenre komedi sehingga tidak bosan mengikuti alur ceritanya sampai habis. 

Kisah ini bermula saat Putri yang merupakan selebgram diundang ke acara pernikahan sang mantan, yakni Deni. Karena status selebgram tersebut, membuat Putri selalu dipertanyakan oleh netizennya, tentang apakah Putri akan datang ke nikahan mantannya dengan gebetan baru, atau tidak datang sama sekali karena Putri belum bisa move on. Tentu saja untuk menjaga image seorang selebram dan bahwa ia sudah move on, Putri memutuskan untuk datang. Tapi, mendadak Putri menghadapi kegalauannya. Ia bingung mesti datang dengan siapa, sebab ia tidak mau disindir oleh teman-temannya, bahkan hal tersebut dapat menjatuhkan harga dirinya sebagai selebram. 

Putri pun mencari ide, konsultasi dengan asistennya, Sari (Diperankan oleh Chika Waode), yang akhirnya menyarankan Putri agar mencari teman untuk datang ke kondangan tersebut, bila perlu dengan orang yang tidak dikenal sama sekali. Putri mencoba mencari pria yang dimaksud, belum ditemukan, hingga akhirnya Sari mempromosikan sepupu kandungnya, Juna. Namun sayang, saat dihubungi, Juna tidak ada respon sama sekali. Tiba-tiba Pak Galih datang dan Putri menawarkan untuk menemaninya ke kondangan sambil bercanda dan dijawab dengan Pak Galih dengan candaan yang sama "Oke, kita datang sama-sama. Saya pakai jas merah, dan kamu (Putri) pakai pakaian putih!" 

Masih dihadapi rasa dilema, Putri menemukan ide untuk mengajak Yusuf (teman semasa SMA) yang bertemu di sebuah kafe untuk ke kondangan tersebut, Yusuf mengiyakan. Namun, saat tiba di lokasi pernikahan tiba-tiba Pak Galih dan Juna datang. Hingga pesta pernikahan yang harusnya berjalan lancar, semua malah ambyar. Kejadian demi kejadian terjadi, hingga satu persatu sebuah fakta terungkap, mulai dari Pak Galih yang melamar Putri, dan Yusuf yang ternyata juga mendambakan Putri dan fakta lainnya yang menyangkut dengan Fitri. 


Kira-kira fakta apa sajakah itu? Dan, apakah berhasil salah satu diantara pria yang mencoba mendekati Putri meraih hatinya? Semua jawaban dapat kalian temukan di seluruh Bioskop pada tanggal 30 Januari 2020.

Pelajaran Berharga dari Novel Berjudul Ting

Thursday, January 23, 2020

Apa yang akan kamu lakukan saat menghadapi tekanan, hinaan, dan hujatan? Hanya berdiam diri lalu menyalahkan takdir? Atau berusaha keras untuk mengubah segalanya agar lebih baik? Tentunya keputusan ada di tangan kita masing-masing. Hal itulah yang dirasakan oleh sosok Ting seorang laki-laki yang mencoba tegar, kuat dan tabah dalam menghadapi masalah. 

Memang, tidak semua orang dapat menghadapi masalahnya dengan sabar, kemudian bertekad untuk mengubahnya menjadi lebih baik. Padahal, jika ada keinginan mengubah tersebut tertanam dalam dirinya, maka yang tidak mungkin bisa saja menjadi mungkin, sebagaimana yang dialami oleh Ting. 


Siapakah Ting?  

Diantara teman-teman pastinya penasaran siapa si Ting ini. Ting ini sebenarnya nama rekaan seorang anak laki-laki, yang diangkat dari kisah nyata kehidupan seorang anak dari keluarga yang mengalami jatuh bangun dalam hidupnya. 

Cerita di dalam novel ini diawali dengan kisah kenalan Ting yang kerap mendapat hukuman dari sang Ibu, dimana hukuman tersebut Ting dimasukkan ke dalam tong sampah. Sebenarnya tujuan si Ibu hanya ingin membuat anaknya (Ting) jera agar tidak nakal lagi, namun hukuman tersebut justru berdampak fatal yang menorehkan luka di hati Ting. Hinga menganggap jika Ibunya tidak sayang padanya, hingga akhirnya ia menganggap dirinya adalah "anak sampah". 



Kisah yang berlatar mengenai kehidupan sederhana keluarga Susilo atau yang lebih dikenal Asui di Surabaya ini sangat cocok dibaca oleh keluarga. Agar dari sini dapat belajar cara menghadapi seorang anak, cara agar dapat membangun hubungan baik dengan anak, dan tentang kebaikan-kebaikan yang mestinya dilakukan yang dapat diterapkan oleh sang anak. 

Meskipun Ting tumbuh dalam kesulitan hidup, akan tetapi kasih sayang dan kebaikan hati ayahnya menjadi petunjuk bagi hidupnya. Hingga kemudian sang Ayah meninggal yang akhirnya menjadi titik balik kehidupan Ting, ia harus tinggal bersama keluarga besar mendiang Ayahnya dan harus menerima perlakuan demi perlakuan yang tidak pantas untuk seorang anak seusianya, hingga membentuk karakter Ting menjadi manusia berhati penuh amarah dan dendam. Namun, Tuhan berkehendak lain, meskipun hidup di lingkungan yang keras, namun hati Ting tetap lembut sebab ia juga dikelilingi oleh orang-orang yang tulus serta berhati lembut.  


Tapi, lambat laun, keadaan semakin berubah. Hingga suatu ketika nyawa Ting terancam. Tidak hanya itu saja, Ibunya pun menjadi gila akibat hidupnya selalu dalam siksaan fisik serta ancaman yang diterimanya. Ting kemudian terpaksa menggelandang dan hidup di terminal bus bersama para anak jalanan, putus sekolah, bahkan Ting juga pernah makan dari makanan sisa di piring-piring pengunjung kantin. 



Namun, siapa sangka jika akhirnya hidup Ting menjadi lebih baik. Siapakah sosok yang telah menunjukkan jalan kebaikan kepada hati Ting, sebuah hati yang telah terlanjur dipenuhi oleh amarah dan juga dendam? Teman-teman dapat membacanya langsung dari novel berjudul Ting yang telah tersebar di  Gramedia dan toko-toko buku terdekat di kota kalian.

Menjadi Ibu Cerdas dengan Menggunakan Bright Gas

Wednesday, January 22, 2020

Halo, Moms! Sudah masak apa aja nih hari ini? Saya alhamdulillah sudah masak tumis ayam labu, godok goreng dan juga tumis sayur. By the way, kalau ngomongin soal masak, pastinya nggak jauh-jauh dari peralatan memasak seperti panci, kuali, kompor. Tapi yang paling utama bagi Saya adalah gas. Sebab, produk apapun yang kita gunakan untuk keluarga pasti inginnya yang terbaik, termasuk soal gas.

Balik ke persoalan gas, dari pengalaman Saya beberapa bulan lalu pernah merasa ditipu (sebenarnya ini karena nggak mau su'udzon aja), karena gas yang Saya beli tidak seperti biasanya, cepat habis, dan mengkhawatirkan karena tabungnya rata-rata jelek. Tapi, karena rasa khawatir yang tinggi akibat tabung gas yang tersisa jelek, akhirnya Saya meminta suami untuk membelikan di warung lain meskipun cukup jauh 😑.  

Tidak hanya Saya saja yang pernah tertipu saat beli gas, nyatanya beberapa teman (Ibu-ibu) juga pernah mengalami hal yang sama, dimana belum lama membeli gas tau-tau gas tersebut cepat habis. Jadi besar pengeluaran hanya buat membeli gas aja. Sedih 😑. Dan, satu hal yang membuat Saya hingga sekarang tidak berani memasang gas sendiri, yakni karena  takut bocor, karena pernah sekali Saya mencoba memasang, tidak lama tiba-tiba aroma gas begitu kencang kecium dan ternyata bocor. Duh, untung suami ada di rumah, bisa langsung dia ikut mengecek

Tapi, alhamdulillah sekarang Moms nggak perlu takut tertipu lagi nih, karena sudah ada Bright Gas yang menjadi pilihan Bunda cerdas. 


Alasan Memilih Bright Gas

Diantara Moms pasti bertanya-tanya alasan Saya memilih Bright Gas! Jadi, beberapa waktu yang lalu Kamis (19 Desember) Saya bersama Moms dari Komunitas Mom Blogger Community menghadiri Event Pertamina dengan tema #KelihatanCerdasnya Bersama Bright Gas di Aston Hotel Kuningan. 

Bright Gas ini tentunya memiliki beberapa keunggulan serta beberapa fitur yang membuat gas tersebut jadi lebih berkualitas dan terjamin mutunya. Diantaranya:
  • Terdapat Hologram pada segel yang dapat berubah warna, dimana Hologram tersebut bergambar logo Pertamina, Bright Gas, dan ELPIJI. 
  • Terdapat QR Code yang bisa Kita scan/ memindai menggunakan smartphone (download terlebih dulu aplikasi Scan QR-Qode) untuk mengetahui dimana lokasi tabung tersebut diisi.
  • Terdapat segel Bright Gas yang berwarna putih, dalam posisi yang tidak mudah lepas ataupun rusak. 



Nah, jadi apabila segel tersebut rusak, maka lebih baik jangan diterima. Pada acara tersebut juga menghadirkan beberapa orang narasumber, yakni: 
  • Mbak Kinan, selaku Perwakilan dari Bright Gas Pertamina.
  • Pak Sulaiman, agen Bright Gas.
  • Chef Deni yang demo memasak dengan menggunakan Bright Gas. 


Pada kesempatannya, Mbak Kinan selaku Perwakilan dari Bright Gas Pertamina menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada semua Moms yang sudah hadir ke event tersebut, dan menyampaikan jika pada Bright Gas telah dilengkapi dengan fitur yang berfungsi untuk menjaga LPG agar tidak bocor, sebab memiliki 2 Valve/ Katub. Sehingga, membuat Moms yang biasanya takut bersentuhan dengan gas menjadi lebih aman dalam penggunaannya, terlebih lagi jika harus memasang gas sendiri.

Oiya, Moms. Dalam pemasangan LPG, penting banget untuk memperhatikan beberapa hal berikut ya, agar aman dan nyaman dalam penggunaannya, diantaranya:
  • Pastikan sirkulasi udara di dapur/ ruang tempat memasak dalam keadaan baik. 
  • Saat pemasangan, pastikan jika kompor sudah dalam keadaan mati. 
  • Cek regulator dan pastikan telah terpasang dengan baik.
  • Pastikan tidak ada bunyi desis atau bau khas LPG saat pemasangan.
  • Apabila tabung bermasalah, jangan coba-coba untuk mencongkel ataupun mencolok ujung tabung karena berbahaya.

Selanjutnya, demo pemasangan Bright Gas oleh Pak Sulaiman. Saat tutorial, terlihat mudah dan tidak mengkhawatirkan. Pak Sulaiman juga menjelaskan mengenai fitur-fitur yang telah disebutkan oleh Bu Kinan sebelumnya. Bright Gas 5,5kg dilengkapi dengan Extra Protection dari Double Spindle Valve System (DSVS) sehingga lebih aman, extra easy kalau mau isi ulang saat kehabisan gas. Nah, teknologi DSVS ini berfungsi untuk menjaga gas LPG agar tidak bocor. Namun, apabila salah satu katub bocor, masih ada satu katub yang menahan gas bocor sehingga dua kali lebih aman daripada LPG lainnya.



Tidak hanya itu saja, Bright Gas juga dilengkapi dengan Safety Valve yang berfungsi untuk mengeluarkan tekanan gas secara perlahan bila tekanan dalam tabung terlalu tinggi. Hal ini tentu saja dapat mengurangi resiko terjadinya ledakan tabung yang menyebabkan kebakaran. Alhamdulillah banget ya, Moms. 

Next, demo memasak oleh Chef Deni yang ditemani oleh Ibundanya. Chef Deni memasak makanan ala rumahan yang biasa dimasak oleh Ibundanya yang merupakan makanan kesukaan Chef Deni. Kalau Moms lihat, pasti ngiler banget! Sembari memasak, Chef Deni menyampaikan jika ia merasakan kenyamanan dan keamanan saat memasak menggunakan bright gas.




"Nggak ada rasa khawatir bakalan terjadi kebocoran pada tabung ataupun hal-hal buruk lainnya" cerita Chef Deni. 

Nah, Chef Deni aja pakai Bright Gas, masa Moms enggak! Yuk, Moms jadi cerdas dengan beralih ke Bright Gas!

Mawar Merah Buat Bunda Sebagai Tanda Cinta

Saturday, January 18, 2020

"Kasih Ibu kepada beta, tak terhingga sepanjang masa. Hanya memberi, tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia". 

Sepenggal lirik lagu di atas menjadi lagu favorit Saya sejak dulu, bahkan hingga sekarang pun Saya sering menyanyikannya disaat rindu pada Ibu yang jauh di Bengkulu. Sejak menikah, Saya ikut suami merantau ke Jakarta, dan tentu saja jauh dari Ibu tercinta. Pulang pun tidak bisa setiap waktu, kadang setahun sekali bahkan pernah hampir menjadi Bang Toyib, yang pulangnya hampir tiga tahun sekali 😬. 

Tapi, beruntungnya di era digitalisasi seperti sekarang ini, Saya bisa langsung menelpon Ibu, meskipun jarak kami terpisah cukup jauh (Depok-Bengkulu) dan meski hanya  saling bertanya kabar. Sehingga, rindu yang ada, tidak terlalu membelenggu. Hehe... 

Saya ingat betul, dulu, saat beberapa bulan Saya bekerja dan menerima gaji dari pekerjaan tersebut, Saya pernah menawarkan kepada Ibu mengenai barang apa yang ingin beliau beli, dan biar Saya yang akan membayar barang tersebut. Namun, Ibu menolak, menyarankan agar uang tersebut lebih baik ditabung untuk keperluan Saya di masa mendatang. Hingga kemudian setelah Saya menikah pun, beliau tidak meminta apa-apa saat ditawarkan. Sebagai anak, tentu saja Saya ingin sesekali memberikan kado terindah untuknya, ya meskipun bukanlah kado mahal namun tentu saja menjadi kado yang spesial untuknya. Apalagi di tahun ini (Juni 2020) beliau berulang tahun yang ke-53. Dan, tentu saja Saya tidak ingin melewatkannya. 

Meskipun hanya kado biasa, namun Saya berharap kado yang Saya berikan tersebut berkesan untuknya, untuk seorang Ibu yang telah berjuang selama membesarkan Saya dan juga kedua adik Saya. Yang tak pernah memperlihatkan raut wajah lelah ketika mendengar rengekan Saya ketika kecil, bahkan tak pernah mau menyusahkan ketika Saya dan saudara-saudara Saya sama-sama telah dewasa, telah bekerja dan bahkan telah berkeluarga. 


Kado Bunga Untuk Bunda Tercinta 


Beberapa waktu lalu, Saya berkeliling Mall di Central Park. Cukup jauh, namun karena kebetulan Saya menghadiri acara launching novel di sana, akhirnya Saya dan suami menyempatkan menjelajahi Mall, mencari kira-kira kado apa yang bisa Saya berikan untuk Ibu nun jauh disana. "Ntar dipaketin aja kadonya!" Pikirku ringkas. 

Cukup melelahkan mencari kado yang sekiranya tepat untuk diberikan,  sebab setiap kado tentunya memiliki makna tersendiri, entah itu dari jenis kado ataupun warna dari kado tersebut. Sebab, jika sala memilih kado, bisa-bisa yang menerima malah jadi salah paham. Seperti misalnya ketika kita ingin memberi kado bunga buat pacar, tentu saja pemilihan warna harus tepat, jangan malah memberinya bunga yang ternyata biasa diberikan untuk orang berkabung, kan lucu 😂. 

Setelah cukup lama mencari-cari kado yang sesuai, tiba-tiba mataku kecantol pada salah satu rangkaian bunga mawar merah nan indah di Mall tersebut. "Ibu pasti senang menerima kado bunga ini!" Pikirku lagi. Apalagi mawar merah sebagai simbol cinta. Cinta kan tidak hanya dapat disampaikan kepada pasangan saja, akan tetapi simbol rasa cinta pun dapat diberikan untuk orangtua. Tapi, mendadak jadi galau, berpikir jikalau bunga tersebut dikirim dari sini (Jakarta), bisa-bisa sesampainya (Bengkulu) bunganya malah ambyar. Bingung lagi deh

Diantara teman-teman pasti sudah tidak asing dengan bunga mawar merah, yang sejak dulu sudah dijadikan sebagi simbol tanda cinta. Dari yang Saya kutip, menyebutkan jika secara umum bunga mawar digolongkan ke dalam tiga kelompok besar, yakni wild rose, modern garden rose dan old garden rose, dimana setiap kelompok memiliki ciri khasnya masing-masing, diantaranya:
  • Wild Rose (Bunga Mawar Liar)
  • Modern Garden Rose (Bunga Mawar Taman Modern)
  • Old Garden Rose (Bunga Mawar Taman Kuno)
  • Mawar Musk
  • Mawar Kubis
  • Mawar Eden
  • Mawar Sunsprite
  • Mawar Double Delight

Namun, teman-teman juga perlu tahu jika ternyata bunga yang memiliki Kingdom Plantae ini berasal dari dataran Timur Tengah, Cina dan Eropa Timur. Dan, kerennya lagi, mawar telah berusia 35 tahun menurut bukti fosil, sebagaimana yang Saya kutip dari https://workamerica.com/bunga-mawar. Ternyata usia mawar lebih tua dari usiaku, hehee... Dan, pastinya eru banget ya, jika bisa memberikan bunga buat Ibu tercinta. 


#FlowerAdvisor Pilihan Cinta Untuk yang Tercinta 

Beruntung banget, beberapa hari lalu Saya mendapat info dari teman, jika saat ini telah hadir #FlowerAdvisor yang bisa dijadikan solusi dalam mencari bunga yang diinginkan, termasuk Bunga Mawar Merah. Sehingga untuk pemesanan, Saya bisa tinggal masuk ke web FlowerAdvisor dengan menggunakan smartphone, kemudian cari deh bunga mawar merah yang Saya inginkan. Dan, bunga yang dipesan pun akan segera dikirimkan ke tempat tujuan tanpa ambyar yang pernah Saya takutkan. 

Oiya, kalian juga bisa memesan bunga apapun sesuai selera loh, seperti bunga tulip, bunga lili, bunga anggrek dan beragam bunga lainnya. Apalagi nih, bulan yang digadang-gadang sebagai bulan kasih sayang sudah di depan mata. Waktunya sangat tepat untuk kalian yang ingin memberikan Buket Bunga Valentine. Namun, bulan apapun itu, kasih sayang tetaplah dapat kita berikan kepada orang-orang tersayang, entah itu pada saudara, suami, orangtua, mertua, bahkan pada teman kerja. Sebab, Tuhan menciptakan kita sebagai makhluk sosial, makhluk yang harusnya berkasih sayang, bukan malah saling memecahkan.  

"Hmm... Rate bunga di FlowerAdvisor pasti melangit?

Tenang aja gaes, harganya sesuai kok dengan hasil rangkaian bunga yang akan kalian dapatkan, jadi Insyaa Allah nggak akan mengecewakan. Apalagi buat kalian yang punya rencana ingin memberikan kado terindah untuk pasangan, #FlowerAdvisor tepat banget menjadi pilihan. Karena, tidak hanya banyaknya beragam bunga yang mereka ditawarkan,  akan tetapi juga beragam percel yang bisa kita pesan dan dapat disesuaikan dengan momen yang berlangsung saat itu. 


Langkah Mudah Melakukan Pemesanan di Flower Advisor

Nah, jika teman-teman sudah cocok dengan jenis bunga yang diinginkan, kalian bisa langsung masuk ke web #FlowerAdvisor, lalu mendaftar, tentunya agar teman-teman bisa Log In pada web tersebut. Nah, dengan menjadi anggota/ member terdaftar, teman-teman bisa saja dapat penawaran-penawaran menarik dari #FlowerAdvisor tersebut. Nah, saat  teman-teman mengisi data ketika mendaftar, jangan sampai salah isi data ya 😁, biar nggak eror.

Next, setelah terdaftar teman-teman langsung klik bunga yang ingin dipesan, lalu klik kolom "Biaya Pengiriman" agar dapat diketahui berapa jumlah total keseluruhan biaya yang mesti teman-teman bayar (Harga bunga + Ongkir). Untuk biaya pengiriman kisaran Rp. 50.000 hingga Rp. 150.000, namun bisa GRATIS ongkos kirim loh buat wilayah tertentu (teman-teman bisa cek websitenya langsung). Waaah, asik banget yaaa! Beragam keuntungan yang didapat.

Jika teman-teman sudah memilih, langsung klik "Beli Sekarang" kemudian isi Form Pembayaran dengan data lengkap. Nah, pengisian data jangan sampai keliru ya. Untuk proses pembayarannya sendiri, teman-teman bisa transfer melalui Virtual Account, Kartu kredit, OVO maupun Gopay, LinkAja hingga melalui Alfamart. Teman-teman bebas mau pilih transfernya kemana, asal jangan ke rekening Saya aja, ntar bunga pesanannya bisa nggak sampai-sampai, haha... 

Jika teman-teman sudah memilih mau pesan bunga yang mana dan cocok juga dengan harganya, segera infokan dengan konfirmasi pembayaran, agar admin FlowerAdvisor segera memproses pesanan teman-teman. Sebab, jika tidak konfirmasi, maka teman-teman dianggap tidak atau belum jadi membeli. Daaan, toko bunga lokal #FlowerAdvisor siap mengirimkan pesanan teman-teman pada tanggal yang diminta (untuk tanggal pengiriman pesanan bisa teman-teman setting sesuai keinginan). Sehingga, kita bisa memberi kado untuk yang tersayang dan juga tetap dapat merasakan me-time di rumah bersama keluarga tanpa harus disibukkan dengan pencarian bunga ataupun parsel kado yang diinginkan, karena di web FlowerAdvisor semuanya komplit dan tentunya dengan penawaran harga yang sangat bersahabat. 

Nah, buat teman-teman yang masih penasaran dengan #FlowerAdvisor ini, dan berminat juga berkirim-kirim kado, kaliam bisa cek ke web maupun media sosialnya www.floweradvisor.co.id 
Facebook: FlowerAdvisorID 
Instagram : @floweradvisorid 
Twitter: @FlowerAdvisor 


 Berikan Mawar Merah Sebagai Tanda Cinta Buat yang Tercinta.

Darurat Membaca! Yuk, Ikut Gerakan 1 Bulan 1 Buku

Wednesday, January 8, 2020

Seperti yang telah diketahui, membaca merupakan kegiatan yang tidak semua orang menggemarinya. Bahkan di Indonesia pun, bisa dilihat di berbagai sosial media, banyak sekali bukti bahwa masyarakat kita kurang membaca sehingga sering kali menimbulkan salah persepsi.

Menurut Saya, membaca buku itu perlu dipaksakan sehingga dapat menumbuhkan kebiasaan membaca. Sebab, dengan membaca dapat membuka jendela dunia. Namun, yang menjadi pertanyaannya, bagaimana cara melakukannya? Berikut beberapa tips yang bisa teman-teman terapkan.


  • Cukup Membeli Satu Buku Setiap Satu Bulan
Agar Kita fokus menyelesaikan tantangan membaca satu bulan satu buku, maka ada baiknya cukup membeli satu buku saja dalam satu bulan dan memasang target bahwa harus bisa menyelesaikan membacanya dalam satu bulan. Sebab, membeli buku terlalu banyak dalam satu bulan hanya  akan membuat Kita bingung harus memulai dari mana. Sebagai permulaan, teman-teman bisa mencoba dengan genre buku yang disukai.



  • Ciptakan Suasana yang Tenang
Beberapa orang mungkin lebih nyaman dan senang apabila membaca di tempat yang lebih tenang, yang dapat memberikan efek pemahaman yang lebih baik. Untuk itu, apabila teman-teman termasuk tipe orang yang seperti itu, siapkan suasana yang tenang selama durasi membaca. Namun, apabila tidak terlalu menyukai kesunyian, Kita juga bisa menggunakan musik lembut untuk menemani sesi membaca.

  • Jadikan Rutinitas.
Agar terbiasa membaca, ada baiknya menjadikan kegiatan ini menjadi salah satu rutinitas penting. Luangkan waktu selama minimal 30 menit untuk membaca. Teman-teman bisa membuat pengingat untuk membaca di smartphone, selain itu juga bisa menyesuaikan waktu luang yang dimiliki untuk membaca, misal saat setelah makan malam, istirahat di kantor dan hari libur. Paling tidak, dalam satu hari Kita membaca satu halaman.

  • Matikan Semua Alat Elektronik
Nah, siapa nih yang masih terpengaruh dengan alat elektronik seperti Smartphone? Sayaaa 😁. Teman-teman yang tidak terbiasa membaca, tentu akan merasakan banyak sekali gangguan, misal seperti smartphone dan televisi. Untuk antisipasinya, maka ada baiknya matikan atau jauhi semua perangkat elektronik yang memiliki potensi untuk mengganggu kegiatan membaca tersebut.

  • Bawa Buku ke Mana Saja.
Mungkin hal ini akan sedikit memberatkan, namun inilah cara paling efektif sebagai pengingat untuk terus membaca buku. Atau teman-teman juga bisa membawa buku ketika akan berangkat kerja, saat mengantri membeli obat dan kemana saja, sehingga buku tadi bisa dibaca saat jam istirahat kerja ataupun sedang mengantri dan kegiatan lain sebagainya. Dengan cara ini, tentunya akan lebih sering membaca buku daripada mengecek sosial media.


Nah, itulah beberapa cara efektif untuk menyelesaikan tantangan satu bulan satu buku. Jika dibiasakan tentu saja membaca buku tidak akan terasa memberatkan. Justru sebaliknya, teman-teman akan merindukan buku bacaan. Selamat mencoba!!

Auto Post Signature