Pentingnya Mempersiapkan Dana Pendidikan Anak Sedini Mungkin

Thursday, August 15, 2019

Halo Moms, pernah kah terpikirkan untuk mempersiapkan dana pendidikan anak sedini mungkin? Atau masih bingung mau memulai mempersiapkan dana pendidikan anak? Tentunya beragam cara akan dilakukan agar kita bisa memperoleh dana untuk persiapan pendidikan anak, entah itu membuka usaha kecil-kecilan ataupun bahkan dengan mencari pinjaman KTA di beberapa tempat. Sebagai orang tua baru, tentunya kita akan menghadapi kesulitan tersebut, terlebih bagi orang yang masih awam dengan finansial, so pasti bakalan terasa ribet. 

Dana pendidikan pada hakikatnya akan terasa berat dipersiapkan jika tidak dipersiapkan lebih awal. Seperti itulah yang pernah dialami ibu saat awal tahun memasukkan ku ke Sekolah Menengah Pertama. Bukan untuk membeli pakaian saja, mulai dari buku pelajaran, alat tulis, tas, sepatu, SPP dan perlengkapan sekolah lainnya mesti harus dipersiapkan, dan semuanya membutuhkan dana yang tidak sedikit. Untung saja tas sekolah dan sepatu saat Sekolah Dasar masih layak untuk dipakai, ya meskipun ada beberapa jahitan di sudutnya. Haha... Belum lagi adik perempuan yang saat itu sedang duduk di kelas 6 Sekolah Dasar, biayanya lebih banyak, karena akan mempersiapkan ujian. Dan terpaksa ibu mesti mencari pinjaman kesana kemari. 

Akan tetapi, seiring berkembangnya zaman, proses mendapatkan pinjaman sudah tak sesulit dulu, semuanya bisa dilakukan secara online, this help me a lot! Yang mana dalam memprosesnya bisa dimana saja dan kapan saja. Seperti halnya yang ditawarkan oleh Sequis, dimana kita dapat mempersiapkan pendidikan anak dengan beberapa jenis asuransi pendidikan yang dapat dipilih sesuai dengan keinginan dan kondisi. 

Jenis Asuransi Pendidikan by Sequis 

Setiap orang tua pastinya ingin memberikan pendidikan yang terbaik untuk buah hatinya, dengan bersama Sequis tentunya para orangtua dapat mempersiapkan masa depan anak dengan kepastian dana pendidikan, terlepas dari segala resiko kehidupan yang dapat muncul sewaktu-waktu. 

  • Asuransi Pendidikan TelePro Beasiswa Berjangka. 



Merupakan produk asuransi digunakan kombinasi yang tentunya memberi manfaat dana pendidikan (yakni dibayar sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan) serta manfaat perlindungan jiwa yang ditawarkan bagi nasabah BRI Britama. Usia masuk antara 18-45 tahun dengan masa pembayaran premi selama 8 tahun dan masa pertanggungan asuransi selama 18 tahun.

  • Asuransi Pendidikan Edu Plus. 



Merupakan produk kerjasama antara Sequis dan BRI, yang mana memberikan dana pendidikan secara terjadwal dan manfaat meninggal dunia. Usia masuk antara 18-50 tahun, dengan masa pembayaran premi selama 10 tahun dan masa pertanggungan asuransi selama 16 tahun.

  • Asuransi Pendidikan Sequis EduPlan Insurance. 



Merupakan produk asuransi yang menyediakan solusi perencanaan keuangan yang optimal untuk dana pendidikan sang buah hati. Kepastian akan ketersediaannya dana pendidikan bagi sang buah hati yang akan dibayarkan sesuai Tabel Dana Pendidikan Terjadwal dalam buku polis. Selain itu, fleksibilitas masa asuransi serta uang pertanggungan sesuai plan yang telah dipilih, serta masih banyak keunggulan lainnya.

  • Asuransi Pendidikan Sequis EduPlan. 



Merupakan program asuransi pendidikan yang memberikan jaminan serta kepastian akan tersedianya dana pendidikan/ dana tahapan multiguna ditambah dengan perlindungan jiwa dengan besar pembayaran premi sesuai pilihan. Selain itu, kita hanya cukup membayar selama 8 tahun telah dapat menikmati asuransi hingga 18 tahun. Menariknya, premi mulai dari Rp. 8.900 saja per harinya.

  • Asuransi Pendidikan Sequis Global EduPlan Insurance. 



Merupakan produk asuransi yang membantu merencanakan pendidikan terbaik hingga ke Luar Negeri. Menariknya, 100% uang pertanggungan akan dibayarkan apabila tertanggung meninggal dunia dalam masa pertanggungan asuransi, selain itu dapat digabungkan dengan beragam pilihan asuransi tambahan kecuali Dread Disease Long, Accident Death and Disablement Rider Long serta Accident Rider Long

Nah, bagaimana? Menarik bukan? Selain dapat menghemat waktu, kita pun juga dapat mempelajari beragam produk hanya dalam waktu singkat dan bahkan kita pun dapat membandingkan bahkan memilih mana yang paling dibutuhkan serta yang sesuai dengan kemampuan kita. 

Untuk info lebih lanjut mengenai beberapa jenis asuransi by Sequis ini, teman-teman bisa juga cek di web https://www.sequis.co.id/id/asuransi-jiwa/individu/asuransi-pendidikan

Semoga bermanfaat ya!

Melalui Komunitas Hidupkan Kembali Literasi

Wednesday, August 14, 2019

Berapa buku yang sudah teman-teman baca hari ini? Ataupun minggu ini? Bahkan, bulan ini? Miris memang, mengingat minat baca yang kian rendah di Indonesia. Padahal, sebagaimana quotes yang pernah saya baca "Bahwa dengan membaca, seseorang dapat membuka jendela dunia". 

Ngomong-ngomong soal membaca, beberapa waktu lalu, tepat di hari kedua acara Gramedia Writers and Readers Forum 2019 di Perpustakaan Nasional RI, saya mengikuti Talkshow bertema "Menghidupkan Karya Melalui Komunitas Literasi" oleh dua orang narasumber, yakni Kang Maman Suherman dan Kang Firman Venayaksa. Keduanya sepakat jika membaca itu tidak harus dipaksa. Mendengar sepenggal kalimat tersebut, Saya jadi ingat anak salah seorang teman, dimana ia terlalu memaksakan diri terhadap anaknya agar harus membaca bahkan banyak buku yang dibelikannya untuk anaknya tersebut, namun yang ada anak tersebut malah bosan dan enggan membaca. 



 "Dekatkan mereka dengan buku dan biarkan mereka membaca buku yang mereka sukai!" 

Bukan hanya untuk anak-anak saja, orang dewasa pun tidak semuanya suka membaca, maka hendaknya kita dekatkan mereka dengan buku agar kemudian perlahan mereka menyukai buku dan mau membacanya. Sebagaimana yang dipraktikkan oleh Kang Firman, dimana ia mengajak Komunitas Motor untuk dapat membangun literasi. Awalnya tentu saja ditolak oleh anggota komunitas tersebut, akan tetapi Kang Firman tidak patah semangat untuk terus berusaha. Kang Firman kemudian mengajak Komunitas Motor untuk melakukan touring, yakni mengantarkan buku ke daerah-daerah. Nah, melihat antusias masyarakat yang menerima buku tersebutlah akhirnya Komunitas Motor tertarik untuk ikut membaca buku, lalu mereka pulalah yang kemudian minta dipilihkan buku-buku seputar motor oleh Kang Firman. Dari sanalah, kemudian minat membaca anggota Komunitas Motor mulai timbul, karena mereka terbiasa membaca hingga kemudian menyukai dunia membaca.

"Buku tidak hanya untuk dibaca, namun juga harus dapat menghidupkan apa yang ada di sekelilingnya!" Terang Kang Maman. 

Terkadang, beberapa diantara kita buku hanya dianggap sebagai bahan bacaan saja, padahal dengan buku yang dibaca, seseorang bisa menjadi Enrichment, Empowerment dan Enlightment. Sebab, dengan membiasakan diri membaca buku, kita juga bisa jadi penulis dan berkarya.

Gundala Putra Petir oleh Abimana, Putri Ayudya, Danang dan Iman Syah Lubis, Gundala. 


Jujur, Saat melihat trailernya sekilas di televisi Saya mendadak penasaran, menerka-nerka jika film Barat ini bakalan seru. Ternyata, Gundala bukan film barat, namun film Tanah Air, Indonesia loh!! Saya terbilang bukanlah penyuka komik, sehingga saat Film Gundala ini akan tayang Saya tetap belum tahu jika Film tersebut diangkat dari cerita komik. 

FYI! Gundala Putra Petir ini ternyata merupakan komik yang telah ada dari 50 tahun lalu, yang merupakan karya Hasmi. Mantul banget yaa! Diantara teman-teman pasti ada yang berpikiran jika Gundala mirip super hero Luar Negeri, ya kan? Sama, awal pemikiran Saya, hehe...! Dan, ternyata Saya salah. FYI! Jadi, Gundala ini adalah sosok yang terinspirasi dari kisah di Tanah Jawa, sosok Ki Ageng Selo yang bisa menangkap petir. Nah, dari kisah itulah kemudian akhirnya Gundala Putra Petir diangkat menjadi cerita komik, lalu kemudian kini diangkat ke layar lebar.


Sebenarnya, Gundala ini bukanlah satu-satunya tokoh jagoan Indonesia, masih banyak tokoh jagoan lainnya. Nah, karena ingin menghidupkan kembali komik Indonesia inilah kemudian Iman Syah Lubis membangun Bumi Langit, yakni perusahaan Komik Indonesia tahun 2003 lalu. 


Penasaran kan, seperti apa keseruan film Gundala ini? Teman-teman bisa saksikan di Bioskop pada tanggal 29 Agustus 2019. Ajak keluarga dan teman-teman agar mereka ikut merasakan keseruan film Gundala!

Keseruan Hari Pertama Gramedia Writers and Readers Forum 2019

Tuesday, August 13, 2019

Hello, siapa nih yang minggu lalu ke Perpustakaan Nasional RI? Pastinya belum bisa move on ya dari keseruannya. Karena, selain bisa mengikuti Talkshow and Workshop dengan beragam tema, pengunjung juga dimanjakan dengan acara book bazar, musik performance, music review, editor's clinic dan Awarding gramedia shot film festival 2019. Acara Gramedia Writers and Readers Forum (GWRF) 2019 berlangsung selama tiga hari, yakni tanggal 2-4 Agustus 2019 di Gedung Perpustakaan Nasional RI berlokasi di Jalan Medan Merdeka Selatan No. 11 Jakarta. 


Sekilas Tentang Perpustakaan Nasional RI 

Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI sudah menjadi perpustakaan berskala Nasional, yang tidak hanya melayani anggota suatu perkumpulan ilmu pengetahuan tertentu namun juga melayani anggota masyarakat dari semua lapisan dan golongan. Akan tetapi, meskipun terbuka untuk umum, koleksinya bersifat tertutup dan tidak dipinjamkan untuk dibawa pulang. Perpusnas tidak hanya menjadi tempat koleksi buku semata, namun juga memiliki berbagai fasilitas lainnya seperti ruang teater, data center, layanan koleksi buku langka dan masih banyak lainnya yang info detailnya bisa teman-teman baca di Fasilitas Perpusnas. B



Beberapa Tema yang bisa diikuti saat acara Gramedia Writers and Readers Forum 2019. 

Selama tiga hari acara GWRF 2019 berlangsung, ada beberapa tema yang bisa diikuti setiap harinya dan setiap perjamnya, seperti berikut:

  • Hari Pertama. 

Jumat, 2 Agustus 2019 
-> Jam 14.00-15.30: Show your Creation with Social Media (Pemateri oleh Poppi Pertiwi, Luluk HF, Asabell Audida), Say No to Bullying (Oleh Maria Rahajeng, Elizabeth Rahajeng dan Meira Anastasia). 

-> Jam 16.00-17.30: Sastra Indonesia di Dunia (oleh Ayu Utami, dan Anya Rompas), Rhythm in Words (oleh Fiersa Besari) serta Kembalinya Komik Lokal Indonesia (Oleh Mice, Bumi Langit dan Faza Meonk).


  • Hari Kedua. 

Sabtu, 3 Agustus 2019
-> Jam 10.00-11.30: Impress Millennials with Your Story (oleh Alnira, Asriaci dan Bayu Permana), It's not Destination, It's a Journey (oleh Hendra FU, Trinity, dan Claudia Kaunang), Awarding Gramedia Short Film Festival (Oleh Maman Suherman, Sapardi Djoko Damono, Perdana Kartawiyudha, Pritagita Arianegara dan Yosef Adityo. 

-> Jam 13.30- 15.00: Find Your Character Style (oleh Annisa Nisfihani, Azizah Assattari), Menghidupkan Karya Melalui Komunitas Literasi (Oleh Maman Suherman, Firman Venakyaksa), serta Sometimes it Takes Two (oleh Rachel Amanda). 

-> Jam 15.30-17.00: The Closest Thing Around Us (oleh @kisahtanahjawa), The Sketches of Ideas (Oleh Naela Ali, Annisa Rizkana Rahmasari, serta Movie Talk: Gundala Putra Petir (oleh Abimana Aryasatya dan Imansyah Lubis.


  • Hari Ketiga. 

Minggu, 4 Agustus 2019. 
-> Jam 10.00-11.30: Ilustration: The Soul of Book (oleh Emte, Lala Bohang, dan Citra Marina, Antara Puisi dan Prosa (oleh Sapardi Djoko Damono, Yudhistira Massardi), dan Promote Your Love Story (oleh Valerie Patkar and Angga).

-> Jam 13.30-15.00 Faith That Leads (Oleh A. Fuadi), Cerita Tentang Keadilan (Oleh Sindhunata, Andi Tarigan), dan Berteman Lewat Bercerita (Oleh Rintik Sedu). 

-> Jam 15.30-17.00: A Poem That Will Speak to Your Soul (Aan Masyur, Adimas Immanuel), Perempuan, matematika dan Sastra (oleh Henny Triskaidekaman dan Rieke Saraswati). 


Tema Pertama di Hari Pertama 

Pada hari pertama, saya memilih dua tema, yakni Say No to Bullying oleh Maria Rahajeng, Elizabeth Rahajeng dan Meira Anastasia, dan tema kedua mengenai Rhythm in Words oleh Fiersa Besari. Ngomong-ngomong soal Bullying, apakah kita sudah mengoreksi diri sendiri? Bisa jadi kita bukan sebagai korban, namun ternyata kitalah pelaku Bullying tersebut! 


Bullying tidak hanya melalui dunia nyata, karena di era digital seperti sekarang ini bullying dapat terjadi melalui banyaknya platform media sosial yang pada akhirnya membentuk bullying cara baru, yakni Cyber Bully sebagaimana yang diungkapkan oleh Meira Anastasia, seorang penulis buku Imperfect. 
"Awal ide menulis buku berjudul Imperfect karena salah satu komentar negatif di media sosial yang Saya miliki" ungkap Meira. 

Bentuk dan metode tindakan intimidasi dunia maya itu sendiri beragam, dapat berupa pesan ancaman melalui surel, membuat situs web untuk menyebar fitnah dan mengolok-olok korban, mengunggah foto yang mempermalukan korban dan tindakan buruk lainnya yang membuat korban makin terpuruk. Begitupun yang diungkapkan oleh saudara kembar, Marie Rahajeng dan Elizabeth Rahajeng yang merupakan penulis buku berjudul Becoming Unstopable, yang mana bagi keduanya jika "Remind yourself that you can to this" Kita ini berharga, cantik, dan luar biasa. 

Siapapun pastinya pernah mendapat komentar negatif dari orang-orang di sekitarnya bahkan orang dekat sekalipun, entah dari teman, tetangga ataupun keluarga sendiri. Bahkan dari komentar tersebut seseorang bisa menjadi down, tanpa terkecuali Meira. Namun, seiring waktu Meira berusaha mengubah perasaan down tersebut hingga akhirnya ia bisa sukses seperti sekarang ini. Untuk melawan Cyber Bullying, ada beberapa hal yang bisa dilakukan, diantaranya: 

  • Jangan Terlalu Menanggapi Pelaku
Meskipun akan sulit untuk menahan diri agar tidak melawan, namun jika pelaku ditanggapi maka ia akan makin menjadi karena merasa 'umpannya' terpancing. 

  •  Bangun Kepercayaan Diri. 
Adakalanya seseorang akan berada di zona cemas, takut, bahkan sedih, namun penting diketahui jika percaya diri bisa dibangun maka tidak akan ada yang berani membully. 

  • Kumpulkan Bukti Kemudian Laporkan. 
Apabila sudah keterlaluan tindakan yang dilakukan oleh pelaku, maka kumpulkan semua barang bukti kemudian laporkan agar si pelaku jera. 


Rythm in Words oleh Fiersa Besari. 


Teman-teman pasti sudah nggak asing lagi dengan Fiersa Besari, seorang penulis serta musisi dan pembuat konten. Pada kesempatannya, Fiersa Besari menjelaskan alasannya menulis, yakni selain diingat orang, dengan menulis juga bisa menjadi pengingat diri sendiri. Akan tetapi, terkadang menulis bagi beberapa orang merupakan hal yang sulit, padahal bila dijalani maka kesulitan itu pun dapat teratasi. 
 "Mau mahir menulis, mulai aja dulu. Jangan menjadi editor bagi diri sendiri dan bila mentok ide maka tinggalkan saja dulu, kemudian memulainya lagi!" Jelas Fiersa Besari. 
Dari pengalaman menulisnya, Fiersa belajar dari penulis senior bernama Pidi Baiq, dimana ia melihat ayah Pidi Baiq terus menulis tanpa berhenti, bahkan ketika ada yang lewat di depannya pun kejadian tersebut beliau tuliskan juga. "Intinya terus menulis tanpa henti" 

Semoga info yang Saya share bermanfaat ya!

Gramedia Writers and Readers Forum Menampilkan 45 Penulis

Thursday, August 8, 2019

Alhamdulillah beberapa waktu lalu Saya berkesempatan untuk datang pada acara Talkshow di Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI - Jakarta. Saya mengikuti selama tiga hari tentunya dengan tema yang berbeda-beda, yang isinya bernas semua karena pada acara Gramedia Writers and Readers Forum 2019 ini Gramedia menghadirkan 45 penulis, baik senior maupun junior yang kualitas karyanya sudah tidak diragukan lagi. Nah, selama tiga hari kegiatan berlangsung, ada beberapa tema yang bisa Saya ikuti karena waktunya bersamaan. 

Acara yang diadakan oleh Gramedia dengan mengusung tema "Gramedia Writers and Readers Forum" merupakan salah satu upaya dalam mengajak masyarakat untuk lebih mencintai perpustakaan. Diharapkan dengan suksesnya acara ini berlangsung, maka makin banyak masyarakat yang mencintai buku lalu cinta membaca. 


Antara Puisi dan Prosa


Tema yang saya ikuti saat hari terakhir adalah bertema Antara Puisi dan Prosa oleh Sapardi Djoko Damono dan Yudhistira Massardi, Cerita Tentang Keadilan oleh Sindhunata dan Andi Tarigan, serta Padaempatannya, Pak Yudhistira memaparkan jika beliau pernah mengalami kesulitan saat awal membuat novel, sebab saat akan menuangkan ide membuat novel kemudian ia tulis, ternyata yang mengalir adalah puisi dan prosa. 

"Saya kemudian mencoba lagi untuk membuat novel, namun tulisan yang mengalir tetap saja puisi dan prosa meskipun telah mencoba berulang kali!" jelas Pak Yudhistira. 

Tidak hanya Pak Yudhistira, Pak Sapardi juga seorang penulis puisi dan prosa. Keduanya sepakat jika antara puisi dan prosa lebih enak menulis puisi, sebab prosa lebih banyak membutuhkan waktu dan prosesnya lebih panjang. 


Untuk mencari inspirasi, tentunya mudah didapatkan dimana saat sekarang ini sudah ada teknologi yang dapat membantu dalam mencari ide menulis tersebut, baik ide untuk menulis puisi maupun ide untuk menulis prosa. 
"Saya saja dulunya jika ingin mencari inspirasi tentunya dengan menggunting majalah ataupun koran. Berbeda dengan zaman sekarang, sudah ada teknologi yang bisa dimanfaatkan dan pastinya membantu, curi saja idenya kemudian kita tiru!" Jelas Pak Sapardi dengan mengenang.
Sementara soal inspirasi, baik Pak Sapardi dan Pak Yudhistira sepakat bahwa sekarang ini mencari inspirasi itu mudah. 



Pada sesi kedua saya mengikuti acara bertema "Cerita Tentang Keadilan oleh Sindhunata dan Andi Tarigan dan untuk sesi ketiga saya mengikuti Talkshow bertema "Perempuan, Matematika dan Sastra oleh Henny Triskaidekaman dan Rieke Saraswati". Semua tema yang Saya ikuti setiap harinya tentunya memberi kesan tersendiri, terlebih Saat ini saya sedang belajar menulis buku. 



Tentu saja kesemua tips dari para narasumber sangat bermanfaat buat saya dan orang-orang lainnya.

Tips Agar Perjalanan Menyenangkan Menuju Kerinci - Jambi

Wednesday, August 7, 2019



Alhamdulillah, akhirnya bisa mudik setelah tiga kali lebaran tiga kali puasa nggak pulang-pulang, udah kaya Babang Toyib πŸ˜…. Baru sempat pulang, ambil cuti sebulan. Jika sebelumnya Saya dan suami ambil rute ke Bandara Sultan Thaha - Jambi, kali ini rute Bandara Udara Internasional Minangkabau - Padang. 


Setiap pulang kampung rute yang ditempuh Bandara Soekarno-Hatta -> Bandara Jambi / Padang -> Bengkulu (Bandara Fatmawati). 
Pasti ada yang bertanya-tanya, mengapa mengambil rute ke Bengkulu? Mengapa nggak ke Padang lagi aja. 😁. Soalnya, Saya asli Bengkulu sedangkan suami Kerinci - Jambi, jadi kalau pulkam alias pulang kampung halaman kami mengambil rute seperti itu. Sebab, rumah Bengkulu tepat di belakang Bandara Fatmawati - Soekarno, sehingga lebih enak balik ke Jakarta kalau dekat bandara. 

Nah, buat teman-teman traveler ataupun yang pengen mencoba berwisata ke Kerinci, dan ingin menggunakan alat transportasi umum, semoga info yang akan saya share berikut bermanfaat yaaa! Ini Saya menceritakan rute tempuh dari rumah di Kampung Rumbut Kel. Pasir Gunung Selatan dan sekitarnya. 

Dari rumah, kami pesan grabcar menuju Terminal Kampung Rambutan. Alhamdulillah nggak macet parah, jadi perjalanan pun jadi menyenangkan. Tiba di Kampung Rambutan, teman-teman bisa langsung ke mobil Damri yang letaknya paling ujung atau juga bisa tanya ke bagian informasinya. 



Damri, tanggal 7 Agustus 2019 (saat Saya dan suami berangkat menuju bandara) ongkos dari Terminal Kampung Rambutan menuju Bandara Soekarno Hatta seharga Rp. 40.000/ orang. FYI! Untuk check-in, usahakan satu jam sebelum keberangkatan ya, agar nggak ketinggalan pesawat 😁. Nah, berat barang bawaan maksimal 7 kilo buat disimpan di bagasi pesawat. Kalau lebih, kita akan dikenakan biaya tambahan. 


Alhamdulillah, tidak ada halangan apapun, termasuk delay yang kadang membuat BeTe berlama-lama menunggu pesawat kita datang. Jam 12.45 kami dipersilakan masuk pesawat dan bersiap-siap, alhamdulillah kami sampai dengan selamat ke Bandar Udara Internasional Minangkabau - Padang, Jam 14.40 Wib. Buat teman-teman yang ingin sholat di bandara Minangkabau jangan khawatir, musola ada di sebelah kiri saat kita keluar dari bandara. Alhamdulillah banget kami menemukan transportasi yang akan berangkat, yakni Damri tujuan ke loket Safa marwa - Padang. Sehingga, tidak perlu berlama-lama menunggu. 


Ongkos Damri dari Bandara ke loket Safa Marwa Rp. 48.000 untuk dua orang. Alamat loket di Jl. S. Parman No. 204 Ulak Karang Utara. Buat teman-teman yang mau pesan kursi jauh-jauh hari, bisa menghubungi ke beberapa nomor berikut: Hp: 085263558899, 085263106060, 085375568484, 085274729099 (Tujuan Padang - Sungai Penuh, Kerinci - Jambi). 

Untuk transportasi (Padang ke Sungai Penuh ataupun Sungai Penuh ke Padang) kita bisa memilih dengan masing-masing ongkos berikut:
* Travel: Rp. 90.000 
* Inova: Rp. 120.000 
Atau bisa juga menggunakan transportasi Kerinci Wisata Ekspres (Jasa angkutan dan Pariwisata), atau dapat menghubungi ke nomor Hp: 085274775090, 085279294521.  

Rasanya tidak lengkap yaa jika jalan-jalan nggak beli oleh-oleh πŸ˜ƒ, kalian bisa beli kripik balado ataupun oleh-oleh khas Minang lainnya di Toko Bundo Kanduang Syariah loh, lokasinya tidak terlalu jauh dari lokasi Travel Safa Marwa, beralamat di Jl. S. Parman No. 228 Ulak Karang Padang






Alhamdulillah, akhirnya kami sampai di Sungai Medang, Kerinci - Jambi. Kami pulang kali ini tanpa pemberitahuan, Surprise buat keluarga 😁😊. 

Tips Agar Perjalanan Menyenangkan. 

Nah, bagian tips ini penting banget loh diperhatiin, agar perjalanan menyenangkan tanpa drama-drama😁. 

  • Bawa Kotak P3K. 

Penting dibawa, siapa tau bakal diperlukan.  

  • Power Bank, Flashdisk dan OTG. 

Karena perjalanannya cukup jauh dan mobil biasanya akan berhenti dua kali (ke pusat oleh-oleh dan warung makan), jadi power bank sangat diperlukan, agar handphone bisa standby aktif buat mengabadikan momen perjalanan dan kalau memori handphone penuh kalian bisa pindahkan foto maupun video ke flashdisk menggunakan OTG. 

  • Bawa Pakaian dan Hijab Seperlunya. 

Ini bagian yang tidak kalah penting, agar tidak ada pakaian yang hanya dibawa namun ternyata tidak dipakai. Soalnya Saya pernah mengalamiπŸ˜‚.

  • Bawa Selimut.

Karena Kerinci ini wilayahnya dingin, selimut penting dibawa, nggak perlu selimut tebal, cukup kain panjang aja hanya sekadar jaga-jaga kalau di mobil yang kita gunakan tidak menyediakan selimut.

  • Bawa Bekal dan Uang Secukupnya. 

Saya biasanya bawa bekal sendiri, selain lebih menghemat Saya juga nggak perlu khawatir soal kebersihan karena dimasak oleh Saya sendiri. Namun, jika teman-teman akan merasa kerepotan, bisa banget makan di warung makan karena mobil akan berhenti sekali di warung makan dan disana cukup bersih, dan harga pun terjangkau.

  • Bawa Pena dan Buku Saku. 

Pena dan buku perlu dibawa kalau-kalau diperlukan, tapi akan ada waktu tertentu kita akan membutuhkannya.

  • Perlengkapan.

Sikat Gigi, odol berukuran kecil, Pembersih Wajah, handuk kecil, bedak, skincare, lipstik, sisir, dan peralatan beauty lainnya yang memang diperlukan.

  • Tote Bag dan Kresek. 

Nah, kresek penting dibawa, berukuran kecil pun nggak apa-apa (Buat yang mabuk perjalanan) karena buat jaga-jaga kalau di transportasi yang ditumpangi sedang kehabisan kantong kresek. Dan, tote bag buat membawa oleh-oleh dan pakaian yang sekiranya kotor (sebagai wujud ikut mengurangi sampah plastik). 

Oiya, dalam waktu dekat akan ada banyak keseruan yang insyaa Allah akan Saya share di Blog maupun my youtube channel.

Transportasi Alternatif Gondangdia-Depok Saat Listrik Lumpuh Total

Monday, August 5, 2019

Jakarta, Minggu 4 Agustus 2019. Ini adalah kali pertama menjadi pengalaman Saya terjebak lumpuhnya listrik. Saat itu, Saya dan suami habis dari liputan acara Gramedia Writers & Readers Forum (GWRF) 2019 di Perpustakaan Nasional RI. Jika selama dua hari sebelumnya acara GWRF ini selesai hingga pukul 17.00 WIB atau 5 sore, hari terakhir itu sedikit dipercepat, 16.30 WIB. Awalnya, Saya bertanya-tanya, mengapa forum sedikit dipercepat, setelahnya baru saya ngeh, jika kemungkinan itu terjadi dikarenakan listrik lumpuh total. 



Sebenarnya, sejak siang (kira-kira jam 12) Saya sudah kehilangan signal, Saya pikir mungkin internet Saya aja yang gangguan, ternyata provider lain juga begitu (saat Saya tanya ke salah satu teman yang juga ikut acara di Perpusnas juga). Saya pikir hanya sebentar, ternyata lamanyaaa πŸ˜‚πŸ˜‚. Hari semakin sore, rencana mau mampir sholat Ashar dulu di dalam Stasiun Gondangdia, dan Masyaa Allah, kami tidak bisa masuk karena listrik masih lumpuh total. Dan itu berdampak pada KRL yang juga ikutan lumpuh. Kami pun akhirnya menuju Masjid Cut Meutia yang letaknya tidak terlalu jauh dari Stasiun Gondangdia, sebab tadi mau sholat di lantai enam Perpusnas, sudah mau ditutup. 


Keadaan Stasiun Gondangdia Pasca Lumpuhnya Listrik

Usai sholat Ashar dan menyusul sholat Maghrib, kami pun kembali menuju stasiun, berharap bisa segera pulang ke rumah sesegera mungkin. Namun, ternyata listrik masih lumpuh total, dan itu berdampak KRL tidak bisa beroperasi. 




 "Tidak bisa dipastikan kapan KRL akan kembali beroperasi, karena sampai sekarang listrik masih lumpuh total" jawab petugas stasiun saat ditanya. 



Tahu nggak, saat melihat segerombolan manusia di stasiun dalam kegelapan, mendadak pikiran horor menyelimuti, ingat film Zombie. Hahaha.. Petugas stasiun pun menyarankan supaya naik Transjakarta yang titik pusatnya ada di dekat stasiun Manggarai. Dari stasiun Gondangdia menuju transjakarta Manggarai, kami disarankan untuk menggunakan kendaraan online, tapi karena internet pun ikut lumpuh, kami pun akhirnya naik taksi. 



Oiya, sebelum berangkat, mending deal-dealan dulu harganya sebelum kalian naik taksi ya gaes, ntar mendadak diminta fee Rp. 100.000 bahkan lebih, kan nggak mungkin kalian menolak lagi. Nah, kalau tadi kami deal di harga Rp. 50.000 dengan rute perjalanan dari Gondangdia menuju Transjakarta Manggarai. Sebenarnya, kalau mau naik taksi dari Gondangdia langsung ke lokasi tujuan, yakni Depok, bisa sih kalian bisa membayar dengan harga Rp. 300.000. Bahkan, bisa juga menggunakan grabcar ataupun gocar, namun karena internet masih lumpuh, jadi grabcar maupun gocar tidak bisa dipesan.





Karena hari belum terlalu malam, kami pun memilih transjakarta saja, sekalian melihat situasi terkini keadaan Jakarta dan sekitarnya, sepanjang perjalanan pulang, #padahalterasaberatdiongkos πŸ˜‚. Dan, tiba disana ternyata transjakarta digratiskan, namun itu hanya karena listrik mati saja, kalau listrik sudah menyala maka harga kembali normal. 😍 Oiya, transjakarta yang saya tumpangi tadi jalurnya dari Manggarai menuju Universitas Indonesia ya! 

Semoga hari-hari kita selalu menyenangkan. Aamiin

Video ketika listrik masih lumpuh



Memetik Pelajaran dari Film Mahasiswi Baru

Friday, August 2, 2019

Mahasiswi Baru. Mendengar kata itu, seperti tak ada yang spesial. Ya, paling-paling isinya menceritakan tentang kisah seorang wanita muda (baru lulus SMA/SMK) yang menjadi mahasiswi di sebuah universitas. Namun, bagaimana jika mahasiswi baru tersebut bukanlah seorang wanita muda? Bukan pula wanita paruh baya yang baru dua tiga tahun lulus sekolah! Akan tetapi, seorang wanita yang usianya jauh lebih tua dari mahasiswi kebanyakan. Ya, itulah cerita yang diangkat dalam Film Mahasiswi Baru yang beberapa hari lalu saya saksikan saat menghadiri acara press conference di Plaza Senayan XXI. 

Awalnya, saya berpikir jika Film Mahasiswi Baru ini ceritanya hanya tentang kehidupan Mahasiswi yang baru masuk ke salah satu fakultas favorit. Ternyata, dugaan saya tersebut salah besar. Justru sepanjang jalan cerita, Saya diberi kejutan demi kejutan yang tak terduga. Dan kekocakan demi kekocakan terjadi, sehingga penonton tidak berhenti tertawa. Termasuk Saya. 

Review Film Mahasiswi Baru 


Mahasiswi baru tersebut bernama Lastri (yang diperankan oleh Widyawati), tentunya teman-teman sudah tidak asing dengan nama aktris senior yang satu ini. Dalam ceritanya, Lastri berkeinginan kuat untuk bisa kuliah, demi mewujudkan harapannya terhadap cucunya yang telah tiada. Namun, ternyata keinginan Lastri ditentang oleh anaknya sendiri, yakni Anna (diperankan oleh Karina Suwandi). Akan tetapi, akhirnya Anna mengizinkan ibunya tersebut untuk mengenyam pendidikan di bangku kuliah. 

Lantas, apakah kuliah Lastri berjalan lancar? Tentu saja tidak, ada-ada saja yang membuat ia harus dikeluarkan dari kampus tersebut, mulai dari usianya yang sudah terlalu tua untuk mengikuti perkuliahan, hingga saat bergabungnya Lastri pada sebuah geng yang anggotanya adalah Sarah (diperankan oleh Mikha Tambayong), Danny (diperankan oleh Morgan Oey), Reva (diperankan oleh Sonia Alyssa) dan Erfan (diperankan oleh Umay Shahab), yang mana geng tersebut terbentuk saat Lastri bersahabat dengan keempat teman mudanya tersebut. 


Dalam Film Mahasiswi Baru ini, Widyawati sangat menjiwai perannya sebagai Lastri, yakni seorang perempuan tua yang bersemangat untuk belajar demi mendapatkan nilai mata kuliah yang bagus. Saat teman-teman menonton, akan ada banyak momen lucu yang bikin nggak bisa menahan tawa, salah satunya pada adegan dimana semua mahasiswa mengeluarkan laptopnya, namun Lastri malah mengeluarkan mesin tik jaman dahulu kemudian tanpa ragu ia langsung mengetik pelajaran yang disampaikan oleh dosennya (diperankan oleh Ence Bagus). Kalian tahu kan seperti apa suara yang ditimbulkan oleh mesin tik tersebut? Sangat berisik sehingga menarik pandangan teman-teman sekelasnya.

Tidak sampai di situ saja, kelucuan lain pun terjadi ketika kalian melihat tingkah konyol Danny (diperankan Morgan Oey) dalam film ini. Namun, meskipun orangnya konyol dan menyebalkan, Danny ini sangat setia kawan. 


Pada kisah yang berbeda, semenjak Lastri telah semakin akrab dengan Sarah, Reva, Danny dan Erfan, suatu hari ada rahasia-rahasia yang perlahan mulai terbongkar kebenarannya. Dan, karena itu pula akhirnya Lastri terancam dikeluarkan dari kampus tersebut. Hingga suatu kejadian akhirnya Lastri tidak jadi dikeluarkan. 

Film Mahasiswi Baru ini dapat ditonton oleh lintas generasi, dan bahkan dari film ini pula Saya ingin memotivasi diri sendiri dan orang lain agar tetap bersemangat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. 

Oke guys, gimana? Makin penasaran kaan buat nonton? Catat ya, Film Mahasiswi Baru akan segera tayang tanggal 8 Agustus 2019 di bioskop tanah air. So, selamatkan tiketmu sebelum kehabisan.


Auto Post Signature