Memahat Prestasi Meraih Mimpi Bersama Asus

Sunday, September 30, 2018

Berprestasi, menjadi salah satu pemicu saya untuk berani dan pantang menyerah dalam mengerjakan hal-hal yang baru, seperti misalnya belajar desain grafis, belajar menggunakan corel Draw hingga editing video.  
Mengapa saya mau bersakit-sakit untuk belajar? Toh wanita seperti saya ujung-ujungnya bakalan ke sumur dan dapur juga! Mungkin sebagian ada yang berpikir seperti itu, tapi semoga saja enggak ya. Sebab, mau tidak mau, zaman terus berubah dan teknologi semakin berkembang pesat. 
 Yang mau belajar dia akan menggenggam dunia, yang tidak punya keinginan untuk belajar maka dunia yang akan menggenggamnya. 

Masa sih!! 😱 
Saya tanya pada diri sendiri tanyatetanggajuga, darimana aplikasi online seperti beli baju online, sepatu online bahkan beli sayuran pun bisa juga secara online? Tentunya dari tangan-tangan orang yang mau berlajar, berinovasi dan berkreasi bukan? 

Lalu, apakah sudah siap untuk belajar dan berprestasi? Tentunya harus siap. Sebab, zaman terus berkembang, siapa yang bersungguh-sungguh ingin belajar tentunya dia akan bisa. 

Pada hakikatnya, setiap orang telah diberikan kemampuan oleh sang pencipta, seperti kemampuan melukis, menulis, desain grafis, dan lain sebagainya. Tinggal lagi orang tersebut apakah mau mengasahnya atau menelantarkannya. 

Mengapa demikian? Soalnya saya sendiri mengalaminya. 🤣 Saat kuliah saya ambil jurusan matematika, saya nggak pernah kepikiran nantinya akan menjadi apa, dan akan seperti apa, pokoknya jalani saja seperti air yang mengalir. 

Namun, meskipun begitu, bukan berarti saya hanya diam pada satu studi yang saya ambil. Perlahan, setelah lulus kuliah dan menikah saya akhirnya memutuskan untuk membuka toko. Melalui teman media sosial saya bergabung pada komunitas kepenulisan hingga akhirnya saya candu untuk menulis hingga sekarang ini. Apa saya langsung bisa menulis? Tentu saja tidak, dan semua berproses melalui belajar dan terus belajar. Bahkan, saya yang tadinya juga nggak ada basic membuat semacam design untuk saya cantumkan ke dalam tulisan, ternyata bisa. Tentunya semua dari proses belajar. 



Berproses dan terus belajar. 
Saya jadi ingat salah satu teman blogger yang hampir setiap event menulis dia jarang alpa dari kata 'Menang'. Saya mengikuti setiap postingannya di Facebook, lalu berkomentar bagaimana cara ia bisa menang lomba. Saya kemudian membaca tulisannya, dan alhasil saya dibuat berdecak kagum saat melihat blognya. Dia tidak hanya menulis cerita di dalam blog tersebut namun juga mempercantiknya dengan desain grafis yang nyaris sempurna cantiknya. Penasaran? Saya pun menanyakan kepadanya, dimana ia bisa membuat desain grafis semenarik itu. Yang membuat saya tercengang, ternyata ia belajar secara otodidak. 

Secara logika, rasanya nggak mungkin seorang wanita yang mengemban sebagai ibu yang kesehariannya berjualan di warteg bisa membuat desain semenarik itu. kisahnyata yang tidak mungkin terlupa. Ia kemudian memotivasi saya untuk belajar desain, apalagi zaman now apa-apa bisa dicari melalui internet. Alhasil, saya mencoba dan meskipun baru bisa sedikit namun ada kelegaan, ternyata siapapun bisa asal mau belajar dan bersungguh-sungguh. 

Dari belajar desain grafis itu, saya makin semangat untuk belajar, beberapa teman yang desain grafisnya bagus saya tanya-tanya seperti menggunakan aplikasi apa, bagaimana skema sebelum membuatnya dan masih banyak pertanyaan lainnya semoga nggak bosan ya sama pertanyaan saya😂 

Ada beberapa software yang direkomendasikan teman ke saya, diantaranya Power Point, Corel Draw hingga aplikasi Canva. Karena saya masih pemula, akhirnya saya menggunakan canva untuk membuat desain blog meskipun kadang nggak sempat buat yang sederhana sambil mempelajari software Corel Draw. 

Saya menyadari jika belajar tidak cukup hanya sampai disitu dan itu-itu saja, saya juga harus meningkatkan skill yang dapat menunjang aktivitas ngeblog yang sudah saya tekuni sejak tahun 2016. Menyadari akan hal itu, suami mendukung dan akhirnya membelikan seperangkat netbook secara tuuunai #sah dengan harapan saya makin semangat untuk belajar dan mengolah grafis. 

Alhamdulillah, perlahan mulai bisa membuat desain, meskipunhasilnya belum sesyantik akuh bahkan mendesain banner pesanan tetangga yang ingin buka usaha kuliner. 

Teman Setiaku Asus E202S 

Notbook Asus E202S inilah yang setia menyimpan cerita file tulisan hingga hasil saya belajar mendesain, bahkan saya bawa saat menghadiri acara workshop kepenulisan hingga traveling. Tapi!!! Yang menjadi kendala saya adalah kekhawatiran terhadap laptop saat diajak traveling. Khawatir jika terjatuh hingga berakhir ke adegan notbook yang berkeping-keping. Yang nggak kalah paniknya, saat asik mengikuti workshop, mendadak notbook kedip-kedip syantikk karena kehabisan baterai, ingin nge-cas colokan tidak memadai karena sudah dipakai semua. Terpaksa mengantri dengan teman sebelah. 

Sudah cukup lama notbook Asus E202S menemani saya dengan performanya. Namun, kadang saya merasa lelah menggendongnya Bagai memikul sekarung beras ikut saya traveling, bahu pegel meskipun dipindah ke kiri dan kanan. Dari pengalaman itu, saya curhat ke suami jika saya bercita-cita jika punya rezeki ingin memiliki laptop seperti miliknya Mbak Katerina yang disebut-sebut sebagai laptop te-ringan. Info itu saya peroleh saat melihat di Instagramnya, wanita yang suka traveling tersebut menjabarkan jika laptop yang asik diajak traveling adalah Asus ZenBook 13 UX331UAL. 

@travelerien

Penasaran? Jelas ada. Masa iya ada laptop yang lebih ringan dari laptop lainnya? Beruntungnya saya beberapa hari lalu bisa menghadiri dan melihat langsung laptop yang pernah saya lihat di Instagram Mbak Katerina. Di sana saya merasakan sendiri momen angkat mengangkat dan melihat secara langsung performa laptop Asus ZenBook 13 UX331UAL, sehingga saya bisa menyampaikan pada suami alasan saya menjatuhkan hati saya pada Asus ZenBook 13 UX331UAL.

Keunggulan Asus ZenBook UX331UAL

  • Sahabat Perjalanan yang Handal. 

Ketika sedang traveling, tentunya kita nggak mau terlalu berat membawa beban hidup tas. Hal inilah yang ditawarkan oleh Asus ZenBook UX331UAL, super tipis dan ringan karena bobotnya hanya 985gram, ketipisannya hanya 13.9mm saja, sehingga kita akan dibuat sangat nyaman saat traveling kemana pun dan kapanpun. Nggak hanya itu saja, desain bingkai NanoEdge-nya pun juga ringkas untuk laptop ukuran 13 inchi. Sehingga nggak perlu khawatir lagi akan terjadi drama bahu ataupun tangan sakit menenteng laptop.


Saking ringan, saya bisa mengangkat
hanya dengan tiga jari.

  • Mendukung Segala Produktivitas. 

Sebagai traveler ataupun kita yang suka berduaan dengan laptop, tentunya mengharapkan laptop selalu mendukung produktivitas kita, tanpa kenal lelah. Nah, inilah yang dilakukan oleh ZenBook UX331UAL. Mulai dari Prosesor Intel® Core™ i5 Generasi ke-8 supercepat, SSD 256GB PCIe® dan RAM 8GB tentu saja memungkinkan siapapun untuk menyelesaikan tugas-tugas dengan easy.




  • Adanya sensor sidik jari. 

Kalau dulu, jika mau mengakses laptop ataupun notbook kita kudu pencet password untuk membuka, namun lain halnya dengan ZenBook UX331UAL yang menjadikan segalanya lebih aman lagi berkat sensor sidik jari yang ada di touchpad dan Windows Hello, karena kita hanya cukup menyentuh dengan hanya satu sentuhan saja.


  • Memberikan Sensasi Aman Saat mengetik.

Jika dulu saya sering nggak nyaman saat mengetik, berbeda cerita saat menggunakan ZenBook UX331UAL yang dilengkapi dengan keyboard backlit berukuran penuh dan dengan desain yang Sturdy. Jarak penekanan tombol keyboard-nya pun 1,4 mm. Selain itu, ZenBook UX331UAL ini didukung teknologi palm-rejection dan mendukung gerakan multi-jari dan tulisan tangan.


  • Baterai Super Bandel.

Sangat disayangkan ketika melakukan traveling bersama laptop, kita mengalami drama kehabisan baterai saat sedang asik-asiknya mengetik atau mengerjakan pekerjaan  lainnya yang berhubungan dengan laptop. Untuk itulah ZenBook UX331UAL ini dilahirkan untuk siapapun yang memiliki gaya hidup non-stop, sebab ZenBook UX331UAL menawarkan kebebasan si pemakaianya sepanjang hari. Karena ZenBook UX331UAL dilengkapi dengan baterai lithium-polymer 50Wh yang tentunya dirancang khusus agar baterai awet hingga 15 jam.

Tuh kan, bagaimana nggak mupeng sama Asus ZenBook UX331UAL ini. 
Itulah alasan mengapa di #2018PakaiZenBook sudah sangat kuat, sebab saya tahu jika belajar dimana saja dan kapan saja bersama Asus dan tentunya dengan laptop yang super ringan seperti Asus ZenBook UX331UAL.

*****
Sumber foto:
✔ Pribadi
✔ Akun IG @travelerien

Sumber Data:
✔ Pribadi

4 Produk Teknologi Baru dengan Manfaat dan Keunggulannya

Thursday, September 27, 2018

Teknologi? Zaman now tentunya kita nggak bisa lepas dari yang namanya teknologi, mulai dari tidur kemudian bangun lalu tidur lagi tentunya kita senantiasa bersentuhan dengan teknologi, sebab teknologi membawa pembaharuan. 

Ngomong-ngomong soal pembaharuan, tentunya kehadiran IoT atau lebih dikenal dengan singkatan dari Internet of Things ini membawa pembaharuan dalam dunia teknologi, yang mana hal itu kita rasakan pada beberapa peralatan dalam berbagai bidang, baik dari segi kesehatan, pendidikan, keamanan hingga di dunia entertainment, tentu saja tidak lepas dari peranan penting teknologi.

Balik lagi ke soal teknologi, alhamdulillah beberapa hari lalu saya diundang ke acara peluncuran produk maha karya dari TP-Link, yang tentunya hadir dengan manfaat serta keunggulan masing-masing produk tersebut. Diantaranya adalah smart bulb LB130, Wireless router 4G LTE TL-MR6400, Archer C5400X, dan Pharos CPE610. Yang tentunya memiliki masing -masing keunggulan. 

Biko Yoshia selaku Marketing Manager TP-Link Indonesia menyatakan bahwa 
"Menyambut kehadiran IoT, yang utama dilakukan oleh TP-Link adalah mengedukasi masyarakat tentang manfaat perangkat teknologi bagi kehidupan manusia. Beberapa produk kami, seperti Wi-Fi router dan juga smart bulb, mendukung terwujudnya konsep smart home yang membantu mempermudah aktivitas masyarakat saat ini.” 

“Selain itu secara tidak langsung konsep smart home juga dapat membantu orang-orang menghemat biaya dan energi.” tambah Yoshia. 
Perangkat-perangkat keluaran TP-Link ternyata tak hanya memiliki teknologi yang canggih, tapi juga berdampak positif bagi masyarakat dan lingkungan. 


Empat Produk Baru TP-Link yang Hadir dengan Manfaat dan Keunggulan

  • Smart Bulb LB130. 



Smart bulb LB130 merupakan bohlam pintar yang dilengkapi dengan Wi-Fi yang dapat dikontrol pengaturan cahaya dan warnanya lewat smartphone. Kemudian TP-Link juga mengeluarkan sebuah router 4G LTE TL-MR6400 yang memiliki built - in slot kartu SIM yang kompatibel dengan jaringan operator seluler di Indonesia.


  • Pharos CPE610.



Ini merupakan solusi efektif untuk aplikasi jaringan wireless outdoor. Hadir juga router yang dikhususkan untuk para gamers di Indonesia yaitu router seri Archer C5400X. Router ini merupakan router gaming pertama TP-Link yang dilengkapi dengan teknologi AC5400 dan jaringan Tri-band.


  • Archer C5400X.




Teknologi yang satu ini merupakan pilihan router yang tepat untuk para Gamers, sebab memiliki spesifikasi dan performa yang lebih unggul dari router biasa. Dengan teknologi mumpuni yang tertanam dalam Archer C5400X inilah yang memungkinkan segala aktivitas yang dilakukan, mulai dari streaming video, mengirim file ukuran besar hingga menyelesaikan pekerjaan kantor, tentunya tidak akan mengganggu proses bermain game online.


  • TL-MR6400 Router 4G LTE.



Teknologi yang mampu mendukung aktivitas masyarakat modern dengan mobilitas tinggi. Perangkat ini juga diharapkan dapat menjadi alternatif bagi masyarakat modern, sebab memiliki fungsi lebih dari sekadar router biasa. Salah satu keunggulannya adalah compatible dengan semua operator 4G. 

Wi-Fi router 4G LTE TL-MR6400 ini didesain untuk semua orang. Router 4G LTE berbasis provider ini tentu saja didesain agar dapat menjadi solusi bagi mereka yang tentu saja kegiatannya yang tidak bisa lepas dari penggunaan internet dan mereka yang ingin selalu menikmati layanan Wi-Fi dengan nyamam dimana aja. 


Tentang TP-Link 

TP-Link adalah sebuah perusahaan penyedia terpercaya untuk perangkat networking & aksesoris sejak tahun 1996. Dalam rangka merayakan lebih dari 20 tahun kepemimpinannya dalam dunia networking, TP-Link menampilkan transformasi menyeluruh pada tampilan dan identitas brand. 

TP-LINK kembali menempati peringkat No.1 dalam produk WLAN (berdasarkan unit dikirim) Q3, 2017 berdasarkan perusahaan analis IDC1. Laporan terakhir mengungkapkan bahwa TP-Link telahmempertahankan posisinya yang dominan sebagai pemimpin pasar dalam produk WLAN (berdasarkan unit dikirim) untuk kuartal ke 28 berturut-turut. Selain itu, TP-Link selama ini dikenal memiliki produk-produk unggulan dengan performa, stabilitas, dan nilai yang tinggi, sangat cocok dan sesuai dengan kebutuhan jaringan konsumen.


Nah, buat teman-teman yang masih penasaran sama produk yang diluncurkan oleh PT-Link, sudah bisa mendaftar pada Untuk informasi lebih lengkap tentang TP-LINK, silahkan kunjungi 
www.tp-link.co.id
Facebook : https://www.facebook.com/TP-LINKIndonesia 
Instagram: https://www.instagram.com/tplink.indonesia 
Twitter : https://twitter.com/tplink_indo

Beberapa Kesalahan Sepele yang Sering Dilakukan Traveler Ketika Traveling

Saturday, September 22, 2018

Traveling? Duuh, itu saya banget. Apalagi objek wisata yang menjadi target merupakan tempat yang belum pernah dikunjungi. Tentunya berbagai persiapan sangat perlu dilakukan. Bagi sebagian orang yang sudah terbiasa melakukan perjalanan jauh (Traveling) tentunya sudah terbiasa dalam hal mempersiapkam segala sesuatunya. Lalu, bagaimana dengan yang baru mau mencoba traveling? Tentunya, traveling bagi mereka yang belum terbiasa tidaklah semudah yang dibayangkan. Sebab, tidak jarang traveler harus berhadapan dengan berbagai kendala yang tidak terduga. Bagi Anda yang ingin memulai hobi sebagai traveler, tentu saja tidak ingin menghadapi situasi-situasi yang tidak diinginkan, bukan? Berikut ini beberapa kesalahan umum para traveler yang bisa Anda hindari ketika akan melakukan traveling: 

* Membawa Barang Terlalu Banyak. 
Hal ini pernah saya alami saat baru pertama kali melakukan traveling, hampir semua barang masuk dalam daftar list yang wajib saya bawa. Tentu saja itu dikarenakan saya tidak bisa memperkirakan barang-barang apa saja yang perlu dibawa selama traveling, sehingga pada akhirnya saya membawa barang terlalu banyak. Setelah berada di lokasi dan pulang kembali ke rumah, saya cek ada begitu banyak barang yang saya bawa tersebut tidak terpakai sama sekali.

* Terlalu boros. 
Nah, selama traveling tentunya Anda akan merasakan euforia yang luar biasa sehingga pada akhirnya bisa menjadi bumerang karena tidak mengelola dengan baik. Meskipun Anda adalah tipe orang yang hemat, bukan tidak mungkin Anda berubah menjadi orang yang boros ketika sedang traveling. Sebab, rasa senang dari traveling ini kadang membuat seseorang mengeluarkan uang jauh lebih ringan. Sehingga tidak sering para traveler ini kehabisan biaya di tengah-tengah masa liburannya. Hasilnya banyak traveler yang berubah menjadi pengamen ataupun pekerja kasar.

* Tidak menyiapkan salinan dokumen penting. 
Ketika Anda traveling, Anda adalah pendatang. Jadi, Anda harus selalu membawa dokumen-dokumen penting yang bisa membuktikan identitas Anda. Baik Anda traveling ke luar maupun di dalam negeri, identitas diri sangatlah penting. Selain untuk berjaga-jaga apabila terjadi hal darurat, dokumen-dokumen penting ini dapat mencegah Anda untuk dipulangkan secara paksa oleh pemerintah setempat. Namun membawa dokumen penting saja belum cukup. Sebaiknya, Anda juga menyiapkan salinan dari dokumen-dokumen ini untuk berjaga-jaga.

Itinerary terlalu padat.
Tidak ada orang yang mau travelingnya kacau. Jadi, banyak dari traveler yang sudah merancang itinerary jauh-jauh hari. Tempat apa yang harus dikunjungi, kuliner apa yang harus dicicipi, atau siapa yang harus ditemui. Namun, sayangnya banyak dari traveler yang justru terlalu banyak merancang rencana, hingga itinerary mereka sangat berdekatan satu sama lain. Padahal banyak hal tak terduga yang bisa terjadi selama traveling. Misalnya saja penerbangan delay, cuaca buruk, atau transportasi darat yang terjebak kemacetan. Untuk itu, sebaiknya sediakan jeda waktu yang wajar dalam itinerary Anda. Anda juga tidak harus mengunjungi semua tempat menarik di destinasi traveling Anda.

Memilih maskapai yang memiliki jeda transit terlalu pendek.
Apabila Anda akan traveling ke luar negeri, besar kemungkinan Anda harus transit terlebih dahulu. Transit ini pun dilakukan bukan di negara tujuan, melainkan di negara lain. Jadi, bisa saja Anda memerlukan visa tersendiri agar bisa transit di negara tersebut. Untuk mendapatkannya tentu saja tidaklah sebentar. Oleh karena itu, banyak para traveler yang gagal terbang dengan penerbangan selanjutnya hanya karena masalah administrasi itu. Jadi, sebaiknya melakukan riset terlebih dahulu saat memilih tiket penerbangan.

Apabila negara yang menjadi transit memerlukan visa dan keperluan administrasi lainnya, sebaiknya pilih penerbangan dengan masa transit yang cukup panjang. Dengan demikian, Anda dapat mengurus dokumen-dokumen penting dengan lebih leluasa. Namun kalau Anda tidak ingin repot mengurus visa transit, sebaiknya Anda memilih penerbangan direct saja. Misalnya, Anda akan berlibur ke Hong Kong, maka Anda bisa memilih Cathay Pacific. Selain nyaman, maskapai ini juga menyediakan penerbangan langsung. Sehingga Anda bisa langsung traveling bebas repot.

Bagaimana? Sudah siap traveling ke beberapa wisata lainnya tanpa ribet? Say yes dong! 

Indahnya Pesona Festival Pinisi Tahun 2018

Thursday, September 20, 2018
Pic. Ist. 

Siapa aja nih diantara teman-teman yang suka menonton Festival? Dan, telah menonton Festival Pinisi untuk tahun ini?Tentu saja beragam keseruan yang didapat pada acara Festival tersebut. 😍 

Festival Pinisi diselenggarakan di Pusat Kabupaten Bulukumba serta Tanjung Bira. Seluruh rangkaian acara ini ternyata telah berhasil mencuri perhatian seluruh masyarakat serta wisatawan yang hadir sejak acara berlangsung mulai tanggal 13 September lalu. Yang mana tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Sulawesi Selatan yang berlokasi di Pusat Pelelangan Ikan (PPI) Bontobahari. 

Dua kegiatan pendukung yang tentunya telah terlaksana diantaranya Senandung Kopi Kahayya dan Kahayya Trail Adventure Sesi I, yang telah berlangsung sejak tanggal 8 hingga 9 September 2018 lalu yang bertempat di Donggia, Desa Kahayya. Kegiatan yang berlokasi di Kecamatan Kindang ini menampilkan kompetisi, diantaranya kompetisi proses pembuatan hingga penyajian kopi, selain itu juga ada bazaar, atraksi seni dan budaya serta petualangan motor trail sesi pertama yang spektakuler. Beragam acara sebagai pendukung kemeriahan tersebut telah berlangsung pada tanggal 10 September 2018 lalu. 

Pict. Ist

Pada saat terlaksananya kegiatan tersebut, juga ada sebuah Pertunjukan Legenda Rakyat Bulukumba yang biasa masyarakat disana menyebut dengan Samindara. Dimana kegiatan ini berbentuk seni pertunjukan masyarakat Lembang. Menurut informasi, jika Samindara ini mengangkat tajuk Cinta Di Antara Dua Saudara Kandung antara "Samindara dan Baso Kunjung Barani" yang mana akhirnya berujung pada kematian dan kemudian dirangkaian pula dengan siara ke Pusara Samindara. 


Sebagai seorang traveller, tentunya nggak mau dong ketinggalan acara yang sangat menarik ini. Apalagi terdapat beberapa perlombaan, seperti lomba Lari Tempurung Kelapa, speed boat di Sungai Lembang, dan Mallongga di lapangan Dannaung. Beragam keseruan lainnya yang terjadi pada tanggal 11 September, dimana pada tanggal tersebut telah digelar pagelaran Seni Dato Tiro. 

Perlu diketahui, jika kegiatan ini berupa seni pementasan yang menceritakan sejarah awal masuknya Agama Islam di Kabupaten Bulukumba, selain itu juga dirangkaikan dengan Lomba Pacuan Kuda, dan lomba membuat patung pasir yang berlangsung di Pantai Samboang Kecamatan Bontotiro, Kabupaten Bulukumba. Festival Pinisi IX tahun 2018 telah berlangsung pada tanggal 15 September 2018 lalu. Beragam acara berlangsung lancar, diantaranya Annyorong Lopi atau prosesi pendorongan/pelepasan Pinisi dari Gladak kapal ke lautan dengan cara tradisional untuk diuji coba sebelum digunakan berlayar dengan menempuh jarak yang jauh. 


Pada kegiatan seremoni pembukaan Festival Pinisi kali ini juga dirangkaikan dengan Pinisi Trip serta Gelar Perahu Tradisional, yang mana berlangsung dengan menepuh perjalanan dari PPI Bulukumba menuju Pantai Tanjung Bira. Pada saat tiba di Pantai Tanjung Bira, secara langsung warga mengadakan Gala Dinner dan Panggung Pertunjukkan Seni serta Budaya yang tentunya akan menampilkan beragam seni dan budaya Suku Bugis Makassar khususnya Kabupaten Bulukumba. 

Yang nggak kalah menariknya, pada tanggal 15 September, saat pagi harinya juga ada juga Ritual Adat Ammotoa Kajang. 'Andingingi' ini merupakan salah satu kegiatan yang berdimensi adat serta budaya yang tentunya sangat sakral bagi masyarakat Kajang yang dilaksanakan disetiap tahunnya. Nggak hanya itu aja, 'Angngaru' penghargaan dan penjemputan tamu khusus yang datang ke kampung Ammato kajang berupa pembacaan ikrar dan sumpah setia yang sangat hikmat. 

Ada beberapa acara yang menjadi acara pendukung pada 'Ritual Andingingi' serta menjadi bagian yang tak terpisahkan dari 'Ritual Adat Ammatoa', yakni Appalenteng Ere, Tari Pabbitte Passapu, Membakar Linggis, Basing-basing, Appalingoro dan lainnya. Menariknya lagi, sebelum kegiatan Festival Pinisi 2018 ini ditutup, pada sore harinya diadakan Bira Sunset Run di kawasan Pantai Tanjung Bira yang diikuti oleh seluruh lapisan masyarakan maupun wisatawan. 

Nah, bagaimana? Tertarik kan buat kunjungan berikutnya? Jadi, jangan sampai ketinggalan ya! 🤗

Cara Mengatasi Minimnya Literasi Keuangan Pada Ibu

Saturday, September 15, 2018

Literasi Keuangan? Seperti apa sih itu Literasi Keuangan? Mungkin diantara teman-teman menanyakan hal itu. Perlu diketahui, jika literasi keuangan merupakan sebuah kemampuan seseorang untuk mengelola keuangan. 

Lalu, Siapa sasaran dari literasi keuangan? Tentu saja seorang ibu rumah tangga, sebab ibu menjadi pemegang kendali soal keuangan. Bisa dibayangkan jika seorang ibu tidak bisa kelola keuangan keluarga dengan bijak, akan seperti apa keuangan rumah tangganya? Yups, bisa dipastikan berantakan, bahkan mengalami ketidakcukupan, padahal jika diatur dan dikelola sebaik mungkin uang tersebut malah berlebih. 



Kelola Keuangan dengan Membuat Anggaran Belanja

Siapa nih yang masih pertengahan bulan sudah merasa kekurangan uang belanja? Jika iya, coba deh cek, apakah kita sudah membuat anggaran belanja yang terencana, atau mungkin cara penganggaran yang belum tepat!. Ngomong-ngomong soal anggaran, saya akan menjelaskan sekilas mengenai apa itu anggaran. 

Jadi, Anggaran merupakan suatu rencana keuangan yang mengacu pada seberapa banyak pendapatan dan perkiraan pengeluaran pada periode waktu tertentu. Rencana anggaran ada dua macam, yakni anggaran jangka pendek dan anggaran jangka panjang. Sebagian orang mungkin nggak bikin anggaran pemasukan dan pengeluaran sehari-hari, padahal inilah yang bisa membuat kondisi keuangan mulai tidak sehat.

Mungkin diantara ibu-ibu ada yang belum paham mengenai anggaran yang tidak sehat? Fine, untuk mengetahui apakah anggaran sehat atau tidaknya bisa dilakukan dengan memeriksa pengeluaran yang berlebih. 

Nah, urusan pengeluaran yang berlebih inilah seorang ibu dituntut untuk lebih bijak dalam membelanjakan harta, dapat membedakan antara keinginan dengan kebutuhan sehingga ibu bisa lebih berhemat. 

Kampanye Literasi Keuangan Bersama #IbuBerbagiBijak

Tepatnya 10 September lalu, saya mengadiri acara kampanye yang diselenggarakan oleh sebuah perusahaan teknologi pembayaran global terdepan, yakni Visa. Yang mana pada kali ini meluncurkan kampanye #IbuBerbagiBijak dan merupakan tahun kedua. Acara ini diselenggarakan dengan tujuan agar dapat mengedukasi serta mendorong perempuan-perempuan untuk berbagi pengetahuan seputar literasi keuangan. Yang mana program ini telah lama berkolaborasi dengn Otoritas Jasa Keuangan atau lebih dikenal dengan sebutan OJK, yang tentunya sudah menjangkau lebih dari 200.000 perempua di seluruh Indonesia. 


 "Melanjutkan kesuksesan kampanye tahunan, kami sangat senang dapat meluncurkan kampanye literasi keuangan #IbuBerbagiBijak pada tahun kedua ini. Dimana pada tahun ini Visa bersama OJK dan dukungan BI bermaksud ingin mengasah lebih banyak perempuan khususnya para ibu di Indonesia dalam mengajarkan cara pengelolaan keuangan yang bijak dan mendorong mereka untuk berbagi pengetahuan tersebut dengan anggota keluarga dan lingkungan" ucap Riko Abdurrahman selaku presiden Direktur PT Visa Worldwide Indonesia. 
Dengan mengusung konsep "train the trainer" program ini akan diaksanakan dari bulan Juli hingga September yang mana terdiri dari serangkaian lokakarya serta aktivitas online. Beragam topik tentunya dibahas, mulai dari tips membuat anggaran, menabung, serta mengatur pengeluaran yang bijak, hingga kiat-kiat mendapatkan penghasilan tambahan, serta tips keamanan dalam bertransaksi non tunai. Sebagaimana yang kita ketahui jika perempuan merupakan Critical economi players di Indonesia, mengingat banyaknya keputusan ekonomi penting, baik itu tingkat keluarga, perusahaan maupun negara, tentunya dibuat oleh perempuan. 

Berdasarkan hasil survei Nasional OJK, menunjukkan bahwa tingkat literasi dan inklusi keuangan perempuan masih begitu rendah, yakni sebesar 25,5% dan 65,2% atau bisa dikatakan lebih rendah dibandingkan dengan tingkat literasi dan inklusi keuangan laki-laki, yakni sebesar 33,2% dan 69,6%. 

Tiga Cara Mencapai Kondisi Keuangan yang Ideal.



Menurut mbak Prita Ghozie selaku pakar literasi keuangan serta dosen UI ini, ada 3 cara agar kondisi keuangan mencapai hasil yang ideal, diantaranya: 

*Lakukan Financial Check Up.

Dimana kita hendaknya memeriksa kesehatan keuangan yang sewaktu-waktu bisa saja berubah. Agar kesehatan keuangan senantiasa terjaga, maka hitungan idealnya yakni: a). 5% untuk sedekah. 
b). 30 % untuk cicilan utang. 
c). 10 % untuk dana darurat. 
d). 30 % untuk biaya hidup. e). 15 % untuk investasi, dan
f). 10 % untuk gaya hidup.

*Mengelola Arus Kas. 

Disini seorang Perempuan dituntut agar bisa mengelola arus kas rumah tangga, baik segi pendapatan hingga dengan pengeluaran. Tentu saja hal tersebut dilakukan agar keuangan rumah tangga lebih terencana. Selain itu, buatlah pos-pos pembayaran yang dibuat dan dilakukan secara rutin. 

*Merencanakan Keuangan.

Dalam berumahtangga, tentu saja segala sesuatu harus direncanakan, termasuk soal keuangan. Sebab, apabila lebih terencana, tentu saja akan minim sekali hambatan dalam menggapai impian, semisalnya impian ingin punya rumah sendiri, ingin menyekolahkan anak hingga perguruan tinggi, dan lainnya.



Bagaimana? Sudah siap kan untuk merencanakan anggaran bulanan maupun tahunannya? Kalau saya sih, Say Yes!  😁

Dapatkan Pengalaman Berbeda Dalam Beransuransi dengan FWD Life

Wednesday, September 5, 2018

Pengalaman berbeda dalam beransuransi? Ah, paling sama aja dengan asuransi-asuransi yang lain! 

Mungkin diantara teman-teman ada yang beranggapan seperti itu? Jika iya, maka dapat dipastikan bila beransuransi dengan asuransi yang satu ini, teman-teman akan menyingkirkan anggapan yang salah tersebut, yakni asuransi dari FWD Life. Jika hampir sebulan yang lalu FWD Life meluncurkan Asuransi Bebas Handal, pada kali ini FWD Life kembali berinovasi dengan produk terbarunya yang tentu saja sangat membantu para nasabah dalam beransuransi di zaman now. Tahu kan yaaa, jika generasi zaman now sukanya apa-apa serba praktis tanpa ribet. 

Melihat keinginan generasi yang ingin serba praktis tanpa ribet itulah, kemudian FWD Life kembali meluncurkan  sebuah terobosan baru, dimana dengan memperkuat layanan digital untuk nasabah Korporasi sebagai bukti cinta kasih FWD Life. 


Layanan Digital yang Diluncurkan FWD Life. 

Jakarta, 4 September 2018 lalu FWD Live meluncurkan kartu kesehatan berbasis digital pertama dan Integrasi klaim online ke dalam satu aplikasi mobile FWD Max. Perlu diketahui, jika FWD Life (PT. FWD Life Indonesia) dalam hal ini terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan beransuransi digital secara menyeluruh kepada nasabah korporasi, tentunya dengan meluncurkan kartu kesehatan digital pertama (eMedical Card) serta mengintegrasikan fitur klaim online (eFriend) ke dalam satu aplikasi mobile FWD MAX.

  • Kartu kesehatan digital (eMedical Card).


Kartu ini menjadi salah satu solusi digital pertama di Indonesia yang dapat digunakan untuk melakukan klaim biaya kesehatan secara cashless di rumah sakit, tentunya kita sebagai nasabah nggak perlu lagi membawa kartu asuransi fisik. 

Dengan adanya layanan ini, kita selaku nasabah hanya perlu menunjukkan kartu digital yang telah tersedia pada aplikasi mobile FWD MAX dengan menyertakan kartu identitas kepada petugas administrasi rumah sakit.


  • Klaim online (eFriend).


Merupakan fitur yang membantu nasabah untuk melakukan suatu pengecekan manfaat yang dimiliki. Selain itu, nasabah juga dapat melakukan klaim serta memonitor klaim secara cepat dan mudah melalui mobile phone. 

Dengan adanya klaim online ini, nasabah yang ingin mengajukan eFriend reimbursement, secara langsung dapat mengunggah semua dokumen klaim yang dibutuhkan ke fitur eFriend yang tersedia di FWD MAX, dimana sebelumnya nasabah korporasi mengunakan eFriend yakni sebuah portal website untuk mengetahui informasi mengenai manfaat dan memonitor proses klaim.



Pada acara peluncuran kartu kesehatan digital tersebut, Rudi Kamdani selaku Wakil Direktur Utama FWD Life, menyampaikan bahwa: 
“Sejak awal diluncurkan pada tahun 2015, FWD Life Corporate Care telah menawarkan solusi sesuai kebutuhan karyawan dan keluarganya dengan dukungan berbagai inovasi digital yang kami miliki. Dalam waktu kurang dari tiga tahun sejak diluncurkan, FWD Life Corporate Care berada pada posisi 4 besar untuk penyedia ‘Manfaat Karyawan di Indonesia. Dan hari ini kami kembali memperkenalkan dua layanan digital terbaru untuk memudahkan nasabah korporasi kami dalam mendapatkan layanan asuransi.” 

Sejak pertama kali Corporate Care diluncurkan, ternyata telah mengaplikasikan beberapa inovasi teknologi yang tentunya mempermudah proses berasuransi kepada nasabah korporasi, baik itu bagi karyawan maupun buat HRD, seperti aplikasi proposal online untuk mempermudah proses administrasi (ePrecious), portal online untuk para profesional HR (iConnect), serta portal online untuk mengetahui informasi mengenai manfaat dan memonitor proses klaim nasabah (eFriend). 


Tampak dalam foto (dari kanan ke kiri): Rudi Kamdani selaku  Wakil Direktur Utama FWD Life; Pedro Amor selaku Chief of Corporate Care FWD Life; Maika Randini selaku Chief Marketing Officer FWD Life; dan Arlius Telaumbanua selaku VP Head of Business Development Corporate Care FWD Life. 

Tidak hanya itu saja, pada awal tahun 2018, FWD Life juga telah berhasil meluncurkan customer engagement program yang dinamakan FWD MAX. 
“Dengan inovasi ini, FWD MAX menjadi sebuah one stop solution application yaitu aplikasi dengan fitur lengkap pertama di Indonesia yang kami harap bisa membantu meningkatkan penetrasi asuransi di Indonesia. Nasabah sudah dapat memanfaatkan layanan eMedical Card di lebih dari 60 mitra rumah sakit dan pada akhir tahun 2018 nanti, layanan ini dapat dilakukan di 800 mitra rumah sakit di seluruh Indonesia," jelas Pedro Amor selaku Chief of Corporate Care FWD Life. 
Mupeng kaaaan sama berbagai manfaatnya? Sebab, ternyata selain fitur asuransi utama seperti detil kartu asuransi, detil manfaat, serta klaim, FWD MAX juga telah dilengkapi dengan berbagai penawaran menarik mulai dari diskon, voucher, serta MAX Points yang tentunya bisa kita tukarkan pada 22.000 merchants di Indonesia untuk mendukung para passion nasabah FWD Life. 



"Duuuuh, mupeng banget mbak pengen tahu lebih lanjut mengenai keunggulan bergabung di FWD MAX!" 

Nah, buat teman-teman yang masih penasaran dengan manfaat yang diberikan oleh FWD Life atau bahkan ingin mencari tahu lebih lanjut, teman-teman bisa mengunduh aplikasi FWD Life di Google Play Store dan App Store, atau juga bisa melalui websitenya www.fwd.co.id.

Tomohon Berbunga-bunga di International Flower Festival (TIFF) 2018

Saturday, September 1, 2018
Pict. ist

Siapa nih yang suka dengan bunga? Sampai-sampai harus ke Keukenhof di Belanda demi untuk bisa melihat bunga indah, atau bahkan ada yang bela-belain ke Festival Pasadena di Amerika. Biasanya wanita ya yang identik sangat suka dengan bunga. 


Namun, sekarang kita nggak perlu lagi jauh-jauh ke Belanda ataupun ke Amerika. Karena saat ini pun dengan menempuh perjalanan sekitar satu jam, kita sudah bisa tiba di kota yang akan berbunga-bunga, yakni Kota Tomohon, Sulawesi Utara. Waaah, seru dan mengasyikkan pastinya.

Tomohon International Flower Festival (TIFF) telah digelar untuk yang kedelapan kalinya pada tanggal 8 hingga 10 Agustus 2018 lalu. Begitu semarak dengan didatangi oleh seluruh warga Tohomon sekitarnya bahkan para wisatawan pun turut hadir menyaksikan kemeriahan hari yang dipenuhi bunga-bunga tersebut, terutama bunga Krisan Putih dan Kuning. Sehingga bunga Krisan ini diklaim sebagai bunga yang terbaik dari segi kualitasnya di dunia. 

Pada pesta bunga kali itu, warga nggak perlu susah-susah mengumpulkan bunga Krisan, sebab bunga tersebut sudah banyak tumbuh di Tomohon sehingga pada akhirnya menjadi bunga khas festival hingga saat ini. 
"Bunga yang disajikan juga nggak kalah indah, krisan putih dan kuning di Tomohon memiliki kualitas terbaik di dunia, yang mana hasil tersebut diperoleh dari penelitian salah satu universitas internasional," kata Jimmy Feidie Eman selaku Walikota Tomohon saat meluncurkan TIFF 2018 di Kementrian Pariwisata, Jakarta, pada Senin lalu. 
Event yang semula hanya ingin diselenggarakan dua tahun sekali ini sebenarnya telah diselenggarakan dengan baik pada tahun 2008, 2010, 2012, 2014, 2015, 2016 dan 2017, hingga sebelum akhirnya menjadi reguler tahunan. Nah, untuk tahun 2018 ini, perhelatan festival bunga Krisan akan digelar lebih meriah, tentunya dengan standar Internasional, dengan mengusung tema ‘Beautiful Tomohon, Sing with Flowers'. Jadi, buat teman-teman yang sangat menyukai pesta bunga, Tomohon menjadi pilihan yang tepat untuk dikunjungi.


Pict. ist

Pemilihan tema ini tentunya dimaksudkan untuk memperkuat branding Tomohon sebagai kota bunga, sekaligus menegaskan kepada seluruh masyarakat Tohomon dan sekitarnya bahwa Tomohon memiliki kekayaan alam yang indah tiada duanya. Festival bunga ini berlangsung di Lapangan Kota Tomohon, dengan latar Gunung Lokon.

Tidak hanya itu saja, tahun ini TIFF juga akan menyajikan kontingen yang berasal dari 19 negara, dimana sebanyak 11 negara merupakan bagian dari anggota Council of Asian Flower Exhibition (CAFÉ), sementara 8 lainnya ialah Ceko, Nepal, Pakistan, Jepang, Kazakhstan, dan Georgia. Waah, sayang banget jika sampai dilewatkan, apalagi pesta bunga seperti ini hanya berlangsung di waktu tertentu saja.
"Tahun ini Raja dan Ratu Georgia dijadwalkan akan berlibur sembari menyaksikan festival ini!" ungkap Coreta Louise Kapoyos, selaku Ketua TIFF 2018.
Nah, untuk menjaga serta mengembangkan festival ini agar menjadi tontonan kelas dunia, tentu saja salah satu pembenahan yang dilakukan oleh penyelenggara yakni mengatur jalannya festival. Agar seluruh rangkaian kontingen berjalan lancar, tentu saja jumlah kendaraan akan dibatasi sebanyak 30 kendaraan sepanjang 10 kilometer.


Pict. ist

Walikota Tomohon, Jimmy Feidie Eman, sangat optimis akan hal ini dengan memaparkan data-data kenaikan wisatawan secara signifikan pada tiap penyelenggaraan TIFF, selain itu ia juga sangat berharap jika dengan adanya festival bunga ini kunjungan wisatawan mancanegara semakin melejit.
"Dari tahun 2016 ke 2017, wisatawan mancanegara yang datang untuk TIFF dari 26.441 jadi 39.000 orang, naik drastis," kata Coreta Louise Kapoyos.
Tahun ini ditargetkan akan ada kunjungan hingga 90.000 wisman serta pergerakan 500.000 wisnus. Tidak hanya itu saja, Menteri Pariwisata Arief Yahya pun turut optimis. Dimana hal tersebut tampak saat peluncuran event di Gedung Sapta Pesona, dimana Kemenpar memuji bahwa jika ini merupakan salah satu event Nasional terbaik yang telah masuk ke dalam Top 100 Calendar of Events (CoE) 2018 Pariwisata Indonesia. Keren banget yaaa!


Pict. ist


"Tidak sulit saat menyeleksi even ini untuk jadi acara unggulan Indonesia, sebab semua juri langsung setuju. Dan, kalau soal musik, tarian, saya percaya sama Sulawesi Utara," terang Menpar Arief Yahya saat menyampaikan kata sambutan.
Terkait dengan pertumbuhan kunjungan wisatawan, Mentri Pariwisata menyatakan rasa bangganya terhadap angka pertumbuhan wisnus maupun wisman yang terdapat di Sulawesi Utara. Tentunya hal tersebut tidak terpisah dari andil Tomohon dengan event tahunannya TIFF, dimana angka pertumbuhan wisawatan meningkat hingga tiga kali lipat. Untuk tahun ini, kunjungan wisman ke Tomohon ditargetkan hingga mencapai 90 ribu orang.
"Kita harapkan kedepannya festival bunga ini akan semakin banyak menarik peserta dari mancanegara,” pungkas Menpar Arief.
Nah, buat teman-teman yang penasaran dengan pesta bunga ini, catet ya tanggalnya agar tahun depan nggak terlewat lagi.

Auto Post Signature