Apa kesan pertama teman-teman saat membaca judul buku "Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat"? Atau mungkin kita punya pemikiran yang sama? Yakni tentang seorang penulis yang mengajak pembacanya untuk dapat bersikap "Bodo Amat" terhadap hal-hal tertentu yang tidak penting, sebuah teknik pendekatan yang waras demi menjalani hidup yang lebih baik.
Terkadang, kita terlalu memikirkan apa yang dikatakan oleh orang ke kita, seperti misalnya: "Kapan menikah?, Kapan punya anak?, Kapan punya rumah dan kapan lainnya. Yang apabila terlalu kita pikirkan, tentunya dapat berdampak negatif pada diri sendiri, badan kurus, pekerjaan tidak terurus dan dampak negatif lainnya. Nah, buku "Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat" ini mengajarkan untuk bersikap "Bodo Amat" pada hal-hal tersebut. Sebab yang tahu usaha kita dalam mewujudkannya adalah diri kita sendiri.
Akan tetapi, terkadang ada waktunya kita butuh saran dan nasihat orang lain dalam hal memperbaiki diri.
Dalam hidup ini kita hanya punya kepedulian dalam jumlah yang terbatas, makanya kita harus bijaksana dalam menentukan kepedulian tersebut.
Tentang Buku Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat
Beberapa hari lalu Saya berkesempatan mengikuti acara bedah buku yang diselenggarakan di Gramedia Matraman.
Buku yang berjudul "Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat" ini sebenarnya judul aslinya adalah The Subtle Art of Not Giving A F*ck yang dikarang oleh Mark Manson dan telah dicetak lebih dari 32 kali.
Bedah buku tersebut juga menghadirkan narasumber, yakni Pak Indra Gunawan yang pernah menjabat sebagai editor di Kompas Daily selama 11 tahun dan juga Mas Adinto F. Susanto yang merupakan editor dari buku terjemahan sebuah seni untuk bersikap bodo amat tersebut.
Ada banyak hal yang bisa dipelajari dari buku ini, tentu saja dengan membacanya langsung.
Dari buku ini, beberapa hal yang Saya petik mengenai Sebuah Seni untuk Bersikap Masa Bodoh, yakni:
- Masa bodoh bukan berarti menjadi acuh tak acuh, akan tetapi nyaman saat menjadi berbeda
- Untuk bisa mengatakan "bodo amat" pada kesulitan, yang mana pertama-tama kita harus peduli terhadap sesuatu yang jauh lebih penting dari kesulitan.
- Entah disadari ataupun tidak, Kita selalu memilih suatu hal untuk diperhatikan.
Buku ini memandu kita berpikir sedikit lebih jelas untuk memilih mana yang penting dalam kehidupan dan mana yang sebaiknya.
Nah, buat teman-teman yang penasaran seperti apa isi bukunya, seperti apa menyikapi sikap bodo amat terdebut, teman-teman bisa mendapatkannya di Gramedia ya. 🤗
Happy reading!


