Ria M Fasha, Blogger Cam Ko Ha dari Bengkulu

Monday, March 27, 2017
Assalamu'alaikum wr. wb

     Tanpa terasa sudah memasuki minggu terakhir bulan ini, semoga lebih baik ya dari hari yang lalu. Oke, kali ini saya akan memperkenalkan seorang ibu muda dari Bengkulu yang prestasinya Masyaa Allah.


     Ibu muda dengan satu anak ini bernama lengkap Ria Mustika Fasha, lebih akrab disapa Ria M Fasha. Kelahiran dari bumi Raflesia tanggal 26 Mei 1990.

Foto Ria M Fasha bersama suami dan anak tercinta.

     Awal perkenalan kami melalui jejaring sosial yaitu Faceebook, karena sama-sama anggota BoBe (Blogger Bengkulu) yang didirikan oleh Mbak Mildaini. Selain berkecimpung di dunia blogger, ibu satu anak ini juga mempunyai usaha pernak pernik dan juga kue yang diberi nama Moystuff_.

     Beberapa hari lalu saya mewawancarainya, berikut hasil wawancara saya:

1. Sejak usia berapa mulai menggemari dunia tulis-menulis lalu berlanjut nge-blog?
Jawab: Saya suka nulis sejak masih duduk di bangku SMP, sedangkan nge-blog sekitar tahun 2008 saat saya masih kuliah.

2. Apa ada kendala yang dihadapi saat memulqi menulis di blog?
Jawab: Tentu saja ada. Kendala saya saat itu, saya nggak punya tempat bertanya dan belajar karena pada saat itu blogger Bengkulu nggak banyak, jadi saya belajar dari google.

3. Apa harapan ke depannya?
Jawab: Saya berharap makin dan semakin semangat ngeblog rutin dan membagikan content positif, sehingga semakin banyak yang kenal dan merasakan manfaat ngeblog.

Setelah saya telusuri blog ibu muda ini, ada banyak prestasi yang telah diraih, diantaranya:
1. Juara 3 Lomba Menulis Feature Perjalanan Tingkat Nasional "Pesona Wisata dan Budaya Bengkulu" Tahun 2011.

2. Pemenang Lomba Menulis "Smart Yellow Story" Sunsilk Indonesia Week 10 Tahun 2012.

3. Pemenang 3 Sun Anugerah Caraka 2014 Kategori Blogger Tema "Melek Finansial" Tahun 2014.

4. Juara 1 Lomba Blog Beauty in Ramadhan With Halal Cosmetics yang Diselenggarakan oleh Wardah dan Kompasiana Tahun 2014.

5. Pemenang 3 Lomba Menulis Resensi Seri Sayap Sakinah Tahun 2015.

6. Juara 1 Liga Blogger Indonesia yang Diadakan +Dot Semarang Tahun 2Pemenang 1 blog Competition Kesehatan Reproduksi dan Mental Remaja BKKBN Tahun 2016.

Foto Ria M Fasha Bersama Anggota Komunitas Blogger Bengkulu.

     Kesimpulan yang dapat saya petik dari hasil wawancara adalah: "Sebesar apapun kendala yang mencoba mematahkan sayap cita-cita, hendaklah terus berjuang dan diperjuangkan dengan doa. Karena Allah SWT selalu beserta orang-orang yang senantiasa berjuang dalam doa."

     Semoga semangat ibu muda ini menular pada kita yang mau berjuang dan berusaha. Aamiin.

Yang mau berkenalan lebih lanjut, dapat menghubungi ke:
Blog: www.riafasha.com dan www.happyummi.com
IG:  @riafasha
Email: chikarein200@gmail(dot)com

Cara Menanam Link Pada Blog

Tuesday, March 21, 2017
Assalamu'alaikum. Wr. Wb

     Setelah menulis hasil ulasan blog teman sesama blogger kemarin, kali ini saya akan memberikan langkah "Menanam Link Blog ke dalam Blog Kita". Sengaja artikel ini saya tulis karena berawal dari ketidaktahuan saya tentang cara menanam link ke blog kita atau bahkan semisalnya ada artikel menarik lainnya yang dimana kita dapat membacanya suatu saat dengan menanamkan link tersebut. Syukurnya ada salah satu teman sesama blogger yang memberi tahu, namanya Ainayya. Terima kasih ya :)

     Oke. Langsung saja ya, biar nggak bosan membaca artikel saya ini. Berikut langkah-langkahnya:
1. Masuk ke blog terlebih dulu, masuk ke menu ketika kita akan menulis. Seperti tampilan berikut ini:

     Kemudian klik tulisan "LINK" (Lihat pada gambar di atas).

2. Setelah meng-Klik, berikutnya akan tampil seperti berikut:

   
     Masukkan alamat link yang akan ditanam pada Web addres, setelah menanam link pada web address kita dapat mempersingkat nama tulisan dengan mengubah nama pada text to display. Misalnya: Artikel berjudul Rumah Baca Online Elva dan Heri dengan alamat link http://www.elvanasira.com, lalu save atau simpan perubahan.

3. Setelah disimpan/ save, tampilannya akan seperti gambar di bawah ini. Alamat link yang ditanam akan berbeda warna dari tulisan lainnya. Jika masih berwarna hitam itu berarti "Anda belum berhasil, coba lagi!).

   
     Jika link berwarna biru seperti yang tampak pada gambar di atas, maka ketika kita klik maka kita akan tertuju pada tulisan tersebut.



Arisan Link dan Manfaatnya Bagi Blog

Wednesday, March 15, 2017

Assalamu’alaikum Wr. Wb

Kali ini saya akan mengupas sedikit tentang Arisan Link dan apa saja manfaatnya. Tapi, sebelum kita kupas manfaatnya, ada baiknya kita ketahui terlebih dahulu apa itu Arisan Link.

Arisan Link merupakan salah satu cara untuk menanamkan link atau backlink blog kita ke orang lain. Arisan Link hampir serupa tapi tidak sama dengan arisan yang dilakukan para ibu-ibu kebanyakan, dimana arisannya berupa uang sedangkan arisan link kita hanya menanam link orang (Yang sudah ditentukan sebelumnya) pada blog kita tanpa uang. Akan tetapi, tekniknya tidak jauh beda, dimana para pemenangnya akan dipilih dengan sistim kocokan. Untuk lebih jelasnya, perhatikan langkah-langkah berikut ini:

1. Setiap bulan akan diambil dua orang pemenang.
     Contoh, misalkan yang menang A dan C. Di minggu pertama dan kedua kita akan mengulas pemenang A di blog kita. Mengulas tentang apa? Tentang apa saja keseharian dan aktivitasnya, baik segi kepenulisan, rutinitas nge-blog maupun aktivitas lainnya yang bersifat positif. Judul langsung mencantumkan nama pemenang, seperti contoh berikut:
(Nama Rekan) Intan Novriza KS
(Nama Pemenang) Milda Ini

Langkahnya ( Lihat lebih detail pada blog berikut yang saya kutip dari Blogger Bengkulu) setelah minta izin buat dijadikan contoh.

Contoh 1. Intan: Sosok Mildaini, Blogger dan Penulis Inspiratif dari Bengkulu http://www.inokari.com/2017/02/tentang-mildaini-penulis-blogger.html

Contoh 2: http://www.naqiyyahsyam.com/2017/01/mildaini-blogger-bengkulu-yang-gemar.html

2. Panjang tulisan minimal 500 kata dan minimal 2-3 foto pendukung.
     Untuk foto pendukung, teman-teman bisa mendapatkan pada koleksi foto si pemenang (Tapi minta izin dulu ya, agar tidak dilaporkan kepada pihak berwajib :D ).

3. Masukan, teman-teman bebas memakai keyword apa saja backlink blog pemenang ke postingan yang akan kita buat. (Untuk lebih jelas, contoh link pada nomor satu dibaca lagi ya :).

4. Buatlah tulisan yang bersifat positif dan menginspirasi orang lain, serta hindari hal yang buruk dan jauhkan dari SARA di dalam tulisan kita. Tahu kan apa itu SARA? Bukan nama tetangga sebelah loh.

5. Di akhir tulisan, masukkan informasi sosial media pemenang seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan lain-lain.

6. Setiap tulisan arisan link di drop di salah satu media khusus, misal Facebook atau Whatsapp yang dimana akan di handle oleh salah seorang anggota grup itu sendiri. Mengapa harus membuat grup khusus? Agar anggota lainnya tidak kehilangan jejak jika ingin memposting tulisannya.

7. Sistem Pemilihan Pemenang.
     Sistemnya sama seperti sistem arisan biasa, dimana pemenang dipilih dengan cara nama seluruh anggota ditulis kemudian semua nama-nama tersebut dimasukkan ke dalam wadah khusus (Seperti gelas plastik dan sebagainya), kemudian dikocok. Nama yang keluar dialah pemenangnya.

8. Bagi yang belum posting tulisan hingga batas waktu yang telah ditentukan maka namanya belum dapat dimasukkan ke dalam kocokan berikutnya hingga kewajibannya tuntas.

Baca juga Cara Menanam Link Pada Blog.

     Lalu, apa manfaatnya? Ya tentu saja ada. Yakni efek backlink yang dahsyat.

Sekian dulu ulasan saya tentang Arisan Link. Semoga bermanfaat dan selamat merasakan dampaknya.

Bunga Part II

Saturday, March 11, 2017
Penulis: Elva Susanti
Ide Cerita: Elva dan Heri
Image: Googleimage


     Kisah pertama dapat dilihat di episode Bunga.

Pagi yang lembap oleh kabut air mata, itulah yang dirasakan Bunga saat melepaskan keberangkatan Wendra pelatihan ke Bandung. Rasa cemburu tiba-tiba menggelayuti hatinya.

    "Hati-hati di jalan ya, Sayang! Sempatkan berkirim kabar kalau sudah sampai di sana," Bunga mencium punggung telapak tangan suaminya.
     
     Usai melepas keberangkatan sang suami, Bunga kembali berkutat membereskan pekerjaan rumah yang sempat tertunda. Akan tetapi sesuatu hal membuat Bunga terperanjat, lalu meraih apa yang dilihatnya. Dengan langkah terburu-buru membuka pintu, berusaha menyusul suaminya. Akan tetapi semua sia-sia, karena punggung Wendra sudah tidak terlihat.
     'Duh, bagaimana ini? Aku nggak bisa menghubunginya.' Bunga menggumam pada handphone Wendra yang tertinggal.

***

     Pukul lima sore, Erika bersama dua anaknya telah sampai di pekarangan rumah Bunga. Senja kala itu terasa sunyi, tak tampak ada aktivitas penghuninya.

     "Assalamu'alaikum! Mbak Bunga." Erika menggedor pintu, namun belum ada sahutan si empunya rumah.

     Erika menarik lengan kedua anaknya menuju halaman belakang. Di bawah pohon jambu biji, Bunga duduk memerhatikan tingkah dua ekor kucing peliharaannya dengan dagu disandarkan pada lutut. 

     "Mbak!" ucap Erika, mengagetkan Bunga.

     "Astagfirullah, Dek. Kamu mengagetkan saja. Ucap salam, kek!"

     "Hmmm ..., Mbak melamun ya? Hingga suaraku nggak kedengaran. Mikirin apa, sih?" Erika memandangi kakaknya.

     Tiada jawaban, saat memandangi dua keponakannya yang cantik-cantik barulah Bunga melepaskan diri dari lamunannya. Dengan rasa cinta Bunga menggendong si bungsu Meilani, membuat Sarah, sang kakak cemberut.

     "Ayo, Sayang, kita ke dalam!  Makwo masak kolak ubi ungu kesukaan Kakak Sarah, loh!"

   Mendengar itu, Sarah melompat kegirangan. Kolak ubi ungu adalah makanan kesukaan Sarah, dan hari itu Bunga sengaja membuatkan kolak yang disukai keponakannya.

"Makwo, Pakwo mana?" Meilani yang selalu dekat pada Wendra tiba-tiba menanyakan keberadaannya.

"Pergi kerja, Sayang!"

Erika melihat air muka kakaknya sedikit keruh saat Wendra disebut. 

"Kakak sama adik nggak boleh berantem, ya! Mama dan Makwo mau ke belakang sebentar!" Ia mengajak Bunga ke halaman belakang ketika kedua anaknya sedang menikmati kolak ubi ungu di dapur.

"Mbak Bunga sehat-sehat saja, kan?" 

Bunga tak mengubris, tatapannya kosong. Hingga pertanyaan yang kedua kali barulah ia tersadar.

"Ka, kamu pernah nggak merasa kesal dengan suamimu?"

"Kok tiba-tiba nanyain itu,  Mbak? Mbak Bunga berantem sama Bang Wendra, ya?"

"Enggak sih, hanya saja entah mengapa dua hari ini aku merasa kesal sama dia. Sering pusing juga."

Erika mengamati kakaknya, ada sesuatu yang berbeda. "Mbak, sudah cek belum? Siapa tahu positif, Mbak!" Bisiknya.

Mendengar itu Bunga merasakan debaran seketika. Apa mungkin yang diinginkan  akan sesegera ini datang?

"Aku selalu merasa cemburu sama suamiku, Dek. Apalagi hari ini dia ke Bandung."

"Itu hanya perasaan Mbak saja, lebih baik didoakan agar pekerjaannya lancar."

'Entahlah!' Erika menggumam.


***


Usai Salat Ashar Bunga langsung menuju apotik terdekat, ingin memastikan apa yang dikatakan adiknya benar, bahwa ia sedang hamil.

Dengan rasa berdebar buru-buru ia pulang, lalu menuju kamar mandi membuka plastik testpack kemudian merendam ujungnya ke dalam wadah kecil berisi urin. Ia duduk memandangi waktu, ingin memutar lebih cepat agar segera tahu hasil akhir.

Setelah tiga puluh menit berlalu, tampak dua garis sejajar berwarna merah. Ia mendekat dan mengucek mata berkali-kali. "Aku hamil? Alhamdulillah, aku hamil!"

Hasil testpack disimpannya baik-baik, ingin menunjukkan pada Wendra, sepulangnya dari Bandung.

Menjelang senja, Wendra pulang. Dengan tidak sabar ia mengetuk pintu, akan tetapi tiada sahutan. Ingin mengirim pesan singkat melalui WhatsApp, handpone tidak ada. Ia bingung.

"Ke mana saja sih, Dek? Kamu tahu nggak kalau aku ini capek? Mau dihubungi juga nggak bisa." Tukas Wendra menerobos masuk.

"Maaf, tadi lagi di ...."

Wendra langsung memotong dan berlalu begitu saja, "Aku capek, mau istirahat!"

Bunga mengurungkan niatnya, menyimpan apa yang ingin ditunjukkan, entah berapa lama.

***

"Abang, aku mau ngomong ssesuatu."

"Aku juga sama, Dek, ada yang mau aku sampaikan." Wendra memasang wajah serius.

Bunga menyilakan suaminya bicara lebih dulu.

"Begini, kamu kan tahu sendiri kalau aku kerja di Bank dan Bank itu berbunga." Wendra mengecilkan suara.

Bunga mengangguk dan mendengarkan dengan serius.

"Kalau bisa, kita tunda dulu kehamilanmu. Soalnya nyari kerja di Jakarta tidak gampang. 
Lagipula, Abang tidak mau memberi makan anak kita dengan uang riba. Cukup kita saja untuk saat ini."

"Tapi, Bang ...!"

"Simpan dulu kata tapi!" Sergah Wendra.

Bunga kembali mengurungkan niatnya untuk menceritakan kehamilannya pada Wendra, cukup dia saja yang tahu saat ini.

Bersambung di Bunga Part 3 (Episode Terakhir)

Auto Post Signature