Berbesar Hati Menerima


Dulu, semasa kecil. Melihat pesawat melintas di atap rumah, sembari duduk berselonjor pada ibu, saya berkata: "Kapan ya, Bu, aku bisa naik pesawat?"
Ibu hanya memandang iba, lalu dua menit berselang barulah ibu berbicara: "Mudah-mudahan, Nak!" dengan mata berkaca-kaca.

Pada hari berikutnya, saat menonton televisi aku kembali berujar: "Kapan ya, Mak, aku naik kereta api?" dan ibu lagi-lagi hanya mengaminkan.

        Duh, semasa kecil aku suka berangan-angan ingin naik pesawat dan kereta api. Entah berapa kali kata itu terucap dan ibu hanya mengaminkan, karena dapat dibayangkan kehidupan kami saat itu cukup sederhana. Dapat dibayangkan, jangankan naik pesawat, naik kereta api pun seolah hanya akan menjadi angan belaka yang seakan takkan mungkin terwujud. Namun, ibu tak pernah menyurutkan semangatku, mematahkan keinginanku. Hanya kata 'Aamiin' yang selalu diucapkannya untukku.

        Setahun, dua tahun hingga beberapa tahun kemudian saat aku berusia 23 tahun. Semua yang kuucapkan sewaktu kecil yang selalu diiringi kata 'Aamiin' dari ibu seolah terjawab. Akhirnya, di bulan ke enam setelah usai wisuda bulan ketiga, seolah semua hanya mimpi. Adik ibu menawariku untuk berangkat ke tempatnya (Jakarta), dan dia yang membiayai semuanya. Alhamdulillah!

        Dari sepenggal kisah nyata di atas, mari petik hikmah. Terkadang, kita meminta sesuatu pada Allah SWT tak kunjung datang, tak kunjung diberikan. Lalu berpikir seolah Allah tak sayang pada kita, tak adil memberikan apapun pada kita. Padahal, Dia Maha Tahu kapan waktu yang tepat untuk memberikan apa yang kita minta, bahkan ada sesuatu hikmah jika permintaan itu 'tertunta' untuk dikabulkan.

        Atau mungkin, kita terlalu menuntut pada-Nya, namun lupa membenahi diri. Lupa mensyukuri apa yang telah Dia beri. Terlalu sibuk bahkan sangat disibukkan dengan duniawi, sehingga kata syukur itu jauh dan semakin jauh dari hati.

        Inilah saatnya membenahi hati (niat), bersabar, mensyukuri segala sesuatu sepenuh hati. Karena, baik bagi kita untuk disegerakan, bisa jadi sesungguhnya tidak baik untuk segera didapatkan. Aallah Maha Tahu yang terbaik buat hamba-Nya, termasuk kita.

Image: Googleimage

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Berbesar Hati Menerima"

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar yang dapat membangun tulisan saya.