Skip to main content

Arisan = Menabung

 Assalamu'alaikum wr. wb.

     Siapa yang pernah ikut arisan? Jawabannya pasti rata-rata sudah pernah ya. Apalagi   kalangan wanita. Akan tetapi, apakah arisan dibolehkan dalam islam? 

     Pada sebuah artikel karya Asmirizani yang berjudul Arisan dan hukumnya ini menjelaskan tentang hukum yang berlaku dalam kegiatan arisan. Sebenarnya, arisan sih baik-baik saja, asal dalam sistem arisan tersebut tidak mengandung riba atau bahkan merugikan orang lain. Tidak bisa dipungkiri, terkadang anggota yang ikut arisan tidak menyadari kewajibannya. Bahkan terkadang ada sebagian anggota arisan yang setelah mendapat arisan justru jadi malas membayar, sehingga membuat anggota lainnya jengkel, kesal karena uang yang diterima tidak full. 

     Ada juga terkadang sekumpulan anggota arisan yang membuat sistem arisannya seperti menabung, dimana hasil akhirnya akan dibagi sesuai ketentuan bersama antar anggota, semisalnya sebelum lebaran idul Fitri hasil dibagikan. Lalu, untuk memperbanyak hasil, maka dibukalah kesempatan kepada anggota bahkan non anggota untuk meminjam uang dari arisan tersebut dengan bunga 10% untuk anggota dan bunga 15% bagi non anggota. Dan, demi agar terhindar dari kata bunga riba maka dibentuklah kesepakatan bahwa nominal dari persen itu bukanlah bunga melainkan jasa pinjaman. Padahal, hakikatnya sama saja.

     Hal tersebut di atas terjadi , bisa saja karena masih minimnya tentang pengetahuan ilmu agama. Atau mungkin bahkan ada yang sudah tahu tapi masih terasa berat untuk bisa melepaskan diri. Jadi, sebelum memutuskan untuk membentuk sebuah arisan, maka hendaklah beberapa hal berikut jadi pertimbangan:

1. Melakukan kesepakatan kepada seluruh anggota.
     Kesepakatan ini maksudnya sepakat untuk membayar tepat waktu tanpa mengiming-imingi yang terlambat harus membayar denda sekian persen. Jika salah satu atau beberapa anggota merasa sulit untuk membayar tepat waktu, maka buat kesepakatan agar membayar pada tanggal sekian sebelum kocokan arisan dilakukan, semisal dengan cara mencicil agar tidak memberatkan. Tapi, sebenarnya hal seperti ini sedikit membebani ketua arisan/ yang memegang kendali arisan karena harus menagih. Maka, hendaklah memberi ketentuan agar yang bersangkutan datang untuk membayar tanpa harus ditagih.

2. Hendaklah arisan berbentuk uang bukan barang.
     Tak bisa dipungkiri terkadang ada yang mengadakan arisan berupa barang. Akan tetapi, harga barang bisa saja naik sewaktu-waktu. Maka sebaiknya arisan uang saja.

3. Sepakat sebelumnya agar yang tidak hadir namanya keluar saat kocokan arisan, maka dibatalkan dan cari nama pemenang yang baru atau tidak jadi masalah.
     Mengapa hal tersebut harus dilakukan? Agar anggota lainnya tidak ada yang merasa dirugikan bahkan dikecewakan.

     Dan masih banyak lagi cara lainnya agar arisan yang dilakukan tetap berjalan baik dan tetap mempererat tali silaturahmi antar anggota. Intinya, arisan itu adalah salah satu cara untuk menabung. Dan baik buruknya hasil tabungan itu bergantung pada si pelaku arisan.


Comments

  1. waaa baru tau sih kalo ada arisan yang bisa dipinjem segala gitu haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu pernah saya ikuti dulu saat belum tahu kalau sistem arisan yang dipinjem dengan jasa/bunga sekian persen gak dibolehin dalam agama. Kalau sekarang udah gak ikutan lagi, takut sama tumpukan dosa :)

      Delete
  2. saya juga sempat ulasan tentang arisan ini di salah satu chanel dakwah. kalau nggak salah arisan ini mirip sama ngutang gitu. tapi saya masih sih ikut arisan. soalnya kalau nggak nabung di arisan uangnya nggak ketabung

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar yang dapat membangun tulisan saya.

Popular posts from this blog

Berpenghasilan dari Tulisan Bermakna

http://www.indosiar.com/shows/sayembara-sinema-indonesia-kispembacaaku
     Suka menulis dan ingin punya penghasilan? Inilah saatnya unjuk taring. Setelah FTV pada  beberapa stasiun televisi di Indonesia membuka kesempatan untuk penulis di seluruh Indonesia seperti Trans7, SCTV dan lainnya, maka Indosiar pun membuka kesempatan yang sama.
     Di sepanjang perjalanan hidup, kadang yang kita temui bukan hanya sukanya saja, akan tetapi duka pun hadir menjadi pelengkap. Dan dari sanalah kita belajar untuk menyikapi hidup dengan penuh kesabaran. Dan, Indosiar memberi kesempatan itu kepada penulis agar orang lain dapat memetik hikmah dari apa yang terjadi, dibuat dalam bentuk sinopsis.
     Berbicara soal sinopsis, menurut KBBI Offline Sinopsis merupakan ikhtisar dari sebuah karangan yang biasanya diterbitkan bersama-sama dengan karangan asli yang menjadi dasar sinopsis itu atau kata lain abstraksi atau rringkasan. Jadi, intinya sinopsis itu sebuah karangan sebab akibat yang ditulis ke dal…

Anyang-anyangan Menyerang, Basmi dengan Prive Uri-Cran

Assalamu'alaikum wr. wb.

     Halo pembaca setia, kali ini saya akan membahas mengenai Anyang-anyangan. Sebelum membahas lebih lanjut apa itu anyang-anyangan, penyebab hingga cara mengatasinya, saya punya pertanyaan. Pernahkah Anda mengalami hal ini? Rasa ingin buang air terus menerus, akan tetapi urine yang keluar hanya sedikit. Nah, hal semacam itulah yang disebut dengan Anyang-anyangan.

       Menurut dokter ahli urologi dr. I.B. Tatwa Yatindra, Sp.U., anyang-anyangan merupakan suatu gejala akibat berbagai masalah karena terjadi frekuensi berkemih menjadi lebih sering dari biasanya, namun volumenya sedikit-sedikit. "Gejala ini merupakan tanda telah terjadi sesuatu pada saluran kencing bagian bawah khususnya masalah dalam penyimpanan air seni di kandung kencing," jelasnya.

       Anyang-anyangan atau bahasa ilmiahnya Cylisis merupakan salah satu gangguan kesehatan yang menyerang pada saluran kemih, dan dapat juga dikatakan sebagai gejala Infeksi Saluran Kemih, dimana a…

Pentingnya Berhati-hati Saat Pergi

Assalamu'alaikum wr. wb

      Hallo pembaca setia, semoga selalu sehat dan lancar rezkinya. Apalagi di bulan yang penuh berkah ini, apalagi kalau bukan bulan Ramadhan. Oh iya, saya mau berbagi informasi dan tips nih buat kalian yang hobi jalan atau mungkin berbelanja. Tapi sebelumnya saya mau sedikit bercerita tentang pengalaman suami saya.
      Sabtu, 27 Mei 2017. Suami saya pergi mengambil barang pesanan ke gudang. Sekitar  jam tujuh berangkat dari rumah dan jam sembilan lebih lima belas tiba di gudang pakaian.  Cukup lama berkeliling mencari pesanan lainnya hingga kemudian dirasa cukup barulah suami saya memutuskan untuk pulang. Saat itu kondisi di sana tidak terlalu ramai, namun menurut penuturan suami saya entah mengapa pengunjung yang tadinya tidak ramai tiba-tiba membuat jalan yang ditempuh terasa sempit.

     Setibanya suami di rumah, saya merasa ada yang aneh dengan tas kecil yang disandangnya. Tampak seperti ada benda yang hendak keluar dari dalam tas itu. Dan benar saj…