Zaman Penuh Waspada

Assalamu'alaikum wr. wb.

     Di era globalisasi ini, kita terutama para orangtua harus lebih memerhatikan anak, siapa temannya, lingkungannya, buku bacaannya. Dulu, entah di tahun berapa, buku pelajaran anak sekolah dihebohkan dengan beberapa bacaan yang menjurus ke pornografi. Dan hari ini, saya mendapat informasi dari sumber yang tak mau disebutkan namanya, sebuah buku bacaan anak yang tulisannya ngalor ngidul. *apa si penulis nggak mikir dua sampai seribu kali ya!

Baca juga: Tips Menghapus Potret Buram Remaja
     
Zaman Penuh Waspada
Tampilan cover depan

     Kalau dilihat dari bacaan pada cover depan sih, sebenarnya buku ini memberikan gambaran agar anak usia dini harus berani tidur sendiri. Namun, setelah ditelisik ke bagian isi, ternyata eh ternyata isinya parah banget.

    
      Lalu, pada halaman berikutnya.


     Semoga penulis buku ini diberikan hidayah oleh Allah SWT. Aamiin. Dan semoga kita dapat memantau anak-anak kita. Baik anak sendiri (orangtua) maupun anak didik (dewan guru/ tenaga pendidik) dan khususnya lingkungan sekitar. Karena anak adalah generasi penerus, jangan sampai "arang habis besi binaso".

       Informasi terbaru!
   Beberapa hari setelah tulisan ini saya ulas, alhamdulillah saya mendapat informasi terbaru mengenai permohonan maaf penulis akan beredarnya buku ini. Sebab, sebenarnya buku ini dimaksudkan untuk pegangan para orangtua. Akan tetapi, tetap saja saran saya, jika nanti menulis buku untuk pegangan orangtua, hendaklah tidak membuat cover depan bergambar kartun anak-anak, karena anak-anak akan penasaran melihat isi saat setelah melihat covernya.

Subscribe to receive free email updates:

10 Responses to "Zaman Penuh Waspada"

  1. Like mba. Buku macam seperti itu gak layak dibaca untuk anak-anak. Terlihat jelas dari isi menggambarkan hal hal negatif, sangat memprihatinkan..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak. Tapi baru2 ini ada ralat dari si penulis kl buku itu utk pegangan orangtua, tapi bagi saya kl itu buku utk pegangan orangtua harusnya gambar tidak seperti bacaan utk anak2. Semoga ada jalan keluar terbaik

      Delete
  2. Astaghfirullahal'adziim.
    Semoga kita senantiasa terjaga dalam kuatnya iman dan takwa.

    ReplyDelete
  3. Kalau yang seperti ini bukan hanya penulisnya, tapi penerbitnya juga butuh koreksi dan peringatan keras. Bisa-bisanya buku yang seperti itu belindung/sembunyi dibalik kedok buku anak. Wallahu a'lam bisshawab.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kita berdoa saja semoga ini ada hikmahnya. Lagipula informasi yang saya dapat ketika berita ini menyebar, si penulis dan penerbit sudah meralat dan menjelaskan atas kesalahpahaman ini. Alhamdulillah.

      Delete
  4. Harusnya bacaan anak lebih diperhatikan oleh orangtua jangan sampai terpengaruh dengan sesuatu yg belum mereka ketahui.

    ReplyDelete
  5. Wah aku belum pernah lihat secara riil nih bukunya. Mesti waspada ya saat beli buku, bisa untuk anak atau orangtua? Biar kita pilih2 dulu disortir sebelum diberikan kepada anak kita.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget mbak karena yang namanya anak2 kan belum tau mana yang bagus buat mereka dan mana yang tidak.

      Delete

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar yang dapat membangun tulisan saya.