Skip to main content

Jangan Berharap Banyak, Tapi Banyaklah Berbuat

          Saya ingat sekali, awal mula saya terjun ke dunia literasi, begitu senang. Bergabung ke beberapa komunitas kepenulisan serta mengikuti kegiatan komunitas tersebut. Awal belajar saya merasa minder, semua teman-teman mendapat apresiasi oleh pendiri komunitas tersebut karena tulisan mereka bagus-bagus dengan ide yang begitu hidup dan mengalir. Lah saya apa atuh? Ilmu bahasa masih secuil, keberanian masih seiprit, di luar jangkauan. Akhirnya saya hentikan sejenak mengikuti aktivitas grup sambil sesekali mengintip kegiatan grup. :D

          Setiap hari saya perhatikan perkembangan grup, diantara sekian teman grup, ada yang sudah memiliki buku karya sendiri, bahkan telah banyak yang memesan buku karyanya. Jealous? Tentu saja ada. Siapa sih yang nggak jealous lihat teman sudah berhasil. Dan batin saya hanya menggumam penuh harap, "Kapan ya saya bisa begitu?, Kapan ya punya buku sendiri?, Kapan dan kebanyakan berharap dengan kapan. Akhirnya saya benar-benar vakum dan hanya berharap jika suatu saat saya pun bisa. Namun apa? Apa saya berhasil dengan pertanyaan kapan itu? Atau mungkin telah meraih pencapaian yang tinggi dengan semua kalimat "Kapan" tersebut? Tentu saja tidak. So, bukankah di dalam Al-Quran pun dijelaskan bahwa "Dia (Tuhan) tidak akan mengubah nasib suatu kaum kalau bukan kaum itu sendiri yang mengubahnya". 

         Nah, untuk meminimalisir hal tersebut, berikut tips yang saya comot dari pengalaman pribadi:
  1. Buat catatan khusus pada buku pribadi, dan tulis apa saja yang ingin dicapai dan bagaimana cara mendapatkannya.
  2. Bergerak. Maksudnya adalah melakukan tindakan demi untuk mencapai apa yang telah ditargetkan, sebab jika hanya membuat sebuah catatan tanpa mengaplikasikannya, tentu saja hal tersebut hasilnya akan NOL.
  3. Berdoa dan meminta kepada-Nya, sebab tanpa meminta itu sama saja kita sombong. Masa sama Tuhan yang Maha Pemberi mau berbuat sombong!!
  4. Meminta restu orangtua dan suami jika sudah punya suami ya, yang belum ayo berusaha :D.
  5. Yakin dan percaya, jika rezeki takkan pernah tertukar.
          Ok Sobat, hanya itu tips dari saya. Intinya, apapun itu segeralah untuk dilakukan selagi berdampak positif. Jangan ditunda-tunda nanti diambil orang. Bagaimana dengan pengalaman sobat? Yuk bagi tipsnya

Sumber Image: pexels.com

Comments

  1. Aku pun kadang suka merasa "wahhh dia udah bikin buku, aku kapan ya?" Trus jadi kebawa baper beberapa saat. Tapi akhirnya aku mikir, yang penting aku terus menulis, terlepas dari jadi buku atau enggaknya, aku terus menulis, karena aku suka.
    Tapi biar bagaimanapun tulisan yang baik katanya adalah tulisan yang dibaca orang lain. Makanya aku lebih betah di blog, meski enggak mudah juga membuat orang mau mampir dan membaca tulisan aku.

    ReplyDelete
  2. padahal aku uda punya target sendiri mba tapi sayang malesnya warbiyasah buat nerusin lagi hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo mbak, sama2 kita berantas rasa malesnya :D

      Delete
  3. Siip deh. Ayo terus bergerak :)

    ReplyDelete
  4. Selain list apa yang ingin kita capai, penting dan harus juga segera action, kemudian berdoa dan pasrah sama yang kuasa ya, Teh.
    Baru maen kesini, salam kenal ya..

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar yang dapat membangun tulisan saya.

Popular posts from this blog

Berpenghasilan dari Tulisan Bermakna

http://www.indosiar.com/shows/sayembara-sinema-indonesia-kispembacaaku
     Suka menulis dan ingin punya penghasilan? Inilah saatnya unjuk taring. Setelah FTV pada  beberapa stasiun televisi di Indonesia membuka kesempatan untuk penulis di seluruh Indonesia seperti Trans7, SCTV dan lainnya, maka Indosiar pun membuka kesempatan yang sama.
     Di sepanjang perjalanan hidup, kadang yang kita temui bukan hanya sukanya saja, akan tetapi duka pun hadir menjadi pelengkap. Dan dari sanalah kita belajar untuk menyikapi hidup dengan penuh kesabaran. Dan, Indosiar memberi kesempatan itu kepada penulis agar orang lain dapat memetik hikmah dari apa yang terjadi, dibuat dalam bentuk sinopsis.
     Berbicara soal sinopsis, menurut KBBI Offline Sinopsis merupakan ikhtisar dari sebuah karangan yang biasanya diterbitkan bersama-sama dengan karangan asli yang menjadi dasar sinopsis itu atau kata lain abstraksi atau rringkasan. Jadi, intinya sinopsis itu sebuah karangan sebab akibat yang ditulis ke dal…

Anyang-anyangan Menyerang, Basmi dengan Prive Uri-Cran

Assalamu'alaikum wr. wb.

     Halo pembaca setia, kali ini saya akan membahas mengenai Anyang-anyangan. Sebelum membahas lebih lanjut apa itu anyang-anyangan, penyebab hingga cara mengatasinya, saya punya pertanyaan. Pernahkah Anda mengalami hal ini? Rasa ingin buang air terus menerus, akan tetapi urine yang keluar hanya sedikit. Nah, hal semacam itulah yang disebut dengan Anyang-anyangan.

       Menurut dokter ahli urologi dr. I.B. Tatwa Yatindra, Sp.U., anyang-anyangan merupakan suatu gejala akibat berbagai masalah karena terjadi frekuensi berkemih menjadi lebih sering dari biasanya, namun volumenya sedikit-sedikit. "Gejala ini merupakan tanda telah terjadi sesuatu pada saluran kencing bagian bawah khususnya masalah dalam penyimpanan air seni di kandung kencing," jelasnya.

       Anyang-anyangan atau bahasa ilmiahnya Cylisis merupakan salah satu gangguan kesehatan yang menyerang pada saluran kemih, dan dapat juga dikatakan sebagai gejala Infeksi Saluran Kemih, dimana a…

Pentingnya Berhati-hati Saat Pergi

Assalamu'alaikum wr. wb

      Hallo pembaca setia, semoga selalu sehat dan lancar rezkinya. Apalagi di bulan yang penuh berkah ini, apalagi kalau bukan bulan Ramadhan. Oh iya, saya mau berbagi informasi dan tips nih buat kalian yang hobi jalan atau mungkin berbelanja. Tapi sebelumnya saya mau sedikit bercerita tentang pengalaman suami saya.
      Sabtu, 27 Mei 2017. Suami saya pergi mengambil barang pesanan ke gudang. Sekitar  jam tujuh berangkat dari rumah dan jam sembilan lebih lima belas tiba di gudang pakaian.  Cukup lama berkeliling mencari pesanan lainnya hingga kemudian dirasa cukup barulah suami saya memutuskan untuk pulang. Saat itu kondisi di sana tidak terlalu ramai, namun menurut penuturan suami saya entah mengapa pengunjung yang tadinya tidak ramai tiba-tiba membuat jalan yang ditempuh terasa sempit.

     Setibanya suami di rumah, saya merasa ada yang aneh dengan tas kecil yang disandangnya. Tampak seperti ada benda yang hendak keluar dari dalam tas itu. Dan benar saj…