Bedah Buku Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat

Monday, November 25, 2019

Apa kesan pertama teman-teman saat membaca judul buku "Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat"? Atau mungkin kita punya pemikiran yang sama? Yakni tentang seorang penulis yang mengajak pembacanya untuk dapat bersikap "Bodo Amat" terhadap hal-hal tertentu yang tidak penting, sebuah teknik pendekatan yang waras demi menjalani hidup yang lebih baik. 

Terkadang, kita terlalu memikirkan apa yang dikatakan oleh orang ke kita, seperti misalnya: "Kapan menikah?, Kapan punya anak?, Kapan punya rumah dan kapan lainnya. Yang apabila terlalu kita pikirkan, tentunya dapat berdampak negatif pada diri sendiri, badan kurus, pekerjaan tidak terurus dan dampak negatif lainnya. Nah, buku "Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat" ini mengajarkan untuk bersikap "Bodo Amat" pada hal-hal tersebut. Sebab yang tahu usaha kita dalam mewujudkannya adalah diri kita sendiri.

Akan tetapi, terkadang ada waktunya kita butuh saran dan nasihat orang lain dalam hal memperbaiki diri. Dalam hidup ini kita hanya punya kepedulian dalam jumlah yang terbatas, makanya kita harus bijaksana dalam menentukan kepedulian tersebut.

Tentang Buku Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat

Beberapa hari lalu Saya berkesempatan mengikuti acara bedah buku yang diselenggarakan di Gramedia Matraman. Buku yang berjudul "Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat" ini sebenarnya judul aslinya adalah The Subtle Art of Not Giving A F*ck yang dikarang oleh Mark Manson dan telah dicetak lebih dari 32 kali. 



Bedah buku tersebut juga menghadirkan narasumber, yakni Pak Indra Gunawan yang pernah menjabat sebagai editor di Kompas Daily selama 11 tahun dan juga Mas Adinto F. Susanto yang merupakan editor dari buku terjemahan sebuah seni untuk bersikap bodo amat tersebut. Ada banyak hal yang bisa dipelajari dari buku ini, tentu saja dengan membacanya langsung. 

Dari buku ini, beberapa hal yang Saya petik mengenai Sebuah Seni untuk Bersikap Masa Bodoh, yakni:

  • Masa bodoh bukan berarti menjadi acuh tak acuh, akan tetapi nyaman saat menjadi berbeda 
  • Untuk bisa mengatakan "bodo amat" pada kesulitan, yang mana pertama-tama kita harus peduli terhadap sesuatu yang jauh lebih penting dari kesulitan.
  • Entah disadari ataupun tidak, Kita selalu memilih suatu hal untuk diperhatikan.

Buku ini memandu kita berpikir sedikit lebih jelas untuk memilih mana yang penting dalam kehidupan dan mana yang sebaiknya.

Nah, buat teman-teman yang penasaran seperti apa isi bukunya, seperti apa menyikapi sikap bodo amat terdebut, teman-teman bisa mendapatkannya di Gramedia ya. 🤗 



Happy reading!
10 comments on "Bedah Buku Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat "
  1. Udah lumayan lama buku ini beredar. Dulu sempat tertarik untuk beli.m yang akhirnya hanya menungggu giliran meminjam hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kok menunggu giliran 😁. Lama atuh kl nunggu gilirannya mbak

      Delete
  2. Pertama di rak Gramedia langsung tertarik karena judulnya. dan beneran, meski terjemahannya agak enggak pas maksudnya tapi buku ini bisa mengingatkan kita untuk memilih prioritas dalam hidup. Mana yang harus dipikirin dan mana yang mending di bodo amatin :D

    ReplyDelete
  3. Salah satu buku idaman yang pengen kubaca nih mbak. Maksih sudah diulas sedikit. Ditunggu ulasan lengkapnya.

    ReplyDelete
  4. Seni masa bodoh yang unik. Bukan masa bodoh beneran tapi fokus pada yang lebih penting. Jadi, kita tetap upgrade. Bukan stag di tempat. Sip.. bagus sekali, nih. Saya suka pesan yang disampaikan.
    Banyak yang butuh tips masa bodoh gini agar tidak mudah baper dan caper, ujung-ujungnya terganggu mental illness-nya.

    ReplyDelete
  5. judulnya menarik. ada temenku yang juga posting buku ini. menarik memang. judul bukunya mencolok mata, hahaha. karena banyak orang yang bersikap bodoamat tapi tak ada yang membelanya. kurang lebih gitu sih menurutku

    ReplyDelete
  6. Saya pernah tulis staus di media sosial begini, Mbak Elva : Hidup saya lebihbahagia, bila sayya tidak mengurusi utusan orang lain."
    Eh.. ada yang komen, kalau tetangga kelaparan, tidak peduli juga ya, Mas?

    Hahaha.. bukan itu maksudnya. Ya, maksudnya seperti di dalam buku itu. Terkadang ada orang terlalu sibuk mengurusi orang lain, sampai lupa urusan sendiri hehehe

    ReplyDelete
  7. Buku ini best seller banget di seluruh dunia. Emang kasih perspektif yang berbeda dan bikin kita juga jadi lebih santai menyikapi hidup. Seneng ya mbak bisa ikut bedah bukunya

    ReplyDelete
  8. buku ini menjadi salah satu rekomendasi dari penulis favoritku, karena banyak hal yang katanya bliau bisa dipelajari dari buku ini

    ReplyDelete
  9. Sikap bodo amat yang positif tentunya, jadi penasaran tentang isinya sampai tuntas, sangat menarik pembahasannya.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar yang dapat membangun tulisan saya.
Mohon maaf, komen yang mengandung link hidup tidak saya publish ya :)

Auto Post Signature