Faktor Belum Menemukan Jodoh

Saturday, January 6, 2018
Sumber: Google Image

Menikah merupakan syariat agama, sunnah (keharusan) masyarakat dan keharusan alam semesta. Kebutuhan manusia akan terhadap pernikahan merupakan kebutuhan kodrati (fitrah). Namun, pada kenyataannya, ada sebagian yang merasa resah dan gelisah dikarenakan belum kunjung bertemu jodoh, padahal usia semakin bertambah. Bisa jadi itu karena kita termasuk dalam beberapa kriteria berikut yang membuat pasangan belum kunjung datang. 

a)    Terlalu selektif memilih jodoh.
Tak bisa disalahkan jika seseorang membuat kriteria untuk calon suami/ istrinya. Hanya saja, seringkali kriteria yang ditetapkan terlalu tinggi dan sangat ideal. Semisalnya, jika wanita/ pria tersebut memiliki kedudukan yang tinggi dalam status sosial, pendidikan atau pekerjaan, ia pun mensyaratkan calon suami/ istrinya harus memiliki kedudukan yang sama atau mungkin si wanita mensyaratkan calonnya memiliki kedudukan yang lebih tinggi darinya. Untuk itu hendaklah jangan terlalu selektif, apalagi bila tolak ukurnya duniawi, sebab inilah yang menjadi salah satu factor yang membuat terlambat menikah.

b)    Campur tangan orangtua.
Terkadang yang menjadi faktor terlambat menikah dikarenakan adanya campur tangan orangtua, sebagaimana kisah berikut yang nyata terjadi. Bimo telah memantapkan dirinya untuk menikahi wanita pilihannya yakni Sefti. Bimo kemudian datang melamar, namun ternyata ayah Sefti menetapkan mahar yang teramat tinggi kepada Bimo. Demi sang wanita pilihan, Bimo rela menjual motor, kemudian meminjam uang, namun ternyata belum cukup dengan apa yang ditetapkan sang ayah Sefti. Bimo kemudian meminta tenggat waktu agar dapat memenuhinya. Tahun berikutnya, Bimo telah cukup mengumpulkan uang, namun tak disangka ayah Sefti menaikkan jumlah mahar.
Sefti tetap menunggu Bimo selama bertahun-tahun, hingga kabar terakhir yang didapat, Bimo telah menikahi wanita lain yang tentunya tidak menetapkan mahar sebesar ayah Sefti.
Seringkali keinginan orang tua terhadap calon menantunya teramatlah tinggi, akhirnya anak perempuan merekalah yang menjadi korban ambisi orang tua. Kriteria calon menantu sebenarnya bisa saja dibuat, asalkan tidak melanggar kaidah agama. Jika campur tangan terlalu besar akan menjadi salah satu halangan untuk mendapatkan pasangan.

c)    Idealis
Seringkali seseorang terlalu menginginkan calon pasangan yang sempurna. Padahal, manusia tidak ada yang sempurna. Dalam memilih pasangan haruslah berdasarkan dengan empat syarat, yakni karena derajatnya, hartanya, ketampanan/ kecantikannya dan agamanya. Jika keempatnya kita dapatkan maka syukuri, namun prioritaskan dahulu dien (agama) nya.

d)    Terlalu sibuk meniti karir.
Kasus yang banyak terjadi pada wanita di era sekarang ini yaitu sibuknya meniti karir sehingga telat menikah. Kesibukan bekerja membuat pola pikir wanita menjadi sangat mandiri sehingga timbulah sikap tidak ingin menikah atau menunda untuk menikah. Terlalu asyik pada kesibukan, obsesi ingin menggapai posisi tinggi, ataupun mengumpulkan banyak uang. Hingga kemudian barulah mereka sadar, waktunya sudah terlambat.
Bekerja mencapai prestasi, memiliki karir yang bagus tentu saja tidak dilarang selama tidak menyalahi kodrat, seperti mengurus pekerjaan rumah, mengurus anak dan suami. Sebab, mengurus anak dan suami merupakan pekerjaan yang tak ternilai harganya.



e)    Ujian Allah.
Apabila semua kriteria yang telah disebutkan sebelumnya tidak satupun ada pada diri kita, ataupun bukan menjadi alasan untuk menyegerakan menikah, bisa jadi Allah SWT sedang menguji hamba-Nya. Cepat ataupun lambatnya seseorang menikah, itu merupakan ujian. Cepat mendapatkan jodoh bukan jaminan kebahagiaan hidup, begitupun sebaliknya. Sebagaimana ada sebuah kisah yang pernah saya baca dari sebuah buku, yakni kisah Tsa’labah yang meminta Rasulullah mendoakannya agar ia cepat kaya, namun setelah keinginannya terwujud justru lepas keimanannya. Naudzubillah.




Terbaik, tentu saja semua manusia menginginkan pasangan yang terbaik. Namun pada hakikatnya manusia di dunia tak ada yang sempurna. Maka, perbaiki diri menjadi lebih baik maka insyaa Allah akan dipertemukan dengan jodoh yang baik pula. Lambat ataupun cepat dalam menemukan jodoh, itu hanya masalah waktu. Yang terpenting yakin bahwa Tuhan akan memberikan yang terbaik. Aamiin.

Cara Memanfaatkan Hari Libur

Thursday, January 4, 2018
Sumber: Google Image

Momen hari libur menjadi hari yang ditunggu-tunggu oleh setiap orang. Terutama bagi pasangan suami istri yang sama-sama bekerja, tentu saja hari libur tersebut dapat dimanfaatkan untuk mencurahkan perhatian sepenuhnya kepada keluarga. Selama lima atau enam hari kerja, disibukkan dengan urusan kantor masing-masing. Berangkat kerja sepagi mungkin dan pulang hingga larut malam. Dalam kondisi seperti itu, hubungan personal dengan anggota keluarga, baik dengan pasangan maupun dengan anak-anak tentu saja kurang intensif. Waktu bertemu di rumah yang sangat pendek tentu menjadi factor dominan yang membuat kurang intensifnya hubungan dengan semua anggota keluarga. Bahkan, tidak jarang banyak keluarga yang tidak sempat menikmati makan malam dan sarapan bersama keluarga. Dikarenakan orangtua harus berangkat sebelum anak-anak bangun tidur dan kembali ke rumah setelah anak-anak tidur. Bahkan bisa jadi, bertemu dengan pasangan (antara suami-istri) hanya di tempat tidur dengan Lelah masing-masing.
Dengan rutinitas kerja seperti itu, maka libur tentu menjadi hari yang pantas untuk ditunggu oleh semua anggota keluarga. Orangtua  dapat membangun keakraban dan komunikasi yang intensif dengan anak-anak, sementara anak-anak merasakan kedekatan dan perhatian penuh dari orangtuanya. Oleh seban itu, orangtua tentunya harus pandai memanfaatkan hari libur bersama keluarga. Jangan sampai hari libur berlalu begitu saja seperti hari-hari kerja pada umumnya.

Bukan Waktunya Untuk Nonton Televisi dan Tidur
Terkadang ada orangtua yang memanfaatkan hari libur lebih untuk kepentingan diri sendiri. Sehingga lupa mendekatkan diri kepada anak-anak atau pasangannya, sebab lebih memilih memanfaatkan hari libur sebagai hari santai dengan nonton televisi atau tidur sepanjang hari.
Mengisi hari libur dengan banyak menghabiskan lebih banyak waktu di tempat tidur atau di depan TV bukanlah sikap yang bijak. Menonton TV terlalu lama, tidak hanya membuang waktu berharga dengan percuma, tetapi juga menimbulkan efek yang tidak baik bagi anak-anak. Karena anak yang sering melihat orangtuanya asik di depan televisi akan mudah tertular kecanduan televisi. Tidak diberi contoh saja mereka mudah akrab dengan televisi, apalagi jika orangtua yang memberikan contoh.

Sumber: Google Image.

Menikmati hari libur di tempat tidur sepanjang hari juga bukan merupakan cara baik dalam mengisi hari libur. Orang yang kebanyakan tidur pada hari libur justru akan merasa malas ketika hari kerja tiba. Jadi, bagaimanapun sibuknya pekerjaan, tetaplah kita harus mampu mengatur jadwal tidur sehari-hari dengan benar. Tidur yang cukup dan berkualitas sesungguhnya mampu menghilangkan kelelahan yang dirasakan selama satu hari bekerja.

Tidak Harus ke Tempat Rekreasi
Mengisi waktu libur bersama keluarga tidak harus pergi ke tempat-tempat rekreasi atau ke pusat-pusat keramaian. Rumah serta lingkungan di sekitarnya bisa juga dijadikan tempat yang menyenangkan jika kita mampu memanfaatkannya. Yang terpenting, hari libur dapat dimanfaatkan dengan maksimal untuk mendekatkan diri dan menjalin hubungan personal dengan semua anggota keluarga.

Sumber: Google Image.

Di rumah, ada banyak hal yang dapat dilakukan bersama anggota keluarga. Diantaranya membersihkan rumah bersama-sama, berkebun atau menyiram tanaman bersama anak-anak juga bisa menjadi pekerjaan yang menyenangkan dan mendidik kekompakan. Jika ingin sedikit ke luar dari rumah, kita dapat mengajak anggota keluarga lari pagi atau jalan santai sehabis shalat Subuh. Atau bersepeda juga bisa menjadi alternatif.
Selain itu, kita juga dapat mengajak anak-anak mengikuti aktivitas keagamaan, seperti shalat berjamaah di masjid. Sehingga, ketika berada di masjid, anak-anak bukan hanya melihat bagaimana orangtuanya shalat, akan tetapi juga melihat bagaimana orangtuanya bergaul dengan baik dengan para tetangga, terutama jamaah masjid.
Waktu luang sore bisa pula dimanfaatkan untuk mengaji atau mengajarkan anak mengaji. Dengan begitu, berlibur di rumah justru akan semakin tampak manfaatnya bagi semua anggota keluarga.

Tidak Harus ke Mal ataupun ke Supermarket.
Kebanyakan kita para orangtua, seringkali menghabiskan waktu libur lebih banyak ke pusat keramaian seperti mal atau supermarket. Mendatangi tempat-tempat seperti itu tidak ada salahnya, apalagi jika memiliki keperluan untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari. Akan tetapi, ada baiknya orangtua tidak terlalu sering membawa anak-anaknya ke tempat berbelanja seperti itu, sebab dikhawatirkan akan menumbuhkan sikap konsumtif dalam diri anak-anak. Sebab, mereka terbiasa melihat betapa menyenangkan berbelanja, mengambil barang-barang yang terrsedia di etalase dengan bebasnya. Selain itu, mereka akan terbiasa untuk meminta barang atau makanan yang menarik hati mereka.
Pusat keramaian yang patut dikunjungi bersama anak-anak tentunya toko buku, sebab bisa menjadi tempat yang menyenangkan sekaligus mendidik. Dengan membawa anak-anak ke toko buku, itu berarti kita telah memperkenalkan mereka dengan dunia ilmu dan menanamkan rasa cinta kepada buku.

Sumber: Google Image.

Jika kita memiliki anggaran untuk membeli buku di setiap bulannya, tidak ada salahnya jika memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk memilih sendiri buku-buku yang mereka sukai. Dengan begitu, mereka akan merasa dihargai dan kecintaan terhadap buku pun akan tumbuh semakin besar.

Berkunjung ke tempat-tempat rekreasi atau wisata pun tidak ada salahnya jika kita memiliki dana yang cukup. Pilihlah tempat-tempat rekreasi yang aman tetapi juga mendidik. Jangan lupakan unsur edukatif dalam setiap tempat rekreasi yang dikunjungi. 

Property Outlook 2018 Oleh Bank BTN

Thursday, December 28, 2017

BANK BTN OPTIMISTIS TAHUN 2018 PROSPEK PROPERTI MASIH CEMERLANG

Dukungan akses pembiayaan perumahaan dari Bank BTN sesuai dengan amanat Pemerintah untuk memberikan rumah layak bagi kelas menengah bawah.


Jakarta, 19 Desember 2017 lalu diadakan sebuah acara seminar bertajuk Rumah Layak untuk Rakyat, dengan mengusung tema “Dukungan Akses Perbankan Terhadap Program Sejuta Rumah” yang diadakan di JS Luwansa Hotel Kuningan – Jakarta Selatan. Dalam acara seminat tersebut, Pak Maryono selaku Direktur Utama Bank BTN mengungkapkan setidaknya ada empat tantangan dari sektor properti di tahun 2018. Tantangan di sektor properti yang pertama adalah backlog atau kekurangan pasokan rumah hingga 13,38 juta unit karena tingginya kebutuhan rumah, namun tidak tercukupi pasokan. Kedua, tidak tersedianya lahan yang cukup untuk membangun properti. Ketiga adalah regulasi pertanahan yang belum terstandarisasi untuk di setiap daerah. Dan yang terakhir adalah sedikitnya masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR yang masuk kategori bankable, sehingga sulit mengakses pembiayaan KPR. Padahal menurut data BPS (2015)  kalangan MBR dengan penghasilan di bawah 3 juta rupiah  paling banyak membutuhkan tempat tinggal, backlog di MBR informal tercatat mencapai lebih dari 6 juta unit.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, Bank BTN terus menjadi yang terdepan dalam membantu pemerintah merealisasikan Program Sejuta Rumah. “Tercatat di era pemerintahan Joko Widodo selama 2015 hingga November 2017, pencapaian target BTN selalu di atas 100%, kami telah berkontribusi lebih dari 1,6 juta unit rumah baik berbentuk KPR ataupun kredit konstruksi perumahan dengan nilai lebih dari Rp 177,24 triliun,” ungkap Pak Maryono.

Pada tahun 2018, perekonomian Indonesia diprediksi bisa tumbuh di atas 5%, sejumlah sektor pendorong perekonomian menjadi perhatian utama pemerintah, termasuk properti. Menghadapi tahun 2018, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., tetap konsisten di jalurnya menjadi integrator untuk industri properti di tanah air, tidak hanya dari sisi permintaan dengan pengucuran KPR tapi juga pasokan dengan mengalirkan kredit konstruksi ke pengembang. Bank BTN juga mengemban amanat dari Pemerintah untuk mendukung Program Sejuta Rumah yang masuk dalam Nawa cita ke-5 yaitu meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia.


Program Sejuta Rumah.
Program Sejuta Rumah bergulir sejak tahun 2015, waktu  itu target BTN adalah sebesar 431.000 unit namun berhasil ditembus  hingga 474.099 unit rumah  atau 110%. Sementara tahun 2016, BTN sukses merealisasikan 595.566 unit rumah lebih tinggi dari target  yang dipasang yakni sebesar 570.000 unit. Adapun sejak Januari- November 2017 Bank BTN telah merealisasikan KPR untuk 223.373 unit rumah dan kredit konstruksi untuk perumahan untuk 326.326 unit rumah dengan nilai keseluruhan sebesar Rp 60,94 triliun. Khusus untuk KPR Subsidi sebanyak 390.375 unit baik berbentuk KPR ataupun kredit konstruksi perumahan dengan nilai lebih dari Rp 29 triliun. Angka tersebut sudah mencapai lebih dari 82% target tahun 2017 yang dipatok 666.000 unit rumah.

Dengan konstribusi tersebut, Bank BTN selalu meraih capaian di atas target dalam Program Sejuta Rumah dan selalu menguasai pangsa pasar KPR.  Kesuksesan Bank BTN mendorong percepatan program juga tidak lepas dari peran pemerintah dalam mendukung pembiayaan KPR lewat subsidi dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan, Subsidi Selisih Bunga. 

“Tahun 2018, Bank BTN siap mendukung skema baru yaitu Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) yang baru saja diluncurkan oleh Kementerian PU-PR,” ucap Pak Maryono. BP2BT merupakan bantuan pembiayaan KPR ke golongan MBR yang berpenghasilan di bawah 3 juta perbulan, caranya dengan menabung secara rutin selama 6 bulan dan menyiapkan uang muka sebesar 5% untuk membeli rumah. Skema bantuan pembiayaan KPR dengan syarat menabung rutin sebenarnya telah diterapkan Bank BTN lewat tersebut lewat produk KPR Mikro dan KPR Subsidi dengan bermitra dengan salah satu Perusahaan penyedia jasa ojek online bagi para ojek yang dikelolanya.  

“Bank BTN akan merangkul semua pihak, baik BUMN, instansi pemerintah, maupun swasta untuk mendorong percepatan pencapaian program sejuta rumah,” ujar Pak Maryono.

Akses pembiayaan tidak hanya sekadar dengan bunga kredit atau uang muka yang murah. Bank BTN terus melakukan transformasi untuk mempermudah akses pembiayaan lewat inovasi digital. Akses perbankan secara digital diwujudkan dengan sejumlah aplikasi perbankan seperti BTN Digital Solutions dan juga portal aplikasi khusus KPR yaitu www.btnproperti.co.id.

“Kebutuhan generasi millenial saat ini adalah kecepatan dan kemudahan mencari informasi dan mengeksekusi keputusan finansialnya, baik untuk menabung, maupun berinvestasi,” kata Maryono sebelum menutup pemaparannya. Terkait hal itu, Bank BTN menggelar kompetisi Vlog untuk mengajak kaum millenial dalam menentukan rumah impiannya.  Kompetisi Vlog bertajuk Rumah Impianku bertujuan memberikan edukasi tentang pentingnya menabung untuk bisa meraih tujuan finansialnya. Selain itu kompetisi  yang menawarkan hadiah total senilai Rp 50 juta tersebut juga diharapkan bisa memberikan gambaran tentang seperti apa kebutuhan akan rumah tinggal bagi para generasi millenial.

Bagaimana dengan Anda? Sudahkah menentukan rumah impian?

Confidence Meraih Penghargaan Rekor MURI

Wednesday, December 27, 2017

“Untuk Orangtua, Beri yang Terbaik Dong!”

        Jakarta 20 Desember 2017, saya menghadiri undangan acara perayaan penghargaan Rekor MURI yang diperoleh oleh Popok Dewasa Confidence, yang bertempat di Mawar Room, Balai Kartini-Jakarta. Ada beberapa komunitas lansia (lanjut usia) di Jakarta yang menjadi tamu kehormatan pada acara tersebut. Popok Dewasa Confidence mendapat rekor terbanyak, yaitu 10.000 testimoni kenyamanan pemakaian popok dewasa confidence. Dimana testimoni tersebut dikirimkan oleh para konsumen popok dewasa yang telah merasakan atau menggunakan popok dewasa Confidence, baik pemakai langsung maupun caregiver melalui website www.confidence-adultcare.com selama periode Juni hingga Oktober 2017.




          Manajemen Popok Dewasa Confidence yang diwakili oleh Nirma Sofiawati sebagai Head of Marketing Adult Care PT Softex Indonesia memaparkan bahwa pihaknya merasa sangat gembira karena telah berhasil meraih rekor MURI untuk testimoni terbanyak, bahka rekor ini menjadi rekor Dunia. Sebuah pencapaian yang menakjubkan, bukan? Hal ini menjadi bukti bahwa popok dewasa Confidence menjadi popok dewasa pilihan konsumen yang memberikan kenyamanan pada penggunanya.
“Confidence akan selalu berusaha untuk menjadi produk popok dewasa terbaik di Indonesia  dengan cara mencari tahu kebutuhan konsumen dan selalu berinovasi”, tukas Nirma.



Tetap Produktif di Usia Lansia
Lansia, memang kerap diasosiasikan dengan kondisi jompo dan sangat tua, padahal dalam kenyataannya tidaklah seperti itu. Memang tak dapat dipungkiri bahwa pada usia tersebut kemampuan fikir dan pikiran seseorang akan menurun, namun bukan berarti para lansia ini tidak dapat berkarya di usia senja mereka, bahkan tak jarang para lansia ini masih memiliki kesempatan dan tetap serius bekerja semaksimal mungkin.

Menurut Nirma Sofiawati, melihat perhatian dan dukungan terhadap kaum lansia yang dirasa masih kurang, maka Popok Dewasa Confidence menghadirkan acara kampanye edukasi “Untuk Orang Tua Berikanlah yang Terbaik”. Acara tersebut dikemas secara menarik dengan mengkolaborasikan sisi edukasi melalui talkshow kesehatan yang mengusung topik seputar hidup sehat usia lanjut.

Diharapkan para lansia dapat memanfaatkan usianya untuk melalukan berbagai aktifitas positif yang belum sempat dilakukan di usia produktif. Namun sayangnya menurunnya kondisi fisik seperti gangguan buang air kecil (inkontinensia urine) pada lansia sering kali menyebabkan hilangnya rasa percaya diri sehingga dapat membuat tidak nyaman beraktifitas.

Pada kesempatan itu, salah satu bintang tamu yang bernama Bunda Dewi Yul bersama putranya Surya. Beliau (Bunda Dewi Yul) memberi pemaparan mengenai Popok Dewasa Konfidence yang telah dipakainya selama ini, terutama ketika berada di dalam perjalanan menuju ke daerah -daerah pelosok yang memang terkadang sangat sulit untuk menemukan WC yang bersih. Sehingga kehadiran Popok Dewasa Confidence benar-benar sangat membantu segala aktivitasnya dimana pun berada. Untuk menambah semarak suasana, Bunda Dewi Yul menyanyikan lagu lawas yang berjudul “Jangan ada dusta di antara kita” dan beberapa lagu lainnya.
Performa dari Dewi Yul

Apa Itu Inkontinensia Urine
           Setelah Bunda Dewi Yul memberikan testimoninya mengenai Popok Dewasa Confidence, next dokter memberikan penjelasan mengenai apa itu Inkontensia.



Inkontinensia Urine merupakan salah satu gangguan dalam sistem urin, yaitu kesulitan dalam menahan buang air kecil, dimana hal tersebut disebabkan oleh melemahnya otot-otot kandung kemih. Adapun tipe-tipe Inkontinensia Urine, diantaranya:
  • Overflow.
Yaitu urin dalam kandung kemih sudah terlalu penuh, gejalanya rasa tidak puas setelah berkemih karena urin sedikit keluar dan pancarannya lemah.


  • Stress.
Dimana pada saat batuk, tertawa atau bersin, urin akan keluar karena terjadinya paningkatan tekanan dalam perut.


  • Urge.
Yang ditandai dengan ketidakmampuan menunda berkemih setelah sensasi berkemih muncul, karena oto kandung kemih (otot destrusor) tidak stabil.



Solusi tepat untuk mengatasi problem Inkontinensia Urine adalah dengan menggunakan popok dewasa, sehingga kualitas hidup tidak menurun. Namun, pemilihan popok dewasa ini perlu diperhatikan dengan benar dan pilihlah popok dewasa yang telah teruji secara klinis aman untuk digunakan, sebab apabila salah memilih popok dewasa akan mengakibatkan iritasi di kulit.



Popok Dewasa Confidence hadir dengan taglinenya The Expert of Adult Care merupakan popok dewasa dengan kualitas terbaik yang telah meraih banyak penghargaan baik dari dalam maupu luar negeri. Confidence Satu-satunya Popok Dewasa yang teruji klinis oleh Australian Dermatologist sebagai popok dewasa yang aman bagi kulit sensitive dan telah bersertifikasi Halal. Popok Dewasa Confidence juga telah mendapatkan penghargaan Top Brand selama 6 tahun berturut-turut dab Digital Popular Brand Award selama 2 tahun berturut-turut.

Sebagai expertis  di bidangnya, Confidence selalu ingin memberikan yang terbaik bagi konsumennya dengan cara terus berinovasi. Confidence memiliki dua tipe, yakni: tipe perekat untuk pengguna yang sakit (bedridden) dan tipe celana untuk pengguna yang masih aktif. Keunggulan masing-masing tipe yaitu:
a)      Popok Tipe Perekat.
Menjadi popok dewasa pertama di Indonesia dengan tiga inovasi, yaitu: lapisan luarnya berbahan Cloth-like selembut kain dan bersikulasi udara, mengandung ekstrak Aloe Vera yang membuat lembut sehingga terhindar dari iritasi, serta memiliki daya serap ekstra cepat  yang membuat permukaannya tetap kering.
b)      Popok Tipe Celana Slim & Fit.
Permukaan ekstra lembut & kering, perlindungan ganda yang mampu mencegah bocor samping, bersikulasi udara sehingga cegah terjadinya kelembapan, sehingga serasa pakai celana dalam biasa. Membuat orang yang menggunakannya merasa lebih percaya diri.

So, untuk orang tua, beri yang terbaik dong! Sudahkah memberi yang terbaik untuk orangtua?


               

Hari-hari Menjadi Happy Bersama Gamis Seply

Sunday, December 24, 2017

“Duh gerah, bahan gamisnya gak bikin nyaman”
“Yang ini tipis banget bahannya, ganti, gak Pede!”

Mungkin teman-teman pernah mengalami hal tersebut ketika mencoba pakaian yang sudah terlanjur dibeli, bahannya gak nyaman, gerah, dan rasanya kepengen segera mengganti pakaian lain. Tapi sudah terlanjur dibeli? Kan, sayang kalau sampai gak kepakai? Apalagi kalau harganya mahal. Huft!

Pakaian merupakan kebutuhan primer setelah makanan dan minuman, tentu saja faktor kenyamanan ketika memakai pakaian adalah prioritas. Sebab, ketidaknyamanan akan membuat kita enggan lagi memakai pakaian tersebut. Seperti halnya saya yang pernah menggunakan pakaian yang bahannya benar-benar membuat saya tidak nyaman sama sekali, akhirnya pakaian tersebut hanya ”mengendap” di dalam lemari. Mubazir, bukan? Dan, daripada mubazir, akhirnya pakaian tersebut saya hibahkan pada adik perempuan saya.

Alhamdulillah, sekarang saya tak perlu khawatir lagi dengan rasa tidak nyaman tersebut, sebab telah hadir gamis Seply by Ethica yang bikin nyaman ketika dipakai, senyaman dekapan ibu bahkan membuat saya semakin percaya diri.

Seply by Ethica.
Gamis Seply merupakan salah satu produk Sister Brand Ethica Group selain dari produk Ohya, Kagumi serta Kahfi, dimana Ethica Group mengusung berbagai brand fashion ternama untuk menyesuaikan dengan kebutuhan berbagai segmen pasar. Ethica fashion n friends merupakan sebuah brand pakaian yang didesain up to date  berkarakter dengan menggunakan kekuatan warna yang cerah serta variasi unik disetiap desainnya, sehingga membuat siapapun yang memakainya akan tampil percaya diri.


Bisnis Ethica ini sebenarnya telah sepuluh tahun dikembangkan melalui system keagenan dan reseller, yakni berdiri pada tahun 2007. Telah mendirikan ratusan channel distribusi yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia, selain itu juga telah membuka gerai di kota-kota besar di Indonesia dengan tujuan agar Ethica lebih dekat dengan pelanggan, diantaranya Bandung, Cimahi, Garut, Malang, Palembang, dan Makasar.

Ethica juga menyediakan koleksi produk berbagai macam kebutuhan, mulai dari dress, top, shirt, bottoms, skirt, outer, inner, scarf, hijab dan lain-lain, dimana semua koleksi-koleksi Ethica didesain by Research & Development, sehingga produk yang dihasilkan menjadi produk yang trend dan diminati pasar.

Pengalaman Bersama Seply by Ethica
Pertama memakai gamis Seply by Ethica ini ketika saya mengikuti cara Milad ke-3 blogger muslimah 10 Desember lalu, bahannya yakni katun kasiana, benar-benar adem dan tidak bikin gerah alias nyaman banget. Next, karena merasa nyaman inilah akhirnya saya kembali memakai gamis Seply by Ethica pada acara blogger yang diadakan di Balai Kartini tanggal 20 Desember 2017 lalu.  Tahu dong ya betapa lumayan jauhnya jarak antara Depok dan lokasi yang saya tuju? Tentunya kenyamanan ketika memakai gamis menjadi prioritas kala bepergian jauh. Apalagi ditambah dengan panasnya “kemacetan” kota Jakarta, memakai gamis yang nyaman akan membuat perjalanan menjadi tenang dan menyenangkan. Betul apa betul?

Foto bersama gamis Seply

Gamis Seply by Ethica yang saya pakai yakni Gissel 13 Biru. Kombinasi unik yang dipadupadankan dengan warna hitam menjadikan saya lebih percaya diri ketika berhadapan dengan orang banyak. Selain itu, harga yang ditawarkan pun dapat menyesuaikan budget saya. Bukti nyata bahwa Ethica selalu jadi favorit untuk fashion terkini yaitu banyaknya pesohor yang telah memakai Ethica, selebriti yang suka dengan desain dan kualitas produk Ethica, serta banyaknya orang yang telah merekomendasikan Ethica sejak pertama kalinya berdiri.

Jadi lebih trendy dan percaya diri bersama Seply

Bagi teman-teman yang ingin merasakan kenyamanan menggunakan gamis Seply by Ethica, produk bisa diperoleh di Ethica Store yang beralamat di:
·      Bandung: Jl. Buah Batu No.248 A Bandung- Jawa Barat
·      Makassar : Jl. AP. Petarani Blok 4 Makassar – Sulawesi Selatan
·      Cimahi : Jl. Amir Mahmud Hook Sangkuriang No. 2 Cimahi
·      Garut : Jl.Guntur Ruko IBC Blok D No. 6 Seberang Ramayana Garut
·      Palembang : Jl. Mayor Zen (samping Megamart PT. PUSRI), Sei Selayur, Kalidoni, Kota Palembang, Sumatera Selatan
·      Malang : Jl, MT. HAryono Ruko Dinoyo Megah Kav. 8 Dinoyo Malang
Website: www.ethica.id


Seply, Lembutnya sampai ke hati!

Auto Post Signature