Cara Memanfaatkan Hari Libur

Thursday, January 4, 2018

Momen hari libur menjadi hari yang ditunggu-tunggu oleh setiap orang. Terutama bagi pasangan suami istri yang sama-sama bekerja, tentu saja hari libur tersebut dapat dimanfaatkan untuk mencurahkan perhatian sepenuhnya kepada keluarga. Selama lima atau enam hari kerja, disibukkan dengan urusan kantor masing-masing. Berangkat kerja sepagi mungkin dan pulang hingga larut malam. 

Dalam kondisi seperti itu, hubungan personal dengan anggota keluarga, baik dengan pasangan maupun dengan anak-anak tentu saja kurang intensif. Waktu bertemu di rumah yang sangat pendek tentu menjadi factor dominan yang membuat kurang intensifnya hubungan dengan semua anggota keluarga. Bahkan, tidak jarang banyak keluarga yang tidak sempat menikmati makan malam dan sarapan bersama keluarga. Dikarenakan orangtua harus berangkat sebelum anak-anak bangun tidur dan kembali ke rumah setelah anak-anak tidur. Bahkan bisa jadi, bertemu dengan pasangan (antara suami-istri) hanya di tempat tidur dengan Lelah masing-masing.

Dengan rutinitas kerja seperti itu, maka libur tentu menjadi hari yang pantas untuk ditunggu oleh semua anggota keluarga. Orangtua  dapat membangun keakraban dan komunikasi yang intensif dengan anak-anak, sementara anak-anak merasakan kedekatan dan perhatian penuh dari orangtuanya. Oleh seban itu, orangtua tentunya harus pandai memanfaatkan hari libur bersama keluarga. Jangan sampai hari libur berlalu begitu saja seperti hari-hari kerja pada umumnya.

Bukan Waktunya Untuk Nonton Televisi dan Tidur
Terkadang ada orangtua yang memanfaatkan hari libur lebih untuk kepentingan diri sendiri. Sehingga lupa mendekatkan diri kepada anak-anak atau pasangannya, sebab lebih memilih memanfaatkan hari libur sebagai hari santai dengan nonton televisi atau tidur sepanjang hari.

Mengisi hari libur dengan banyak menghabiskan lebih banyak waktu di tempat tidur atau di depan TV bukanlah sikap yang bijak. Menonton TV terlalu lama, tidak hanya membuang waktu berharga dengan percuma, tetapi juga menimbulkan efek yang tidak baik bagi anak-anak. Karena anak yang sering melihat orangtuanya asik di depan televisi akan mudah tertular kecanduan televisi. Tidak diberi contoh saja mereka mudah akrab dengan televisi, apalagi jika orangtua yang memberikan contoh.


Menikmati hari libur di tempat tidur sepanjang hari juga bukan merupakan cara baik dalam mengisi hari libur. Orang yang kebanyakan tidur pada hari libur justru akan merasa malas ketika hari kerja tiba. Jadi, bagaimanapun sibuknya pekerjaan, tetaplah kita harus mampu mengatur jadwal tidur sehari-hari dengan benar. Tidur yang cukup dan berkualitas sesungguhnya mampu menghilangkan kelelahan yang dirasakan selama satu hari bekerja.

Tidak Harus ke Tempat Rekreasi
Mengisi waktu libur bersama keluarga tidak harus pergi ke tempat-tempat rekreasi atau ke pusat-pusat keramaian. Rumah serta lingkungan di sekitarnya bisa juga dijadikan tempat yang menyenangkan jika kita mampu memanfaatkannya. Yang terpenting, hari libur dapat dimanfaatkan dengan maksimal untuk mendekatkan diri dan menjalin hubungan personal dengan semua anggota keluarga.

Sumber: Google Image.
Di rumah, ada banyak hal yang dapat dilakukan bersama anggota keluarga. Diantaranya membersihkan rumah bersama-sama, berkebun atau menyiram tanaman bersama anak-anak juga bisa menjadi pekerjaan yang menyenangkan dan mendidik kekompakan. Jika ingin sedikit ke luar dari rumah, kita dapat mengajak anggota keluarga lari pagi atau jalan santai sehabis shalat Subuh. Atau bersepeda juga bisa menjadi alternatif.

Selain itu, kita juga dapat mengajak anak-anak mengikuti aktivitas keagamaan, seperti shalat berjamaah di masjid. Sehingga, ketika berada di masjid, anak-anak bukan hanya melihat bagaimana orangtuanya shalat, akan tetapi juga melihat bagaimana orangtuanya bergaul dengan baik dengan para tetangga, terutama jamaah masjid.

Waktu luang sore bisa pula dimanfaatkan untuk mengaji atau mengajarkan anak mengaji. Dengan begitu, berlibur di rumah justru akan semakin tampak manfaatnya bagi semua anggota keluarga.

Tidak Harus ke Mal ataupun ke Supermarket.
Kebanyakan kita para orangtua, seringkali menghabiskan waktu libur lebih banyak ke pusat keramaian seperti mal atau supermarket. Mendatangi tempat-tempat seperti itu tidak ada salahnya, apalagi jika memiliki keperluan untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari. Akan tetapi, ada baiknya orangtua tidak terlalu sering membawa anak-anaknya ke tempat berbelanja seperti itu, sebab dikhawatirkan akan menumbuhkan sikap konsumtif dalam diri anak-anak. Sebab, mereka terbiasa melihat betapa menyenangkan berbelanja, mengambil barang-barang yang terrsedia di etalase dengan bebasnya. Selain itu, mereka akan terbiasa untuk meminta barang atau makanan yang menarik hati mereka.

Pusat keramaian yang patut dikunjungi bersama anak-anak tentunya toko buku, sebab bisa menjadi tempat yang menyenangkan sekaligus mendidik. Dengan membawa anak-anak ke toko buku, itu berarti kita telah memperkenalkan mereka dengan dunia ilmu dan menanamkan rasa cinta kepada buku.


Jika kita memiliki anggaran untuk membeli buku di setiap bulannya, tidak ada salahnya jika memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk memilih sendiri buku-buku yang mereka sukai. Dengan begitu, mereka akan merasa dihargai dan kecintaan terhadap buku pun akan tumbuh semakin besar.

Berkunjung ke tempat-tempat rekreasi atau wisata pun tidak ada salahnya jika kita memiliki dana yang cukup. Pilihlah tempat-tempat rekreasi yang aman tetapi juga mendidik. Jangan lupakan unsur edukatif dalam setiap tempat rekreasi yang dikunjungi. 
7 comments on "Cara Memanfaatkan Hari Libur"
  1. Aku liburan dirumah hahaha mau kemana mana rame nunggu pada kelar liburan aja

    ReplyDelete
  2. mba..itu fotonya di toko buku mana? kayakny enak banget ya, buat baca baca dulu sebelum memborongnyaa

    ReplyDelete
  3. Liburan tahun ini mudik ke Brebes aku mbak....nyambung silaturahmi dengan keluarga... :)

    ReplyDelete
  4. Betuuul.. Tidak meluli harus keluar rumah. Kadang saya sama si Abang membuat masakan baru, sementara AF main dengan si Adek. Bonding keluarga sebenernya sangat sederhana ya asalkan ada niat dihati.

    ReplyDelete
  5. Kemarin aku sama anak ga sempet liburan kemana2 karena tiba2 anakku minta dikhitan, jadi liburannya di rumah aja, sambil nunggu sembuh dan sekolah lagi.

    ReplyDelete
  6. Saya salah satu penyuka wisata edukati ya yang murce kayak perpus, museum, taman kota, dll

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar yang dapat membangun tulisan saya.
Mohon maaf, komen yang mengandung link hidup tidak saya publish ya :)

Auto Post Signature