Jaga Hutan Sumber Kehidupan

Monday, February 17, 2020

Bagi Saya, hutan sumber kekayaan alam yang perlu dijaga dan dilestarikan. Karena, selain menjadi sumber pangan, hutan juga menjadi habitat dari sekumpulan spesies hidup. Namun, hingga saat ini sangat disayangkan karena di beberapa wilayah hutan terbakar begitu saja, dan menyisakan kepedihan bagi penghuni hutan. Tidak salah jika kemudian penghuni-penghuni hutan seperti harimau, kera dan hewan buas lainnya menjarah penduduk di sekitarnya. 


Dari hutan pula Saya kemudian dikenalkan oleh nenek mengenai beragam tanaman, mulai dari tanaman obat, hingga tanaman beracun, dari tanaman yang dapat disayur hingga tanaman yang tidak baik untuk dikonsumsi. Tentu saja menjadi pengalaman pertama saat berkunjung ke eumah nenek yang letaknya masih berdekatan dengan hutan. 



Mengapa Harus Menjaga Hutan 

Hutan merupakan paru-paru dunia, menjadi kawasan penyangga siklus kehidupan di permukaan bumi. Keberadaan hutan tentunya sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia, namun masih ada yang menganggapnya sebelah mata dan melakukan pembakaran hutan serta berbagai macam kegiatan yang dapat merusak hutan yang dapat mengurangi kuantitas serta kualitas hutan. Miris! Padahal, hutan menjadi tempat habitat makhluk hidup dan menjadi sumber pangan masyarakat yang berada di sekitarnya.

Perlu diketahui, jika vegetasi pepohonan (hutan) serta tumbuhan lainnya yang membentuk ekosistem hutan menyerap karbondioksida yang kemudian mengelurkan oksigen, nah oksigen itulah yang kemudian kita gunakan untuk bernafas. Bayangkan, jika pasokan oksigen kita yang bersumber dari tumbuh-tumbuhan hutan berkurang, apa jadinya? Tentu saja kita tidak dapat menghirup oksigen dengan leluasa seperti sekarang ini. 


Tidak hanya sebagai sumber oksigen untuk manusia dan makhluk hidup lainnya, hutan juga berfungsi sebagai penyimpan air. Mengapa demikian? Karena saat terjadinya hujan yang begitu lebat, air hujan tadi tidak langsung mengalir ke sungai namun akan diresap oleh tanah yang ditumbuhi oleh pepohonan. 


By the way, teman-teman pernah nggak duduk-duduk di bawah pohon? Bagaimana rasanya? Adem bukan? Nah, sumbangsih lainnya dari pohon ternyata mampu mendinginkan kita yang duduk di dekat pohon tersebut, lalu bagaimana dengan hutan yang merupakan sekumpulan pepohonan dan tumbuh-tumbuhan lainnya? Tentu saja mampu mendinginkan suhu bumi yang mulai memanas diakibatkan oleh aktivitas manusia itu sendiri. Sehingga, sampai detik ini pun kita diwajibkan untuk menanam pohon sebagai langkah untuk mendinginkan suhu bumi yang mulai panas akibat global warming.


Melihat hal inilah, WALHI atau lebih dikenal dengan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia, yang merupakan sebuah organisasi gerakan lingkungan hidup terbesar di Indonesia, mengajak masyarakat untuk ikut serta. Dengan harapan, program yang ada dapat berjalan dengan baik. Selain itu, kita juga bisa ikut berdonasi. 


Saya dan Hasil Hutan

Ngomong-ngomong soal hasil hutan, saat pulang kampung Saya senang banget ikut nenek ke ladang, menyusuri hutan beramai-ramai dengan anggota keluarga lainnya. Bahkan di sepanjang jalan kami dapat memetik Sayur Paku, Sabung atau lebih kenal dengan kecombrang, dan beragam hasil hutan lainnya, sepuasnya. Alhamdulillah, saat itu saya bisa mencicipi sayur paku langsung, buatan nenek.

Sayur Paku atau lebih dikenal dengan sayur pakis ini sangat cocok dimasak apapun, mau ditumis ataupun digulai, sama-sama enak. Nah, kali ini saya mau berbagi resep masakan dengan hasil hutan berupa sayur paku.


Gulai Paku/Pakis


Bahan:
2 ikat (berukuran sedang) Sayur Paku/ Pakis.
¼ Kg udang (Boleh udang yang berukuran sedang maupun kecil, sesuaikan dengan selera).
½ butir kelapa parut

Bumbu:
½ Ruas ibu jari, kunyit
4 Siung bawang merah
1 Siung bawang putih
1 ruas Laos
½ ruas jahe
25 buah Cabai merah atau sesuai selera 
Serai, digeprek
2 lembar Daun salam
Semua bumbu dihaluskan kecuali Serai dan Daun Salam.

Cara Memasak:
Cuci bersih Sayur Pakis yang sudah dipotong-potong.
Masukan santan 800-900 ml (sesuaikan dengan selera, jika suka berkuah) ke dalam kuali, kemudian masukan semua bumbu dan udang yang telah dibersihkan. Aduk rata.
Masak pada api sedang, aduk terus agar santan tidak pecah.
Kemudian masukkan Sayur Paku, aduk kembali.
Masak hingga mendidih, aduk sesekali. K
Kecilkan api, biarkan sebentar. Angkat dan hidangkan.


Manfaat Mengkonsumsi Sayur Pakis


Setelah saya beri resep masakan, next ada info yang perlu teman-teman ketahui mengenai Sayur Pakis/Paku, jika sayur ini ada dua jenis warna daun, yakni merah dan hijau. Akan tetapi yang paling sering dimanfaatkan daunnya adalah pucuk muda sayur pakis berwarna hijau.

Tanaman Pakis/paku biasanya ada di tepi sungai, ataupun dekat sawah. Namun hingga saat ini telah dijual di pasar, tentunya dengan harga yang relatif murah, yakni kisaran Rp. 3.000 - Rp. 6.000 untuk per ikatnya. Tidak hanya enak, Sayur Pakis/paku ini juga banyak mengandung manfaat untuk kesehatan, sebagaimana yang Saya kutip dari http://idntimes.com, diantaranya:

  • Mengandung Vitamin A
  • Mengandung Vitamin B Komplek (B1, B2, B3, B5 dan lainnya).
  • Mengandung Vitamin C
  • Mengandung Flavonoid
  • Mengandung Kalium
  • Mengandung Kalsium dan Fosfor

Itulah beberapa informasi mengenai hutan serta manfaat yang bisa kita dapatkan dari menjaga keanekaragaman hayati yang ada di hutan. Mari, kita jaga hutan bersama untuk diwariskan ke anak cucu kita. Karena kalau bukan kita, siapa lagi? Kita.


WAHANA LINGKUNGAN HIDUP INDONESIA
Jln. Tegal Parang Utara No 14, Jakarta Selatan 12790. INDONESIA
informasi@walhi.or.id
+62-21-79193363
+62-21-7941673
Post Comment
Tira Soekardi said...

hutan harus dijaag dan manfaatkan sumber hutan untu manusia

Dyah (Author roemahaura.com) said...

Hutan itu menyimpan bebagai kekayaan yang sangat bermanfaat bagi manusia. Salah satunya menyediakan sumber pangan yang lezat dan menyehatkan seperti sayur pakis ini ya mbak.

Reyne Raea (Rey) said...

Dari kemaren baca-baca tentang sayur paku alias pakis, jadi kangen masakan mama.
Mama saya selalu enak kalau masak sayur tersebut, padahal ya cuman dikasih bumbu standar.
masakan mama memang selalu dirindukan :)

Lia Yuliani said...

Ternyata tumbuhan pakis bisa dikonsumsi, ya? Saya sukanya daun singkong yang dibuat tumisan gini. Apalagi mama yang masakin, rasanya luar biasa. Memang hutan punya beragam manfaat, termasuk sumber pangan, maka jagalah kelestariannya

Renidwiastuti said...

Saya kalau lewat jalan yang di tepi jalannya banyak pohon besar itu seneng banget, rasanya adeemm kalau lewat situ. Makanya itu jalanan yang ada pohon rindangnya jadi favorit aku hehehe...
Untuk pakis saya belum pernah masak jadi gulai, tapi saya tumis dan itu menjadi favorit suami.

Silvie Permatasari said...

Wah... Aku baru tau pakis bisa dimasak mba. Dirumah nenek dulu pakis itu kaya hama, banyak banget.. paling dibuat maen tato tatoan jaman dulu..
Hehehe

Elva Susanti said...

Pastinya mbak, agar hutan bisa diwariskan utk anak cucu kita

April Hamsa said...

Aku kok jarang sekali nemu sayuran pakis atau paku kalau di tukang belanja deket rumah ya mbak hehe, mungkinn kurang populer di sini. Jd kangen deh makan saur pakis disantani gtu :D

Dee_Arif said...

Hutan adalah sumber pangan yg sangat berharga..
Dan memang hrs selalu dijaga kelestariannya

Herva Yulyanti said...

Aku batu tahu ada gulai pakis mba heheh ya ampun aneka ragam ya kuliner dan sumbernya itu dari hutan :) semoga hutan kita tetap terjaga ya

Diayu Refina Sembiring said...

Bener bgt hutan perlu dijaga untuk masa depan. Btw gulai pakis ini masih banyak yg jual didekat rumah mertua nih mba, nama makanannya katupek gulai pakis, makanan khas padang.

Mutiara Fhatrina said...

Miris banget lihat hutan sekarang banyak yang dibabatin ya mbak, padahal fungsinya sedemikian rupa banyaknya. Btw, gulai pakisnya menggoda... hehe

ajeng natassia said...

Sayur pakis nya menggoda sekali mbaa, boleh nih kucoba buat di rumah 😳 hutan memang harus dijaga kelestariannya, karena peranan pentingnya buat kehidupan, ga cuma sekarang, tapi anak cucu kita kelak :)

Rizka Edmanda said...

Di tempat aku juga ada tuh sayur gulai paku, kami bilangnya sayur santan paku. Btw memang benar ya, kita harus menjaga kelestarian alam untuk warisan anak cucu

Faradila Putri said...

Wah ternyata ga terkalu susah juga yaaa. PR nyari daun pakis sih kalau aku hehehe. Layak dicobain buat dimasak nanti

Nabila Cahya Haqi said...

Auto laper liat foto-foto makanannya. Enak banget. Eh ternyata sumber dari hutan ya. Sayang banget kalo pakis punah gara-gara hutannya ga kita jaga

Fenni Bungsu said...

Jaga hutan untuk masa depan,
Karena sumber pangan bahkan papan kita berasal dari hutan. Dengan begitu bumi ini tetap menghijau dan lestari

Rina Umaraisha said...

Berita kebakaran hutan di Australia beberapa bulan yang lalu, bikin sedih, ga hanya saya, tapi juga anak2 saya yang suka banget dengan hewan Koala. Melihat Koala banyak yang mati terbakar dan terluka parah, membuat kami semakin sadar dengan manfaat hutan sebagai tempat tinggal hewan.

Menjaga kelestarian hutan tidak hanya menjaga kestabilan kadar oksigen di udara, tapi juha menjaga hewan2 yang tinggal didalamnya, untuk selalu lestari dan dapat berkembang biak dengan baik.

www.umidah.com said...

Saya pernah masak daun pukis, waktu di rumah nenek. Saya masak sayur pukis kuning.

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar yang dapat membangun tulisan saya.
Mohon maaf, komen yang mengandung link hidup tidak saya publish ya :)

Auto Post Signature