Melalui Komunitas Hidupkan Kembali Literasi

Wednesday, August 14, 2019

Berapa buku yang sudah teman-teman baca hari ini? Ataupun minggu ini? Bahkan, bulan ini? Miris memang, mengingat minat baca yang kian rendah di Indonesia. Padahal, sebagaimana quotes yang pernah saya baca "Bahwa dengan membaca, seseorang dapat membuka jendela dunia". 

Ngomong-ngomong soal membaca, beberapa waktu lalu, tepat di hari kedua acara Gramedia Writers and Readers Forum 2019 di Perpustakaan Nasional RI, saya mengikuti Talkshow bertema "Menghidupkan Karya Melalui Komunitas Literasi" oleh dua orang narasumber, yakni Kang Maman Suherman dan Kang Firman Venayaksa. Keduanya sepakat jika membaca itu tidak harus dipaksa. Mendengar sepenggal kalimat tersebut, Saya jadi ingat anak salah seorang teman, dimana ia terlalu memaksakan diri terhadap anaknya agar harus membaca bahkan banyak buku yang dibelikannya untuk anaknya tersebut, namun yang ada anak tersebut malah bosan dan enggan membaca. 



 "Dekatkan mereka dengan buku dan biarkan mereka membaca buku yang mereka sukai!" 

Bukan hanya untuk anak-anak saja, orang dewasa pun tidak semuanya suka membaca, maka hendaknya kita dekatkan mereka dengan buku agar kemudian perlahan mereka menyukai buku dan mau membacanya. Sebagaimana yang dipraktikkan oleh Kang Firman, dimana ia mengajak Komunitas Motor untuk dapat membangun literasi. Awalnya tentu saja ditolak oleh anggota komunitas tersebut, akan tetapi Kang Firman tidak patah semangat untuk terus berusaha. Kang Firman kemudian mengajak Komunitas Motor untuk melakukan touring, yakni mengantarkan buku ke daerah-daerah. Nah, melihat antusias masyarakat yang menerima buku tersebutlah akhirnya Komunitas Motor tertarik untuk ikut membaca buku, lalu mereka pulalah yang kemudian minta dipilihkan buku-buku seputar motor oleh Kang Firman. Dari sanalah, kemudian minat membaca anggota Komunitas Motor mulai timbul, karena mereka terbiasa membaca hingga kemudian menyukai dunia membaca.

"Buku tidak hanya untuk dibaca, namun juga harus dapat menghidupkan apa yang ada di sekelilingnya!" Terang Kang Maman. 

Terkadang, beberapa diantara kita buku hanya dianggap sebagai bahan bacaan saja, padahal dengan buku yang dibaca, seseorang bisa menjadi Enrichment, Empowerment dan Enlightment. Sebab, dengan membiasakan diri membaca buku, kita juga bisa jadi penulis dan berkarya.

Gundala Putra Petir oleh Abimana, Putri Ayudya, Danang dan Iman Syah Lubis, Gundala. 


Jujur, Saat melihat trailernya sekilas di televisi Saya mendadak penasaran, menerka-nerka jika film Barat ini bakalan seru. Ternyata, Gundala bukan film barat, namun film Tanah Air, Indonesia loh!! Saya terbilang bukanlah penyuka komik, sehingga saat Film Gundala ini akan tayang Saya tetap belum tahu jika Film tersebut diangkat dari cerita komik. 

FYI! Gundala Putra Petir ini ternyata merupakan komik yang telah ada dari 50 tahun lalu, yang merupakan karya Hasmi. Mantul banget yaa! Diantara teman-teman pasti ada yang berpikiran jika Gundala mirip super hero Luar Negeri, ya kan? Sama, awal pemikiran Saya, hehe...! Dan, ternyata Saya salah. FYI! Jadi, Gundala ini adalah sosok yang terinspirasi dari kisah di Tanah Jawa, sosok Ki Ageng Selo yang bisa menangkap petir. Nah, dari kisah itulah kemudian akhirnya Gundala Putra Petir diangkat menjadi cerita komik, lalu kemudian kini diangkat ke layar lebar.


Sebenarnya, Gundala ini bukanlah satu-satunya tokoh jagoan Indonesia, masih banyak tokoh jagoan lainnya. Nah, karena ingin menghidupkan kembali komik Indonesia inilah kemudian Iman Syah Lubis membangun Bumi Langit, yakni perusahaan Komik Indonesia tahun 2003 lalu. 


Penasaran kan, seperti apa keseruan film Gundala ini? Teman-teman bisa saksikan di Bioskop pada tanggal 29 Agustus 2019. Ajak keluarga dan teman-teman agar mereka ikut merasakan keseruan film Gundala!
Post Comment
Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar yang dapat membangun tulisan saya.
Mohon maaf, komen yang mengandung link hidup tidak saya publish ya :)

Auto Post Signature