Pengalaman Pertama Karya di Filmkan

Friday, February 9, 2018
    
Tayang 25 September 2017

    Mencari ide untuk sebuah karya tulis tidaklah semudah yang dibayangkan, setidaknya memiliki keunikan tersendiri dibanding ide tulisan yang ada, begitupun ketika saya mencoba untuk mengirim karya tulis ke salah satu FTV yakni MNCTV, yang pada saat itu sedang menayangkan film serial "Kuasa Ilahi". 

  Sebelumnya saya belum pernah sama sekali menulis sebuah sinopsis, apalagi hingga lanjut ke skenario. Tapi saya nekad mencoba, dengan belajar ke beberapa teman WAG yang karya tulisnya sudah pernah tayang di stasiun televisi. Pesimis? Wow, pasti ada rasa pesimis itu, apalagi saya yang masih anak kemaren sore, masih butuh proses belajar. But, it's ok! Perlahan saya lawan rasa pesimis itu dengan rasa optimis bahwa saya bisa, bisa, dan pasti bisa. Sehingga akhirnya Tuhan menjawab ke-optimisan saya. Alhamdulillah karya saya yang berjudul "Penjual Kue Berjamur" lolos, yang pada awalnya judul yang saya ajukan sedikit berbeda dari itu. Tapi inti dari isi ceritanya ya sama, yakni menjurus ke si penjual roti, dimana lakon menjual roti berjamur hanya demi mendapatkan keuntungan yang besar. Naudzubillah.

   Ada beberapa poin yang harus dipersiapkan sebelum memulai menulis sinopsis hingga lanjut ke skenario, yakni ide cerita, isi cerita, alur cerita yang disajikan dan bila ada keunikan tersendiri akan menjadi poin tambahan serta menjadi peluang besar untuk sinopsis tadi lanjut ke skenario lalu kemudian difilmkan.

Baca juga: Istilah teknis penulisan skenario

    Skenario FTV pada program Kuasa Ilahi yang berjudul "Penjual Kue Berjamur" sebenarnya ide cerita berawal saat saya hendak membeli roti/ kue untuk sarapan pagi, sebab kebetulan saat itu saya gak sempat masak pagi. Lumayanlah buat pengganjal perut sementara, sampai menunggu nasi dan gulai telah masak. Nah, saat hendak membeli kue itulah saya mendapati kue yang dijual telah ditumbuhi jamur. Gak nyalahin pemilik warung sih, mungkin saja dia khilaf.

   Beberapa hari kemudian, saya membeli kue/ roti lagi di warung yang sama, dan yang saya dapati adalah kue yang telah berjamur. Astagaaaa...! Dan akhirnya saya memutuskan untuk tidak berbelanja di sana lagi. Sebenarnya, saya mengangkat kisah tersebut berharap agar dapat dipetik hikmahnya dan berharap penjual di warung itu menonton dan memetik hikmahnya pula.

    
19 comments on "Pengalaman Pertama Karya di Filmkan"
  1. senannya ya mbak, yang sudah tayang di TV :)

    semoga karya-karya berikutnya segera menyusul, aamiin

    ReplyDelete
  2. Wah bunda kerennnn. Saya berharap film-film indonesia itu semakin mendidik. Dan saya titip buat bunda akan harapan saya pada karya2 yg mendidik untuk anak bangsa kita ya. Semangatttt berkarya bunda ☺️

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Doakan agar saya dapat membuat karya yang mendidik anak bangsa

      Delete
  3. keren, Bun. sukses terus, ya! ^^

    saya juga kepingin bisa nulis naskah ftv, sayang enggak ngerti caranya, :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Semangat belajar, insyaa Allah mbak bisa

      Delete
  4. Selamat mbak atas karyanya! :D

    Kalau boleh, bisakah saya meminta tips dan cara menulis untuk production house mbak? Mungkin mbak berkenan?

    Terima kasih :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh. Tipsnya, buat sinopsis terlebih dahulu, kirim ke PH kalau PH menerima nanti bisa lanjut ke plot dan buat skenarionya

      Delete
  5. Mau dong ikutan belajar, boleh lihat atau baca contoh sinopsis dan skenarionya gak mb (orang awam belum pernah lihat :) )

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh. Akan saya posting, insyaa Allah secepatnya. :)

      Delete
  6. Ehem. Jadi ceritanya ini adalah kisah nyata gitu, ya? Kenapa nggak tegur aja penjualnya, setidaknya nggak ngebiarin orang yang jual itu, itu dosa loh.

    Suka sekali buat karyanya berhasil lolos dan difilmkan gitu, pasti bangga gimana gitu. Cuma kayaknya saya belum ada karya yang pantas untuk difilmkan. Kalau pun ada, ceritanya pun pasti ngawur.

    ReplyDelete
  7. Duuhhh pastinya seneng banget ya mbak karyanya tayang...

    ReplyDelete
  8. Wah keren, mbak. Boleh donh diposting contoh sinopsis dan kemana mengirim sinopsisnya. He

    ReplyDelete
  9. Wah.. keren mbak...

    Saya ada beberapa sinopsis, tapi masih belum mengajukan ke rumah produksi karena sering merasa khawatir kalau cerita kita ditolak, tapi tetap mereka jiplak.

    ReplyDelete
  10. Keren mba. Saya berharap sinetron-sinetron Indonesia semakin memberikan nilai positif buat penontonnya.

    ReplyDelete
  11. Keren mbak, bagus banget buat nambah portfolio. Saya malah nyangka dapet idenya dari acara reportase investigasi ituh, hehe :)

    ReplyDelete
  12. Salut nih mba karyanya berhasil di filmkan. Semoga tetap berkarya ya

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar yang dapat membangun tulisan saya.

Auto Post Signature