Sajian Mie Praktis yang Menyehatkan

Friday, February 16, 2018

Dulu, hampir semua makanan saya 'sikat' tanpa ada yang dipantang-pantangin, termasuk makanan berlemak sekalipun. Akan tetapi, setelah menikah dan memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga 'tulen' semua jadi berubah. Beberapa makanan harus saya pantangin. Apalagi yang dulunya saya sulit gemuk (sehingga semua makanan bisa saya santap habis), sekarang mulai berubah, bahkan bagian perut mulai terlihat sedikit 'membuncit', sampai-sampai saya dikira sedang hamil sama tetangga. Padahal, itu timbunan lemak. 😂 Nasib ... Nasib...!


Dok. Pribadi

Kalau dianalisis, penyebabnya karena saya kurang berolah raga. Ya... itu sih karena saya merasa kalau aktivitas yang saya kerjakan di rumah seperti memasak, mengepel, mencuci pakaian dan lainnya sudah menjadi 'ajang' olah raga.  Ternyata saya keliru.


Sekarang saya harus benar-benar selektif dalam memilih makanan, usahakan yang kadar lemaknya rendah. Sebab, tubuh saya jadi 'rawan' dengan makanan atau camilan yang berpotensi menaikkan berat badan.

Biasanya kalau berbelanja bulanan, salah satu daftar belanja yang tidak bisa saya tinggalkan adalah mie instan. Mengapa mie instan? Ya iyalah, soalnya bisa disimpan, cepet masaknya, apalagi disaat darurat perut sudah keroncongan. 'Comot' deh mie instan di lemari, rebus atau dibuat mie goreng, langsung santap. Apalagi sekarang musim hujan mengguyur dengan cantik-cantiknya, mie instan anget jadi favorit banget.


"Tuh, kan ... malah jadi ngidam mie!" 😋


Sejak tubuh mulai terlihat tumpukan lemak, saya jadi khawatir makan mie instan. Sebab, dari informasi yang saya baca: kandungan lemak pada mie instan cukup tinggi (sekitar 15 - 17 gram per bungkusnya). Berdasarkan data dari RISKESDAS (2013), menunjukkan bahwa 3 dari 10 orang wanita dewasa mengalami obesitas, dan 2 dari 10 orang pria dewasa mengalami hal yang sama. Kandungan rata-rata natrium (garam) pada mie instan biasanya berkisar antara 980 mg hingga 1.500 mg natrium per bungkusnya, sedangkan menurut PERMENKES nomor 30 tahun 2013, konsumsi natrium (yang biasanya berasal dari garam pada produk makanan) lebih dari 2.000 mg berisiko meningkatkan hipertendi atau tekanan darah tinggi.

Umumnya, mie instan dibuat dengan cara digoreng sehingga mengandung kadar lemak cukup tinggi.

"Duuuh... ternyata selama ini saya menimbun lemak! Coba kalau yang ditimbun harta karun, kan lumayan buat anak cucu 😄"

Nah, untuk itu ada baiknya bikin mie sendiri. Mengapa kita harus membuat mie sendiri? Karena mie beli yang umumnya kita konsumsi, pada proses pembuatannya ada penambahan bahan-bahan makanan berbahaya agar mendapatkan tekstur dan ciri khas tertentu.

Perlu diketahui, bahan-bahan tambahan berbahaya pada mie beli yang selama ini kita konsumsi terkandung:
  • Air Abu - Kansui - Garam Alkali
  • Pengental adonan
  • Pengawet makanan
  • Emulsifier/ pelembut
  • Pewarna industri berbahaya
  • Pengawet berbahaya
"Duuh ngeri! Tapi, bikin mie repotnya nggak ketulungan"

Sssttt ...! Sini saya beri tahu sesuatu. Sebuah alat canggih yang saya temui beberapa minggu lalu, bernama Re-Noodle Noodle Marker.


Dok. Pribadi


Awal Mula Pertemuan Cantik dengan Re-Noodle


Ceritanya tanggal 2 Februari 2018 pagi, saya bersama teman blogger menghadiri undangan dari PT. Readboy Indonesia dalam acara launching produk baru mereka. Dalam acara launching ini, Bu Jenny Widjaja didampingi para chef (chef Andrian dan chef Dwi) mendemokan produk unggulan PT. Readboy Indonesia, salah satunya Re-Noodle, yakni mesin pembuat mie.


"Hmmm ... pasti mesin biasa! Harus nguleni adonan dulu, iya kan?"


Nggak dong! Mesin ini mengolah sendiri adonan hingga terbentuk menjadi mie. Kita cukup memasukan bahan ke dalam Re-Renoodle, pencet tombol, mesin akan mengaduk dan tunggu beberapa menit. Jadi deh!


Dok. Pribadi

Pada kesempatannya, Bu Jenny Widjaja menyampaikan bahwa salah satu gaya hidup sehat adalah dengan memperhatikan makanan yang kita konsumsi setiap hari.


Yups! Setuju banget sama apa yang disampaikan beliau, sebab makanan yang kita konsumsi itu menjadi salah satu sumber kekuatan untuk beraktivitas. Coba kalau kitanya konsumsi makanan yang nggak sehat, bisa nangkring di rumah sakit dua hari tiga malam. Duuh ... Jangan sampai!

Re-Noodle ini didesain khusus pengguna rumah tangga di Indonesia, sehingga dapat membuat mie sehat di rumah dengan praktis serta lezat dalam waktu hanya 5 menit dan pastinya menyehatkan. Selain itu, mesin Re-Noodle juga dilengkapi dengan Fuzzy Logic, dimana mesin ini berfungsi otomatis yang apabila adonan terigu sudah habis dalam wadah mesin akan berhenti.
"Bagus ya mesinnya, jadi bisa bikin mie terus. Tapi, tagihan listriknya gimana?"
Nah, kalau untuk masalah listrik, Re-Noodle ini sangat hemat. Bayangkan! Biaya listrik untuk sekali pemakaian yang menghasilkan 7 porsi mie hanya Rp. 46,- lebih hemat dari pada penggunaan rice cooker. Re-Noodle juga dilengkapi dengan fitur Down Force, yang menghasilkan mie langsung keluar dari cetakan ke bawah sehingga mie tidak akan saling menempel dan lengket.


Hasil-hasil cetakan Re-Noodle

Hasil mie dengan pewarna alami dari sayur dan buah (Dok. Pribadi)
Dan, taraaa ...! Inilah mie hasil Re-Noodle yang sudah dimasak.


Rasanya enak 😋


"Gimana ...? Masih ragu buat kesehatan? Kalau saya sih enggak! Sebab, sehat itu mahal!

Harga
*Retail Price :Rp. 3.880.000
*Price             :Rp. 2.880.000


Untuk keterangan lebih lanjut berkaitan dengan Re-Noodle, teman-teman bahkan moms semuanya dapat datang langsung ke:

PT. Readboy Indonesia 

Sentral Bisnis Artha Gading Blok A7D No. 17
Jln Boulevard Artha Gading, Kelapa Gading Barat - Jakarta Utara 14240, Indonesia
Atau bisa menghubungi kontak berikut:
  • Call Center: (021) 296 36 296/ 453 55 78
  • Website: www.rbshop.id
  • Email: info@readboy.id
  • Fanpage: readboyshop
  • Twitter: @rbshopid
  • Instagram: @readboyshop
Intip yuk tutorial penggunaan Re-Noodle berikut


18 comments on "Sajian Mie Praktis yang Menyehatkan"
  1. Dulu suamiku pernah ikut kursus singkat bikin mie, emang agak repot. Tapi pakai Re-Noodle kyknya praktis gtu ya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, praktis banget dan tentunya menyehatkan

      Delete
  2. mie nya tampak nyam nyam dan enak ya. Kalau menyehatkan ya kenapa tidak dicoba

    ReplyDelete
  3. Uwaaahhhhh warna dan bentuk mie nya bagus2... Keren deh mesinnyaa.. Kalo aja dulu udh ada mesin begini, mama ga usah susah2 mau bikin mie. Zaman aku kecil, mama jg slalu bikin sendiri mienya mbam tp pake alat jadul, dari besi yg beratnya ampun gilak.. Harus diputer2 gitu.. Aku sampe pegel dulu bantuinnya :D.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sekarang syukurnya sudah ada mesin pembuat mie, praktis dan menyehatkan

      Delete
  4. Mie sehat dengan kualitas bahan terjamin. Tahu proses pembuatan, jadi aman untuk dikonsumsi. Ga worried lah jadinya. Mesinnya juga canggih.

    ReplyDelete
  5. Dengan membuat mie sendiri lebih aman yah di konsumsi anak-anak.

    ReplyDelete
  6. Anakku suka banget mie,, dan ini solusi bikin mie u kelg yg sehat,ah mauu

    ReplyDelete
  7. Belanja bulananku pun selalu ada mie instannya. Paling enak sih buat sarapan cepat-cepat. hehehehe

    ReplyDelete
  8. Seandainya punya mesin Re-Noodle ini, tenang kalo mau ngasih mie buat anak, dan tentunya bisa sering bikin mie tek tek favoritku.

    ReplyDelete
  9. duhh..wenakk banget kayanyaa nih mie nyaa...pengen santap...heheh

    ReplyDelete
  10. Suka banget sama mie. Tapi kalau beli terus, bisa bengkak di kantong ya mbak.. Sepertinya harus nabung dulu buat beli Re-Noodle..

    ReplyDelete
  11. Wahhh,, solutif banget mbak. Mendingan beli alat nya sendiri, lebih terjamin karena kita sendiri yang buat dan pilih bahan nya...

    ReplyDelete
  12. wah, enak! warnanya juga cantik2 mbak.
    btw liat mesinnya, jadi pengen punya sendiri mbak hihi

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar yang dapat membangun tulisan saya.
Mohon maaf, komen yang mengandung link hidup tidak saya publish ya :)

Auto Post Signature