Cara Mengatasi Minimnya Literasi Keuangan Pada Ibu

Saturday, September 15, 2018

Literasi Keuangan? Seperti apa sih itu Literasi Keuangan? Mungkin diantara teman-teman menanyakan hal itu. Perlu diketahui, jika literasi keuangan merupakan sebuah kemampuan seseorang untuk mengelola keuangan. 

Lalu, Siapa sasaran dari literasi keuangan? Tentu saja seorang ibu rumah tangga, sebab ibu menjadi pemegang kendali soal keuangan. Bisa dibayangkan jika seorang ibu tidak bisa kelola keuangan keluarga dengan bijak, akan seperti apa keuangan rumah tangganya? Yups, bisa dipastikan berantakan, bahkan mengalami ketidakcukupan, padahal jika diatur dan dikelola sebaik mungkin uang tersebut malah berlebih. 



Kelola Keuangan dengan Membuat Anggaran Belanja

Siapa nih yang masih pertengahan bulan sudah merasa kekurangan uang belanja? Jika iya, coba deh cek, apakah kita sudah membuat anggaran belanja yang terencana, atau mungkin cara penganggaran yang belum tepat!. Ngomong-ngomong soal anggaran, saya akan menjelaskan sekilas mengenai apa itu anggaran. 

Jadi, Anggaran merupakan suatu rencana keuangan yang mengacu pada seberapa banyak pendapatan dan perkiraan pengeluaran pada periode waktu tertentu. Rencana anggaran ada dua macam, yakni anggaran jangka pendek dan anggaran jangka panjang. Sebagian orang mungkin nggak bikin anggaran pemasukan dan pengeluaran sehari-hari, padahal inilah yang bisa membuat kondisi keuangan mulai tidak sehat.

Mungkin diantara ibu-ibu ada yang belum paham mengenai anggaran yang tidak sehat? Fine, untuk mengetahui apakah anggaran sehat atau tidaknya bisa dilakukan dengan memeriksa pengeluaran yang berlebih. 

Nah, urusan pengeluaran yang berlebih inilah seorang ibu dituntut untuk lebih bijak dalam membelanjakan harta, dapat membedakan antara keinginan dengan kebutuhan sehingga ibu bisa lebih berhemat. 

Kampanye Literasi Keuangan Bersama #IbuBerbagiBijak

Tepatnya 10 September lalu, saya mengadiri acara kampanye yang diselenggarakan oleh sebuah perusahaan teknologi pembayaran global terdepan, yakni Visa. Yang mana pada kali ini meluncurkan kampanye #IbuBerbagiBijak dan merupakan tahun kedua. Acara ini diselenggarakan dengan tujuan agar dapat mengedukasi serta mendorong perempuan-perempuan untuk berbagi pengetahuan seputar literasi keuangan. Yang mana program ini telah lama berkolaborasi dengn Otoritas Jasa Keuangan atau lebih dikenal dengan sebutan OJK, yang tentunya sudah menjangkau lebih dari 200.000 perempua di seluruh Indonesia. 


 "Melanjutkan kesuksesan kampanye tahunan, kami sangat senang dapat meluncurkan kampanye literasi keuangan #IbuBerbagiBijak pada tahun kedua ini. Dimana pada tahun ini Visa bersama OJK dan dukungan BI bermaksud ingin mengasah lebih banyak perempuan khususnya para ibu di Indonesia dalam mengajarkan cara pengelolaan keuangan yang bijak dan mendorong mereka untuk berbagi pengetahuan tersebut dengan anggota keluarga dan lingkungan" ucap Riko Abdurrahman selaku presiden Direktur PT Visa Worldwide Indonesia. 
Dengan mengusung konsep "train the trainer" program ini akan diaksanakan dari bulan Juli hingga September yang mana terdiri dari serangkaian lokakarya serta aktivitas online. Beragam topik tentunya dibahas, mulai dari tips membuat anggaran, menabung, serta mengatur pengeluaran yang bijak, hingga kiat-kiat mendapatkan penghasilan tambahan, serta tips keamanan dalam bertransaksi non tunai. Sebagaimana yang kita ketahui jika perempuan merupakan Critical economi players di Indonesia, mengingat banyaknya keputusan ekonomi penting, baik itu tingkat keluarga, perusahaan maupun negara, tentunya dibuat oleh perempuan. 

Berdasarkan hasil survei Nasional OJK, menunjukkan bahwa tingkat literasi dan inklusi keuangan perempuan masih begitu rendah, yakni sebesar 25,5% dan 65,2% atau bisa dikatakan lebih rendah dibandingkan dengan tingkat literasi dan inklusi keuangan laki-laki, yakni sebesar 33,2% dan 69,6%. 

Tiga Cara Mencapai Kondisi Keuangan yang Ideal.



Menurut mbak Prita Ghozie selaku pakar literasi keuangan serta dosen UI ini, ada 3 cara agar kondisi keuangan mencapai hasil yang ideal, diantaranya: 

*Lakukan Financial Check Up.

Dimana kita hendaknya memeriksa kesehatan keuangan yang sewaktu-waktu bisa saja berubah. Agar kesehatan keuangan senantiasa terjaga, maka hitungan idealnya yakni: a). 5% untuk sedekah. 
b). 30 % untuk cicilan utang. 
c). 10 % untuk dana darurat. 
d). 30 % untuk biaya hidup. e). 15 % untuk investasi, dan
f). 10 % untuk gaya hidup.

*Mengelola Arus Kas. 

Disini seorang Perempuan dituntut agar bisa mengelola arus kas rumah tangga, baik segi pendapatan hingga dengan pengeluaran. Tentu saja hal tersebut dilakukan agar keuangan rumah tangga lebih terencana. Selain itu, buatlah pos-pos pembayaran yang dibuat dan dilakukan secara rutin. 

*Merencanakan Keuangan.

Dalam berumahtangga, tentu saja segala sesuatu harus direncanakan, termasuk soal keuangan. Sebab, apabila lebih terencana, tentu saja akan minim sekali hambatan dalam menggapai impian, semisalnya impian ingin punya rumah sendiri, ingin menyekolahkan anak hingga perguruan tinggi, dan lainnya.



Bagaimana? Sudah siap kan untuk merencanakan anggaran bulanan maupun tahunannya? Kalau saya sih, Say Yes!  😁
64 comments on "Cara Mengatasi Minimnya Literasi Keuangan Pada Ibu "
  1. Aduh ternyata buat hutang 30% yaa, ups aku kelebihan kayanya nih, makanya suka nombok.. Thanks infonya ya

    ReplyDelete
  2. Aku mau bikin rencana keuangan sama suami masih belum rampung2, emang berasa bgt tengah bulan uang udah sakarotul dompetnya. Penting emang direncanain tiap bulannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang sangat penting mbak, yuk kita sama2 belajar 😊

      Delete
  3. Penting banget nih buat ibu-ibu belajar literasi keuangan, karena ibu adalah tiangnya rumah ya... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yups, bener mbak. Semoga sharing ini bermanfaat ya

      Delete
  4. Perencanaan keuangan keluarga itu penting banget ya mba Elva. Dan aku pun sering melakukan pengecekan keuangan keluarga nih mba :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Penting mbak Al, agar keluarga sejahtera dan kitanya juga gak bingung kemana perginya uang2 tsb jika dikelola sebaik mungkin

      Delete
  5. Catatan penting bagi Ibu adalah pengelolaan keuangan keluarga. Jika tidak dikelola dengan bijak gak kebayang betapa sulit nya membuat budget untuk posting yang harus dibayar. Thanks for sharing. Beruntung sekali bisa hadir disini. Saya dengan Opi Rahmita

    ReplyDelete
  6. Saya cukup kaget karena ternyata persetase perempuan yang melek literasi hanya sekitar 25%. Itupun di bawah laki-laki. Dan saya masih termasuk diantara yang 75% Hehehe. PR banget nih buat saya untuk terus diingatkan supaya lebih bijak lagi mengelola keuangan rumah tangga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, saya juga tahunya saat ikutan workshop ini

      Delete
  7. Ah tips dari mbak Prita Ghozie ini emang the best banget. benar2 bikin melek banget jadinya gimana biar jadi ibu bijak dalam keluarga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak Amel, saya sudah mengaplikasikan persenan yg diajarkannya, alhamdulillah bisa dapat ilmu dari ahlinya

      Delete
  8. Ini dia nih Rules dalam mengelola keuangan. Iya mba ternyata kita perlu Lakukan Financial Check Up. Selama ini belum terlalu di cek sih.
    Kalo untuk Mengelola Arus Kas dan Merencanakan Keuangan Insha Allah sudah saya lakukan.
    Terima kasih sharing nya mba....

    .

    ReplyDelete
  9. Saya..saya masih enggak karu-karuan perencanaannya. Baiklah, berarti: 5% untuk sedekah, 30 % untuk cicilan utang,10 % untuk dana darurat, 30 % untuk biaya hidup, 15 % untuk investasi, dan
    10 % untuk gaya hidup.

    ReplyDelete
  10. wah asyik ya bisa belajar langsung dari pakarnya, makasih ya sharingnya mbak Elva, tinggal pelaksanaanya nih di rumah yaa.

    ReplyDelete
  11. Akuuuu langsung cek n ricek buku anggaran keuangan rumah tangga di rumah. Aha! Ternyata masih berantakan 😆😆😆 wkwkwkwk Kebanyakan gaya kali ya ga bagus ups ga gitu sih..mungkin sesekali terjebak keinginan, bukan kebutuhan. Makanya skrg langsung dipisahin uang buat tabungan ya syukur2 bisa beli Logam Mulia aamiin 😘

    ReplyDelete
  12. Setuju sama artikelnya, Mbak. Ibu zaman now memang harus bijak menyikapi keuangan keluarga, biar enggak bablas hehe..

    ReplyDelete
  13. Saya baru cek finansial check up biasanya kalau pas lagi perlu, hahaha, mulai deh tuh keingat ini duit keluar dan masuknya gimana yah 😂

    ReplyDelete
  14. Waahh, terima kasih sharingnya Ma. Seneng banget mulai banyak program literasi keuangan untuk para Ibu. Itu artinya, kita bisa mulai berharap tidak hanya perbaikan kondisi keuangan keluarga di masa kini tetapi juga kelak hingga anak cucu paham bagaimana mengelola keuangan yang baik.

    ReplyDelete
  15. Mengatasi literasi keuangan itu emang penting banget deh ya mba. Biar uang pun bisa digunakan untuk kegiatan lain jika perencanaan keuangan tercukupi

    ReplyDelete
  16. ibu sebagai pondasi keluarga perlu banget tahu tentang hal ini ya mba. Haus ilmu makin memperkaya wawasan

    ReplyDelete
  17. Siap mbak, makasih ulasannya ya mbak elva

    ReplyDelete
  18. Alhamdullilah ya, Va. Bisa kesempatan dapat acara bermanfaat gini, aku pun suka hal yang membahas finance

    ReplyDelete
  19. Buatku yang udah jalani pernikahan menuju tahun ketujuh ini, masih merasa perlu belajar dan terus membenahi Literasi Keuangan Rumah Tangga. Kadang masih suka pakai metode "semau-maunya mumpung ada uang", dan kemudian nyesel disaat tongpes sementara kebutuhan masih banyak, haha. Syedihhh.

    Makasih ya Mba infonya, nambah ilmu lagi Alhamdulillaaah :)

    ReplyDelete
  20. Cek keuangan suka lupa di lakukan sang ibu karena tidak mencatat keuangan keluarga sehingga suka tekor. Baca literasi keuangan akan membantu menata keuangan keluarga

    ReplyDelete
  21. Wah mantap nih Elva di kereta masih baca2 buku perencanaan keuangan. Biar bisa ngatur pemasukan yaa..

    ReplyDelete
  22. Merencanakan keuangan emang penting supaya tengah bulan gak ngos2an. Trus kalau bisa perempuan bantu kepala keluarga bekerja seperti wirausaha supaya nambah2 pemasukan ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Komen lagi ah, krn blm ada postingann baru haha
      Financial cek up emang penting dan kudu disiplin dilakukan secara berkala yaaaaa

      Delete
  23. Baru bikin financial check up aja udah langsung pusingg akutuhh hahaha

    ReplyDelete
  24. Setelah baca postingan mba elva tentang literasi keuangan, saya jadi lebih aware bagaimana harus menghargai keuangan sendiri, karena kita sebagai wanita adalah sebagai pemengang keuangan keluarga

    ReplyDelete
  25. Aku sampai sekarang itu yang paling susah adalah mengatur pengeluaran biaya hidup. Duuuh ada aja pengeluaran tambahannya. Makanya ikutan workshop keuangan kaya gini penting ya mbak biar kita tahu trik2nya.

    ReplyDelete
  26. Aku udah komen blm di sini ya? Kayaknya sih udah tapi karena blm diloloskan jg moderasinya, jadi aku komen lagi deh wkwkwk. Mantap ilmunya, jadi bisa ngatur keuangan rumah tangga nih.

    ReplyDelete
  27. Kayaknya habis baca ini, mulai bulan besok mau coba menerapkan financial check up dari bu prita deh.

    ReplyDelete
  28. Wah makasi banyak, saya dapat tambahan ilmu nih tentang literasi keuangan. Memang sih sebagai perempuan perlu banget punya ilmu perencanaan keuangan, terutama kalo istri dan suami sama2 freelance ya

    ReplyDelete
  29. Bener banget nih
    Sebagai menteri keuangan di rumah, ibu harus punya perencanaan keuangan yang jelas
    Biar gak bocor sana sini dan jangan sampai besar pasak daripada tiang

    ReplyDelete
  30. Literasi keuangan memang penting sekali untuk para ibu rumah tangga ya. Duh jadi pengen ikutan event Ibu Berbagi Bijak juga niiih. Makasi sharingnya yaaa

    ReplyDelete
  31. Literasi keuangan sedang digalakkan saat ini, semoga meningkatkan kesadaran masyarakat untuk bijak mengelola keuangan

    ReplyDelete
  32. mengatur uang itu emang penting banget ya mbak biar kita lebih bijak dalam belanja ehehhe

    ReplyDelete
  33. Betul sekali, para manajer keuangan rumah tangga mesti terus menambah wawasan tentang manajemen keuangan salahsatunya dengan literasi keuangan.

    ReplyDelete
  34. Nah note, 10 persen saja utk gaya hidup.

    ReplyDelete
  35. Ini pas bgt sama aku.. harus belajar saving money mulai skrg.. nabung buat masa depan. Hohoo

    ReplyDelete
  36. Alhamdulilah saat ini aku mulai belajar kelola keuangan bahkan 2 ga hanya keuangan rumah tangga tapi bisnis kecil saya xixixi semoga selalu makin bijak dalam kelola keuangan.

    ReplyDelete
  37. Literasi keuangn memang diperlukan agar bisa bijak dengn keuangan dn ad inveatasi untuk masa depan ya kak

    ReplyDelete
  38. Anggaran belanja emang perlu banget deh dibuat. Yaaa meski kadang ada aja pengeluaran diluar anggaran.

    ReplyDelete
  39. financial check up ini yang agak susah disiplin ke diri sendiri, sering kadang pas akhir-akhir bulan baru nyesel ga ada uang yang bisa di tabung

    ReplyDelete
  40. Memang benting ya mengelola keungan rumah tangga itu.
    Belajar dulu buat nanti di terapkan kalau sudah berumah tangga..he

    Aku sebagai anak kost biasanya tiap hari mencatat pengeluaran, apapun itu. Mau makan beli barang atau apa, biar tiap bulannya bisa di hitung habis berapa. Dan di evaluasi barang apa yang sering dibeli namun bukan kebutuhan :D

    ReplyDelete
  41. aku berdoa banget mba semoga program ini terus running sampaike kota lainnya. karena ibu-ibu sekitar yg ikut acara ini tuh baru banget tau soal mengelola keuangnan yang baik selama ini mereka hanya trial error aja.

    ReplyDelete
  42. Aku bulan bulan lalu rajin financial check up. Tapi bulan ini belum. Aku akan lakukan lagi deh buat bulan depan aja :). Makasih udah mengingatkan ya

    ReplyDelete
  43. Yang susah dari ngurusin keuangan rumah tangga itu adalah KONSISTEN dan NIAT , hihih.

    ReplyDelete
  44. Wah ternyata ada hitungan idealnya yah untuk financial check up, selama ini aku pake cara sendiri aja karena belum tau. makasih yaa mba sharingnya :)

    ReplyDelete
  45. Penting sekali ya agar kita sebagai ibu rumah tangga pintar dan melek literasi keuangan, agar bisa mensejahterakan keluarga meski tidak bekerja kantoran.

    ReplyDelete
  46. Meski dah lama berkutat jadi IRT, tetep nih harus upgrade ilmu keuangan gini

    ReplyDelete
  47. Alhamduliah dah ga ada hutang nih. Taoi ga ada alokasi dana darurat. Berarti bs kali ya dimasukin ke dana darurat.

    ReplyDelete
  48. Secara teori cukup paham karena dulu ada materi manajemen keuangan saat kuliah, terus juga sering ikut pelatihan tentang ini, sesekali suka diminta mengisi manajemen keuangan keluarga juga..heu.. tapi prakteknya mah saya juga kedodoran Mba.. wkwkwkwk...

    ReplyDelete
  49. seorang ibu memang sebaiknya paham financial literacy, karena cashflow rumah tangga sehari hari itu ada di tangan seorang ibu.

    ReplyDelete
  50. menarik banget tulisannya mba, sangat membantuku.. makasih mba..

    ReplyDelete
  51. belajar mengatur keuangan itu penting banget, biar cash flow tetep aman dipertengahan bulan juga gak bikin urat tegang.hehe

    ReplyDelete
  52. Lain kali kudu ikut nih kalo ada acara literasi keuangan kayak gini..dana daruratku ga punya sama sekali, bahkan kepikiranpun nggak hehehe. Makasih sharingnya ya.

    ReplyDelete
  53. Baru tahu saya istilah literasi keuangan. Dan ini penting banget buat emak2 kayak saya. Biar ga terjadi kebocoran

    ReplyDelete
  54. Harus semakin bersemangat mengatur keuangan ya

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar yang dapat membangun tulisan saya.
Mohon maaf, komen yang mengandung link hidup tidak saya publish ya :)

Auto Post Signature