Membumikan Lagu Anak Melalui Lomba Suara Anak Indonesia 2018

Monday, November 26, 2018

"Aku Cinta Kamu... 
Kau membuat luka pada cinta... "

Apa yang teman-teman pikirkan soal penggalan lirik lagu di atas dinyanyikan oleh anak-anak? Tidak pantas bukan? Dunia anak-anak yang seharusnya menyanyikan lagu-lagu anak yang tepat untuk jiwa anak, perlahan mulai tergerus. Dulu, sewaktu saya masih kanak-kanak, ada begitu banyak lagu anak yang diputar, baik melalui media televisi maupun radio, apalagi minggu pagi bapak menyetel radionya, beragam lagu anak bisa saya nikmati, hingga saya hapal semua lagu anak di masa saya itu, di luar kepala. 

Namun, seiring berjalannya waktu, dan semakin berkembangnya zaman, sudah sangat jarang sekali bahkan hampir tidak pernah saya mendengarkan lagu anak di radio Bapak seperti masa-masa saya dulu. Bahkan, acara musik di televisi saat ini pun sudah tidak lagi menyajikan lagu khusus untuk anak-anak. Sehingga akibatnya, banyak anak yang tidak mengenal lagu-lagu yang sesuai dengan usianya. Meskipun bermunculan acara lomba menyanyi untuk anak, namun saat mengikuti lomba menyanyi tersebut, anak-anak menyanyikan lagu yang umumnya juga lagu-lagu orang dewasa. Miris. 


Kembali Membumikan Lagu Anak.

Berdasarkan fakta itulah, sehingga KPPPA (Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) RI bersama Musik Hana Midori menyelenggarakan LSAI (Lomba Suara Anak Indonesia) 2018. Acara tersebut terselenggara dalam rangka memperingati Hari Anak Internasional. Pada acara Lomba Suara Anak Indonesia tersebut, terdapat dua kategori lomba, yakni Lomba Penyanyi Anak dan Lomba Pencipta Lagu Anak. 

Lomba ini sebenarnya telah dimulai sejak bulan Agustus lalu dengan mengusung tema Anak Indonesia Bernyanyi. Para peserta sangat antusias, terhitung ada 203 peserta untuk kategori Penyanyi Lagu Anak dan 187 peserta Pencipta Lagu Anak dari seluruh pelosok Indonesia yang mendaftar. Nah, dari seluruh peserta terdaftar itu, kemudian disaring lagi hingga terpilih lah 30 peserta dari masing-masing kategori, yang kemudian dipilih menjadi 10 besar yang kemudian dilombakan pada acara Grand Final pada tanggal 25 November 2018 lalu. Menariknya, Semua anak yang masuk final juga akan mendapatkan hadiah keseluruhan berjumlah Rp 200.000.000,- dan akan dibuatkan album rekaman. 
“Kenyataannya, selain langkanya penyanyi anak yang menyanyikan lagu anak, Indonesia juga kekuarangan lagu anak dari para pencipta lagu yang menelurkan lagu anak yang berkualitas. Ada berbagai penyebab, misalnya sulit mengorbitkan lagu anak dan anak yang mau menyanyikan, sangat terbatas media yang akan menyiarkan dan mempublikasikan lagu tersebut, dan secara ekonomi lagu anak dianggap tidak komersil. Saya berharap agar orang tua, media, dan anak-anak juga mulai menggalakkan lagu anak-anak. Untuk yang mejadi pemenang hari ini, diharapkan pula ia dapat menyebarluaskan, sehingga gaungnya sampai dinyanyikan oleh anak-anak seluruh Indonesia” jelas Bu Ibu Prof. Dr. Yohana Susana Yembise, Dip. Apling, MA.
Dok. Pribadi
Dengan diselenggarakan acara ini, diharapkan kedepannya dapat melahirkan lagu anak serta penyanyi anak yang berkualitas. Acara ini juga diharapkan dapat memunculkan kesadaran orang tua dan masyarakat agar dapat mendorong anak-anaknya dalam memanfaatkan waktu luang dengan mengembangkan minat dan bakat anak dengan hal positif, salah satunya dengan menyanyikan lagu yang sesuai dengan usianya. 

KPPPA tentunya sangat mendorong akan inisiatif untuk menghidupkan kembali lagu anak yang berkualitas serta penyanyi anak yang berkualitas dan berkompeten sesuai umurnya serta medukung pemenuhan hak anak. 


Grand Final Lagu Suara Anak Indonesia 2018 

Bertempat di Theater Garuda Taman Mini Indonesia Indah inilah puncak acara Grand Final terselenggara. Mulai pukul 07.00 peserta lomba berserta rombongan keluarga dari masing-masing peserta dan para tamu undangan sudah mulai memadati ruangan Theater. 


Pict. Kurnia Amelia
Acara ini juga turut menghadirkan Mentri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, yakni Ibu Prof. Dr. Yohana Susana Yembise, Dip. Apling, MA. Serta dewan juri yang berkompeten, yakni Bens Leo (pengamat musik), Lenny N Rosalin (Deputi Menteri bidang Tumbuh Kembang Anak), Ucie Nurul (penyanyi senior dan pelatih olah suara), Dian HP, serta Purwacaraka (pemusik)

Tidak hanya itu saja, acara Grand Final LSAI 2018 juga turut dimeriahkan oleh penampilan Kreativitas dari SMA Negeri 3 Jakarta Selatan, musikal by Musik Hana Midori. 

Pada Grand Final LSAI 2018, diumumkan para pemenang untuk masing-masing kategori, diantaranya: 

  • Lomba Penyanyi Anak. 

Juara 1: Sherina Thu Tiwanie 
Juara 2: Lauwrence 
Juara 3: Aisha Dama C 
Harapan 1: Erditya Putra Permana 
Harapan 2: Fladira 
Harapan 3: Adzra Zulfa Rabbani


  • Lomba Cipta Lagu.

Juara 1: Stephen Irianti Wally (Rei) dengan judul lagu Aku Suka Bernyanyi 
Juara 2: Mayashanty Reynildha dengan judul lagu Tetap Satu 
Juara 3: Bradder Sams dengan judul lagu Ku Foto, Klik! 
Harapan 1: Panji Nurseto dengan judul lagu Liburan 
Harapan 2: Jefri Antonius Situmeang dengan judul lagu Gak Boleh Nakal 
Harapan 3: Agustinus Kusni Hartono dengan judul lagu Hari Baru. 


Dok. Pribadi
Harapan! Semoga acara seperti ini dapat terus diselenggarakan, dan sebagai orangtua turut mendukung dengan memotivasi anak-anak di rumah agar berani untuk berkarya.
1 comment on "Membumikan Lagu Anak Melalui Lomba Suara Anak Indonesia 2018 "
  1. Waah ini nih yang perlu diviralkan ya mbak Elva. Sekarang tuh krisis lagu anak-anak, kebanyakan anak-anak dengerinnya lagu orang dewasa dan kayanya sedikit banyak itu mempengaruhi pola pikir mereka juga (hasil observasi amatir aku terhadap murid2 aku di sekolah).

    Senang deh kalau tahu ada lagu anak-anak yang memang untuk anak-anak dengan lirik yang riang jenaka dan tentunya mengedukasi.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar yang dapat membangun tulisan saya.
Mohon maaf, komen yang mengandung link hidup tidak saya publish ya :)

Auto Post Signature