Piala Merak Ajang Apresiasi Hak Anak

Wednesday, December 12, 2018
Pict: @TutyQueen

September 2017, merupakan bulan pertama karya tulis saya di film-kan di salah satu stasiun televisi swasta. Bahagia, menjadi satu kata yang saya rasakan kala itu, sebab beberapa kali revisi akhirnya goal untuk ditayangkan. Sebuah film yang isinya insyaa Allah dapat memberikan hidayah buat yang menonton, dimana siapa yang berlaku buruk maka keburukan itu kembali padanya. Maka, berlakulah baik. 

Namun disayangkan, film yang hampir ditayangkan lima hari dalam sepekan itu kemudian 'dibungkus' alias tidak ditayangkan lagi. Itu karena hanya karena rating tidak mencapai yang diinginkan. Namun, yang menyedihkan, ternyata film bahkan berita yang banyak tayang ialah yang mengandung kekerasan, film percintaan yang belum layak dikonsumsi anak-anak. 

Lalu, apa yang harus kita lakukan? Sebagai orangtua, hendaklah kita mengarahkan agar anak tidak terjerumus ke dalam hal negatif dari apa yang mereka tonton, dan dengar. Namun, apa mengarahkan saja sudah cukup? Tentu saja peran media juga memberi pengaruh. 

Piala Merak Ajang Wujudkan Indonesia Layak Anak (IDOLA) 2030 

Diantara Moms pasti bertanya-tanya, apa hubungan Piala Merak dengan Hak anak? For Your Information, Moms! 


Beberapa hari lalu saya berkesempatan untuk menghadiri acara Malam Penganugerahan Piala Merak 2018 di Rumah Maroko. Acara Malam Penganugerahan Piala Merak ini dihadiri oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise


Piala Merak (Media Ramah Anak) 2018 merupakan anugerah serta penghargaan kepada media dan insan media yang telah ikut berpartisipasi dan berkontribusi dalam upaya sosialisasi dan edukasi dalam pemenuhan hak anak dan menjadikan kepentingan terbaik anak sebagai jantung kerja jurnalistik (the center of journalism). 

Pict: @AmalliaSarah

Ada beberapa filosofi yang mengapa akhirnya menggunakan Merak pada Piala kali ini, yakni:

  • Merak, memiliki sifat kepemimpinan. Ini merupakan simbol bagi media, berani berada di depan, bergerak dan menyuarakan pemenuhan dan perlindungan hak anak.
  • Warna-warni merak melambangkan ekspresi serta latar belakang anak-anak Indonesia yang penuh dengan semangat dan kegembiraan. 
  • Merak merupakan burung yang indah dan menjadi sumber inspirasi. Sebagaimana media yang dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat tentang nilai-nilai perlindungan dan pemenuhan hak anak. 


Selain itu, acara ini juga terdapat sesi diskusi tentang pemenuhan hak anak, tentunya dengan menghadirkan beberapa orang narasumber yang kompeten, yakni Lenny N. Rosalin selaku Deputi Menteri Bidang Tumbuh Kembang Anak, Agus Sudibyo selaku Dewan Pers, Rinno Arna selaku Aktivis Hak Anak, Prof. Irwanto selaku Psikolog dan Peneliti Ilmu Kajian Anak, Fairuz Illoet selaku Founder Komunitas Ibu Cerdas, Ali Nur Yasin selaku Redaktur Pelaksana serta acara ini juga dimoderatori oleh Semiarto Aji seorang Antropolog. 

Apa yang terjadi saat ini tentunya menjadi tugas dan tanggungjawab kita bersama dalam membersamai dan menjaga agar anak mendapatkan haknya. 

Dalam pemaparannya, Ibu Yohana Yembise menyampaikan dan mengajak agar pemerintah, tokoh adat, tokoh masyarakat, bahkan media agar terus mengupayakan secara bersama-sama dalam pemenuhan hak anak. 

Selain penyerahan Piala Merak 2018 kepada media yang berprestasi, acara Malam Penganugerahan Piala Merak ini juga mendatangkan sejumlah tokoh dan wartawan untuk kemudian membacakan narasi cerita inspiratif tentang anak diantaranya adalah Kak Seto Mulyadi, Mona Ratuliu, Lenny N dan masih banyak lagi.

Pict: @TutyQueen


Harapan saya, semoga dengan adanya acara seperti ini dapat menginspirasi semua media dan masyarakat lebih luas agar memberikan hak anak selayaknya. 
19 comments on "Piala Merak Ajang Apresiasi Hak Anak "
  1. Ku baru tau ada piala merak.. semoga media makin berkarya ya mba dengan adanya penghargaan ini

    ReplyDelete
  2. Aamiin, semoga yang mbak dan kita bersama harapkan bisa terwujud

    ReplyDelete
  3. Indeed. Hak anak itu harus dijaga dengan baik ya mba. Bahkan sejak ia terlahir ke dunia ini.

    ReplyDelete
  4. wah bagus ya programnya, ada apresiasi untuk anak-anak

    ReplyDelete
  5. Namanya filosofis banget, ya. Selain singkatannya. Penggambaran meraknya pun.

    ReplyDelete
  6. Aku baru tau filosofi ttg merak, ternyata sangat menginspirasi .Gak slah penghargaan ini dinamakan piala perak .

    ReplyDelete
  7. Bunda baru tau ada ajang seperti itu seandainya ajang ini di buka luas di daerah2 juga sperti ajang putri indonesia dll pasti akan lebih berdampak.luas bagi dunia anak yg semakin hari semakin menghawatirkan semangat semua demi anak indonesia..

    ReplyDelete
  8. Bunda baru tau ada ajang seperti itu seandainya ajang ini di buka luas di daerah2 juga sperti ajang putri indonesia dll pasti akan lebih berdampak.luas bagi dunia anak yg semakin hari semakin menghawatirkan semangat semua demi anak indonesia..

    ReplyDelete
  9. Wah baru tahu ada piala merak,semoga pemerintah dan masyarakat makin aware dengan hak-hak anak untuk mendapatkan tontonan yang seharusnya dan selamat sudah pecah telor mbak..karyanya di filmkan tetap semangat berkarya ya mbak :)

    ReplyDelete
  10. Semoga dengan adanya apresiasi ini dapat memotivasi media untuk menghasilkan konten yang sesuai dengan kebutuhan anak anak...

    ReplyDelete
  11. Oh..jadi pemganugerahan merak ini, selain ada filosofi juga ada singkatannya. Keren lha
    Sebagai bentuk satu apresiasi media/jurnalis

    ReplyDelete
  12. baru tau ada yang ginian, semangat mbakkke

    ReplyDelete
  13. Anin dukung banget Piala Merak ini mbak. Agar secepatnya bisa mewujudkan Indonesia Layak Anak, aaamiiiiinn.. ^^

    ReplyDelete
  14. Pas banget nih mbak, isu soal anak memang perlu untuk disuarakan

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar yang dapat membangun tulisan saya.
Mohon maaf, komen yang mengandung link hidup tidak saya publish ya :)

Auto Post Signature