Penting Dilakukan Saat Menghadapi Banjir

Monday, January 6, 2020

31 Desember 2019, saat malam menuju pergantian tahun ke 2020, mendadak Jabodetabek diguyur hujan yang begitu deras. Beruntung, Saya dan suami tidak kemana-mana, hanya di rumah saja sehingga tidak mengalami kehujanan. Benar-benar tidak menyangka, jika hujan deras malam itu datang membawa bencana banjir di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Alhamdulillah, tempat tinggal Saya tidak kena dampak banjirnya.

Namun, keesokan harinya beberapa WhatsApp Grup ramai dipenuhi informasi lokasi yang terkena dampak banjir. Sedih, nggak bisa terbayangkan bagaimana jika Saya di posisi mereka. Pagi itu, 1 Januari 2020, Saya mengikuti siaran berita televisi yang menayangkan kejadian banjir yang terjadi. Bahkan, beberapa video peristiwa banjir tersebar di beranda twitter, mulai dari video ular berukuran besar yang memasuki rumah warga, video mobil dan motor yang terbawa arus derasnya banjir. 



Saat peristiwa banjir, memang tidak akan ada yang menyangka jika semua perabotan bakal terbawa arus, ataupun bakalan terendam. Namun, di saat kita menyadari banjir datang melanda, ada baiknya tidak panik dan segeralah melakukan beberapa tindakan seperti berikut ini:
  • Segera padamkan listrik dan gas di rumah.
Seperti yang kita ketahui, listrik sangat sensitif bisa terkena air. Untuk itu, saat menghadapi bencana banjir, jika masih sempat maka segeralah listrik dipadamkan (Namun ada baiknya cari penerangan lain terlebih dulu seperti senter, powerbank, ataupun sesuatu yang bisa menyala dan ini tentunya di saat malam hari). Dan, lepas gas dari selang yang masih terhubung, untuk mencegah kejadian buruk seperti kebakaran akibat tabung gas.


  • Segera selamatkan berkas-berkas penting.
Berkas penting seperti Kartu keluarga, surat tanah dan surat penting lainnya segera selamatkan ke tempat yang lebih tinggi. Baru kemudian selamatkan barang-barang atau perabotan rumah dan elektronik ke tempat tinggi yang tidak terjangkau oleh genangan air.

  • Pastikan semua anggota keluarga selamat.
Agar anggota keluarga selamat dan tidak terbawa akibat terjangan banjir, himbau untuk berkumpul di satu titik dan jauhkan dari lemari tinggi sebab bisa saja lemari tersebut roboh akibat arus air yang sangat deras.

  • Perhatikan selalu debit air yang masuk dan pastikan apakah volume air terus meningkat atau tidak.
Jika hujan belum kunjung reda, air kelihatan belum juga surut ataupun bahkan makin meningkat, maka ada baiknya untuk segera mengungsi ke tempat yang tinggi dan aman. 

  • Bila ada imbauan mengungsi, maka segeralah dan lakukan dengan tertib dan tidak perlu panik.
Dengan tertib akan membuat proses evakuasi lancar dan tidak terjadi hal yang tidak diinginkan akibat kepanikan seperti misalnya terjatuh.

  • Cari pertolongan bila terjebak.
Apabila kita ataupun anggota keluarga terjebak di dalam rumah, tetaplah untuk tenang serta terus berusaha mencari pertolongan dengan menghubungi kerabat ataupun petugas yang lewat.


Nah, itulah beberapa hal yang bisa diakukan saat menghadapi bencana banjir. Semoga bencana seperti ini tidak terjadi lagi, namun kalaupun terjadi dan siapapun mengalami, hendaklah selalu waspada.
Post Comment
sabda awal said...

melihat berita saya menjadi ngeri mbak, kayaknya bajir kali ini parah, Jakarta, Banten, Tangerang dan Depok .

saya beruntung ga merasakan banjir karena tinggal di pulau lain dan kota yg aman.

tips2 diatas tentunya harus diperhatikan terutama soal listrik, jangan berjalan dejat tiang listrik karena bisa aja terjadi konslet, begitu juga listrik dan gas di rumah harus dimatikan dan ditutup

Floor Hardener Denpasar said...

Hal-hal yang ngga kepikiran sebelumnya akhirnya kepikiran juga dari artikel ini, terimakasih ya kak sudah berbagi tips:)

Mpo Ratne said...

Jangan sampai kesetrum saat banjir bisa-bisa nyawa melayang.

Makanya aliran listrik di padam, stop kontak di lindungi dengan kardus.

Elva Susanti said...

Iya kak, paling parah. Dan semoga Kita serta keluarga selalu dalam lindungan-Nya.

Elva Susanti said...

Sama2. semoga bermanfaat

Elva Susanti said...

Iya, Mpo. Soalnya kl listrik ketemu air bisa bahaya banget

Nurul Dwi Larasati said...

Alhamdulillah tahun ini rumahku aman dari banjir karena sudah pindah kontrakan. Kalau belum pindah malah lebih parah dari yang sebelumnya.

Melina Sekarsari said...

Ikut prihatin pada saudara-saudara kita yang mengalami musibah banjir. Aku tinggal di dataran tinggi di Bogor yang InsyaAllah aman dari banjir. Tapi dulu sering banget mengalami banjir sewaktu masih tinggal di Semarang. Setiap hujan pasti banjir dan rasanya jijik banget melihat dalam rumah kita tergenang.

Saat bencana datang kita mungkin langsung panik. Tapi tetap berpikir tenang dan mencari solusi memang mesti dilakukan. Suka gemas tuh sama masyarakat yang enggan dievakuasi karena khawatir barang-barang di rumah hilang kalau ditinggal pergi. Padahal ini mempertimbangkan keselamatan, kesehatan, dan distribusi logistik yang sulit kan kalau tetap tinggal di rumah.

Intan Novriza Kamala Sari said...

Alhamdulillah kalo rumahnya ga kena banjir, Mbak. Stay safe ya. Bengkulu pernah kebanjiran 2x & rasanya pusing banget ya Allah. Bersihin bekas banjir itu PR banget.

Sellicel said...

Iya nih poin pertama penting bgt supaya gak kesetrum. Serem juga soalnya air dimana mana

Kornelius Ginting said...

Biasanya penyelamatan berkas penting yang suka kelupaan atau tertinggal.. karena fokusnya nyelamatin diri sendiri aja dulu, barang itu belakangan

Nyi Penengah Dewanti said...

Astagfirullah itu gambar terkahir banjirnya banyak banget ya Mba
Aku juga nonton tayangan bikin sedih, semoga lekas surut ya Mba
di sini juga ujan2 terus. Moga kita selalu dilindungi oleh-Nya.

Siti Nurjanah said...

Musibah kerap datang tanpa diduga. Pun demikian dengan banjir di awal tahun ini. Semoga kita selalu berada dalam lindungannya
Memang butuh kewaspadaan dan sikap sigap saat bencana datang

Mutia Ramadhani said...

Mba Elva rumahnya di mana? Alhamdulillah ya mba, tidak terkena banjir. Rumah mama papa saya di Bekasi Timur lingkungannya banjir. Air sudah masuk garasi mobil, tapi alhamdulillah karena teras rumah memang agak tinggi, jadi airnya tidak masuk ke dalam rumah. Kami sekeluarga sangat bersyukur. Tinggal adik-adik saya yg berangkat kerja arah ke Blok M yg menempuh banjir. Heuheuheu.

Senang-Sening.com said...

sedikit masukan: tempatkan dokumen penting dalam satu tempat/folder agar tidak tercecer dan lebih mudah diselamatkan.
ini yang paling penting dari semua harta benda kita.

Nanik nara said...

Bencana banjir memang membuat sedih ya mbak, apalagi jika datangnya mendadak. Kadang malah jadi bingung apa yang harus dilakukan.

adhealbian said...

semua warga harus lebih waspada lagi yah, dan doa nya semoga tidak ada lagi banjir yang melanda, dan banjir kali ini disegerakan surut, dan bisa beraktivitas sperti biasanya aamiin

Fionaz said...

Banjir kali ini emang parah banget ya mbak. rumah teman dan sodara pun kerendem sampe 2m

ZEEVORTE said...

yang paling penting saat banjir harus mengamankan dokumen atau surat" penting agar bisa aman atau bisa menjadikan prioritas utama..

Tri Wahyu Handayani (Hani) said...

Ngeri dan sedih lho baca tentang teman-teman dan warga yang kena banjir. Berkas penting, ada baiknya sih mulai sekarang di scan dan upload ke cloud/ drive. Apalagi banyak anak-anak, belum lagi penyakit melanda. Mudah-mudahan engga ada banjir lagi deh. Terutama di Jakarta nih...

Luluk RA said...

Jadi membayangkan kembali orang-orang yang terkena dampak banjir. Semoga segera selesai, dan mereka bisa segera kembali ke rumah. Setelah ini mari kita jaga lingkungan bersama-sama.

NgopiSantai.com said...

tipsnya sangat keren.. paling tidak kita sudah antisipasi bila sewaktu-waktu banjir datang. terutama buat mereka yang bertempat tinggal di dataran rendah yang berpotensi terkena banjir...

Putu Sukartini said...

Sedih banget melihat berita banjir kemarin. Air deras yang menghanyutkan banyak barang, sampai mobil bisa kebawa. Sereem. Kayak tsunami jadinya 😭😭😭😭

Semoga itu kejadian terakhir dan tak terulang lagi ya. Jadi pelajaran bagi kita semua untuk lebih cinta bumi

Lisa Moningka said...

Satu lagi kalau bisa saya tambahkan. Kalau sudah musim penghujan sering cek BMKG. Bisa di medsosnya atau lewat laman. Mereka biasa sudah membuat prediksi mengenai cuaca jauh-jauh hari. Jadi mempunyai persiapan lebih baik.

Shyntako said...

Itu dia yang paling serem tuh arus listrik ya mba kalo kena banjir. Ngeri korslet. Plus penting juga tuh berkas-berkas berharga juga diselamatkan. Tapi, yang utama selamatkan diri dan keluarga dulu sih ya mba.

Susindra said...

Iya, gas dan listrik yang pertama kami pikirkan. Bagi tugas, sih. Si sulung jaga dua adiknya, saya ke gas, suami ke listrik. Jadi memang harus cepat dan tepat. Kalau berkas penting, sudah kami satukan dan taruh di atas. Jadi tinggal masukkan plastik lalu digantung di paku yg kuat dekat atap.
Bagaimana belajar mitigasi banjir, itu yg penting.

arigetas.com said...

Kebiasaan cepat memadamkan gas dan listrik ini penting banget buat diajarkan dan bahkan diujicoba supaya seluruh anggota keluarga tahu akan pentingnya tindakan preventif ini.

Yuni Bint Saniro said...

Benar. Saat menghadapi apa pun ujiannya, sebaiknya memang tidak panik. Karena rasa panik bisa malah menimbulkan ketidaknyamanan yang lain.

ZikraDelvira.com said...

temen aku banyak yang pada ngungsi kemaren ini,,,

Bang Doel said...

Serem emang, banyak ular berukuran besar pada keluar waktu banjir. Belum lagi ular cobra yang kemarin-kemarinnya memasuki musim kawin. Duh hati-hati yang pada kena banjir, smeoga lekas surut.

Endah Asmowidjoyo said...

Wahh iya nih, matikan listrik dan cabut selang tabung gas adalah sesuatu yang penting tapi masih sering terlupa. SEmoga teman-teman yang terdampak banjir selalu diberi kesehatan

Mutia Ramadhani said...

Berkas harus dibungkus rapi dalam plastik. Mengurus berkas dari nol itu sungguh menghabiskan waktu. Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah ya Mba. Amiiin

Isma Maulida said...

wah tips yang bermanfaat sekali nih untuk bersiap menghadapi banjir, sambil tetap berdoa supaya jangan sampai bencana banjir menimpa kita..

Ridwan Firdaus said...

Kao aku sih cenderung ke mematikan listrik dan mencabut gas. Itu yang lebih berbahaya

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar yang dapat membangun tulisan saya.
Mohon maaf, komen yang mengandung link hidup tidak saya publish ya :)

Auto Post Signature