Lindungi Keluarga dari Diabetes Sedini Mungkin

Wednesday, April 18, 2018

Kondisi diabetes di Indonesia semakin mengkhawatirkan, hal tersebut terbukti dari data milik Kementrian Kesehatan yang diperoleh dari Sample Registration Survey tahun 2014, dimana diabetes menjadi penyebab kematian terbesar nomor tiga di Indonesia dengan persentase sebesar 6,7 persen setelah stroke dengan persentase 21,1 persen dan penyakit jantung koroner sebesar 12,9 persen. Berdasarkan data terbaru dari International Diabetes Federation (IDF) Atlas tahun 2017, jumlah penderita diabetes di Indonesia menduduki peringkat ke-6 dunia.

Jumat, 13 April 2017 saya bersama teman blogger menghadiri acara Media dan Blogger Briefing - Kementrian Kesehatan RI dengan tema "Lindungi Keluarga dari Diabetes" yang berlokasi di Ruang Rapat Gedung D Lantai 4, Ditjen P2P di Jl. Percetakan Negara. Sebelum acara dimulai, kami dipersilakan untuk melakukan cek kesehatan.




Dan alhamdulillah gula darah saya normal. Ets, bukan berarti saya harus senang karena masih dalam batas normal, namun ini menjadi tanggungjawab saya untuk tetap bisa mempertahankan agar gula darah saya normal dan selalu normal.



Tentang Diabetes

Diabetes atau yang lebih kita kenal dengan penyakit kencing manis (penyakit gula) adalah suatu kondisi dimana kadar gula (glukosa) dalam darah tinggi. Diabetes menjadi penyakit berbahaya dan mematikan, sebagaimana berdasarkan data milik Kementrian Kesehatan (2014), diabetes menjadi penyebab kematian terbesar nomor 3 di Indonesia. Nau'dzubillah! 




Tipe Diabetes

Diabetes memiliki dua tipe, yakni:

  • Diabetes tipe 1

Dimana kondisi tubuh benar-benar berhenti memproduksi insulin disebabkan perusakan sel pankreas yang memproduksi insulin oleh sistem kekebalan tubuh.


  • Diabetes Tipe 2

Pada diabetes tipe dua ini, pankreas menghasilkan jumlah yang tidak memadai insulin, atau tubuh tidak mampu menggunakan insulin yang tersedia dengan benar.

Perlu diketahui, berdasarkan Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, sebanyak 90 persen dari total kasus diabetes merupakan diabetes tipe dua. Dimana diabetes tipe ini umumnya terjadi pada orang dewasa, akan tetapi beberapa tahun terakhir telah ditemukan pada anak-anak dan remaja. 

Seseorang yang hidup dengan diabetes tipe 2 ini memiliki gejala ringan, sehingga terabaikan selama bertahun-tahun dan tidak diobati, yang pada akhirnya dapat menyebabkan komplikasi.


Sebenarnya komplikasi diabetes dapat dicegah, dengan melakukan beberapa hal berikut:



  • Minum obat secara teratur.
  • Mengetahui dengan teratur tingkat gula darah dengan tes rutin dan check-up.
  • Makan sehat, dengan perbanyak makam sayuran dan buah, kurang lemak, gula dan makanan asin.
  • Tetap waspada untuk infeksi kulit dan gangguan kulit.
  • Periksa mata secara teratur.
  • Perhatikan semua rasa kesemutan, rasa terbakar, dan luka pada bawah kaki.


Upaya Pencegahan & Penanggulangan Diabetes

Penyebab diabetes tipe 1 tidak diketahui dan tidak dapat dicegah dengan keadaan pengetahuan saat ini. Akan tetapi, perubahan gaya hidup yang sederhana dapat membantu mencegah atau menunda timbulnya diabetes tipe 2.

Selain itu, dapat melakukan hal berikut:



  • Secara Individu.

  1. Mempertahankan berat badan yang sehat.
  2. Makan makanan yang sehat antara tiga dan lima porsi buah dan sayuran sehari dan mengurangi asupan gula, garam dan lemak jenuh.
  3. Hindari penggunaan tembakau dan alkohol.
  4. Tes glukosa darah dan kadar HbA1c secara teratur.

  • Secara Bermasyarakat dan Organisasi.

  1. Membuat dan memelihara lingkungan yang aman untuk aktivitas fisik, dan meningkatkan akses ke taman dan tempat bermain.
  2. Menciptakan kesadaran tentang diabetes, komplikasi dan pencegahan.
  3. Advokasi untuk aktivitas fisik dan diet yang sehat di lembaga pendidikan dan tempat kerja.


Sehat Berawal dari Keluarga

Pada kesempatannya, dr. Anung Sugihantono, M.Kes selaku Direktur Jendral P2P menghimbau kepada tamu undangan untuk bersama-sama menerapkan perilaku CERDIK, yakni:


  • Cek kesehatan secara berkala, yakni periksa tensi, gula darah dan kolesterol secara teratur, serta mengendalikan berat badan ideal.
  • Enyahkan asap rokok dan tidak merokok
  • Rajin olahraga minimal 30 menit sehari dengan prinsip baik, benar, teratur dan terukur.
  • Diet yang sehat dan seimbang dengan mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi, perbanyak konsumsi buah dan sayur, menekan konsumsi gula maksimal 4 sendok atau 50 gram per hari, serta menghindari makanan manis atau berkarbonasi.
  • Istirahat yang cukup, dan
  • Kelola stress dengan baik dan benar


Orang tua tentunya memegang peranan penting dalam melindungi keluarga dari diabetes, untuk itu ada baiknya orangtua memperhatikan faktor gaya hidup tak sehat yang menjadi pemicu diabetes tipe 2, antara lain jumlah asupan energi berlebih, jadwal makan yang tidak teratur, teknik pengolahan makanan yang salah, kebiasaan ngemil, tidak sarapan serta kurangnya aktifitas fisik.

Untuk melindungi keluarga dari diabetes tipe 2, ada baiknya lakukan beberapa hal berikut:



  1. Batasi penggunaan gawai.
  2. Tidak makan sambil menonton TV.
  3. Perbanyak aktivitas di luar ruangan.
  4. Biasakan sarapan sehat.
  5. Biasakan membawa bekal makanan sehat dan air putih dari rumah.
  6. Batasi konsumsi makanan siap saji dan pangan olahan.
  7. Tidak merokok dan minuman beralkohol.
  8. Hindari minuman bersoda.

Untuk mengendalikan diabetes, Kementrian Kesehatan juga membentuk 33.000 pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) untuk memudahkan akses masyarakat dalam melakukan deteksi dini diabetes.



Apa kata Nutrifood


Menanggapi kondisi diabetes di Indonesia yang sudah semakin mengkhawatirkan, Nutrifood sebagai produsen makanan dan minuman kesehatan dengan misi "Inspiring a Nutritious Life" telah berkomitmen selama bertahun-tahun untuk menginspirasi keluarga Indonesia dalam menjalani gaya hidup sehat, tentunya agar terhindar dari resiko diabetes.

Susana selaku Head of Nutrifood Research Center pada kesempatannya mengatakan "Merespon tingginya persentase diabetes di Indonesia, selama bertahun-tahun Nutrifood tergerak berkontribusi dalam upaya membangun keluarga Indonesia yang sehat, agar dapat terhindar dari resiko diabetes."


Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Sedunia, Nutrifood mengadakan senam sehat #BeatDiabetes selama bulan April 2018 di 21 kota dan menjangkau hingga hingga 18.000 masyarakat Indonesia.


"Di tahun 2018, Nutrifood masih terus melanjutkan komitmennya untuk mengedukasi keluarga Indonesia, salah satunya melalui program edukasi 'Lindungi Keluarga dari Diabetes' hari ini, bekerjasama dengan Direktorat Jendral Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kementrian Kesehatan RI.


Melalui kegiatan ini, Nutrifood mengajak keluarga Indonesia untuk bersama-sama mencegah dan melawan diabetes dengan berbagai kegiatan menarik seperti senam sehat, cek gula darah gratis, konsultasi kesehatan gratis, dan festival makanan dan minuman bebas atau rendah gula. Semoga dengan adanya program-program ini, semakin banyak keluarga Indonesia yang terinspirasi untuk menjalani gaya hidup sehat.


Yuk, Ayah dan Bunda serta seluruh keluarga Indonesia, bersama-sama menjaga anggota keluarga kita untuk stop diabetes sedini mungkin.
20 comments on "Lindungi Keluarga dari Diabetes Sedini Mungkin"
  1. Mbak..saya musti hati-hati dengan diabetes ini karena Ibu saya keluarga besarnya rata-rata pengidap. Dan Bapak saya memang pengidap diabetes.

    Diantara CERDIK di rumah sudah menerapkan dalam keseharian..kecuali olahraga - saya masih kadang-kadang. Kalau suami dan anak-anak rutin. Hiks!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak memang harus hati2 sedini mungkin agar terhindar, apalagi kalau keluarga ada riwayat diabet

      Delete
  2. Dari keluarga ayah ada riwayat penyakit diabetes, dari smp pas gemuk2nya aku diwanti2 buat jaga pola makan biar bebas dari bayangan diabetes.. Makasih ya mba, jadi inget lagi harus tahan nafsu sama makanan hehe

    ReplyDelete
  3. Pas disebutin waspada gejala ringan, saya sebetulnya penasaran. Gejala ringan tu apa aja ya Mbak? Soalnya saya tu termasuk hobi konsumsi apapun yang berasa manis. Trus awalnya kan saya kira diabetes tu turunan. Nah, ternyata om saya malah kena diabet tapi bukan turunan. Jadi waspada juga kadanh-kadang rasanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gejala ringan diantaranya:
      pendengaran menjadi kurang jelas, mendengkur, perubahan pada kulit, dll.
      Batasi konsumsi makanan maupun minuman yg manis2 mbak

      Delete
  4. Diabetes ada tahanannya yah. Kudu waspada nih dari penyakit gula darah ini. Jaga pola makan sama olahraga sangat penting banget agar tubuh fit selalu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yups mbak, harus diwaspadai sedini mungkin

      Delete
  5. Benar juga sih, sehat itu berawal dari keluarga. Tapi jaman sekarang gaya hidup instan kadang ga bisa dihindari. Semoga keluarga kita selalu diberi kesehatan ya mba.
    Harus mulai menerapkan pola hidup sehat niihh.

    ReplyDelete
  6. Wah informasinya lengkap Mba..jadi ngingetin saya juga agar bisa menghindari dari penyakit yang satu ini..terima kasih ya Mba :)

    ReplyDelete
  7. Ada riwayat keluaga diabetes maupun tidak tetap aja kita mesi kudu hati hati dengan penyakit yang mematikan ini. Selalu ngeri klo lihat orang penderita diabetes. Kasihan banget ya. Semoga mereka yang terserang segera disembuhkan.

    ReplyDelete
  8. Semenjak acara ini aku sekarang kurangin karbo, trus suka lari 20 menitan muter aja hehe. Badan kerasa enteng banget jadinya :D

    ReplyDelete
  9. Sedih kalo masih muda sudah kena DM yang tergantung insulin, musti mengatur gula dan selalu tergantung dengan suntik insulin

    ReplyDelete
  10. sebenernya aku ada keturunan diabetes nih, Bokap setiap hari udah suntik insulin sendiri dirumah, bentuk suntikannya kayak pulpen gitu.. aku sih udah berusaha ngurangin banget yang manis2 ya.. tapi kalau olahraga masih belum huhuhu

    ReplyDelete
  11. Setuju saya sama CERDIK jika itu dilakukan benar-benar maka kita insyaAllah sehat, untuk itu semua berawal dari diri kita dan keluarga untuk menerapkannya supaya bisa jauh dari penyakit diabetes dan lain-lainnya.

    ReplyDelete
  12. apa apa sekarang serba instan, cepat dan mudah ya mba. jadi bikin malas gerak alhasil gula darah tinggi lalu diabet deh. moga kita semua makin sadar dan menjalankan CERDIK dgn benar

    ReplyDelete
  13. Kita suka tidak sadar kalau sudah mengkonsumsi gula berlebih. Anggapannya gula hanya dari manisan tebu, padahal hampir setiap yang kita konsumsi memgandung gula,...

    ReplyDelete
  14. PR banget nih untuk menjaga berat badan idela. Bukan semata2 biar bagus penampilan, tetapi ternyata bert badan berlebih juga dapat menimbulkan penyakit seperti diabetes ini

    ReplyDelete
  15. Aihhh salah satu pencegahannya itu, kurangi kebiasaan bermain gawai. Waduw. Mungkin itu kali ya yang membuat malas gerak. Trus makan sambil nonton itu emang bikin lapar nggak sadar udah makan berapa banyak sih ya.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar yang dapat membangun tulisan saya.
Mohon maaf, komen yang mengandung link hidup tidak saya publish ya :)

Auto Post Signature