SCG Sharing The Dreams, Solusi Beasiswa Masa Kini

Wednesday, August 1, 2018
Saya dan Mila (salah satu penerima beasiswa SCG) 

Bernama Mila, kelahiran Tangerang 20 Juni 1997. Anak ke-3 dari empat bersaudara ini memiliki segudang cita-cita, yakni ingin mempunyai usaha yang layak untuk perempuan di Cilacap, karena di sana pekerjaannya tidak layak untuk perempuan, dimana bekerja hanya seperti kuli. 

Lalu, apa kaitannya dengan SCG Sharing the Dream? Mungkin diantara teman-teman ada yang bertanya-tanya soal itu? Jadi gini, Mila ini merupakan salah satu penerima beasiswa dari SCG, yang mana saya jumpai bahkan bersebelahan dengan saya sewaktu sama-sama mengikuti acara Blogger Gathering bersama SCG dengan saya dan teman-teman blogger dari Komunitas ISB (Indonesian Social Blogpreneur) bertema "SCG Sharing the Dream Estafet Mimpi" di the Hook Senopati beberapa hari lalu. 

Kami sempat berkenalan, hingga akhirnya saya terkesan dengan cerita perjuangannya untuk bisa meraih beasiswa. 

Sebagaimana yang kita ketahui, jika beasiswa terkadang menjadi sebatas mimpi bagi sebagian orang, sebagaimana yang saya alami waktu zaman sekolah dulu. Saya mendapat tawaran beasiswa dari sekolah untuk melanjutkan perguruan tinggi, namun apa daya hanya sebatas mimpi, karena kurangnya dukungan keluarga, yakni orangtua. Apalagi saat itu beasiswanya di Yogyakarta. Belum lagi pemikiran orangtua yang masih minim informasi, menganggap jika beasiswa hanya sebatas nama, "toh bakalan banyak biaya yang harus dikeluarkan nantinya". 

Balik lagi pada cerita Mila, pada tahun 2013, tepatnya masih duduk di bangku kelas 1 SMA, ia dan beberapa murid lainnya dipanggil ke ruang BK diberi kabar jika ada beasiswa SCG lalu kemudian diseleksi. Seleksi hingga puluhan orang yang mendaftar dari sekolahnya, yang lolos sekitar 4 orang, salah satunya Mila. Setelahnya, mereka di seleksi kembali, yakni seleksi administrasi, nilai sekolah, serta membuat essay mengenai mimpi di masa depan.

Lalu, apa semua hanya sampai di situ? Tentu saja tidak. Mila kemudian kembali dihubungi melalui email oleh tim SCG, yang mana pada saat itu wanita kelahiran Tangerang tersebut telah kuliah pada semester 6. Yang mana SCG memberi kabar jika ternyata beasiswanya baru diekspansi ke jenjang kuliah. Masyaa Allah. Tentu saja menjadi angin segar untuk Mila yang sudah lama memimpikan beasiswa. Berbagai seleksi pun dijalaninya, mulai dari seleksi administrasi secara online, mengirim fotokopi administrasi, hingga ke tahap wawancara. Dan tentu saja semua dengan dukungan kedua orangtuanya.

Tentang SCG Sharing the Dream.



Diantara teman-teman pasti bertanya-tanya apa itu SCG? For Your Information! SCG merupakan singkatan dari Siam Cement Group, yakni sebuah perusahaan yang bergerak di bidang semen. SCG ini merupakan salah satu konglomerat bisnis terkemuka di kawasan ASEAN dengan operasi bisnis inti semen, bahan bangunan, kimia dan distribusi di seluruh Indonesia selama lebih dari 16 tahun memberikan penghargaan kepada 200 pelajar Sekolah Mengengah Atas (SMA) Indonesia dengan beasiswa melalui SCG Sharing the Dream.


“SCG sebuah perusahaan yang memiliki komitmen melalui penyelenggaraan Corporate Social Responsibility (CSR) tahunan melalui beasiswa pendidikan, yakni SCG Sharing the Dream," ujar MR. Nantaphong Chantrakul. 
Program CSR telah berjalan lebih dari lima tahun yang bukan hanya memberikan sebatas beasiswa, akan tetapi mengedepankan nilai-nilai moral yang tentunya harus dimiliki setiap pelajarnya.

Ibu Novia Kardiyanti, selaku Brand and Communication of SCG Indonesia menuturkan jika program SCG the Dream merupakan program yang bertujuan mengajak seluruh putra-putri Indonesia untuk semangat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Meskipun hambatan datang dikarenakan biaya, namun jangan sampai akhirnya pendidikan ditinggalkan!" ujar Ibu Novia Kardiyanti. 
Ngomong-ngomong soal penerima beasiswa SCG, teman-teman pasti sudah nggak asing lagi dengan salah satu artis yang masa kecilnya menjadi penyanyi "Anak Gembala"? Yups, dia bernama Tasya Kamila. Dan, yang membuat saya kagum, saat Tasya memaparkan bahwa sekalipun sudah menjadi public figure tentu saja pendidikan manfaat yang sangat penting, sebab karenanya kita bisa bersama-sama membagikan informasi hingga pengetahuan yang lebih manfaat. Sebagaimana Setiawan Novaldi, yang merupakan alumni alumni dari Sharing the Dream juga memaparkan hal yang sama.


Apa yang harus saya lakukan jika ingin mendaftarkan diri untuk beasiswa SCG Sharing the Dream?

Dari data yang saya himpun dari Mila, salah seorang penerima beasiswa SCG Sharing the Dream, ada beberapa hal yang harus dilakukan, diantaranya:

1. Oline registration, dimana kita melakukan registrasi secara online dengan melampirkan data pribadi, transkrip nilai (IPK minimal 3.00/4.00), dan data prestasi.

2. Kirim berkas melalui pos. Semua berkas yang dikirim secara online sebelumnya kemudian dikirim kembali melalui pos, dibarengi dengan pengiriman surat rekomendasi. Dimana surat rekomendasi bisa dari kampus, dari UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa).


Sesi Diskusi Kelompok.




Usai mendengar pemaparan dan motivasi para penerima beasiswa SCG, kami dibentuk menjadi enam kelompok, dimana masing-masing kelompok diminta mencari masalah dan pemecahan dari masalah yang selalu dihadapi dalam dunia pendidikan, Yakni:

  • Table 1.

Elaborate 'Passion for Better' in education in Indonesia.

  • Table 2.

Elaborate spirit 'No One Left Behind' for Children in Education.

  • Table 3.

Elaborate role of scholarship for children in Achieving their dreams and its impact.

  • Table 4.

Elaborate education challenges in Indonesia and how brands such as SCG can be a part of solution.

  • Table 5.

Elaborate role of local society to be part of education development progress in Indonesia.

  • Table 6.

Elaborate about education development progress in digital era, what's the opportunity?


Kesimpulan.

Summary masalah Group discussion:
  • Akses beasiswa di jaman ini sudah cukup banyak, namun masyarakat yang butuh masih terbatas pada penyebaran informasi yang dirasa kurang serta kemampuan untuk filter informasi.
  • Meskipun akses beasiswa sudah cukup banyak, namun sumber daya pengajar, dan kualitas sarana prasarana juga krusial untuk kualitas pendidikan.


Summary Group DiscussionPotential solution for Better Education in Indonesia:

  • Integrated Movement melalui digital dan kolaborasi dengan komunitas-komunitas lokal untuk penyebaran informasi dan Training of Trainers (SDM Pengajar).
  • Beasiswa harus memberikan dampak balik, dapat dilakukan dengan penyebaran volunteer yang sudah di training oleh SCG ke daerah-daerah Indonesia yang belum terjangkau untuk menyebarkan informasi terkait akses beasiswa, agar semakin banyak yang bisa akses pendidikan.
  • Potensi mendorong peningkatan akses pendidikan melalui komunitas-komunitas digital.



Untuk teman-teman ataupun mamah yang ingin mencari informasi lebih lengkap mengenai beasiswa SCG untuk anaknya, bisa cek di https://www.scg.com/id/

Semoga Bermanfaat! 
Post Comment
Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar yang dapat membangun tulisan saya.
Mohon maaf, komen yang mengandung link hidup tidak saya publish ya :)

Auto Post Signature