Lestarikan Hutan Demi Masa Depan

Sunday, February 24, 2019

"A nation that destroys its soils destroys itself. Forests are the lungs of our land, purifying the air and giving fresh strength to our people.” — Franklin D. Roosevelt 

Membaca kata mutiara dari Franklin D. Roosevelt membuat saya terhenyak, miris mengingat hutan di daerah tempat tinggal saya yang makin hari makin tergerus dengan berdirinya gedung-gedung tinggi, hingga kebakaran hutan yang merajai. Jika hutan bisa bersuara, mungkin mereka akan memaki penghuni bumi ini. 

Hutan merupakan salah satu ekosistem yang sangat penting bagi bumi ini, yang apabila rusak maka dapat rusak pula tatanan ekosistem hutan. Sebagaimana pemanasan global yang kita rasakan dan terjadi akhir-akhir ini, tentunya itu adalah implikasi dari adanya deforestasi dan degradasi hutan. Namun, meskipun begitu, masih sedikit sekali yang mau menjaga hutan. 



Padahal, hutan menjadi salah satu pendukung yang sangat penting bagi keseimbangan alam. Selain itu, Hutan tropis di Indonesia juga menyimpan banyak potensi energi mikrobiologi yang sangat diperlukan dunia.  

Ngomong-ngomong soal hutan, pada Sabtu pagi tanggal 9 Februari lalu, saya dan teman-teman blogger menghadiri acara yang bertajuk “ForestTalk with Bloggers”di Almond Zucchini dengan mendatangkan beberapa pemateri, diantaranya:
  • Bu DR Amanda Katili Niode selaku Manager The Climate Reality Project Indonesia.
  • DR Atiek Widayanti dari Tropenbos Indonesia 
  • DR Sri Maryati selaku Direntur Eksekutif 
  • Ir Murni Titi Resdiana, MBA Presiden Bidang Pengendalian Yayasan Balantara



Selain itu, turut mendatangkan utusan khusus Perubahan lklim, diantaranya:
  • Myra Widodo dari Rumah Rakuji
  • Riza Amala perwakilan dari Javara Indonesia

Selain talkshow interaktif, di acara tersebut juga ada Mini Exhibition Forest Base Product, Demo masak plus Icip-icip Kuliner Produk Hutan yang tentunya sangat menggugah selera. 

Acara yang diadakan oleh Yayasan Doktor Sjahrir (YDS) dan The Climate Reality Project (TCRP)-Indonesia ini, selain mengenang almarhum Doktor Sjahrir juga mengingatkan kembali kepada kami (generasi millenial) akan betapa pentingnya kelangsungan hutan. Yang mana saat ini mulai tergerus oleh kemajuan zaman. 


Sekilas Tentang Yayasan Doktor Sjahrir dan The Climate Reality Project (TCRP) Indonesia 

For Your Information! Yayasana Doktor Sjahrir (YDS) merupakan sebuah organisasi nirlaba yang dibentuk guna meneruskan warisan dari Dr Sjahrir (alm) dan bergerak pada bidang Pendidikan, Kesehatan serta Lingkungan. Sedangkan The Climate Reality Project (TCRP) Indonesia, merupakan cabang dari The Climate Reality Project, yang mendukung kerja lebih dari 300 pemimpin iklim di Indonesia. 

Melihat pentingnya akan keberlangsungan hutan inilah, kami diundang untuk mendapatkan informasi terkait hutan, serta apa saja yang dapat merusak ekosistem hutan yang kemudian untuk kami share kembali agar masyarakat luas mengetahui dan mau bersama-sama menjaga hutan. 
"Jangan sampai anak cucu hanya tahu namanya saja "Hutan", namun tidak tahu hutan itu seperti apa!" my quote. 


Apa yang Dapat Kita Lakukan? 

"Udah deh, biarin petugas perhutanan saja yang menangani hal itu. Kita nggak usah ambil pusing!" 

Mungkin diantara kita ada yang menggumam seperti itu, yang menganggap jika menjaga hutan hanyalah tugas dari petugas perhutanan beserta perangkatnya saja. Padahal, menjaga hutan adalah tugas kita bersama. 

Dikutip dari goodnewsfromindonesia.id ada enam langkah strategis yang bisa menjadi indikator positif dan kuat serta terukur sebagai wujud komitmen menghentikan laju pengrusakan hutan hujan tropis, diantaranya:
  1. Menyusun Peta Jalan Indonesia Menuju Bebas Deforestasi Tahun 2020;
  2. Membuat Rencana Aksi Indonesia Menuju Bebas Deforestasi Tahun 2020; 
  3. Memantau jalannya implementasi dari Rencana Aksi Menuju Indonesia Bebas Deforestasi Tahun 2020; 
  4. Mempercepat terbitnya Kebijakan Satu Peta; 
  5. Melakukan evaluasi perizinan terintegrasi; dan
  6. Melakukan penegakan hukum dan penyelesaian sengketa alternatif. 


Ada Apa di Almond Zucchini? 

Selain talkshow, kami juga dapat melihat pameran hasil karya anak bangsa yang dibuat dari olahan atau pemanfaatan sumber hutan, seperti Rumah Rakuji. Ada beragam produk yang terbuat dari hasil alam/ berbahan serat alami, diantaranya: 
  1. Serat DOYO atau curculigo latifolia, yang merupakan tenun dengan proses pembuatannya menggunakan alat tenun GEDOG maupun ATBM. 
  2. Serat Bemban atau Donax Carniformis untuk anyaman, 
  3. Serat Bambu untuk Linen Karpet bambu utk anysman dan tapestry. 
  4. Serat daun Bronai, dll. Selain itu, untuk proses pewarnaannya pun juga menggunakan pewarna alam utk tenun maupun serat. 


Tidak hanya itu saja, produk Javara pun turut memamerkan hasil produk alamnya, selain itu juga ada produk yang terbuat dari olahan kayu bekas yang tidak kalah menarik. 





Apa yang bisa kita lakukan untuk mendukung lestarikan hutan? 

Yang bisa kita lakukan adalah mengajak anak-anak untuk mulai aware akan pentingnya menjaga kelestarian hutan dan alam sekitarnya. Mengapa harus anak-anak? Sebab, anak-anak adalah peniru ulung yang dilakukan kita sebagai orangtuanya. Hal yang dapat dilakukan diantaranya: 
  • 1. Mengajak anak untuk mencintai tumbuhan dengan menyiram tanaman di pekarangan rumah. 
  • 2. Memberi contoh pada anak untuk membawa botol plastik minuman sendiri dari rumah. 
  • 3. Mengajak anak berbelanja dan mengajarkan kepada anak agar tidak menggunakan kantong plastik, namun menggantinya dengan cloth bag.  



Itulah beberapa hal penting yang dapat kita perbuat untuk lingkungan. Mari kita jaga bersama. Karena kalau bukan sekarang, kapan lagi? Kalau bukan kita, siapa lagi? Jangan sampai anak cucu kita hanya mendapatkan namanya "hutan" saja!
31 comments on "Lestarikan Hutan Demi Masa Depan "
  1. Aku rindu hutanku semasa kecil dulu ....

    ReplyDelete
  2. Sayangi lingkungan, lingkungan menjaga kita ya mba . Sukaaa 😀

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, harus dijaga kak, agar anak cucu kita tahu betapa indahnya hutan dan tidak hanya tahu hutan hanya sebagai nama aja

      Delete
  3. Saya juga selalu wanti-wanti ke anak-anak di kelas agar tidak memperparah kondisi hutan. Karena mereka sering nyobek kertas untuk dijadikan mainan. Saya ceritakan bagaimana kondisi hutan sekarang dan alasan saya melarang nyobek kertas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, dan semoga anak2 yang lain juga mengetahui akan hal itu dan lebih menjaga alam

      Delete
  4. Makin tua makin gundul dan gersang hutan kita . Sedih ya tapi itulah . Tangan kita suka jahil.perlu di sentil

    ReplyDelete
  5. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  6. untuk berkontribusi terhadap hutan ternyata kita ga harus langsung ke hutan ya mbak, bisa dimuali dari tanaman di perkarangan rumah, merawat dan menjaga....

    sayang banget sekarang hutan makin tergerus apalagi demi ekonomi, pembukaan lahan diubah menjadi kebun sawit, sedih sekali

    ReplyDelete
  7. Tidak bisa dipungkiri kalau peranan hutan juga sangat penting bagi kehidupan. Terutama untuk memproduksi oksigen sebagai komponen utama udara yang dihirup oleh manusia.

    ReplyDelete
  8. Menanam pohon mahoni sekarang sering kami lakukan di kebun selain mengenalkan pada anak tentang reboisasi juga mengenalkan kalau hutan kita sudah banyak yang tidak dan udara bersih sudah susah didapat. Dengan menanam pohon kita berarti menabung udara bersih karena oksigen dihasilkan dari tumbuhan

    ReplyDelete
  9. Hutan emang wajib dilestarikan dan kampanye2 tentang hal serupa wajib digalakan.

    secara..
    Zaman sekarang saja udah bikin sedih liat hutan2 yang sekarang beralih fungsi jadi bangunan.

    Banjir di mana2 gak juga bikin orang2 sadar akan pentingnya hutan.
    Malah sibuk saling menyalahkan.

    semoga anak cucu kita masih bisa merasakan udara segar dari hutan yang lestari :)

    ReplyDelete
  10. bagusbanget ini penyuluhan soal menjaga kelestarian hitan, btw aku cobalah mom produk javara. bagus bagus banget ini.

    ReplyDelete
  11. 3 poin itu sudah aku usahakan, 2 poin baru diajarkan ke anak, yg poin ke 3 menyusulll. Aku syedih liat hutan Kalimantan dibabat oknum yg cuma mikirin perutnya sendiri, hiks. Satu2nya hutan tropis yg tersisa pun di ambang kehancuran #SaveMeratus

    ReplyDelete
  12. Aku pun sedang berusaha untuk mencintai tanaman dan mengurangi sampah plastik. Btw, aku juga sedih karena di kampungku pernah terjadi kebakaran hutan dan sekarang hutannya banyak yang menjadi pemukiman warga.

    ReplyDelete
  13. Aku pun sedang berusaha untuk mencintai tanaman dan mengurangi sampah plastik. Btw, aku juga sedih karena di kampungku pernah terjadi kebakaran hutan dan sekarang hutannya banyak yang menjadi pemukiman warga.

    ReplyDelete
  14. Aku pun sedang berusaha untuk mencintai tanaman dan mengurangi sampah plastik. Btw, aku juga sedih karena di kampungku pernah terjadi kebakaran hutan dan sekarang hutannya banyak yang menjadi pemukiman warga.

    ReplyDelete
  15. Iya mba. Aku juga sedih ngeliat keadan hutan kita saat ini T_T. Ngomong-ngomong ya Mba aku salut ama yayasan doktor Sjahrir. Walau doktor Sjahrir sudah almarhum tapi yayasannya tetap bergerak pada kebaikan. Masya Allah itu jadi amal kebaikan untuk beliau di alam sana

    ReplyDelete
  16. Ya ampuuun iya ya, jangan sampai anak cucu kita hanya tahu kata "hutan" saja tapi enggak tahu wujudnya...duh
    PR nih. Paling tidak dari hal sederhana kita bias berkontribusi untuk menyelamatkan hutan seperti yang diulas di artikel ini ..

    ReplyDelete
  17. Kuy, kita jaga kelestarian hutan dengan bijak, bisa dengan cara yang paling mudah menanam pohon sendiri

    ReplyDelete
  18. Eh perasaan udah komen di sini ternyata belum yaaa 😀
    Aku noted deh tips ngajarin anak2 cinta lingkungan. Soalnya kalau gak mereka yg melestarikan, siapa lagi ya.
    Moga hutan2 di Indonesia tetep awet ya sampai generasi mendatang penerus kita aamiin

    ReplyDelete
  19. Aku juga suka kasi tahu ke anak-anak kalau pake tissu secukupnya aja, kalau pake pensil harus sampe abis. Trus kertas juga jangan main sobek dan buang, kasian pohonnya . gitu hehe..

    ReplyDelete
  20. Iya mba, suka sedih baca berita hutan kita makin berkurang hiks.

    ReplyDelete
  21. Wajah hutan semakin hari semakin mengenaskan. Karena semakin banyak hutan yang dihabiskan untuk membuka pemukiman baru. Juga untuk keperluan lainnya dari manusia

    ReplyDelete
  22. Hutan selain menghasilkan kayu, ternyata juga bisa menghasilkan barang-barang fashion, juga mainan ya..
    Berharap hutan akan selalu terjaga hingga anak-cucu kelak :)

    ReplyDelete
  23. Membawa botol plastik sendiri lagi diikhtiarkan kak, dirumah. Meski kadang kebobolan tapi bismillah melakukan perubahan dimulai dari hal kecil :)

    ReplyDelete
  24. Saya kalau belanja sudah siap bawa tas belanjaan dari rumah mbak. Pun anak saya juga saya kasih tau kalau belanja bawa tas sendiri dan kalau Mama lupa tolong diingatkan...alham Alhamdulillah gak numpuk banyak plastik dirumah.

    ReplyDelete
  25. Setuju mbaa.. kalau bingung bisa ngelakuin apa buat pelestarian hutan mending lakuin dari hal kecil dulu kayak ngga mengggunakan lagi botol plastik, ganti dengan tumbler, atau kantung plastik diganti dengan cloth bag yang lebih ramah lingkungan

    ReplyDelete
  26. ini materinya bagus banget, harus disebarluaskan pesannya ya mba dan harus kita yang mulai menerapkan supaya banyak yang mengikuti juga.

    ReplyDelete
  27. Bawa tas belanja dan botol minum sendiri lagi sering aku lakukan. Biar gak banyak buang sampah plastik. Soalnya pernah di rumah banyak banget plastik sekarung efek belanja gak bawa tas sendiri dan dari situ berasa berdosa banget buang sampah plastik se trash bag gitu. Huhu

    ReplyDelete
  28. Bawa tas belanja dari rumah udah bawa botol minum dari rumah juga udah cuma nanem tanaman ini aku yang belum,suka liat yang ijo2 tapi males ngerjainnya😅kalo mau ada tanaman aja beli yang udah jadi gk bisa yg dari bibit2 itu

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar yang dapat membangun tulisan saya.
Mohon maaf, komen yang mengandung link hidup tidak saya publish ya :)

Auto Post Signature