Hakikat Keberagaman dalam Pancasila pada Film LIMA

Thursday, June 14, 2018

Beda suku, beda agama, beda ras, beda bahasa, beda warna kulit akan tetapi dalam satu jiwa Indonesia dan semangat Pancasila.

Seperti yang kita ketahui bahkan sejak duduk di bangku sekolah pun diajarkan mengenai Pancasila, baik isi maupun makna dari pancasila itu sendiri.

Pancasila menurut saya adalah sebuah landasan dasar negara Indonesia yang harus dipegang teguh oleh siapapun, dimanapun, entah beda suku, agama, ras, warna kulit, dan lain sebagainya. Sebab, yang membuat kita satu adalah keberagaman yang menjunjung tinggi nilai persatuan.

Sekilas Tentang Pancasila

Nama Pancasila berasal dari bahasa Sansekerta, yakni dengan makna Panca (lima) dan Sila (batu sendi atau dasar). Sehingga dapat diartikan ada lima hal yang mendasari berdirinya suatu negara. Yakni:
  1. Ketuhanan yang Maha Esa.
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab. 
  3. Persatuan Indonesia.
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan, perwakilan.
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pancasila merupakan dasar negara Indonesia yang dapat diartikan sebagai lima dasar terbentuknya negara. Istilah Pancasila ini termuat dalam Kitab Sutasoma yang ditulis oleh Empu Tantular.

Pancasila sebagai dasar negara memiliki sejarah yang tak lepas dari proses kemerdekaan Indonesia. Dasar negara tentunya sangat penting bagi suatu bangsa, sebab tanpa dasar negara, negara akan goyah, tidak mempunyai tujuan yang jelas, dan tidak tahu apa yang ingin dicapai setelah negara tersebut didirikan.

Next For Your Information! Perlu diketahui, bahwa kedudukan Pancasila ialah sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebagaimana hal tersebut dengan sangat jelas ditegaskan dalam Tap MPR No XVIII / MPR / 1998 tentang Pencabutan Tap MPR RI No. II / MPR / 1978 yakni tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (Ekaprasetya Pancakarsa). Dan untuk mengenang sejarah pancasila, maka tanggal 1 Juni ditetapkan sebagai Hari Lahir Pancasila.

Di jaman now, ada beragam cara untuk merayakan hari lahirnya Pancasila, salah satunya adalah seni, entah itu seni lukis, hingga perfilman. Meskipun dengan beragam cara yang dilakukan, namun pada intinya masih dengan tujuan yang sama, yakni mengenang perjuangan berdirinya dasar negara (blue print).

Bicara soal perfilman, tepat tanggal 1 Juni 2018 lalu Shopback mengadakan nonton bareng di Djakarta Theather XXI bersama komunitas-komunitas blogger dengan film berjudul LIMA.

LIMA? Lima jam kah, Lima kilometer kah, atau lima langkah dari rumah *udah kaya lagu aja. Mungkin teman-teman ada yang menafsirkan seperti itu? For Your Information! Film LIMA yang diproduseri oleh Lola Amaria ini mengangkat cerita yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Dikemas dengan apik. Tontonan yang mengedukasi ini pun dapat ditonton oleh anak mulai usia 17 tahun ke atas.




Hubungan Antara Pancasila dan Film LIMA

Buat saya film LIMA recommended banget ditonton semua masyarakat luas, selain mengedukasi juga kita dapat mengambil ibrah di dalamnya. Berikut beberapa kejadian yang tergambar: 

  • 1. Keberagaman dalam Keberagamaan (Ketuhanan yang Maha Esa).

Hal ini tergambar pada saat adegan Ibu Maryam di rumah sakit. Hari itu Ibu Maryam dibolehkan pulang, namun sebelum pulang seorang Pendeta masuk dan ingin mendoakannya. Semua memanjatkan doa dengan kepercayaan dan ajaran agama masing-masing, yang mana Ibu Maryam membuka kedua tangan sesuai ajaran Islam, sedangkan pendeta sebagai Kristiani menyatukan kedua tangannya sesuai ajaran agamanya. Inilah bentuk toleransi yang membuat bangsa harmonis. Peristiwa lainnya juga tergambar ketika di pemakaman.


  • 2. Keberagaman yang Adil dan Beradab (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab).

Kejadian yang dialami oleh Adi (adik Fara), menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri suatu kejadian yang tidak adil di sekolahnya. Adi berniat ingin menegakkan keadilan, akan tetapi dia harus berurusan dengan Dega (teman sekolah yang kerap melakukan persekusi pada setiap siswa sekolah). 


  • 3. Keberagaman yang menyatukan. (Persatuan Indonesia).

Tergambar pada eratnya suatu hubungan antara pelatih (Fara) dengan kedua peserta didiknya (Kevin dan Andre) yang berbeda suku, warna kulit dan ras. Pun juga tergambar dari kehidupan Ibu Maryam dari keluarga terpandang dengan Bi Ijah (pembantu yang berasal dari keluarga miskin), namun rukun, harmonis dan kekeluargaan.


  • 4. Keberagaman dalam musyawarah (Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan, perwakilan).

Tergambar pada kejadian saat notaris Ibu Maryam mendatangi ketiga anak Ibu Maryam. Sempat bersitegang soal warisan, namun akhirnya berdamai dengan cara musyawarah.


  • 5. Keberagaman yang adil (Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia).

Tergambar pada kejadian Fara yang dihadapkan pada pemilik klub yang "pilih-pilih" serta memasukan unsur ras tertentu agar bisa mengirim atlit terbaik ke Pelatnas, namun Fara tetap ingin berlaku adil karena bagi Fara untuk ikut Asian Games bukan dipilih karena Pribumi dan non Pribumi, namun berasal dari prestasi dan atlit yang benar-benar profesional. Pun tergambar dari peristiwa yang menimpa kedua anak Bi Ijah. 

Film LIMA menggambarkan lima hal mendasar yang terdapat pada pancasila, yakni Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Musyawarah dan Keadilan. Yang menjadi inti dari Film LIMA ialah sebuah fondasi keluarga yang ditanamkan sejak dulu kala. 


Beberapa Hal yang Dapat Diterapkan Dalam Keluarga. 

Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat, pendidikan pertama kali yang diperoleh seorang anak berawal dari keluarga. Peran dari keluarga dalam pembentukan kepribadian seorang anak menurut fungsi keluarga  yang dirumuskan BKKBN, diantaranya:

  • Sebagai Pondasi Pendidikan Agama. 
Penerapan nilai-nilai agama dalam keluarga dapat menghindarkan seorang anak dari hal-hal yang melanggar hukum. Untuk dapat menjalankan fungsi agama tentunya keluarga berperan dalam menciptakan pondasi pendidikan agama yang kuat kepada anak berdasarkan agama yang dianut melalui: penanaman nilai-nilai keagamaan, penerapan nilai moral dan sikap toleransi, keteladanan dan bimbingan untuk selalu menjalankan perintah agama dan menjauhi segala larangan-Nya. Dan masih banyak lainnya. 


  • Sebagai Pondasi Pendidikan Sosial Budaya. 
Keluarga merupakan tempat ditanamnya nilai-nilai budaya yang dianut. Negara Indonesia merupakan negara yang memiliki budaya, agama, dan suku yang Heterogen. Heterogenitas inilah sehingga Indonesia dikenal dengan Bhinneka Tunggal Ika (meskipun berbeda-beda, namun tetap satu jua). Untuk itulah, keluarga sangat berperan dalam menciptakan pondasi pendidikan sosial budaya melalui penanaman nilai-nilai toleransi, tolong-menolong, menghargai dan sebagainya. 


  • Sebagai Tempat Menumbuhkan Kasih Sayang. 
Rasa kasih sayang dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak menjadi pribadi yang dapat menghargai dan menghormati orang lain serta makhluk hidup lainnya yang dapat ditumbuhkembangkan melalui keteladanan, pelatihan emosional, serta bimbingan.


  • Sebagai Agen Sosialisasi Pendidikan. 
Keluarga sangat berperan dalam memberikan pengenalan atau  memberikan pendidikan mengenai hubungan seorang anak dengan orang-orang di sekitarnya sebagai bekal untuk masuk ke lingkungan sosial yang lebih luas. 


  • Sebagai Motivator Utama Bagi Seorang Anak. 
Orangtua merupakan pihak pertama yang harus bisa memberikan motivasi dan dukungan untuk anak, sebab motivasi dan dukungan sangat penting agar seorang anak tidak terpuruk dan dapat bangkit dalam mengejar cita-citanya. 

Satu kata sebagai penutup "Tegakkanlah Toleransi, Hidupkanlah NKRI. Sepenuh hati". Aku mencintai Negeriku, Aku mencintai Pancasilaku. 

Sumber: 
* Pribadi. 
* Wikipedia
* Film LIMA
41 comments on "Hakikat Keberagaman dalam Pancasila pada Film LIMA"
  1. Dengan adanya film LIMA ini semoga tidak ada lagi Warga Negara Indoensia yang dewasa yang tidak tahu bunyi Pancasila.

    Kedepannya semoga LIMA bisa disaksikan di tv, secara di Cianjur tidak ada bioskop nih... Padahal warga Cianjur juga WNI asli. Hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin mbak. Doakan aja. Dan moga di Cianjur diadakan bioskop

      Delete
    2. Iya amin. Meski wakil gubernur jabar orang film duh cianjur dan sukabumi emang tertinggal dalam soal bioskop ini

      Delete
  2. Keberagaman adalah kekayaan. Dari sejak lahir manusia diciptakan berbeda satu sama lain, bahkan kembar sekalipun tidak persis sama. Maka dari itu, perbedaan yang ada bukanlah sesuatu yang perlu diperdebatkan namun saling dihormati dan dihargai sehingga bisa hidup berdampingan dengan rukun, damai dan aman sesntosa.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, semoga kedepannya masyarakat lebih memahami makna dari Pancasila dan menerapkannya dalam kehidupan sehari2

      Delete
  3. Pancasila sebagai dasar negara memang tidak hanya untuk dihafal saja, tetapi bagaimana dapat dipahami lalu diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari ya mba.. InshaAllah jika setiap warga negara sudah paham Pancasila, maka NKRI
    akan selalu di hati

    ReplyDelete
    Replies
    1. Doakan saja mbak agar lebih bnyak masyarakat yang memahaminya

      Delete
  4. Andai semua orang Indonesia menerapkan nilai2 pancasila seperti di film, rasanya indah ya. Semoga semakin banyak sineas Indonesia yanv melahirkan film2 bertemakan pancasila seperti film "Lima"

    ReplyDelete
  5. Beberapa teman sudah nulis review mengenai film ini dan bikin saya jadi penasaran soale bagus filmnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hilangkan rasa penasaran dengan tonton filmnya ๐Ÿ˜

      Delete
  6. Film yang sangat mendidik untuk menanamkan nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Di zaman rasa persatuan dan kesatuan yang mulai goyah ada baiknya diputarkan juga disekolah sekolah. Pasti bagus buat perkembangan jiwa kebangsaan anak-anak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Note. Bisa menjadi masukan untuk tim perfilman kedepannya

      Delete
  7. Belajar menerapkan nilai-nilai Pancasila memang sulit , apalagi marak berita hoax๐Ÿ˜ฃ semoga masyarakat Indonesia bisa menjunjung tinggi nilai dasar negara ya mba, amin!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Semoga mbak dan masyarakat makin sadar

      Delete
  8. Satu nusa satu bangsa, diikat dalam satu ideologi Pancasila, semoga keberagaman bukan awal dari perpecahan,tetapi perekat persatuan yaa.
    Pancasila dasar negara, semoga kita bisa satu pemahaman bahwa menghargai perbedaan adalah ciri kita memahami PANCASILA.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin mbak. Semoga saja dan selalu berdoa

      Delete
  9. Pancasila memang ideologi yang pas untuk negara kita, yang beragam suku, bangsa, bahasa dan agama. mempersatukan dari Sabang samapi Merauke

    ReplyDelete
  10. Betul sih pondasi pendidikan agama penting, kalau bisa dimulai dari ibu bapaknya dulu, sebaiknya jangan beda agama. Kalaupun beda, gpplah salah satu menyamakan agama (agama apapun sesuai keyakinannya), biar anak2nya gak bingung di masa mendatang #imho

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sip mbak. Semoga makin banyak masyarakat yang paham akan hal ini

      Delete
  11. Film yg kuat
    Banyak banget pesan yg disampaikan ttg kerukunan
    Terlebih dgn keadaan negeri kita skrg
    Semoga indonesia makin banyak film seperti ini

    ReplyDelete
  12. judulnya boleh juga tuh lima, kirain kemarin lanjutan 5 cm hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan lah. Dibaca ulasannya dulu agar tahu apa isinya ๐Ÿ˜

      Delete
  13. Semoga pesan dan harapan dlm film lima..ini dapat diserap penonton..

    Walaupun sebenarnya di Indonesia..rasanya soal ibadah itu gak ada halangan..toh dari dulu toleransi selalu terjaga..

    Tapi sekarang ini isu intoleran digoreng dengan berbagai cara..


    Sedih.

    ReplyDelete
  14. Aku jadi penasaran pingin menonton film ini secara sudah baca review dari teman-teman yang lain, banyak banget hikmah yang dipetik dari film ini๐Ÿ˜Š

    ReplyDelete
  15. Sempat lihat reviewnya sekilas di berita di tv. Sempat penasaran, ceritanya beneran kelihatan alami kah Mbak? Soalnya kadang kalau ada muatan misi apa atau apa gitu, konfliknya jadi berkesan dibuat-buat. Kalau di film ini nggak ya?

    ReplyDelete
  16. Aku kira pertama kali baca itu lima apaan gitu mbak. Ternyata berhubungan dengan ideologi Pancasila ya. Aku sangat setuju sih kalau film2 semacam ini lebih diperbanyak untuk meningkatkan rasa cinta kepada tanah air dan mencintai keberagaman. Soalnya sekarang ini, isu2 semacam perpecahan sedang panas memenuhi negara ini. Rekomended banget pokoknya film Lima ini :)

    ReplyDelete
  17. Rindu sekali pada film2 yang menanamkan semangat nasionalisme di tengah ancaman perpecahan hanya karena berbeda pendapat yang membayangi akhir2 ini. Semoga kita semua bisa seperti dalam fil Lima, menjalankan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari

    ReplyDelete
  18. suka dengan lola amaria yg konsisten dengan film film sejenis ini
    pancasila memang harus kembali diingatkan dalam kehidupan salah satunya melalui film
    tapi kok di bioskop di kota saya ga ada film ini
    apa blm masuk ya ?

    ReplyDelete
  19. Masih ada nggak ya film LIMA ini. Aku suka banget nonton film yang antimainstream, apalagi film Indonesia harus didukung.

    ReplyDelete
  20. Jarang indonesia punya film yang mengangkat tema kebangsaan dan pancasila ya kak. Jadi tertarik menontonnya dan konsepnya juga unik.

    ReplyDelete
  21. Penasaran banget saya dengan Film LIMA ini, tapi sayang saya jauh dari bioskop. Tapi mudah2an dengan film ini mampu memberi sumbangsih untuk masyarakat sehingga memahami perbedaan dan toleransi antar sesama

    ReplyDelete
  22. wah, menarik ini mbak elva :)
    jadi mau nonton hihi
    bisa jadi rekomendasi nih buat next week.

    terima kasih sudah sharing ya.

    ReplyDelete
  23. Pancasila bila dipahami dan diamalkan dengan sungguh2 dan penuh toleransi maka akan melahirkan perdamaian yg membahagiakan.. LIMA akan menjadi satu suguhan layar yg inspiratif..

    ReplyDelete
  24. Meski menjadi perdebatan di dunia maya, film ini memang layak untuk di tonton. Mengajarkan tebtang persatuan dan kesatuan yang tengah tergoncang

    ReplyDelete
  25. belajar itu gak cuma di sekolah ya mba, melalui karya seni ternyata juga padat ilmu untuk diserap..

    ReplyDelete
  26. Sudah nonton film ini,bagus utk jadi tontonan agar masyarakat luas lebih memahami makna Pancasila dan mengaplikasikan ke dalam kehidupan sehari-hari.

    ReplyDelete
  27. Selamat yah Mbak artikel ini mengantarkan mbak jadi pemenangnya. Dan saya setuju banget bahwa nilai Pancasila bisa diterapkan pertama kali di dalam lingkungan kekuarga, sebagai pondasi kehidupan pertama kita.

    ReplyDelete
  28. Semoga tidak ada perpecahan di negara ini. Aamiin. Bahwa pancasila mengajarkan tidak membeda-bedakan. Krn kita satu tujuan. Apalagi didukung dengan film ini.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan komentar yang dapat membangun tulisan saya.
Mohon maaf, komen yang mengandung link hidup tidak saya publish ya :)

Auto Post Signature